Summer Time Has Gone

Evey
Honored Member
Evey
Honored Member
Joined: September 17th, 2009, 1:24 am

October 24th, 2010, 2:08 pm #1

Judul: Summer Time Has Gone
Fandom: Detective Conan
Rating: T
Jumlah kata: kurang lebih 800-an.
Karakter: Ran Mouri, Conan Edogawa/Shinichi Kudo.
Disclaimer: Detective Conan kepunyaan Aoyama Gosho, tentu. Dan judulnya credit buat Mai Kuraki. lols.
summer time has gone...
Waktu yang kau jangkarkan--apa kau ingat, pada atap-atap yang tersepuh cahaya riang musim itu masih tertambat sampai sekarang. Aromamu, segala hal mengenaimu; aku membawa mereka dalam setiap jejak. Kau hidup dalam kenangan yang terajut di setiap detik, tak pernah benar-benar pergi. Lipatan duka ini masih terus terisi dengan substansi rasa yang silih berganti. Aku terperangkap, tapi aku tak sendiri--apa kau tahu? Kenanganmu masih ada dalam tautan jemari kami, suaramu masih mengikuti depa langkah kami--apa kau bahkan menyadarinya?

Kau adalah butiran yang terhanyut oleh waktu, dan bersamamulah musim panas ini berakhir.

* * *
Bukan hanya aku, kuharap kau menyadarinya.


Kau begitu berharga. Mungkin orang-orang tidak menyadarinya; sebab kadang kualitas-kualitas baikmu tersembunyi oleh arogansi di setiap nada bicaramu, dengusan nafasmu yang meremehkan, dan sifat jahilmu yang membuat kesal. Sesekali waktu kau bersinar dan mereka silau karenanya, tapi mereka melihat apa yang ingin mereka lihat. Bukan apa kau sesungguhnya.

Ayahku tidak menyukaimu karena ia menganggapmu brengsek--sejenis pemuda yang akan datang sekali waktu dalam kehidupan seorang gadis, menelepon dan bersikap baik, tapi akhirnya hanya akan memecahkan hati gadis itu. Ibuku masih mengingatmu sebagai anak nakal yang membuatku berlumuran lumpur dari atas sampai ke bawah. Sonoko berpikir kalau kau menyebalkan--sombong dan sok aksi, dan dia tak mengerti kenapa kau bisa begitu berarti buatku. Tapi pada akhirnya Sonoko melihat, Shinichi, dan orang-orang lain juga.

Pada akhirnya semua mengerti.

Dan tak hanya aku, aku ingin kau tahu hal itu. Tak hanya aku yang lukanya bagai digarami dan dikucuri cuka sekaligus ketika petaka itu datang. Tak hanya aku yang sesekali waktu berani memoles sebuah senyum di wajah yang perlahan berkhianat. Tak hanya aku yang menumbuhkan rasa-rasa yang begitu cepat mekar bagaikan benih. Kau begitu tulus, berani, dan jujur. Kau mengatakan apa yang ingin dikatakan lidahmu, kau mendengar apa yang ingin telingamu dengar, kau melihat apa yang ingin ditangkap retinamu--kau merasa dengan hatimu yang jarang berdusta. Sekali waktu indra-indra itu mencelakakanmu, tapi kau tak pernah membalas mereka.

Percayalah, tak hanya aku yang memiliki buliran airmata itu. Mereka ada di setiap sudut mata orang-orang yang mengenalmu.

Heiji takkan pernah bisa menemukan partner berfikir sekaligus sahabat yang bisa dia ejek selain kau; orang yang memiliki nasib sama dengannya dan menemukan setidaknya satu orang tewas dalam satu hari. Profesor Agasa tak akan melihat anak laki-laki yang ia kenal dari kecil, yang dulu berkeliaran di laboratoriumnya dengan celemek mengitari leher pada saat makan siang, hendak mengacaukan temuan-temuannya yang paling berharga. Orang tuamu takkan bisa menggenggam harta mereka yang paling berharga lagi.

Aku tak mungkin melewatkan pemandangan itu--atau bisakah aku? Sorot kehilangan yang begitu intens dalam mata Ai-chan, sampai berhasil memecahkan es yang biasanya mengakukan wajahnya, dan membentuk garis-garis itu menjadi sesuatu yang meratap dan memohon. Wajah kacau Genta dan kawan-kawan yang akan membuat hati siapa saja pecah memandangnya.

Tapi apa yang bisa kami lakukan, aku tak tahu apakah bahkan ada jawaban untuk hal itu. Apa, adalah pertanyaan yang menyindir, dan aku tak yakin kami akan sanggup berkelit untuk menemukan suatu solusi. Sebab ketika kami telah melihat, ketika kami telah mematrikan soal sosokmu--Shinichi Kudo, atau Conan Edogawa--dalam ruang-ruang paling khusus, lagu pemakaman dan suara peti yang ditutup itu telah mengumandangkan ultimatum terakhir.

