Bicarakan tentang Fanfiction secara general di sini.

Review Tak Terlupakan

Sanich Iyonni
Honored Member
Sanich Iyonni
Honored Member
Joined: June 1st, 2009, 8:09 am

October 31st, 2011, 9:16 am #1

Minna-san, sebagai penulis fanfic, pasti seneng kan kalo dapet review? Nah, di antara review-review yang pernah Anda dapat, review yang mana nih yang paliiiiiiing berkesan? Yang bener-bener nggak bisa dilupain. Yang bikin cengar-cengir gaje terus sepanjang baca. Yang bikin hati berbunga-bunga. Yang paling baik deh pokoknya! XD (Bukan yang tak terlupakan karena reviewnya kejam lho :P)

Mari berbagi! sambil sedikit pamer #ditendang

*****

Mulai dari saya dulu deh.


Review yang paling tak terlupakan bagi saya adalah review ini:
[+] spoiler
DEMI APA SAYA BARU BACA INI! ASDFGHJKL... APA SANSAN BIKIN FIC INI SAMBIL NABURIN GULA SEKARUNG?

Sederhana, tapi unyuu~ adegan dan tense ceritanya ngalir lancar banget. Manis tapi nggak gombal. Tindak-tanduk Ken juga terjaga, tetep cowok, meskipun tersapu-sapu gitu. Dan saya suka karakterisasi Miyako di sini! Lalu lalu lalu juga wormmon yang kiyut...

Aduh saya gak bisa ngomong apapun selain berfangirling ria.. Pokoknya saya cinta fic ini sebanyak saya cinta sansan! #ditendang

HIDUP PLAPP!


Walaupun review itu pendek, saya nggak bisa melupakannya. Habis impulsif banget sih, lucu aja gitu XD Makasih Catt-san~~


Review-review lain yang tak terlupakan bagi saya....


Yang bikin cengar-cengir kayak orang gila...
[+] spoiler
Syalalala~ Sanich! Ini dia saatnya aku me-rambling tentang fanfic yang—seperti yang kuakui di Twitter—dengan manisnya membuatku mabuk kepayang. Kapan pun aku baca fanfic ini, pasti berakhir dengan cengengesan sendiri, heheheh... Sebelumnya maaf, waktu itu aku janji review bakal datang segera, tapi Sanich tahu, berkali-kali aku buka kompie dan berniat nge-review, namun saat itu pula kata-kata hilang dari kepalaku XDD Terlalu terpesona, sih... nah, sekarang aku mau menjabarkan apa persisnya yang membuatku terpesona dari awal sampai akhir

Pertama-tama, feel di fanfic ini mengalir dan familiar banget! Sama seperti Futari Nara, yang dari awal sudah terasa feel khas dari fandomnya, No Need Roses pun begitu. Adegan Temari bangun lalu menikmati suasana pagi itu bikin hati adem, kesannya realistis dan domestik aja. Aku terkekeh begitu nemu line [Dia juga harus "kursus menjadi istri yang baik" bersama mertuanya, Nara Yoshino]. Di kepala langsung muncul judul Biggest Duty XDD Trus, saat Temari mulai tersenyum sambil memandangi benda yang diberikan Shikamaru, aku udah menebak apa kiranya benda itu *thanks to your eye-catching summary ;)*

Kedua, interaksi antara Shikamaru dan Temari terasa alami banget! Mulai dari Temari yang mengeluh, kemudian disambut dengan balasan Shikamaru yang sepintas tampak business-like, namun menyimpan keinginan lebih lama untuk menghabiskan waktu bersama. Aaaah~ XDD *tarik-tarik kepala nanas Shika* Percakapan mereka di kedai dango juga asyik, manis dan apa adanya. Tersentuh banget lho waktu ada line [Meskipun hanya ada matahari dan pasir di sana, kami sangat mencintai Sunagakure. Kami tak akan semudah itu pindah ke tempat lain, walaupun tempat itu memiliki salju, laut, bunga dan rumput,"]. Di balik eksterior kerasnya, terpancar kelembutan jiwa dan kecintaan Temari terhadap Sunagakure. Temari, sekuat apapun dia sebagai ninja, juga manusia yang memiliki kepedulian tinggi terhadap tanah airnya. Pokoknya aku suka banget karakterisasi Temari di sini. Sanich mampu menampilkannya sebagai shinobi yang tangguh, delegasi yang peduli, sekaligus wanita yang gak mudah ditundukkan — [Jika aku merasa laki-laki itu tidak pantas menjadi suamiku, tentu aku akan menolaknya. Tapi jika aku merasa dia pantas, aku mungkin bersedia memenuhi permintaannya, asalkan dia juga memenuhi permintaanku."] That is soo Temari! Ini juga, ini juga: ["Dasar perempuan," pemuda itu menggelengkan kepalanya. / "Dasar laki-laki," balas Temari, kembali memutar mata.] TOTTEMO KAWAII YO~! XDD

Ketiga, apalagi kalau bukan scene lamaran? ["Menurutmu, apa aku laki-laki yang pantas untukmu?"] Sikap Shikamaru yang langsung tembak itu langsung membuat jiwa fangirl-ku terbang melayang~ :* Reaksi non-verbal Temari juga bikin geli; di satu sisi dia kaget setengah mati, namun di sisi lain dia juga luar biasa tersentuh. Dan ketika akhirnya Temari merespon dengan gaya yang setengah mengejek-setengah menggoda, aku ketawa. Seandainya aku gak mikir aku sedang duduk, mungkin aku udah guling-guling beneran setelah membaca ["Dasar laki-laki tidak romantis," ujar Temari setengah menggerutu. Ia mengulum senyum sebelum menyambung, "Tapi aku sendiri bukan wanita romantis kok." / "Itu artinya aku pantas untukmu, kan?" sambar Shikamaru cepat.] ASTAGA LUCU BANGET! :)) Shikamaru yang biasanya tenang dan gak terburu-buru tampak lebih... apa ya... ah, IMPULSIF di sini, dan semua itu berkat Temari

Gak sempurna rasanya tanpa menyertakan dialog yang paling mengena di hatiku:

["Kau serius mau mengajakku menikah? Pacaran saja tidak, berkencan juga tidak. Dan apa kaupikir kita sudah saling mengenal dengan baik?" / "Memangnya itu perlu?" Shikamaru memasukkan lagi kedua tangannya ke saku. "Kalau kita menikah, kita bisa berpacaran selama sisa hidup kita, dan tentunya bisa lebih saling mengenal."] *nangis bahagia* HEI KALIAN BERDUA, AYO, KUANTAR KE PENGHULU SEKARANG JUGA! XDD Brilian sekali, Sanich. Brilian sekali! Romantis, lucu, polos, sekaligus bikin geli... semuanya campur aduk, dan akhirnya menghasilkan euforia yang amat kuat setelah membacanya! Aku gak bisa berhenti senyum, bahkan saat ngetik review pun tetap aja senyum-senyum bahagia :')) *ngelap air mata*

