Yue Mochizuki

Joined: April 12th, 2018, 12:44 pm

April 12th, 2018, 1:13 pm #1

MAHASISWA

Nama: Yue
Nama keluarga: Mochizuki
Tempat & Tanggal lahir: Osaka, 16 December 1999
Umur: 19
Gender: Female
Kewarganegaraan: Japan
Jurusan: Pertanian, tingkat II
Deskripsi karakter:
  • Appearance : Rambut berwarna pirang dan sering kali bergaya mermaid wave—kadang dicepol atau dikuncir ekor kuda, kulit putih dengan riasan makeup mata minimalis dan sering kali menggunakan lipstick terang, tinggi rata-rata terakhir kali diukur adalah 163, bentuk mata almond dengan warna hitam. Punya tanda lahir di punggung berbentuk bulan sabit. Penyuka piercing, jadi jangan kaget kalau tiba-tiba piercing di telinganya bertambah.
  • Gaya berpakaian : Minimalis. Street style. Mengerti cara mendeskripsikannya? Warna pakaiannya tidak luput dari monochrome, selain itu jeans, abu, atau warna navy. Sangat menyukai sneakers dan sepatu Dr. Martens, koleksinya ada banyak. Tidak peduli dingin, kalau sedang ingin mengenakan rok Yue pasti tetap menggunakannya.
  • Hobi: Berkebun, membuat vas dari tanah liat, merangkai bunga
  • Yang disukai : Roti melon, capuccino atau affogato—sebenarnya semua menu kopi, makanan pedas, melihat pelangi, berimajinasi, tidur.
  • Yang tidak disukai : Orang cerewet, bawel, sok tau. Orang yang tidak bisa diandalkan dan mau menangnya sendiri. Perusak suasana. Uang sakunya menipis. Mobilnya harus masuk bengkel. Tugas menumpuk. Cacing dan kodok, nggak suka saja sekalipun berkebun erat hubungannya dengan hewan ini.
Tinggi/Berat: 163/47
Sifat:
    [i]An open book.[/i] Mudah sekali terbaca orang lain, dan dia tidak terlalu peduli dengan hal itu. Kalau sudah kehendaknya, ya itu berarti kehendaknya. Mudah bergaul, tidak terlalu pandang usia dan dengan siapa saja berbicara sering kali bisa langsung kelepasan berbicara informal—sudah bawaan sejak kecil. Agak teledor, agak pelupa. Seorang yang sering mementingkan yang lain daripada diri sendiri. Adalah anak perempuan pendendam, jadi jangan kaget jika tiba-tiba ia datang seolah mau mengajak perang.[/li]
Status/orientasi: Not looking.
Visualisasi: Jung Jinsoul (LOONA, Jinsoul)
Link menuju galeri/website visualisasi: here
Latar belakang singkat: Anak yang dibuang orang tua karena perceraian. Hubungan dengan keluarga yang menampungnya terbilang harmonis (tapi tidak setiap waktu, ha.) Ia ditamping oleh kakek dan paman ketiga dari keluarga—ini karena dia adalah cucu pertama dalam keluarga dan pamannya tidak punya keturunan sampi detik ini. Sekalipun begitu, ia berlimpah kasih sayang dari keduanya. Masih tetap berhubungan dengan ayah dan ibu kandung, hanya saja dia yang membatasi diri. Tidak mau ambil pusing apalagi karena keduanya sudah memiliki rumah tangga baru. Punya seorang kakak laki-laki. Keluarganya berkecimpung dalam bisnis waralaba kuliner dan juga memilki beberapa dealer kendaraan yang tengah dia gunakan.

RP Regis:

“Kamu tau ‘kan, kamu tidak bisa egois?”

..

“Memangnya, aku, kapan?”

Ini adalah pertanyaan retoris. Yue yang melontarkan pun memasang wajah sok tidak mengerti apa yang dikatakan oleh kakak dan mengabaikan paman yang tengah menggelengkan kepala kepadanya. Ia disebut egois. Hanya karena menolak pertemuan dengan sang adik—bagaimana menyebutkan, adik tiri? Ah, tidak tau. Yang pasti ibunya baru saja melahirkan seorang adik bayi perempuan untuk keluarga barunya. Lucu. Kenapa harus Yue yang dipanggil egois?

“Ini bukan egois, ini yang kusebut dengan tau diri.”

“Yue Mochizuki!”

Menghela napas lagi. Ia tidak suka diperlakukan seperti anak kecil oleh orang lain; terlebih lagi orang lain itu kakaknya sendiri. Sudah terlalu sering, sudah muak. Dan ia tahun ini sudah berusia sembilan belas tahun, dan anak perempuan seusianya tentu boleh saja menentukan pilihannya sendiri benar bukan? Lalu, tawa sinis dan tangannya pun dilipat di depan dada. “Lalu, apa yang akan kakak lakukan begitu kita disana? Mengucapkan selamat? Memberi hadiah? Menggendohg adik barumu?” Pertanyaan itu membuat kakaknya bungkam, sementara pamannya sibuk menenangkan kakak beradik yang beradu pandang tajam.

“Harusnya kau berpikir dulu sebelum bicara, Yue.”

Pun, dara Mochizuki tertawa.

“Kau yang harusnya demikian. Untuk apa jauh-jauh memanggilku pulang sementara mengurusi masalah begini? Tidak berguna.”

(Yang egois itu ibunya. Ayahnya.

Meninggalkan mereka berdua untuk laki-laki lain; dan bahkan membangun keluarga baru dengannya. Bukan hanya itu, mereka dibuang. Ayah tidak mau, ibu pun sama. Semuanya bodoh, hanya dikontrol oleh apa yang mereka punya dibawah sana tapi tidak bisa menjaganya apa yang dihasilkan baik-baik. Lalu, untuk apa lagi Yue Mochizuki harus jadi anak baik-baik buat kalian? Tidak perlu.)
Like
Share