Penangkal hujan

Masukkan karya-karya fiksi orisinal (cerpen, dsb) berbahasa selain Inggris ke sini.

Penangkal hujan

Sanctuary
Honored Member
Sanctuary
Honored Member
Joined: April 9th, 2011, 12:16 am

May 8th, 2012, 4:27 am #1

http://www.youtube.com/watch?v=DMRJNkqPVtU
*songplay recommended


***


14 - 6 - 2009.
Hari ini agak mendung. Aku sudah naik ke kelas lima.
Kata mama kalau sekolahku tidak membangun gedung untuk SMP, aku akan pindah ke tempat papa. Tempat yang jauh sekali.

17 - 6 - 2009.
Sepanjang hari ini gerimis.
Aku dimarahi mama semalam karena lupa membawa payung kemarin saat hujan deras. Mulai hari ini aku akan terus menyimpan payungku dalam tas.

21 - 6 - 2009.
Hari ini cerah. Sama sekali tidak memerlukan payung.

4 Agustus 2009
Aku bosan sekali hari ini.. tidak ada tontonan menarik di TV. Aku sudah bosan dengan kartun Spongebob.
Aku tidak tahu bagaimana keadaan cuaca hari ini. Aku sakit dan terus berbaring di kamar. Cahaya dari jendela sepertinya mengatakan hari ini cerah.

29 Agustus 2009.
Penyakitku kambuh. Hari ini sejuk dan berawan.
Aku tidak bisa pergi ke sekolah untuk beberapa saat. Tapi aku harap ada sesuatu yang baru menungguku nanti ketika aku kembali sehat.

19 September 2009.
Hari yang panas sekali. Aku harus membawa sapu tangan terus setiap saat untuk mengelap leherku yang lengket.
Musim panas itu sangat tidak enak.

3 - 11 - 2009.
Hari yang cerah.
Tidak ada awan hari ini, tapi aku lihat beberapa kuncup bunga sudah bermekaran di taman depan sekolah.
Aku suka yang berwarna putih.

6 November 2009.
Hari yang cerah. Agak sedikit berawan.
Bunga-bunga itu sudah mekar sepenuhnya. Semuanya bagus sekali.
Aku ingin mencabut satu, tapi satpam penjaga sekolah melarangku mencabut setangkai pun.

10 November 2009
Hujan lebat seharian. Aku kembali sakit meskipun masih bisa sekolah. Peramal cuaca mengatakan besok akan cerah lagi.
Ketika aku bilang khawatir akan keadaan bunga-bunga itu pada saat pulang sekolah, satpam mengatakan mereka bunga-bunga yang kuat. Ia terkejut aku tidak mengetahui nama bunga itu.
Namanya Aster. Sama seperti namaku.

10 Nov 2009
Aku tidak sabar melihat bunga-bunga itu besok. Aku harus minum obat dan kembali sehat.

10 November 2009
Hari sudah malam. Panasku malah bertambah tinggi.
Apa aku harus melewatkan hari besok tanpa melihatnya?

11 Nov 2009
Sudah jam delapan dan badanku masih lemas. Mama menuduhku terkena air hujan kemarin sehingga aku sakit begini, padahal aku selalu memakai payungku diluar sekolah.

12 November 2009.
Bagaimana keadaan bunga-bunga Aster itu ya?
Hari ini berisik sekali diluar. Mungkin suara hujan, tapi ada juga suara mobil yang besar dari waktu ke waktu. Kata mama ada traktor.

15 November 2009.
Kata dokter besok aku sudah bisa ke sekolah! Aku senang sekali. Akhirnya aku bisa melihat bunga Aster. Aku berjanji pada mama aku tidak akan melupakan payungku.

16 November
Aku sedih sekali
kemana bunga-bunga itu?
Kenapa mereka tidak ada?
Tanah di depan sekolah rata dan berubah warna. Cuma ada satu bunga tersisa yang diterpa angin dan hujan, sudah terkoyak begitu parah. Aku tinggalkan payungku disana. Aku pulang basah kuyup dan kembali dimarahi mama.
Apa aku pergi terlalu lama sehingga mereka menghilang? Kemana mereka?

20 November
Gedung SMP akan dibangun di depan SD, kata satpam ketika aku pulang tadi.
Tapi kenapa bunga-bunga itu harus menghilang?
Payungku kubawa pulang karena hujan bertambah deras. Lagi-lagi dimarahi mama karena payungku robek dan kotor.

21.
Mamaku menangis hari ini. Langit juga menangis.
Sudah berapa lama aku terbaring disini? Tubuhku kaku.. dan kepalaku sakit.