Keempat, konklusi cerita. Selain gaya bahasa, diksi, feel, dan karakterisasi, hal yang kusukai dari fanfic-fanfic Sanich adalah adanya plot twist! Sebelum menemukannya, aku ngakak di bagian ["Setelah delapan bulan, kau baru mengatakannya. Kadang-kadang aku bingung kau ini jenius atau bodoh," ujarnya enteng.]. Hahaha... ternyata, status sebagai Nyonya Nara gak menghalangi Temari untuk melontarkan sindiran-sindiran tajam nan manis kepada suaminya XD Daaan... wajah Shikamaru ketika tahu Temari hamil itu... I CAN SEE IT! I CAN TOTALLY SEE IT! :)) Line terakhir-nya juga mantap! Memang berbeda feel dengan line terakhir Biggest Duty yang lebih kuat dan berapi-api, line terakhir di fanfic ini nuansanya sangat ringan dan playful

Hanya ada satu kekurangan yang kudapati, yaitu [Hokage saat itu—Naruto—tentu saja mengabulkannya tanpa status utang]. Setahuku, seharusnya bukan utang melainkan 'hutang', Sanich. Hutang kan kata dasarnya, kecuali kalau ditambah imbuhan barulah jadi 'mengutangi'. Itu aja sih. Overall, dua kata untuk karya ini: rancak bana! :))

Pokoknya, aku cinta, cinta, cinta, cinta, cinta, cinta, cinta setengah mati sama fanfic ini! Review inkoheren ini gak cukup untuk melukiskan seberapa cintanya aku sama No Need Roses for Her... :') tapi tapi aku juga gak tahan memendam rambling gila ini lebih lama lagi, apalagi Sanich adalah orang yang paling berhak tahu betapa indahnya romansa di sini. Udah lama aku gak baca romance straight yang rancak seperti ini... terima kasih karena telah menuliskannya, Sanich! Aku bahagia, bahagia sekali! *peluk Sanich, Shikamaru, dan Temari*

Semoga suatu saat, sebagai wanita, kita akan menemukan sosok pria yang gak kalah luar biasa dari Shikamaru, ya. Suatu saat, PASTI!

With love,

Eila

Yang bikin saya terharu superbahagia karena merasa kekurangan saya dihargai...
[+] spoiler
*sedang jalan-jalan di fandom digimon*

Nyaaah... fic-nya bagus banget, Kakak! aahhmm, mungkin udah basi ngomong kayak gitu, tapi, Light belum menemukan padanan kata yang cocok selain bagus atau keren!

Kata-kata di awalnya indah banget. Well, walaupun nggak dengan diksi yang puitis, tapi kejujuran setiap katanya memberikan kesan indah tersendiri!

.

Keep writing, Kak!

.

Sweet smile,

Light

Yang bikin saya senyum lebaaaaar banget entah kenapa...
[+] spoiler
...a-ah. -speechless- KEREN BANGET, sanich-san! konflik dan perasaan para tokoh tergambar dengan baik. gue suka dengan cara sanich bermain dengan dialog. saat sedih, marah, ragu, semuanya pas banget. gue juga suka dengan line pertama, indah.

mungkin ada sedikit pengulangan kata '-mu' di pertengahan cerita. dan seingat gue, ada satu atau dua tempat yang seharusnya dispasi, misalnya pas bagian akhir: 'Kauberikan' harusnya 'Kau berikan'. bener nggak? mungkin nanti edit lagi? -ucapan klise-

sekali lagi, bagaimana sih cara memadukan kata-kata dan memilih dialog supaya bisa keren gitu? O.o oke, selamat karena berhasil menyelesaikan challenge. keep writing dan ikut lagi kalau berminat, haha.
Yang bikin saya terharu karena ini pertama kalinya saya dipuji begini oleh author favorit saya sepanjang masa, apalagi di salah satu fanfic terbaik saya...
[+] spoiler
Waow...cool... Luar biasa, bahasanya keren deh...! Emosinya ada, good job well done! Jadi simpati ni saia ma Rhadamanthys, padahal aslinya kagak suka, hehehe...! Bikin lagi yang setipe, ya! =D
Yang bikin saya senyum-senyum penuh terima kasih karena dapet review cukup panjang yang heartwarming dari beliau...
[+] spoiler
*pelukpelukSanichsangaterat*

Fandom apapun kalau yang nulis Sanich jadi lain rasanya! Sekali mulai baca, pasti terhanyut! Beneran!

Walau unsurnya Crime, tapi kalau menculiknya seperti itu, kita semua setuju! XD Dan sesuai dengan ciri khas Sev, keras, kaku, jadi aja anak kecil dibawanya jalan-jalan ke Cirque du Freak. Khas Sev banget

Trus, mungkin udah banyak yang bilang, kalau pas Harry bilang 'Kalau begitu kenapa kau tidak menikahi ibuku?' duuuh.. Pas Harry bilang 'Terima kasih karena sudah membuatku merasa punya ayah', pas air mata jatuh perlahan-lahan...

Walau sudah diduga dari awal, tapi lemes juga saat Sev dengan gemeteran meng-Obliviate Harry. Sedih. Ngenes gitu...

Kalau saja ini adegan beneran di ada buku, lalu pas Sev sedang memberikan memori pada bab 33 buku 7 adegan ini ada di memori, kebayang Harry reaksinya seperti apa.. Adegan yang sudah ia lupakan karena Obliviate, membayang lagi.. Huwaa! *peyukpeyukSev* *peyukpeyukSanich*

Makasih banyak Sanich, udah berpartisipasi dalam Snape Day. Sudah dimasukkan blog, sudah dimasukkan C2. Tahun depan ikut lagi ya! #ngarep

PS: sekarang mesti berjuang nyelesein Date Becomes Your Fate deh ... #nyengir
Yang bikin saya ketawa guling-guling saking lucunya...
[+] spoiler
ASDFGHJKL SANICH, SAYA BENERAN GA SANGGUP BERKATA-KATA XDXDDD

uh, saya pengen ngetik ripiu pake caps semua biar sanich tau betapa bahagianya saya, tapi pasti ga enak kalo semua hurufnya kapital ;a;

ehem. tadinya saya terkapar di kasur karena perjalanan yang cukup bikin mual kemaren, tapi begitu ngecek twitter dan liat tweet sanich, saya langsung melotot dan buka leptop. baca judulnya aja udah sanggup bikin saya melayang-layang di angkasa. lalalalaa~ trus baca nama Takaishi Takeru di kalimat pertama, saya langsung WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. /dibuang

serius, saya teriak sambil guling-guling. *pasang wajah serius di sini* /plak

butuh waktu yang rada lama buat saya nyelesaiin baca karena setiap paragraf bikin saya kayak di atas (teriak sambil berguling di kasur). nguaaaa saya malu baca takeru/tsubaki ./. tapi juga seneng :D. dan terharu :"). huaaah, saya sempet nangis pas baca saking terharunya X'D

beneran nggak nyangka sanich bakal bikin takeru/saya. saya tau betapa sanich itu hampir kayak kyou-chan yang agak strict masalah canon dan pair-canon. tapi sampe bikin fic sepanjang ini ./. ucapan makasih kayaknya tetep ga cukup buat mengungkapkan rasa bahagia saya. maaf ya saya jadi ngemaksa sanich bikin takeru/OC. ngaungauuuu.

