Anzu Hatake

Joined: October 1st, 2017, 6:58 am

February 6th, 2018, 10:29 pm #1

PELAJAR SMA

Nama: Anzu Hatake
Nama keluarga: Hatake
Tempat & Tanggal lahir: Beijing, 2 Agustus 2002
Umur: 15 tahun
Gender: M
Kewarganegaraan: Toshi Haku
Jurusan/Kelas: 1 SMU

Deskripsi karakter:
Mata hitam yang terhitung tidak sipit untuk ukuran orang asia timur dan berbinar hidup, garis wajah tegas, tulang pipi tinggi dan sangat terlihat kalau sedang tersenyum, tinggi badan termasuk standar medium (pendek) dan sejauh ini belum ada menunjukkan penambahan tinggi badan lagi. Buta fashion tapi sangat menggandrungi pakaian yang dikeluarkan oleh merk-merk sporty (ex: Nike, Puma, dkk) karena suka dengan gayanya yang casual santai. Suka olahraga (terutama bola dan atletik), segala sesuatu yang berbau Naruto, dan warna biru. Tidak suka pelajaran Matematika, sayur-sayuran (terutama sawi dan rebung), dan disuruh diam di tempat. Hobi berpetualang, jalan-jalan, segala sesuatu yang berbau Naruto, dan kumpul-kumpul dengan teman karibnya.

Tinggi/Berat: 172/56

Sifat:
Makhluk hyper, penuh antusiasme (terlebih pada hal yang disukainya), aktif bergerak, positive attitude, dan optimis. Menyukai tantangan dan tidak mudah menyerah. Punya jiwa kompetitif yang sehat dan terkadang mudah dipancing emosinya. Sangat protektif pada orang-orang yang disayanginya.
Kelebihan: Ceria, jarang berprasangka buruk, cepat berinisiatif, pantang menyerah.
Kekurangan: kurang teliti (ceroboh), mudah impulsif, agak bebal, keras kepala.

Status/orientasi: Single
Visualisasi: Mark Lee / Minhyung Lee (NCT)
Link menuju galeri/website visualisasi:
Mark NCT

Latar belakang singkat:
Catatan panti menyatakan Anzu lahir di Beijing dan nama Anzu sendiri bukanlah nama aslinya. Anzu diadopsi oleh keluarganya saat ini sejak ia masih berusia batita, membuat Anzu tidak bisa mengingat masa kecilnya seperti apa dan siapa nama aslinya. Nama Anzu sendiri merupakan nama pemberian dari keluarga barunya tersebut. Baru mengetahui ia diadopsi saat menginjak usia 13 tahun dan menerima fakta tersebut dengan baik mengingat kedua orang tua Anzu sangat menyayanginya. Ia tidak menemukan alasan untuk membenci keduanya karena telah mengadopsinya, malah sebaliknya sangat berterima kasih akan hal itu.
Hingga saat ini Anzu hidup berempat dengan kedua orang tua angkatnya dan seorang adik perempuan berusia 6 bulan yang baru saja dilahirkan oleh ibu angkatnya. Anzu ikut berbahagia dengan orang tuanya yang akhirnya bisa mempunyai keturunan langsung setelah menikah 18 tahun.

RP Regis:
.menyusul.
Like
Share

Joined: October 1st, 2017, 6:58 am

February 7th, 2018, 2:13 am #2

Tuk. Tuk. Tuk. Tuk.

Ujung pensilnya mengetuk ke permukaan meja.

Anzu menghentikan gerak tangannya saat menyadari sepasang mata tengah menatap ke arahnya. Manik hitamnya menemukan guru kelasnya yang mengernyitkan alis, lalu menaikkan sebelah alisnya seolah menanyakan kelakukan setengah sadarnya barusan.

Anzu hanya menjawab pertanyaan bisu wanita itu dengan satu cengiran sebagai permintaan maaf, sebelum mengalihkan pandangannya kembali ke atas meja. Menatap lembar soal yang menanti dijawab olehnya.

Urgghh---
, mengerang dalam hati saat melihat deretan angka kembali memenuhi ruang pandangnya.

Anzu selalu mempertanyakan apa kegunaan dari mata pelajaran matematikan. Ya, dia masih menyetujui pentingnya pembelajaran dari tambah, kurang, kali, bagi. Tapi Anzu tidak mengerti apa pentingnya dari pembelajaran sudut segitiga, persamaan fungsi, menggambar garis lengkung dan sejenisnya. Anzu sama sekali tidak mengerti.

Sama tidak mengertinya saat menatap deret angka yang mempertanyakan nilai x, y, z, serta Sin, Cos, Tan.

Masih ada sisa 20 soal yang belum terjawan dari total 30 soal. Mendapati waktu yang tersisa pun kurang dari setengah jam. Anzu menggigit-gigit ujung pensilnya, melihat gelisah ke arah kiri dan kanan di mana kedua teman karibnya berada. Sedikit berharap pertolongan dari mereka--walau Anzu jelas-jelas tahu itu tidak mungkin.

Zaku jelas-jelas tidak bisa diharapkan karena anak itu terlalu polos untuk diajakan melakukan sebuah kecurangan. Sedangkan Rin? Ah, si brengsek itu lebih suka mentertawakan kebodohannya dan mengejek kemalasannya karena tidak belajar sebelum ujian.

Tapi sungguh, dia ini bukan bodoh. Hanya memang tidak mengerti kok.

Huks.

Satu gigitan terakhir pada ujung pensilnya. Anzu menarik pensilnya dan memutuskan dengan sisa waktu yang ada ia mengisi bulatan kosong pada lembar jawabannya. Menghitamkannya satu persatu--tanpa memikirkan benar salahnya lagi.
Like
Share