Daniel Jung

Joined: April 12th, 2018, 3:40 am

April 12th, 2018, 4:07 am #1

PELAJAR SMA

Nama: Daniel Jung
Nama keluarga: Jung
Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku/10 Des 1999
Umur: 18 yo
Gender: M
Kewarganegaraan: Toshi Haku
Jurusan/Kelas: 3 SMA
Deskripsi karakter: Fisik proporsional dengan kulit putih susu khas Asia Timur. Warna iris mata hitam dengan specs ungu gelap jika diperhatikan dari dekat dengan cahaya yang cukup. Alis dan rambut hitam yang lebih sering ditimpa warna cokelat terang atau abu-abu, karena dia malu dikomentari lebih muda dari usianya ketika rambutnya benar-benar hitam. Cara jalannya dengan langkah lebar, bahu tegap dan tatapan lurus ke depan. Gaya berpakaian suka memakai kaos lengan panjang, celana pendek dan topi di musim panas. Berpakaian tebal dengan syal dan earmuff di musim dingin.
Tinggi/Berat: 180/67
Sifat: Pemalu tapi bukan minder. Suka tersenyum duluan kalau bertatap mata dengan orang lain. Pada dasarnya ramah namun perlu membangun suasana hangat untuk membuatnya merasa nyaman berinteraksi. Protektif terhadap orang-orang yang dia sayangi. Tiga hal yang paling dia sukai adalah tidur, tidur dan libur sekolah. Tidak suka seafood karena alergi. Lebih suka musim dingin dan musim gugur karena tidak akan kepanasan saat tidur.
Kelebihan:
  • Aura kehadirannya cukup kuat, senyum gigi kelinci, bagus dalam olahraga, tidak ribet.
Kekurangan:
  • Berantakan, sering ketiduran di waktu atau tempat yang salah, suka canggung dengan orang baru, tidak punya sense yang kuat dalam memasak (tapi bisa makan apa saja asal tidak beracun).
Status/orientasi: Single/biseksual
Visualisasi: Kang Euigeon / Kang Daniel Wanna One
Link menuju galeri/website visualisasi: niel's gallery
Latar belakang singkat: Seorang remaja yang bisa dibilang from zero to hero dalam fase hidupnya. Tadinya dari kelas 2 sampai kelas 6 dia dibully karena masuk dalam 10 besar siswa terjelek di sekolah. Seiring dengan pertumbuhan dan (ia percaya karena banyaknya ia tidur maka ia cepat berfotosintesis) penampilannya menjadi tampan dan bersinar. Ayahnya wiraswasta biasa dan ibunya memiliki dua buffet all you can eat yang tadinya dirintis dari nol.
Like
Share

Joined: April 12th, 2018, 3:40 am

April 12th, 2018, 4:28 am #2

RP Regist:

Daniel Jung, 18 tahun musim dingin kemarin, terbangun dengan selimut melilit kusut di pinggang. Di luar masih gelap. Belum pagi, pikirnya sambil menyapu helai cokelat kusut yang nyaris mencolok mata mengantuk ke belakang kepala. Belum pagi, berarti ia bisa menggelar selimutnya, meringkuk dan kembali pada kenyamanan tidurnya.

Tapi ia merasa lapar.

"Hrfhdgdh!" protes dalam hempas napas panjang. Berusaha bertanya lagi pada perutnya, memangnya harus ya lapar jam segini?

Mengerjap pada jam kedip jam digital merah di meja belajarnya, masih jam empat pagi lewat sedikit. Kelopaknya sudah mau menutup lagi tapi perih di lambungnya memprotes keras.

Apa boleh buat.

Ia bangkit duduk. Sit up tiga kali untuk merontokkan kantuk sebelum melepas lilitan selimut dan menggaruk perutnya, menyeret langkah pelan menuju dapur. Untuk sesi lapar jam segini memang bukan pertama kalinya. Jadi dia sudah lebih berhati-hati agar tidak membuat terlalu banyak suara dan membangunkan kedua orang tuanya. Ibunya sebenarnya akan bangun beberapa menit sebelum jam lima untuk belanja dan menyiapkan restoran. Tapi dia tetap tidak tergoda dengan pilihan membangunkan ibunya lebih awal. Biarkan beliau tidur sedikit lebih lama.

Daniel menghidupkan satu dari dua lampu dapur. Melongok ke dalam kulkas untuk potongan daging burger, telur, keju dan setangkup roti. Menu paling mudah dan mengenyangkan sudah ada di kepala: sandwich buatan sendiri.
Like
Share