secara subjektif, saya cinta banget fic ini. uuuuh, saya nyesel kenapa baru /nodong/ minta dibikinin fic sekarang XD /plak

uhuk.

sekarang beralih ke objektif. *nahan hasrat fangirling*

entah kenapa saya ngerasa gaya bahasa sanich mirip kayak buku fantasi terjemahan yang dari mizan =3. alasannya kayak ripiu saya yang dulu, simpel tapi bikin yang baca ga sanggup berhenti sebelum tamat. jujur dan lugas, manis, bikin saya malu setengah mati tiap baca interaksi takeru-tsubaki xD.

takeru ic sekali :"). gentleman, manis, pantang menyerah, TAKERUUUU 3. cinta-cinta-cinta sekali saya baca karakter takeru buatan sanich. walau sedikit kurang sempurna (takeru kurang perhatian sama sekeliling dan memanfaatkan hikari lalala), tapi jadi terkesan manusia. eh emang manusia sih, tapi maksud saya, dia jadi makin adorable karena kekurangannya tersebut. dan btw, kekurangan takeru bisa dimaklumi kok. cuma yang bagian memanfaatkan hikari aja yang agak mengganjal, soalnya dalam bayangan saya takeru itu orang yang sayang banget sama sahabatnya. *kecupkecup* dan lagi, takeru seakan memprioritaskan novelnya di atas keluarga dan sahabat. nah, bagian ini yang bikin saya rada sebel. tapi ga apa, karena orang dewasa pun boleh labil kok /dibuang

soal tsubaki. mouuu, dia dewasa sekali ya. saya speechless sewaktu dengan diplomatisnya dia ngasih penilaian ke novel takeru. sayangnya, banyak kata 'manis' yang menggambarkan tsubaki, bikin saya malu sendiri. ihihi, maaf, saya anggep tsubaki itu saya dalam konteks ini, jadi pas baca tsubaki itu semanis, sedewasa, sepandai dalam fic, saya bengong. kok tsubaki jauh lebih keren dari bayangan saya :)) *gelundungan nista* /abaikan

tapi hati-hati lho, sacchan, tsubaki terkesan meristu di pertengahan cerita. untungnya kepolosannya waktu hikari nyamperin itu adorable, jadi saya nyengir-nyengir lagi baca polahnya tsubaki :D. oh, pas bagian korea selatan dimasukin, saya guling-guling lagi. sacchan tau banget deh

plotnya. auuuh. manis, kayak romens buatan sanich lainnya. hints-hints subtle yang nyebar dari awal sampai akhir itu bikin saya gregetan dan nyengir-nyengir gaje. sewaktu hikari muncul, saya facepalm. tsubaki lambat banget deh soal romens (akhirnya ada sifatnya yang cocok sama saya xD /abaikan). mana malah nyeramahin takeru supaya perhatian ke hikari -_-'' tapi langsung terbayar begitu tsubaki ngeliat takeru sama hikari pelukan. auh, saya berdebar-debar :'D.

sayang, ada bagian yang saya ga suka di akhir plot. dimana novel buatan takeru mengambil contoh dari kehidupan pribadinya. saya kurang suka cerita semacam ini. anggap saja ini subjektif, tapi saya beneran nggak bisa baca cerita yang rekursif kayak gitu. ntar saya ngebayanginnya novelis di dalam novel takeru juga bikin novel yang persis sama kayak kehidupannya (dan memang iya kan? *lirik hayato marina*) trus di dalam novel yang ditulis hayato itu si novelis juga bikin novel yang persis- ugh, saya pusing sendiri ngebayanginnya. intinya kayak cermin dalam cermin yang bikin bayangan tak hingga. tapi ini subjektif.

tapi endingnya manis. saya nggak sanggup sebel sama plotnya.

dengan ini saya nyatakan TAKERU/TSUBAKI adalan CANON! MWAHAHAH. /digelindingin

makasih banyak sanich. beneran saya nggak sanggup berkata apa-apa lagi selain itu. sanich ga cuma ngebikinin fic buat saya, romens yang fluffy pula, dan takeru/saya. saya bahagia :") makasih-makasih-makasih.

maaf saya nggerepotin. maaf saya maksa. maaf saya ripiiu sepanjang ini. saya ga sadar udah ngetik berbusa-busa kayak gini -_-''

sekali lagi, makasih banyaaak
Dan tentu saja semua review untuk fanfic Il Miracolo della Santa Poring, terutama yang empat terbawah, dan terutama lagi yang paling bawah. :')
[+] spoiler
a-aku masih belum bisa berkata-kata. jarinya serasa.. err, beku.

mau review apa ya? ;_;

eem, walau sambil ngetik review ini aku lagi baca untuk yang kelima kalinya, aku ga nemu sesuatu buat diconcrit, sanich-san aku terlalu larut, euuh ;_;

ja-jadi, mungkin rambling aja ya, sanich-san. maaf kalo nyampah di reviewnya -_-a

.

tuh kan aku beneran bingung mau ngetik apa -_-a

err, deskripsinya, sanich-san. walaupun aku udah lama ga main RO, aku bisa membayangkan luttie seperti apa. penuh salju, dingin, tp menyenangkan dan sakral. rumah" di sekeliling dengan cahaya lampu temaram, didalamnya ada keluarga yang hangat. ada pohon natal yang dihiasi banyak candy cane, bola-bola kaca, bintang, dan lainnya. aiih. err, sanich-san pernah bilang ke aku waktu kita fangirling, kalo sanich-san ga natalan, kan? tapii, deskripsinya sangat natal sekalii

dan.. menunggu di bawah pohon natal besar—itu romantis sekali

.

anna itu agak dodol ya. beneran deh.. #ditabok

dia mau menanti sesuatu yang ga pasti walau tau harapannya sangat tipis untuk terkabul. anna itu feeling-based, ya? dia setia. oke, swordman emang penyelamat nyawanya, tapii tujuh tahun bukan waktu yang singkat. tujuh tahun itu, sesungguhnya anna bisa aja nemuin swordman lain -?- tapi dia tetep menunggu. walau itu janji yg ga pasti, kekuatan hati emang gabisa diabaikan, ya. asdfghjkl. aku salut! x3

em, aku ga begitu paham IC-OOCnya priest itu gimana, jadi maafkan aku klo ada salah kata x3

