hansel.
Honored Member
hansel.
Honored Member
Joined: February 13th, 2009, 7:18 am

August 2nd, 2011, 2:31 pm #51

Hngggg. Jadi gini, saya beberapa minggu yang lalu galau-galau soal 2nd POV ini juga, dan udah nyari referensi kemana-mana. Dan sepenangkap saya, 2nd POV yang dilarang oleh FFn ini yang bentuknya interaktif sama pembaca, choose your own adventures. Seperti yang sebelumnya dikatakan oleh fariacchi sendiri, ini bentuknya semacam seri goosebumps yang petualangan, yang ‘silakan menuju halaman sekian jika ingin begini, atau halaman sekian jika ingin begitu’ itu

Untuk contohnya yang interaktif begini, di FFn sendiri bisa dilihat di fandom Hunger Games. BANYAK banget fic ‘Submit Your Own Tribute’. Nah, disitu jelas banget bahwa plotnya sesuai pilihan pembaca :|. ah, jaman-jaman alay dulu saya sering masukin OC ke fic macem itu Tapi bagian 2nd POVnya sendiri, ini masih ambigu.

Saya sekarang berpedoman pada bagian guidelines untuk masalah ini, yang
wrote:5. Any form of interactive entry: choose your adventure, second person/you based, Q&As, and etc.
selama 2nd POV yang digunakan dalam fic nggak menyinggung interaktif entri, ini ga menyalahi aturan guidelines, IMHO. Selama ini yang saya lihat di fic indo sih 2nd POV itu masih cuma berpegang pada plot si author sendiri, pembaca ga ngapa-ngapain(?), desshou? ‘ ‘/

^OOT ya? :| #dilempar
Saya masih kurang ngerti penjelasan silver-san, katanya yang interaktif seperti RPF... selama ini saya kenalnya RPF mengambil sudut pandang orang ketiga, masalahnya, bukan orang kedua. Dan—yah, saya penasaran sama RPF yang 2nd POV itu~.
wrote: Pertanyaan terakhirnya... hmm... Soal second-person narrative itu ketentuan nulisnya sangat jelas dan aturannya ketat. Setahuku dalam bahasa Inggris jika kita menulis dalam second-person narrative tidak boleh menyimpang ke 1st person atau 3rd person dalam cerita yang sama (ini karena gw pernah belajar sama English teacher orang British... ng tau klu Amerika gimana tpi kemungkinan besar saat ini sama). Jadi jika memang kata ganti orang kedua dan si pembaca yang di 'arahkan' oleh sang author dalam ceritanya... ya memang tetap pandangan orang kedua.
Jadi, beneran harus ‘full’ semua pake ‘kau-kamu’ begitu ya? Tapi penggunaan kata ganti orang seperti ‘mereka’ dan ‘ia’ erm, contohnya fic heylalaa yang ini) bagaimana? Saya sih nangkepnya 2nd POV, tapi ada campuran 3rd POVnya juga soalnya. Sekali lagi, IMO.

Dan saya masih ga ngerti habis baca bolak-balik penjelasan silver-san wahaha. #dibuang

IN ONE bang BLOOD RUSHED TO THE head
she'd rather fly through the sky than walk with the dead

Quote
Like
Share

Deleted User
Deleted User

August 2nd, 2011, 9:52 pm #52

ardhan winchester wrote:Saya masih kurang ngerti penjelasan silver-san, katanya yang interaktif seperti RPF... selama ini saya kenalnya RPF mengambil sudut pandang orang ketiga, masalahnya, bukan orang kedua. Dan—yah, saya penasaran sama RPF yang 2nd POV itu~.
wrote: Pertanyaan terakhirnya... hmm... Soal second-person narrative itu ketentuan nulisnya sangat jelas dan aturannya ketat. Setahuku dalam bahasa Inggris jika kita menulis dalam second-person narrative tidak boleh menyimpang ke 1st person atau 3rd person dalam cerita yang sama (ini karena gw pernah belajar sama English teacher orang British... ng tau klu Amerika gimana tpi kemungkinan besar saat ini sama). Jadi jika memang kata ganti orang kedua dan si pembaca yang di 'arahkan' oleh sang author dalam ceritanya... ya memang tetap pandangan orang kedua.
Jadi, beneran harus ‘full’ semua pake ‘kau-kamu’ begitu ya? Tapi penggunaan kata ganti orang seperti ‘mereka’ dan ‘ia’ erm, contohnya fic heylalaa yang ini) bagaimana? Saya sih nangkepnya 2nd POV, tapi ada campuran 3rd POVnya juga soalnya. Sekali lagi, IMO.