* * *
Aku bertemu denganmu saat musim panas, Shinichi, ingatkah kau?
Bersama-sama kita meloncati halaman demi halaman dari kisah yang telah ditulis Tuhan jauh sebelum dunia diciptakan, untuk menyadari bahwa tak ada kuasa yang sanggup mengubah apa yang telah ditera sebagai titik--tak peduli seberapa inginnya kita untuk membelokkan titik itu menjadi sebuah koma.

Kau takkan pernah benar-benar mati, Shinichi, takkan. Selama aku masih mengingat suaramu, yang menjadi jembatan akan keberadaanmu. Selama aku masih mengenali aromamu, yang tertinggal pada kemeja, dasi, dan lusinan buku di rakmu. Selama barang-barangmu masih ada; novel-novel Sherlock Holmes, kacamata Conan-mu, dasi pengubah suara yang entah bagaimana bagaikan pedang bermata dua--mereka semua benda-benda yang membuktikan bahwa kau tak hanya sekedar delusi belaka. Selama aku masih bisa mengingat, merasa, mengetahui dan mencinta, kau takkan pernah benar-benar mati.

Biar ragamu berkalang tanah, dan peti yang awalnya menjadi pelindung akan lebur seiring waktu, kau akan tetap hidup.

Tapi sayangnya, halaman pertama yang kulewati bersamamu, dengan langit cerah dan angin yang memainkan rambut kita, begitu ceria dan penuh harapan di bawah matahari yang bersemangat dengan sinarnya--halaman pertama itu takkan pernah kembali.

Ketika petimu mulai ditimbuni dengan tanah, dan pastur telah melaksanakan tugasnya dengan baik; satu hal yang kuketahui selain betapa menyayatnya lagu pemakaman ini adalah bahwa musim panas itu telah berakhir. Kisahmu, kisahku; kisah kita akhirnya menemui akhir. Penghujung hari ini berlangsung lebih lama dibanding biasanya. Langkahku melambat, memisahkanku dengan rombongan yang pulang dari kuburan. Aku menoleh, memandang nisanmu yang masih anyar. Dadaku sesak oleh emosi yang kukenali dan tak kukenali, airmataku belum juga berhenti. Ketika seakan aku melihat sosokmu di dekat nisan itu, dengan tangan di dalam saku dan bibir menyeringai khas, maka saat itu juga aku diingatkan untuk berjalan lagi.

Tapi aku juga ingin kau ingat, Shinichi, bahwa kau memilikiku. Kau memiliki kami--dalam sekali waktu sebelum akhir musim panas ini.
...and will never come back.

Hush, my sweet.
These tornadoes are for you.

? RICHARD SIKEN ?


Quote
Like
Share

Haruki_Irish!
Honored Member
Haruki_Irish!
Honored Member
Joined: June 4th, 2009, 5:10 am

October 24th, 2010, 2:14 pm #2

Uh, Evey, kenapa fanficmu menggetarkan hati saya?
Serius. Kena angstnya.. dan kata-kata terakhirnya bikin saya pengen mencabik layar *??*. Saya suka, saya suka, saya sukaaa. Dan.. penggunaan fontnya makin bikin miris.

Ah, saya lagi-lagi hanya nyampah -___-
"I just need to be able to connect to people like you can...
then I can make everyone happy."*


(icons | mine)
Quote
Like
Share

Shoo
Honored Member
Shoo
Honored Member
Joined: December 18th, 2009, 10:42 am

October 24th, 2010, 2:18 pm #3

Ah, judulnya bikin saya ingat OP 29~~~
/putar lagi di lappie
Waa, Mai Kuraki~~~
/dilempar karena nyampah
.
Seperti biasa dari evey, selalu memakai diksi yang bagus ya, puitis banget, deksripsinya juga bagus.
Apalagi juga dicantumkan tentang pandangan chara lain tentang Conan.
Ini Conan meninggal, kan? Jadi ingat dulu juga ada fic yang begini, death chara Conan, eh mungkin itu punya evey ya.
/ditendang karena katro

Kapan evey balik ke FDCI? Fandom itu butuh author bagus seperti evey.


SMILE!


Quote
Like
Share

Ameria
Honored Member
Ameria
Honored Member
Joined: October 7th, 2010, 2:46 pm

October 24th, 2010, 2:28 pm #4

Semakin dibaca, rasanya semakin menusuk. Pas baca pertamanya, saya biasa aja, tapi pas baca dua kali langsung ada rasa sedih yang muncul.

Walaupun jujur, saya bukan tipe author yang menyukai bahasa yang puitis,tapi kalo ceritanya bisa sampe bikin saya sedih gini sih ada pengecualian tersendiri.