.

dan swordman itu sendiri.. uh, dia tegaa. menurutku, swordman juga punya special feeling ke anna. gimana mungkin dia mau nyelametin anna dengan magnum break kalo dia gaada perasaan apa-apa?

satu lagi, swordman itu.. pengambil risiko. aku ngebayangin kalo anna capek dan nyerah nunggu di tahun berikutnya, artinya swordman ga bisa ketemu anna lagi. dan entah kenapa aku membayangkan apa yang akan dilakukan si swordman klo dia ngga menemukan anna menunggu di pohon natal itu lagi di tahun kesekian? aa.. sepertinya, swordman akan menunggu anna datang lagi deh

.

chemistrynya DAPET banget. ini romance straight pertama yang -terlepas dari siapa nama chara"nya :p- aku rasakan chemistrynya. kesediaan swordman yang terus percaya kalo priest bakal dateng tahun depan dan tahun depannya lagi—dan menemukan si swordman suatu saat nanti itu sangat maniiis, sanich-san :')

begitu juga anna, yang terus percaya kalo suatu hari ia akan melihat swordman dan santa poring yang berjalan beriringan itu sangat maniis

.

aku paling suka scene saat anna melihat dua santa poring yang menari dengan lucunya x3 aku jadi membayangkan ekspresi poring" menari, euh, kenyal" jellopy aaa #mulaifangirling. d-dan, di situ juga tampak perasaan anna kepada si swordman: apapun yang anna lihat (disini: santa poring), pasti orientasinya ga jauh" dari swordman :p and that's it!

adegan suara misterius poring itu.. entah kenapa sangat natal, ya natal itu.. memang penuh keajaiban.

peran poring juga sangat penting di fic ini. aku merasa santa poringlah yang membawa keajaiban. memfasilitasi swordman dan priest untuk bertemu dan adegan poring ikut meledek anna di akhir itu, euh, so cute x3

.

sanich-san mengawali fic ini dengan banyak sekali deskripsi perasaan anna, sehingga aku terlarut ;_; dan pas anna udah ketemu swordman, sanich-san menggunakan mayoritas dialog untuk interaksi mereka. aku suka. dengan begini, sanich-san sangat mengeksplorasi perasaan anna dengan deskripsi dan narasi. em, kalimat yang "kau memang orang yang kutunggu, kan" terdengar polos sekalii

perasaan swordman juga tercurah x3 aku paling suka saat swordman mengubah tawanya dari tawa khas santa claus jadi tawa biasa. jelas disitu, mnurutku, swordman sesungguhnya gabisa menahan diri untuk mengakui "akulah orang yang kau tunggu" :p

.

kpanjangan ya sanich-san? -_-a

overall, aku terharuuu sungguuuh ;_; tiap membaca nama anna di fic ini, aku bener" merasa fic ini untukku ;_;

dan begitu baca nama graham di kalimat terakhir.. i have NO doubt that you write this not only with hand and brain—but also with heart. aku jg ga ragu kalo fic ini bener" kado buat aku. terharu ;_;

er, sblum mengakhiri, sanich-san inget tweetku waktu kita fangirling poring? yang #alliwantforchristmas: fic poring sanich-san dan santa poring yg membawa graham? x3 remember?

dan itu.. terkabul. sungguh. aaah aku terharu beneran ini ;_; lebay ya? tapi beneran :')

a-aku percaya santa claus ada -_-a dan aku merasa santa claus menitipkan kadonya di fic ini, deh x3 #benerandodol ...sesungguhnya, aku gapunya christmas wish tahun ini.. -_-a yg aku tweet cuma iseng, dan itu terkabul. aiyaa asdfghjkl bisa bayangkan gimana rasanya?

.

err, dari tadi aku ngewall sanich-san ternyata ngetik reviewnya lama bgt, ya. maaf. beneran, aku.. speechless ;_;

um, at least, thanks a billion for writing this! x3 semoga ceklis di "add story to favorite" mampu menggambarkan perasaanku, ya.

a-aku selalu menunggu fic sanich-san :*

maafkan kenistaan reviewku ini ;A; daan.. keep coretporingcoret writing! x3

.

wholeheartedly,

anna :')
*****

Haha banyak banget yah jadinya. Ayo silakan pada pamer juga~! XD
Mohon patuhi peraturan Infantrum demi kenyamanan kita bersama.
Quote
Like
Share

Fleddie Melkuli
Honored Member
Fleddie Melkuli
Honored Member
Joined: September 11th, 2008, 7:18 am

October 31st, 2011, 2:12 pm #2

ada review tak terlupakan karena saking uniknya.
untuk fic Negosiasi
[+] spoiler
rate M plus plus bener2 cocok. fic yg bener2 nista. bikin mual dan muntah.

muntah bunga.

.

hapus aja

duh. bisa gak sih nge-fave review anon?

Fleddie Melkuli is
sujeneng | konohafled | chainsling22
.
ayo bersahabat dengan peraturan biar makin disayang
Quote
Like
Share

ShiueFha-chan
Honored Member
ShiueFha-chan
Honored Member
Joined: May 22nd, 2011, 6:04 am

October 31st, 2011, 2:48 pm #3

Hng... sejauh ini sih, ada dua review yang nggak bisa saya lupakan (hanya mungkin nanti bakalan nambah karena menurut saya semua review yang saya dapatkan lumayan memotivasi saya untuk berkarya), yaitu:
[+] spoiler
aku nggak bisa membayangkan mereka bikin cerita apa)

¬¬ you need imagination, please *o* YOU CAN DO IT!

Read "Friends first" of Chris Mcdonell is a great example.

Well, I don't speak your language or english

but I think you can understand best in english. I'm sorry for this.

I'm using google for the traduction of your fic, but only because I'm very curios.

Anrima & Nobuko I never believe, if you don't write this.

Anrima haven't very bad look in true, If he can in love from Nobuko.

Thank's for the fanfiction.

See you later!
Juga
[+] spoiler
Hahaha! Kotakenya lucu bgt! XD

Btw, rasanya ShiueFha-chan lebih byk menggunakan dialog drpd deskripsi ya?

Mungkin deskripsinya bisa ditambah lagi biar pembaca bisa lebih gampang dalam ngebayangin scene-scene yang ada di fic ini.

Oh iya, ada typo nih yg 'ditengah', hrsnya 'di tengah'.

Hm... that's all.