Dan saya masih ga ngerti habis baca bolak-balik penjelasan silver-san wahaha. #dibuang
RPF itu nga selamanya sudut pandang orang ketiga. Ingat juga, waktu fariacchi-san nulis yang 'The Pumpkin' seolah-olah terkesan orang ketiga karena mengachu kepada 'tokoh'. Padahal intinya pada 2nd person narrative itu tetap dalam guidelines bahwa itu termasuk 'YOUR View fic' walaupun kita diberi peran tokoh tersebut yg selalu dalam pengaturan author/penulis.

Bayangkan anda kena Imprerius Curse ala Harry Potter... lalu si Author mengatur segala gerak-gerik anda dalam cerita mereka. => Kitanya yang melakukan segalanya apa yang si author inginkan.

Fic heylalaaa itu tetap 2nd person narrative.

Yang saya maksud ttg peraturan ketat itu bukan penggunaan kata orang pertama atau ketiga dalam 2nd person narrative. Melainkan tidak boleh ada perbedaan POV dalam suatu cerita. Maksudnya penulisannya tidak boleh meloncat ke POV 1st person atau 3nd person (pada cerita 2nd person POV), sebab akan sangat membingungkan pembaca.

Singkatnya...

Poin-poin penting dalam 2nd person narrative:

- Di dominasi kata kamu, kau, mu, (orang kedua)

- TIDAK selamanya 2nd person narrative selalu pakai orang kedua. Bisa orang ketiga/tokoh/karakter. (Cth: cerita fariacchi 'The Pumpkin')

- Kata-kata mereka dan ia tidak menentukan 2nd person view.

- SEMUA gerak-gerik 'kita sebagai pembaca' sebagai di 'kau' atau 'tokoh' diatur oleh AUTHOR.

- Jika ada kata saya, ku, (kepemilikan) harus jeli diperhatikan:
=> Bukan 2nd narrative jika 'saya' bukan pengaturan gerak-gerik (melainkan mengacu ke orang lain tapi hanya suatu pandangan karakter/tokoh tanpa kemana-mana) akan menjadi 1st Person POV. (Cth: Fic fariacchi yg Mempercayai Takdir)
=> Tetap 2nd narrative jika 'saya' atau tokoh masih 'bergerak' atau melakukan sesuatu hal yang diatur oleh AUTHOR. Cotnoh: melirik, melihat, berjalan, menyapa orang lain, dll.


Uh... semoga lebih jelas... soalnya jika nga jeli bisa salah sangka jenis POVnya... Klu masih kurang jelas, kita bisa coba cari contoh-contoh yang mungkin bagi kita rancu dan coba analisis atau teliti...
Quote
Share

uno
Premium Member
uno
Premium Member
Joined: January 2nd, 2010, 4:25 am

August 3rd, 2011, 3:40 am #53

Uwaah, saya malah ga pernah tahu kalau 2nd POV itu melanggar guidelines. Ketahuan ga pernah baca GL
Omong-omong, saya juga pernah ngepublish fiksi seperti itu. Jujur, waktu itu saya masih keranjingan bikin fiksi yang mendewakan diksi. Menurut saya pribadi, 2nd POV memang cocok sekali untuk fiksi-fiksi seperti itu. Mungkin karena pembaca jadi lebih bisa merasakan isi cerita dengan sudut pandang yang interaktif.

Ini contoh fiksi saya saya yang make 2nd POV. Saya butuh kritik! Apa yang kayak gini juga termasuk melanggar GL?
Anyway, if there's no chance of winning, let's go out making fun of it! ~ Adult Suit (One Ok Rock)
Quote
Like
Share

fariacchi
Honored Member
fariacchi
Honored Member
Joined: March 22nd, 2009, 12:03 pm

August 3rd, 2011, 5:00 am #54

Sepertinya saya semakin bingung /shot.

Kalau dari penjelasan-penjelasan TheSilverFrenzy, saya menangkapnya: segala bentuk Second Person POV merupakan bentuk story interaktif. Karena dalam hal ini, pembaca masuk ke dalam cerita, bisa sebagai dirinya sendiri (choose your own adventure-based) maupun sebagai seorang tokoh (gerak-gerik diatur oleh author).

Kayaknya saya mulai bisa mengerti. Sayangnya ini ambigu sekali. Penjelasan yang dituturkan ardhan mengenai penekanan story interaktif adalah yang menjadi basis saya selama ini soal karya Second Person POV.

Fic heylalaa yang Lazuardi itu, menurut saya itu jelas-jelas Second Person POV tipe karakter dengan gerak-gerik diatur author. Seperti The Pumpkin saya, kira-kira. Kata ganti mereka dsb, tidak bisa menjadi patokan sih, setuju dengan TheSilverFrenzy.

