Male character..

Chira
Premium Member
Chira
Premium Member
Joined: October 17th, 2012, 5:25 am

July 8th, 2013, 6:35 am #1

Minna..

mudah2an aku gak salah taro thread ya.

Ini berhubungan dengan penulisan fanfic. Setau saya, kan kebanyakan author fanfic itu cewek, ya. Pasti ada yang pernah menulis dengan menggunakan sudut pandang dari karakter cowok.

Pertanyaan saya..

1. Bagaimana cara mendeksripsikan chara cowok supaya terlihat 'cowok'? *maaf, bahasanya gaje* Secara, aku pernah baca beberapa tulisan yg chara utamanya cowok...n dari situ kerasa dikit kalo karakter cowo itu memiliki cara pikir yang tak jauh beda dengan chara cewek. makanya itu saya rada males bikin fanfic yg chara utamanya cowo


2. Untuk dialog. Emang agak susah juga sih bikin chara cowok itu ngomong kalimat yang..ehm, rada macho (?) n gak kerasa kesan ceweknya (berhubung kita yg nulis cewek). Karena, sepanjang yang aku perhatiin, rata2 cwo itu kalo ngomong pendek2 n lgsg to-the-point. Ada tips dari kalian untuk menulis dialog yang baik dari PoV chara cowok?

3. Menurut kalian, apa tantangan menulis dengan menggunakan PoV cowok, atau karakter utama cowok?

4. Pernahkah kalian membuat fanfic dengan PoV atau karakter utama cowok? Kalau ada, sertakan link-nya ya.


Sekian pertanyaan dariku.
Makasih sebelumnya.
Granny Chiyo..this is the path I've taken. The path of art.
Quote
Like
Share

bromery
Newbie
bromery
Newbie
Joined: June 6th, 2013, 3:26 pm

July 8th, 2013, 7:42 am #2

ammm.. bantu jawab.
wrote:1. Bagaimana cara mendeksripsikan chara cowok supaya terlihat 'cowok'? *maaf, bahasanya gaje* Secara, aku pernah baca beberapa tulisan yg chara utamanya cowok...n dari situ kerasa dikit kalo karakter cowo itu memiliki cara pikir yang tak jauh beda dengan chara cewek. makanya itu saya rada males bikin fanfic yg chara utamanya cowo
1. Yaa.. jangan pakai pikiran cewek intinya yang dirasain cewek itu belum tentu dirasain cowok. Biasanya, cowok mainnya gengsian ama logika dan jarang ngandalin perasaan. Jadi perasaannya nggak terlalu mendetil deh. mungkin.
wrote:2. Untuk dialog. Emang agak susah juga sih bikin chara cowok itu ngomong kalimat yang..ehm, rada macho (?) n gak kerasa kesan ceweknya (berhubung kita yg nulis cewek). Karena, sepanjang yang aku perhatiin, rata2 cwo itu kalo ngomong pendek2 n lgsg to-the-point. Ada tips dari kalian untuk menulis dialog yang baik dari PoV chara cowok?
2.Ya itu. Cowok ngomongnya pendek, nggak panjang lebar. Langsung in to the point. saya pernah ngebandingin chat cowo dan chat cewe. dan hasilnya, kalo cowo menjawab :"iya" itu cukup dengan "iya", sedangkan cewek bisa berbaris-baris. Itu dia yang kadang bikin saya males chat ama cewe -.-
wrote:3. Menurut kalian, apa tantangan menulis dengan menggunakan PoV cowok, atau karakter utama cowok?
3.tantangannya? ga kerasa, saya cowok ini.
wrote:4. Pernahkah kalian membuat fanfic dengan PoV atau karakter utama cowok? Kalau ada, sertakan link-nya ya.
4. pernah. tapi saya baru publish satu fic (--")

semoga membantu.
"As long as we live we continue to learn"

bromery
Quote
Like
Share

Chira
Premium Member
Chira
Premium Member
Joined: October 17th, 2012, 5:25 am

July 8th, 2013, 8:14 am #3

@bromery
wrote: 1. Yaa.. jangan pakai pikiran cewek intinya yang dirasain cewek itu belum tentu dirasain cowok. Biasanya, cowok mainnya gengsian ama logika dan jarang ngandalin perasaan. Jadi perasaannya nggak terlalu mendetil deh. mungkin.
ya.. ._. justru itu. kadang2 suka kebablasan nambahin emosinya sampe jadi chara cowo kyk di komik2 shoujo. Tapi akan kucoba tipsnya. thx
wrote: 2.Ya itu. Cowok ngomongnya pendek, nggak panjang lebar. Langsung in to the point. saya pernah ngebandingin chat cowo dan chat cewe. dan hasilnya, kalo cowo menjawab :"iya" itu cukup dengan "iya", sedangkan cewek bisa berbaris-baris. Itu dia yang kadang bikin saya males chat ama cewe -.-
Haha.That's it. Akan kupraktekkan!

wrote:3.tantangannya? ga kerasa, saya cowok ini.
gatau kenapa saya mau ketawa begitu ngebaca jawaban bromery-san yg ini. #plak
wrote:4. pernah. tapi saya baru publish satu fic (--")
oke, saya cek ya.