Waiting for your next fic!
Segini dulu deh.
"... when you gave me a love letter, I was really happy. Since we were still in the elementary school, I... I love you..."
"Doremi... BE MY GIRLFRIEND!!" (Kotake Tetsuya, Ojamajo Doremi 18 Spring has...... chapter 2)
OMG! They're REALLY becoming CANON!
Quote
Like
Share

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

October 31st, 2011, 3:02 pm #4

flame yg jujur karena bukan anon, satu2nya flame di tengah pujian XD
[+] spoiler
Ancur
Review yg bikin aku terbang tinggi (?) karena fic Indonesiaku dibaca orang luar negeri
[+] spoiler
This is the first Indonesian love story that i like. thank u for the story!
[+] spoiler
I read this using google translate. It's very good! And very depressing! All the thoughts running through Sanji's head were so sad.
Very good job!
Review yg bikin aku termotivasi lagi karena mengandung kritik soal plot padahal yg lain bilang keren dan aku juga merasa fic itu sempurna di banding fic-ku yg lain.
[+] spoiler
Okay, menggenapi jumlah review yang ada, ceile

Plotnya sederhana, mengenai werewolf yang ingin melindungi soulmatenya, si vampir dingin Robin. Cocok banget buat one shot singkat ini.

Klimaksnya justru agak kurang, seandainya aja adegan Sanji yang dieliminate itu bisa lebih dramatis, cuma yah, dy udah kehilangan semua sifat manusiawinya-pantes gak sih gw sebut manusiawi?-dy sudah kehilangan kesadarannya dan jadi tubuh tanpa jiwa... kok mati begitu aja yaaa? coba disisipi flashback waktu mereka masih bertengkar bersama, pasti lebih nyayat hati tuh!

IYA BANGET! KURAAAANNG HOT! Harusnya sebagai pasangan kekasih ada adegan hot dikitlah, sendu2 gimana gitu antara Zoro dan Robin, jadi tanpa surat sanji sekalipun jelas ada ikatan kuat di antara mereka. Minimal french kiss-lah, kata-kata erotis manja gitu... Robin kayaknya tipe yang gampang memanjakan pasangan. (minta ditabok)

Pertemuan Rob Lucci coba ada kekerasan sedikit. minimal zoro kan darahnya panas, gak rela robin dimanfaatin gitu. Tonjokan atau kata-kata kasarlah. menurut gw si zoro mulutnya agak sampah kok! (maaf ya pembaca muda)

Okeh, klo emang mau bikin Ace pasti gw baca! Gak bisa bayangin Ace jadi werewolf... gw rela deh digigit, dikoyak juga gak papa...

Overal, bahasanya cool. Settingnya dapet banget, di kapel tua yang lumutan dan entah kenapa gw kebayang setting jepang zaman kristen mulai masuk ke situ. sejarah vampir dan werewolf versi lo juga bagus, jelas dan terperinci. jadi siapapun yang meski gak baca prekuel jelas gitu ini cerita macem apa.

Keep on writing, have fun!


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

hansel.
Honored Member
hansel.
Honored Member
Joined: February 13th, 2009, 7:18 am

October 31st, 2011, 4:17 pm #5

pas baca tret ini, saya jadi buka-buka ripiu-page fic-fic saya dan kaget. banget. nemu ripiu catt yang ini:
[+] spoiler
ASDFGHJKLASDFGHJKLASDFGHJKL! SAYA HARUS BILANG APA COBA, HARUS BILANG APPAA? ;;w;;

Seumur hidup jadi author, baru pertama kali ini saya dapet hadiah yang manis banget kayak gini dan waktu tau rasanya tuh UGYAAA banget, apalagi ini SHOKYO yang jarang banget ada di FSBI dan di FSB seluruh dunia.. (bahkan di canonnya!) jadi saya sampe bingung mau ngomong apa saking terharunya... Saya cinta mati sama nee-chan seperti saya cinta mati sama sho deh!

Oke. Kalimat di atas amburadul. Biarlah.

Secara deskripsi nggak ada yang terasa salah dengan karakterisasi Sho di sini. Beda sama tampilannya yang keren abis, Sho digambarin sangat bocah dan seenaknya dan nggak "ngeh" tentang perasaannya sendiri. Harga dirinya juga tinggi banget. Itu bikin saya jungkir balik pengen peluk2 setan kecil satu itu.. X)

Hanya saja nilai Sho soal pelajaran kan nggak bagus-bagus amat, jadi saya kira dia nggak segitu updatenya dengan frase-frase berbahasa Inggris. Di komik versi terjemahan mungkin dia pake bahasa inggris gaul, tapi karena ini adalah karya sastra berbahasa Indonesia, saya rasa pemakaian frase-frase berbahasa Inggris sedikit mengurangi cita rasanya. Bukan berarti salah sih, tapi saya secara pribadi dan sangat subjektif lebih suka kalau monolog Sho (seperti whatthehell, gotcha, Just a little bit more—maybe, that hatred of her will turn into love) tetap ditulis dalam bahasa Indonesia.

Oh "Just a little bit more—maybe, that hatred of her will turn into love..." sepertinya kurang kata 'again' di belakang deh. Soalnya kan dulu Kyoko pernah cinta mati sama Sho, jadi kalo dia jatuh cinta ke Sho, ini bukan yang pertama kali.

Dan saya rasa juga, Sho nggak bakal manggil dirinya sendiri dengan nama asli Shotarou meskipun di dalam hati, karena dia kan malu punya nama udik macam begitu.

Dan em.. paragraf ini("Kyoko tidak mengerti...ia takkan pernah lagi menyatakan dirinya sebagai fans!")terasa kurang nyatu dengan paragraf lainnya. Meskipun ditulis dalam 3rd pov, fic ini mengambil sudut pandang Sho, kan? Tapi paragraf yang saya kutip tadi lebih mengarah ke sudut pandang kyoko.

Soal cerita, karena saya suka yang manis-manis jadi pastinya saya suka sama ide dasar cerita ini yang mengambil setting waktu Canonnya seolah masih membuka kesempatan buat pairing ShoKyo lalala. Interaksi Sho sama Kyoko juga begitu berapi-api sekaligus juga kiyut.. Dan terutama kemunculan Ren yang sebatas nama saja, oh oh, itu melegakan. Dia sudah cukup sering mengambil porsi yang cukup besar di canon, jadi di fic nongolnya nggak perlu banyak-banyak deh ahaha. Saya juga suka pemilihan katanya yang lugas, meskipun ada beberapa kalimat yang terasa masih menggantung. Tapi ini bukan masalah karena saya sendiri nggak tau apa yang sedang saya ocehkan di sini.