Sekarang yang saya bingung cuma satu. Apakah semua jenis Second Person POV adalah tipe interactive story seperti yang disebutkan TheSilverFrenzy? Adakah yang punya data literatur mengenai interpretasi Second Person POV ini? Soalnya ini bisa berujung semua karya dengan Second Person POV adalah karya melanggar guidelines.
@Cradivz:

Kalau menurut saya, karya Maret itu menggunakan perpaduan Second and Third Person POV. Soalnya...
[+] spoiler
Dua puluh delapan Maret. Hari ini.

Kau kembali geming menyaksikan kehadiran kawan lamamu. Terlebih ketika nada paraunya berujar akan sesuatu yang kau mahfum benar. Sekelebat perasaan kesal menjamahi alam sadarmu. Sebal, kecewa, sesal, dan segala tudingan sebagai makhluk paling bodoh kau tujukan untuk dirimu sendiri. Apa yang telah dilakukan Naruto di flat Sakura tengah malam begini? Apapun itu, kembali telah mengurungkan niatmu.
[+] spoiler
Pagi itu, Sakura Haruno mendapati bingkisan istimewa di hari ulang tahunnya. Sekotak kado yang tergeletak rapi di atas meja riasnya, berisikan sebuah sweeter pink—yang ia tahu—pemberian sang sahabat, Naruto, entah sejak kapan ada di situ.
Saya pribadi tidak yakin. Kalau mengacu pada pendapat TheSilverFrenzy dimana semua jenis Second Person POV adalah story interaktif, maka tetap melanggar guidelines. Meski pun ada unsur Third Person POV, sifatnya malah hanya seperti 'epilog' untuk kisah interaktif dari si 'kamu'.

Well. Sepertinya saya mulai beranggapan bahwa pendapat TheSilverFrenzy masuk akal.


fariacchi's last project:


Time to say goodbye:
"When you think you are someone, you are no one."
Quote
Like
Share

Deleted User
Deleted User

August 6th, 2011, 1:55 am #55

Hai, cuma mau nambahin yang di maksud guru kamu itu mungkin 3rd Person Limited dan 3rd Person Omniscient. Sama2 3rd person, tapi untuk yang limited narasinya dibatasi pada pemikiran atau sudut pandang satu orang saja. Jadi misalnya bikin fanfic Naruto dengan 3rd Person Limited, berarti semua event yang terjadi di fanfic tersebut dilihat dari kacamata Naruto. Jadi kalo Naruto nya lagi ada di tempat X, kita ngga bisa ngejelasin sesuatu yang terjadi di tempat Y, ngga bisa ngejelasin perasaannya si Sakura, dsb. Kalo 3rd Person Omniscient, narator nya serba tahu, bisa ngejelasin semua pemikiran tokoh dan kejadian di semua tempat, dsb.

Hope it helps, soalnya saya juga masih belajar tentang 3rd Person POV ini
Quote
Share

Deleted User
Deleted User

August 6th, 2011, 2:30 am #56

Contoh POV Orang Kedua bisa ditemukan pada serial Goosebumps: seri Petulangan Maut. RL Stine, sang penulis, menjadikan pembaca sebagai tokoh utama, dan memberikan opsi-opsi bagi pembaca untuk menentukan sendiri nasib pembaca dalam cerita itu. Yeah, meskipun opsi tersebut terbatas. Seru dan interaktif lho.
Quote
Share

Deleted User
Deleted User

August 6th, 2011, 1:53 pm #57

@ myevel123: Oh... itu dia istilah jelasnya yang pandangan umum ttg 3rd Person Ominscient dan 3rd person limited. Makasih atas kemasukannya. Hanya berhubung itu memang 3rd person Ominscient tetap pengaturan author hanya berbatas pandangan dari sudut pandang orang ketiga (penulisan dia, ia, mereka). Bukan gerak-gerik 'pembaca'. Itu memang standar narasi untuk 3rd person.

Contohnya:
[+] spoiler
From: A Widow For One Year...

That her parents had expected her to be a third son was not the reason Ruth Cole became a writer; a more likely source of her imagination was that she grew up in a house where the photographs of her dead brothers were a stronger presence than any "presence" she detected in either her mother or her father...

And this is where Eddie, the unlucky young man with the inadequate lamp shade, enters the story.

Many a faithful wife has tolerated, even accepted, the painful betrayals of a philandering husband; in Marion's case, she put up with Ted because she could see for herself how inconsequential his many women were to him.

