Yukhei Shu

Joined: April 13th, 2018, 9:41 am

April 13th, 2018, 10:36 am #1

MAHASISWA

Nama: Yukhei Shu
Nama keluarga: Shu
Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku/15 Maret 2001
Umur: 17 tahun
Gender: Laki-laki
Kewarganegaraan: Toshi Haku
Jurusan/Kelas: 2 SMA
Deskripsi karakter:
Kepalanya besar tidak seperti ciri khas Asia yang memiliki wajah-wajah kecil. Bola mata hitam, kelopak segaris, alis dan rambut hitam. Lumayan suka berekspresimen dengan warna rambutnya. Jatuh cinta dengan sepatu kets. Setiap tahun, hadiah ulang tahun yang paling membahagiakan adalah kalau dia dibelikan sepatu kets. Cara jalannya terlihat ragu-ragu dan cara bicaranya lambat, tapi reaksinya paling cepat kalau terjadi sesuatu.
Tinggi/Berat: 174/63
Sifat: Seorang yang memiliki rasa keadilan tinggi. Pengamatan tajam terhadap sekitar. Intuisinya juga tajam. Sifat yang sempurna untuk mewujudkan impiannya menjadi sedektif polisi keren. Hanya satu kekurangannya: ingatan yang pendek. Remaja yang suara tawanya bahkan bisa didengar dari blok tetangga. Impulsif dan sedikit anarkis. Prinsipnya adalah untuk mempercayakan pada refleksnya untuk bertindak dulu baru berpikir.
Kelebihan: tampan, komunikatif, termasuk tidak mudah marah kalau ada janji ngaret/dibatalkan.
Kekurangan: impulsif, tidak berpikir panjang, ingatan lemah, tulisan secantik cakar ayam.
Status/orientasi: Single
Visualisasi: Park Jin Woo ASTRO
Link menuju galeri/website visualisasi: jinjin
Latar belakang singkat: Yukhei terlahir dari pasangan Chinese yang sudah lama menetap di Toshi Haku. Seumur hidupnya dia belum pernah juara satu di kelas tapi orang tuanya tetap bangga kepadanya. Ayahnya adalah seorang penjaga Daycare dan ibunya fotografer profesional. Dengar-dengar, kedua orang tuanya bertemu dan jatuh cinta pada saat ibunya melakukan studi tugas pemotretan di Red Zone.
RP Regis:
Like
Share

Joined: April 13th, 2018, 9:41 am

April 15th, 2018, 5:13 pm #2

RP Regist:

Timeline: Minggu 15 April 2018, 11.30
Lokasi: Edison Boulevard



Telepon genggamnya berdering dengan ringtone ceria. Yukhei mengangkatnya pada dering kedua. Meletakkan kebab daging domba hangat setengah makan ke piring oval di atas meja untuk memberi perhatian pada siapa yang sudah menghubungi jam segini.

"Woi! Kau mau mampir jam berapa ke rumahku? Yang kamu minta sudah selesai dari pagi nih." Tanpa halo atau selamat siang.

Siapa yang bakal percaya kalau lawan bicaranya di seberang sana adalah si pemalu yang banyak ditaksir teman-teman sekelas dan kakak kelas 3. Pencitraan diri itu sesuatu yang hebat memang.

"Oh iya lupa, haha!" Serius. Dia benar-benar lupa sempat minta tolong dieditkan pas foto 4x6 untuk mendaftar program sukarelawan.

"Bisa kau bawakan ke restoran kebab nenekku tidak? Akubtraktir deh." Yukhei menatap bayangan samar di kaca, menyadari senyum cengir gigi tupainya menyeringai penuh harap.

"Bisa saja, pas jam mkan siang ini."

YES! Ia beruntung. Jarang-jarang si Shua yang mengaku ringkih dan ribet itu mau mengiyakan keluar rumah bukan ke mall nongkrong dalam sekali tawaran.

"Bentar. Aku pakai handbody dulu. Kalau sampai kulitku kusam, follower-ku bisa berkurang."

"Hahaha!" Tergelak geli ia. "Oh ya, bisa fotokan bentuk jadinya? Aku penasaran."

Obrolan terputus setelah kata oke singkat dari sang kawan.

Tidak lama notifikasi line masuk. Sebuah foto terkirim, menunggu persetujuan diunduh.

Ia penasaran seperti apa hasil edit foto pas mukanya. Karena terakhir dia berfoto dengan latar belakang warna putih sedangkan format yang dibutuhkan adalah latar belakang harus merah.

"Wow!" Yukhei menatap tidak percaya pada layar datar di tangan. "Mukaku jadi terlihat seperti napi." Kekeh geli karena editan kawannya benar-benar rapi. Ia jadi kelihatan serius dan bertobat. Yea.

Like
Share