Sebenernya saya mau komentar lebih banyak tapi nggak ada bahan buat diomongin, jadi saya mau terima kasih ada sama nee-san yang udah susah payah mengucurkan keringat darah demi membuat fic ini. (Terasa banget ditulis dengan penuh semangat menggebu2 untuk menyelami karakter Sho, hahaha)

Makasih makasih makasih banyak. Dan maaf karena saya ngasih reviewnya kelamaan.

with love,

catt
sebelomnya saya ga sadar kalo catt ngeripiu D: /tabok notif yang ga muncul di email
concritnya bikin saya :"""""""""""""""""")
jarang-jarang ada yang nunjukin kesalahan saya dengan gamblang dan ngasih tau yang bener seperti apa :"""""""""""""">
lalalaaa saatnya ngedit-edit 8D

.

@sanich:
:"> #dor /kabur ngelanjutin fic versi tsubaki

IN ONE bang BLOOD RUSHED TO THE head
she'd rather fly through the sky than walk with the dead

Quote
Like
Share

b e l s
Honored Member
b e l s
Honored Member
Joined: November 6th, 2010, 3:42 pm

October 31st, 2011, 4:28 pm #6

buhahaha ngakak sekaliii liat reviewnyaaa
akhirnya ada juga yak sarana untuk ngebales review" yang gabisa kebales
share juga aih~

[+] spoiler
Mengapa judul dalam bahasa Inggris jika Anda menulis dalam bahasa Indonesia?
untuk Ingin tahu, kamu cantik aih sayang aje anon.
[+] spoiler
CeritA CCD,GaJE,kayaknya buat Anak kcil terlalu berat dah!,knp Enggakk,bikin fick cerita aja!
rana, kmu baca guidelines ga, kalo ada batasan umur? .___.

[+] spoiler
ooooo~ ini indah sekali.
pertama-tama, saia mau kenalan dulu.
ching di mari
saia lagi mencari teman yang sefandom, yang berbahasa Indonesia juga.
fanfic-nya keren banget, terutama ide-nya dan niatnya juga.
itu sampe ngecek-ngecek ke story peter pan yang laen.
aduh, saia saluuut banget.
saia aja belom pernah seniat itu kalo nulis fiksi.
hahaha *dasar pemalas*
dan kata-katanya: bikin saia melongo.
ceritanya emang agak fantasi.
tentang mimpi dan nyata, yang mana yang asli, mana yang palsu?
#dor
tapi saia suka, fanfic-nya jadi mengajak kita berpikir gitu.
dan yang pasti ending-nya yang membuat tanda tanya besar jadi bikin geregetan haha xD
LOVE IT!
makasiiih, kakching. makasih uda nyadari sebuah kelebihan dari fic yang nyaris kuanggap fail :'] dan terimakasih juga uda ngebangkitin hasrat menulis sayaaaa


sebenernya banyak yang bikin saya tersentuh :') tapi ambil tiga aja deh. btw aku mau kecup 'Ingin tahu' dan Rana kalo bisa :">


should be like this!

*
**
***
****

avasig copyright zerochan
Quote
Like
Share

Galaxy Silver
Honored Member
Galaxy Silver
Honored Member
Joined: January 15th, 2011, 4:15 pm

November 3rd, 2011, 11:07 am #7

Salah satu review tak terlupakan:
[+] spoiler
Gaje? Enggalah. Lucu banget malah. Kaya gini nih yang kocak beneran, ga kaya fics yang maksa ngelucu dengan ngasih author's mind/note yang maksa. Di sini juga digambarkan hubungan Uchiha bersodara yang sweet banget.

Jadi sirik nih sama Wordssmith soalnya ga bisa bikin fic kaya gini.
Awawawawa makasih banget Sir Nico! Ga nyangka ada yg bakal puji saya kayak geneh ....

Ga ada lagi, soalnya fic ber-flame (?) uda saya apus. XD Masalahnya, ceritanya gaje sekalee.

"I've met them."

Quote
Like
Share

aicchan
Honored Member
aicchan
Honored Member
Joined: January 30th, 2009, 4:05 am

November 3rd, 2011, 1:57 pm #8

Review yang tak terlupakan ya... hmm... saya bagi2 dikit ya
[+] spoiler
Sasuke berjalan hilir mudik tanpa arah. Sedari tadi ia sudah menanti. Kemana saja sih Neji?

Kali ini, entah kenapa Hokage memberi tugas terpisah. Memang Neji berjanji, agar seusai misi, secepatnya ke tempat pertemuan mereka. Tempat pertama mereka 'bertemu'.

Tapi, ... apakah misi Neji sebegitu sulitnya sehingga ia sampai sekarang belum datang? Hnh...

Sasuke melepas sepatunya, dan mencelupkan kakinya ke dalam air yang dingin. Mencoba melepaskan kekalutan pikirannya. Selama ini, mereka selalu dalam misi yang sama, dan tentu saja bisa melepaskan 'dahaga' kapan mereka suka.

Ikan-ikan kecil datang mengerumuni kaki Sasuke. Dan mencoba menggigiti halus kaki Sasuke.

"Hus! Hus!" katanya, menggerakkan kakinya. Tapi aneh, biasanya ikan-ikan lari bila kakinya dikibaskan begitu, sedang ini mereka hanya bergerak sedikit, dan kembali menggerigiti kakinya.

Tidak. Mereka tidak sedang menggerigiti kakinya. Mereka seperti ... menciumi kakinya. Seperti ... ingin mengatakan sesuatu.

Sasuke mengaktifkan Sharingannya (er, emangnya Sharingan bisa dipake ngertiin bahasa binatang? hihi, maksa aja ya!)

"Outosan! Outosan!"

Hah!

Kenapa ikan-ikan kecil itu memanggilnya Outosan?

Datang seekor ikan besar, nampaknya induk mereka.

"Selamat datang, Sasuke-sama. Mereka sedang menyambut ayah mereka," sahut ikan besar itu agak genit. (Emangnya ikan bisa genit gitu?)

"A-Ayah?" tanya Sasuke bingung, "memangnya ayah mereka siapa?"

"Anda, Sasuke-sama."

"A-aku?"

"Jangan pura-pura lupa, Sasuke-sama. Ingat waktu kau membuang benih-benih di sungai ini bersama kawanmu, Neji-sama? Benih-benih Neji masuk sih padamu, tapi benih-benihmu kan mengapung mengikuti arus. Masuk ke dalam badanku, dan itulah hasilnya," sahut ikan itu centil. "Oya, namaku adalah ... Sasuke-sama! Sasuke-sama! Kenapa kau malah ..."

-o0o-

Neji bergegas memburu ke arah tempat pertemuan mereka. Mengapa belum ada suara? Apakah Sasuke belum selesai misinya? Tapi menurut Hokage, dia justru lebih cepat selesainya. Atau ... dia mau bersembunyi untuk mengejutkannya?

Neji mengaktifkan Byakugannya. Dapat. Dia seperti sedang berbaring di tepi sungai. Kedua kakinya mencelup ke dalam air. Bagaimana bisa tidur kalau kakimu dingin tercelup begitu?