Poor Eddie O'Hare. To be in public with his father always caused him complete mortification.
@ Raygeki: Iya. fariacchi-san tadi udah sempet sebut juga di thread ini. Mungkin yang dimintai kejelasan ttg POV 2nd narrative ini adalah Literatur fiksi yang benar-benar (bukan sekedar cerita untuk petualangan anak2/remaja) untuk cara penulisannya atau jatuhnya untuk orang dewasa. Berhubung memang 2nd person itu interaktif, jarang juga yang dikenal fiksi2 yg mungkin u/ orang dewasa.


@ aeyu: Fiksi anda menurut saya itu mutlak 2nd person narrative. Tidak jarang juga kalau ending itu akan disimpulkan dengan 3rd person untuk apa yang terjadi pada 'pembaca' pada akhir cerita. Tapi itu hanya sebagian kecil dari yang seharusnya. Otomatis di FFn pasti tidak diperbolehkan u/ guidelines. Nga usah takut soal penghapusan... soalnya momod ffn juga paling ng ada orang indonesianya...


@ fariacchi: Hmm... brp hari ini saya sempat browsing, tpi nga byk yg bisa ditemukan di internet. Tapi mungkin klu karya yang cukup terkenal u/ 2nd person POV itu Bright Lights, Big City (1984) by Jay McInerney. Itu termasuk contoh yang paling menunjukan kerja POV tersebut dan juga mampu menarik perhatian pembaca untuk mengetahui/penasaran siapa 'kita'.

Info umum ttg novel ini:
It is written about a character's time spent caught up in, and notably escaping from, the mid-1980s New York City fast lane. It is one of the few well-known English-language novels written in the second person, and its main character is unnamed.

Contoh awalnya:
[+] spoiler
You are not the kind of guy who would be at a place like this at this time of the morning. But here you are, and you cannot say that the terrain is entirely unfamiliar, although the details are fuzzy. You are at a nightclub talking to a girl with a shaved head.
Kurasa udah jelas klu dari segi segala semua gerak-gerik dan juga siapa kita sebagai pembaca diatur oleh author. Itu pun sampai kita juga dari awal hingga akhir karakter kita sebagai 'pembaca' nga pernah disebut namanya.
Quote
Share

himura kyou
Honored Member
himura kyou
Honored Member
Joined: January 18th, 2009, 7:44 am

August 7th, 2011, 3:24 pm #58

woro-woro..
setelah cek ulang, dulu sudah ada tret tentang POV di sub Fanfiction Free Discuss yang isinya juga nanya2 tentang POV, jadi diputuskan untuk digabung dengan tret yang baru2 ini dibuat.
monggo dilanjut diskusinya 8D
arigaboti,
mod fanfic
Quote
Like
Share

ShiueFha-chan
Honored Member
ShiueFha-chan
Honored Member
Joined: May 22nd, 2011, 6:04 am

August 7th, 2011, 4:11 pm #59

Tuh kan. Bener apa kata saya... (Vienny-san nggak cek kesemua tempat sih...)
Memang sih, di thread yang sebelumnya, cuma membahas POV secara keseluruhan, dan nggak terfokus ke 2nd POV aja, tapi kan... temanya sama: POV. Saya udah kasih tahu lho...

Ehm, balik lagi ke topik. Sekarang sih, saya cuma mau nanya aja, kira-kira kalau kita menulis suatu fic yang pakai 1st person POV dari suatu chara, bagus nggak sih, kalau di fic tersebut kita gonta-ganti chara tersebut? (misalnya, di awal kita pakai POV-nya si A, terus ditengah diganti sama POV-nya si B, terus nanti nggak tertutup kemungkinan nyamber lagi pake POV-nya si C atau balik lagi ke POV-nya si A, gimana tuh?)
"... when you gave me a love letter, I was really happy. Since we were still in the elementary school, I... I love you..."
"Doremi... BE MY GIRLFRIEND!!" (Kotake Tetsuya, Ojamajo Doremi 18 Spring has...... chapter 2)
OMG! They're REALLY becoming CANON!
Quote
Like
Share

Victoria Curam
Intermediate Member
Victoria Curam
Intermediate Member
Joined: June 6th, 2011, 9:41 am

August 8th, 2011, 8:24 am #60

terima kasih sudah menertibkan thread ini. mohon maaf merepotkan.

saya pribadi ngga suka baca cerita yang POV-nya berganti-ganti. Tiap 1st POV biasanya memuat pandangan tiap karakter dan alur jadi ngga terlalu berkembang.
itu penilaian pribadi sih. cuma saya masih bisa nolerir kalo 1st person ke 3rd person. masih mending.
Quote
Like
Share