22
Pusing sekali. Tidak ada warna dari jendela.
Rasanya sudah lama sekali tidak berada dirumah.
apa mereka akan menanam bunga-bunga itu kembali? Aku merindukan mereka


.
Kata mama gedung SMP di depan sekolah sudah hampir selesai dibangun.
Sudah begitu lamakah aku berbaring disini?

Mama bilang aku tidak akan pindah ke tempat papa. Aku akan disini.
Aku akan melanjutkan sekolahku, jadi aku harus rajin belajar.

.

.


.
Aku tidak tahu tanggal berapa ini. Diluar sudah cerah, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas.
Kira-kira apa yang mama dan dokter sedang bicarakan diluar? Apa itu paru-paru basah?
Aku ingin memanggil mama, tapi suaraku tidak bisa keluar. Aneh sekali.
Ada vas bunga di dekat jendela.
Sepertinya itu bunga Aster. Indah sekali

.
.
Aku takut
Aku tidak bisa bernapas
Ada suara aneh yang melengking di dekatku

Langit-langit diatas seperti berputar..
.

.


.
Bunga Aster.
Anehnya ketika aku melihatmu, pandanganku tidak berputar-putar seperti aku melihat mama dan dokter dan lampu kamar.

.

Bunga Aster itu layu.

Aku mengantuk sekali.
Aku harap mama tidak marah saat aku bangun nanti karena sepertinya aku kehujanan lagi. Ada air di pipiku jatuh dari langit-langit kamar.
Aku tidak tahu darimana asalnya. Ada suara sayup-sayup.
Mungkin bunga itu layu karena kehujanan. Apa bunga itu akan menghilang juga seperti bunga-bunga lainnya?

Aku mengantuk sekali.
Aku ingin memberinya payung. Melindunginya dari hujan.
Tapi sepertinya aku melupakan payungku dirumah. Mama pasti marah. Namun hujan itu sepertinya hanya mengenaiku saja hari ini, jadi tidak apa-apa. Cahaya dari jendela terang dan merona. Awan gelap hanya ada di atasku.

Syukurlah.

.


***

AN: Saya ngga ngerti apa2 soal sakit-penyakit /plak
Sebagian cerita ini dari mimpi saya beberapa hari yg lalu jd mungkin ada yg ngga masuk akal D:


I hope to hell
this is the last time I ever hurt.

what more do you expect from me?
Quote
Like
Share

Joined: July 25th, 2012, 8:55 pm

September 1st, 2012, 8:50 am #2

Saya selalu merasa sensitif jika berhadapan dengan penyakit dan kematian. Berusaha untuk melupakan kata kematian itu sendiri, tapi pada akhirnya pasti ngalamin juga.

Saya masih bingung dengan penomoran tanggal, hari, dan tahunnya. Kenapa harus dibedakan antara 14-6-2009 dengan 6 November 2009? Saya hanya merasa bahwa tiap orang biasanya tetap setia pada satu kebiasaan, dengan kata lain, cerita dengan penanggalan yang berbeda seperti diceritakan oleh orang yang berbeda. Tapi diksi anda itu lohhhhh... Sederhana tapi menyentuh. Terutama bagian :
wrote: Aku mengantuk sekali.
Aku ingin memberinya payung. Melindunginya dari hujan.
Tapi sepertinya aku melupakan payungku dirumah. Mama pasti marah. Namun hujan itu sepertinya hanya mengenaiku saja hari ini, jadi tidak apa-apa. Cahaya dari jendela terang dan merona. Awan gelap hanya ada di atasku.

Syukurlah.
Keep writing dan salam kenal, senpai.
Who am I?
Me? I am Conundrum
Who are you?
You? You are Conundrum
Wanna visit Me?
Quote
Like
Share

revabhipraya
Honored Member
revabhipraya
Honored Member
Joined: August 16th, 2015, 11:22 pm

January 9th, 2016, 3:52 pm #3

Setuju dengan pendapat Little Hyuu-su, kenapa penomoran tanggalnya beda-beda? Tapi gak begitu mengganggu juga, sih~ kebiasaan jelek Rey adalah gak baca tanggal dan pada akhirnya suka nyesel sendiri

Diksinya sederhana, tapi enak dibaca dan bikin gak bosan bacanya.. atuh, Rey merasa sedih dengan nasib bunga dan anak itu, Aster(s) kasian, ya

Ini pertama kalinya Rey baca vignette, tapi Rey masih gak ngerti bedanya vignette sama drabble apa... Rey mengambil kesimpulan dari sini kalo vignette itu kayak tempat curhat, cuma pendek. Apakah betul?

Mungkin begitu aja. Semangat menulis terus!
revabhipraya
FFn | AO3 | dA | wp | WP
Quote
Like
Share