Neji menon-aktifkan Byakugannya, mendekat. "Sasuke, Sasuke, bangun ..."

Tapi Sasuke tak bangun juga.

Euh, sepertinya ... bukan tidur. Mungkin dia ... pingsan? Atau ... Neji mengaktifkan lagi Byakugannya, melihat aliran chakranya. Sepertinya ... kena serangan jantung? Tapi kenapa? Dia kan masih muda begitu?

-

Wekekekek!

Ga nahan deh nulisnya. Apalagi aicchan sepertinya lagi seneng nulis lemon di dalam air ya, udah SasuNaru, sekarang NejiSasu lagi, wekekek!

*ambu dicelupkan ke dalam sungai, padahal kan ... br!*
Ini buat saya ngakak terus tiap baca XD
[+] spoiler
Ya ampun aicchan-san...

Lagi-lagi Anda membuat mata saya hampir berkaca-kaca, nih. Terutama pada bagian "KAU BUKAN MONSTER". Oh ya ampun... saya sukaaaaaa banget penggunaan 1st person's POV di sini, hebat banget aicchan-san bener-bener bisa seolah-olah menjelma menjadi Shishio beneran. Segala perasaannya tercurahkan dengan amat luar biasa, membuat saya jadi merasa bahwa yang nulis ini memang Shishio sendiri!

Kisah kematian Shishio memang nyelekit banget ya... TT_TT

Seperti judulnya, fanfic aicchan-san ini adalah salah satu treasure di dunia FFN, terutama di fandom Kekkaishi. Ayo buat berbagai takaramono yang lain, aicchan-san...!

[pergi untuk nangisin Shishio lagi]
Review diatas bener2 membuat saya merasa dihargai menulis di fandom yg jarang disentuh orang itu
[+] spoiler
Kak Ai! Akhirnya bisa mampir!

Vampire dan mate. Keseses.. Dalam kondisi gimana juga mereka tetep aja jodoh.

Cuma.. Vampir bukannya takut matahari? Gak bisa keluar siang2? Ini tipe baru apa emang ada yg terlewat saat baca? Udah baca ulang 3x.. OwO

Trus apa mate juga mengalami pelambatan pertumbuhan tubuh, metabolismenya?

Kalo nggak, gimana ngikutin Draco?

Ah, kalau iya. Bisa dibayangkan RonHerm udah oomtante, sedangkan Drarry masih muda, kinclong tanpa penuaan! Temen2nya udah jadi kakek2 renta semua, mereka berdua masih jadi oom2 keren! Ahaha..

.

Er.. Etoo..

Sectumsepra dibalik!

Yg berdarah2 harusnya Draco. Ini malah sebaliknya. Wohoo.. Darah asli pertamamu, Draco?

Dan scene di kelas Snape itu keren! Aku paling suka adegan itu, kak!

Duh, saat Draco lepas kendali dan Harry nyodorin lengannya. Padahal jika langsung leher.. Betapa ROMANTISnya! /plak

Hanya dengan berada di dekat Harry godaan untuk menyerang Lycan juga bisa ditahan.

Hoggy makin gak beres dah. Itu sekolah penghuninya makin macem2 aja! *digampar Remmy dan Drakie*

.

Lalu Siri jadi bijak amat ya? Lagi kencan sama Remmy pula! =w=

Ah, rasanya bikin SBRL di masa sekarang lebih seru. Udah sama2 dewasa, terpisah 12 tahun. Dan masih saling suka! Jyah.. Jadi pengen buat!

.

Tu kan.. Ngelantur kemana-mana!

Ya.. Berbahagialah untuk kalian drarry!

.

Buat lagi, kak!

Love,

Niero
Kalo dapet review dari Niero rasanya dapet 2-3 review sekaligus XD
[+] spoiler
Aku tidak akan pernah bisa menduakanmu.

*senyum*

Tidak dengan siapapun.

*masih senyum*

Apalagi dengan si James itu...

*mulai nyengir*

amit-amit deh...

*NGAKAK*

Aduh, aku suka fict ini =/w/=b

Selain karena pairnya akyu suka, cemburunya Remus lucu sekali. Manis XDD Coba bikin adegan mesra dimana mereka jadi anjing dan serigala, nyehnyehnyeh *mananya mesra* Baca ini guling2 di kasur jadinya. Antara ketawa2, senyum, dan berkata 'oh so sweet'. Jangan kapok bikin pair ini ya kak~ *tari hula2*
menyenangkan membayangkan reaksinya pas baca fic aku ini XD

masih banyak sih yang tak terlupakan, tapi keempat ini fave saya dan bisa membuat say amelambung tinggi tiap inget pernah dapet review yang oh so awesome sekali ini

Unbreakable Bond
FFn | FACEBOOK | deviantART |TWITTER

Peraturan ada bukan untuk mengekang, tapi untuk kebaikan bersama.
Silahkan Dibaca
Quote
Like
Share

ambudaff
Honored Member
ambudaff
Honored Member
Joined: December 7th, 2007, 3:46 am

November 4th, 2011, 3:15 am #9

Review yang bikin cengar-cengir ya? XD

Cengar-cengir karena beliau sudah lama nggak nge-review, tiba-tiba muncul. Lalu, di saat orang lain review: 'yah, kok mati sih' 'aduh, sedih' beliau justru menekankan: bukan tragedi XD Senangnya kalau ada orang yang bisa 'menangkap' maksud fic itu.
[+] spoiler
Ambu, tadi Halfmoon kabar-kabari tentang fic ini, dan pol langsung kegaet baca deh dua chapter. Udah berapa lama ya engga baca fic HP yang berhubungan dengan Snape... phew. Keren. Ide yang unik tentang Legilimens (gak cape deh berkomen kalau fic Ambu pasti idenya kok bisa melulu, ide ide ide~), berujung ke kondisi Snape yang seperti itu. Saya suka 'repetisi' yang 'bukan repetisi' ber-italic di beberapa akhir sekuens. Buat saya, maknanya masuk. Tentang role-reversal yang secara gak sadar terjadi antara Harry dan Snape. Dan tentang koreksi hubungan mereka berdua yang awalnya terjadi tentatif, tapi berakhir dengan bagus, memuaskan, klik sekali. Dan ending-nya, enggak mau saya bilang sebagai tragedi karena it was so so so beautifully done... Cakep banget deh. Thanks for writing it, Ambu... :')
Cengar-cengir karena reviewernya terus menyangka kalau ambu orang IPA. Ambu anak IPS, baik di SMA maupun kuliah XD
[+] spoiler
Ambu-san, Ambu-san, Ambu-san~

Ending fic ini maniiiiiisss banget. Beneran deh, saya nyengir lebar banget pas nyampe di ending! XDDD

Ah~ lagi-lagi Ambu-san bicara tentang teknologi, dalam hal ini DNA. Ambu-san dulu anak IPA tentunya?