Mukkun Ki-chanAkachin
Find me on:
Facebook
Twitter
FFN
Tumblr
Quote
Like
Share

Evey
Honored Member
Evey
Honored Member
Joined: September 17th, 2009, 1:24 am

October 24th, 2010, 2:39 pm #5

@Ru: dan komen Anda membuat saya hiper lebay, Ru :$ *shot* beneran, makasih ya. Komen Ru selalu bikin saya semangat lagi, ahey. Btw selain kangen sama posting di infant...

...saya juga kangen sama fanficnya Ru u___u nge-fic lagi dong? :3

*menyodorkan milkshake sebagai iming2* (?)

@Shoo: oops, emang saya ambil dari sana tapi saya lupa nyantumin credit nih wakaka payah cuma saya modif. habisnya judul aslinya Summer Time Gone tok, iya nggak sih? O.o

Saya balik ke sana kapan-kapan, Shoo /ditembak. Haha enggak ding. Paling saya mau publish ini di sana, terus publish fanfic rekues dan entri challenge. Masalahnya laptop saya suka ngeror kalau harus bersinggungan dengan masalah publish di FFN, jadinya saya pending-pending melulu hehe :p

thanks, Shoo *sodorkan cookies*

@Ougon 22: awiiieee makasih banyak ya i-ini memang phail kok bahasanya u____u semakin ke sini saya semakin sadar kalimatnya terlalu belibet. saya butuh suatu penyederhanaan yang elegan, biar tetep ada feelnya tapi enggak asal nabrak kayak gini *sedih* makasih banyak komennya ya! *sodorkan teh*

Hush, my sweet.
These tornadoes are for you.

? RICHARD SIKEN ?


Quote
Like
Share

Shoo
Honored Member
Shoo
Honored Member
Joined: December 18th, 2009, 10:42 am

October 24th, 2010, 2:50 pm #6

*makan cookies dari evey*

Nggak apa-apa, toh lagu "Summer Time Gone" juga masih part dari DC #plak
Hehe, sama nih. Saya juga sudah keluar dari DC, sekarang mau fokus selesaikan fic on-going dan entri chall dari fandom lain.
/gaadayangnanya
Ditunggu publishnya di FDCI.



SMILE!


Quote
Like
Share

thepoetry
Honored Member
thepoetry
Honored Member
Joined: August 11th, 2010, 12:54 pm

October 24th, 2010, 2:54 pm #7

haaa...#sighed
sedihnya kerasa karena seakanakan Ran itu kelihatan 'tenang tapi duka' buat saya disini.
Fic yang sepertibiasa, selalu mengena dari evey-san.
Tapi semoga conan/shinichi ga sungguh2 mati #curcol
#ditendang


RETENTION
A Journey of Memories
The First Half...Retention: Return
The Second Half...Retention: Recur (In-Progress)
Quote
Like
Share

Ameria
Honored Member
Ameria
Honored Member
Joined: October 7th, 2010, 2:46 pm

October 24th, 2010, 2:58 pm #8

*minum tehnya*

Saya....jujur saya iri terhadap orang yang punya bakat sastra seperti Evey, fic/cerita yang mereka buat pasti berbobot dan gak nyampah seperti yang saya punya >.>

Mukkun Ki-chanAkachin
Find me on:
Facebook
Twitter
FFN
Tumblr
Quote
Like
Share

Evey
Honored Member
Evey
Honored Member
Joined: September 17th, 2009, 1:24 am

October 24th, 2010, 2:59 pm #9

@Shoo: wogh iya deh hihi gak cuma di FDCI, utang terbesar saya itu sebenarnya di FNI... *melirik 3 fic multichap gigantis yang merengek diselesaikan*

@thepoetry: kyaaa makasih :$ ini sebenarnya agak terlalu tenang buat Ran. jadinya dia OOC dah, ngikutin selera saya #plak Tapi dia udah beneran mati, thepoetry-san... beneran mati... #abaikan

sekali lagi tenkyu yaa *sodorkan es krim*

edit. hwa maap jadi kelewatan gini *diselepet*

@ougon 22: wait. saya tidak bisa nyastra -.- saya cuma melakukan tindakan abusif pada vokabulari dan keyboard laptop *?* saya cuma mau nulis sih, hehe. soalnya bagi saya juga risky; sementara nggak tahu apa-apa soal diksi yang bagus, tapi juga nggak hebat kalau disuruh bikin plot...

Hush, my sweet.
These tornadoes are for you.

? RICHARD SIKEN ?


Quote
Like
Share

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

October 24th, 2010, 3:14 pm #10

Jujur, bukan gaya bahasa selera saya tapi saya kagum dgn diksinya. Fave line siy bagian2 yg menyebutkan satu per satu bahwa yg kehilangan shinichi bukan hanya Ran saja. Saya suka deathfic/tragedi yg seperti itu meski tetap ada satu fokus chara yg paling dihantam kepergian. Dan, untuk jenis fic seperti ini rasanya sangat abal jika saya bertanya apa penyebab kematian shinichi hehe.


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share