Fic Ambu-san selalu memesona deh, soalnya ending dan alurnya itu berkesan banget di kepala. Jalinan plotnya oke punya. Idenya juga nggak biasa, apalagi semuanya ada dasar ilmiahnya. Siapa lagi yang bisa mencampurkan sihir dan teknologi kecuali Ambu-san? =]

Terjemahan "jika anak dibesarkan dengan..." itu dulu ada di ruang BK SMP saya, memang bagus banget. Dan segala soal parenting, karena Ambu-san udah pengalaman, rasanya jadi sangat natural dan kena.

Ini bisa dikategorikan missing scene nggak ya? Who knows kalo ternyata Albus Severus memang bener-bener adik Harry, bukan anaknya? (btw, dia Slytherin beneran kah?)

Snape terkekeh, ya ampun, jadi pengin liat deh...
Dan satu fic yang reviewnya cuma 3, tapi tiga-tiganya itu reviewer yang ditunggu. Aih! *peluk ketiganya* *masih sambil cengar-cengir*

Sepertinya masih ada sih, cuma males nyarinya XDD
Alex Rowe - Kang Mae - Severus Snape
Quote
Like
Share

Niero
Honored Member
Niero
Honored Member
Joined: December 30th, 2008, 7:44 pm

November 4th, 2011, 3:34 am #10

Review tak terlupakan? Banyak sekali.. Banyak yang berkesan buat saya. Terutama yang dari kak Ai, Ambu, dan para punggawa Unstable Psychopaths.

Beberapa di antaranya..
[+] spoiler
Aku terlalu speechless untuk mereview ini fic *nyusut ingus* Uhuhuhuhu... kau publish fic angst disaat mood aku bener-bener angst, dan kau sukses membuatku nangis gaje di dalam kamar TT^TT

Kenapa kau tega memisahkan Draco dari Harry? Kenapa Harry begitu tega meninggalkan Draco? Mentang-mentang Draco di Azkaban, kau nikah ama Ginny. Teganya kau Harry DX *cekek Harry*

.

Paling ga tahan adegan mereka berdua... untuk yang pertama dan terakhir. Berdua di Manor yang besar itu. Seolah jadi dunia yang hanya milik mereka saja *nyusut ingus lagi*

.

Draco ternyata bisa berbesar hati dan merelaka Harry bersama Ginny. Apalagi ada Theo dan Blaise... Dua orang yang benar-benar menjadi teman untuknya. Teman sejati *peyuk BlaiseTheo* Dan akhirnya kerja di toko! Merlin! Ketara banget kedewasaan mental Draco disini. Tapi tetep aja nyesek waktu Draco liat Harry bareng ama Ginny. Ngeliat anak-anak Harry... *nangis lagi*

.

Bagian akhirnya juga bagus banget... Ah-Harry.. maap aku daritadi marah mlulu ma kamu. Padahal di lubuk hati kamu juga menderita kan? sama seperti Draco.

.

Kaenya aku disini nyampah en numpang nangis doank deh TT^TT. Pokoknya... aku mau ngeFave ini!

.

NB : my lovely sist titip ripiu disini. Katanya 'Niero Jahat!'

.

NB2 : anda ditangkap atas kasus yang menyebabkan dua orang kakak beradik nangis semaleman.

.

*Kabur sebelum ditinju Niero*
[+] spoiler
T-T-T-TYAAS! *stres*

ini aku lagi makan pas bacanya! dan... dan... semua makananku pergi... *lirik sedih piring yang teronggok tak menggairahkan*

.

oke, yang jelas, KEREN GILA! dan PSYCHO GILA! dan saya selama ini pengen banget gituin orang tapi gak tau mau motong kepala siapa! gyah! *jambak-jambak* dengan suksesnya fict ini melampiaskan semua kegusaran saya!

.

dan ini rasanya canon banget! *ngabur sebelum dilemparin botol*

tapi bener lho! si Harry itu udah ngalamin begitu banyak peristiwa yang bikin frustrasi, disiksa sana-sini, semua orang di sekitarnya mati... belum lagi dia jadi Horcrux, jiwanya labil dan gak jelas... dengan mudahnya dia bisa jadi psikopat! cuma kayaknya si JKR gak mau nulis kayak gitu, mengingat HP adalah 'novel anak-anak'... *digetok JKR*

.

dan terakhirnya itu... bikin ngakak lama banget. jiah, jangan bilang terinspirasi dari film Tom Felton yang di sana dia cuma 'nebeng mati doang' itu? wkwkwk

.

LANJUTKAN BIKIN FICT-FICT PSYCHO GINI! kalo bisa lebih sadis! yeahh! *dihajar rame-rame*
[+] spoiler
Jyah, fic Ambu ga ada yang isinya tentang ulang tahun kok *nyengir*.

Mantep bacanya, Niero. 10K lebih nggak terasa, tau-tau udah selesai. Dan satu kesimpulannya, James emang cuma dapet sisa, wekekek! *ditakol*

Tapi enak membacanya, naik turun emosinya. Di satu saat Harry seperti sudah akan percaya Severus adalah ayahnya, tapi kemudiana kenyataan berkata lain, dan seterusnya. Enggak lurus mulus, tapi berkelok.

Baca ulang lagi ah!
Itu hanya sebagian saja, banyak yang berkesan buat saya. Tapi males copas. #dor
Ngebaca review-review seperti itu selalu bikin senyam-senyum, saya termasuk yang cuek sebenarnya. Ada review masuk ya terima kasih. Nggak ada ya udah..
Tapi suatu kebanggaan jika cerita yang saya buat bisa menghibur, atau ngebikin sobat saya makin psycho, juga malah ngebikin dua kakak virtual saya galau. #plak #ngacir


Ah.. Coba kopas satu review lagi deh.
[+] spoiler
Singkat, padat, tapi ngena banget. Well, ini memang spoiler buat saya yang nggak ngikutin One Piece dari internet, tapi saya nggak keberatan mengetahui spoiler dengan cara seperti ini. Padanan katanya indah dan menusuk...emosinya kerasa banget, pasti ditulis sepenuh hati. Sedikit-banyak saya jadi bisa membayangkan gimana nuansa kematian Ace (dan bayangan itu nggak mau saya lanjutkan; tunggu komiknya keluar aja beberapa tahun lagi ^_^;;)

Tapi saya harus mengangkat topi untuk puisi indah pengenang Ace ini. Terima kasih banyak sudah mencipta dan menuliskannya~
Review dari Sanich itu bisa dikatakan selalu berisi.
Menulis tidak mudah, tapi dengan review semacam itu mungkin bisa dikatakan tulisan yang dibuat itu berhasil.
Quote
Like
Share