Makasih banyak untuk jawabannya, bromery-san.
Granny Chiyo..this is the path I've taken. The path of art.
Quote
Like
Share

aidouyuukihara
Intermediate Member
aidouyuukihara
Intermediate Member
Joined: September 9th, 2011, 7:15 pm

July 8th, 2013, 9:05 am #4

1. Banyak baca dan merhatiin cowok
Kan pakainya 3rd PoV, sudut pandang penulis jadinya ya... gak usah terlalu mendalam sampai ke maslaah psikis dan blah-blah. Saya sih pakai deskrip sesuai yang diliat aja. Misalnya tipe cowok badung, ya dia pakaiannya nganu-nganu lha (pakai earing, tindik sana sini, bajunya, bau rokok atau ada luka-luka). Terus dari bahasanya juga. Pas ngomong dialognya pasti lebih nyeleneh dan gak sopan. Kan badung. kalau tipikal cowok baik yang jentelmen, itu sih tinggal googling sikap jadi jentelmen gimana.

Aku sih cuma begitu aja.

2. Dikit dialog lama/banyak mikir
Kalau dibuat dari PoV cowok, dialog akan tetap sama (singkatnya), tapi panjang di pemikirannya. Seperti keraguannya si cowok harus ngomong apa atau harus bertindak apa dan akhirnya hanya diam atau cuma ngomong tiga kata aja. Menurut riset juga sih, cowok lebih banyak mikir sebelum ngomong dan gak blak-blakan. Bahkan cowok yang kesannya banyak ngomong dan terlalu cewek bisa jadi dia mikir panjang sebelum nyerocos.

3. Psikisnya
Karena saya cewek yang hanya bisa memerhatikan dan membaca sikap cowok, bukan mengerti pasti tentang pemikiran mereka. Berat deskripsnya. Kita gak bisa langsung nulis dia A tanpa embel-embel yang lain yang ngebuat kenapa bisa dia jadi A. Terlebih di PoV si cowoknya. Harus merenung lama banget karena gak mungkin juga buat cowok nangis bombay kayak cewek (saya buat cerita galau gitu sih).

4. Ada tapi gak banyak dan biasanya di multichap terselip
Dark Side >>> ini terlalu kekanak-kanakan tokoh cowoknya.
Lamentando >>> ini pakainya Deep PoV merujuk ke chara cowoknya. Bentuknya bukan 1st PoV.
Daisuki >>> cuma prolog-nya doang, itu pakai 2nd PoV (pembacanya cowok).

kalau mau cari-cari lagi, coba ubek archive saya. #promoceritanya


Fanfiction || Archieve || [FFC] Kids Zaman Now (pendaftaran sampai 13 Juni 2018)
Quote
Like
Share

Chira
Premium Member
Chira
Premium Member
Joined: October 17th, 2012, 5:25 am

July 8th, 2013, 1:22 pm #5

@hihara-san
wrote:1. Banyak baca dan merhatiin cowok
Kan pakainya 3rd PoV, sudut pandang penulis jadinya ya... gak usah terlalu mendalam sampai ke maslaah psikis dan blah-blah. Saya sih pakai deskrip sesuai yang diliat aja. Misalnya tipe cowok badung, ya dia pakaiannya nganu-nganu lha (pakai earing, tindik sana sini, bajunya, bau rokok atau ada luka-luka). Terus dari bahasanya juga. Pas ngomong dialognya pasti lebih nyeleneh dan gak sopan. Kan badung. kalau tipikal cowok baik yang jentelmen, itu sih tinggal googling sikap jadi jentelmen gimana.
Aku sih cuma begitu aja.
hmm.. *nods* sepertinya, ini akan jadi riset yang menarik (?) #plak
wrote:
2. Dikit dialog lama/banyak mikir
Kalau dibuat dari PoV cowok, dialog akan tetap sama (singkatnya), tapi panjang di pemikirannya. Seperti keraguannya si cowok harus ngomong apa atau harus bertindak apa dan akhirnya hanya diam atau cuma ngomong tiga kata aja. Menurut riset juga sih, cowok lebih banyak mikir sebelum ngomong dan gak blak-blakan. Bahkan cowok yang kesannya banyak ngomong dan terlalu cewek bisa jadi dia mikir panjang sebelum nyerocos.
Jadi, kalau karakter cowok itu lebih banyak di dekskripsi pemikirannya ya? Oke deh. *catet2*
wrote:3. Psikisnya
Karena saya cewek yang hanya bisa memerhatikan dan membaca sikap cowok, bukan mengerti pasti tentang pemikiran mereka. Berat deskripsnya. Kita gak bisa langsung nulis dia A tanpa embel-embel yang lain yang ngebuat kenapa bisa dia jadi A. Terlebih di PoV si cowoknya. Harus merenung lama banget karena gak mungkin juga buat cowok nangis bombay kayak cewek (saya buat cerita galau gitu sih).
Hm...begitu toh.
wrote:4. Ada tapi gak banyak dan biasanya di multichap terselip
Dark Side >>> ini terlalu kekanak-kanakan tokoh cowoknya.
Lamentando >>> ini pakainya Deep PoV merujuk ke chara cowoknya. Bentuknya bukan 1st PoV.
Daisuki >>> cuma prolog-nya doang, itu pakai 2nd PoV (pembacanya cowok).
Oke, kapan2 kucek ya. btw, itu di fandom apa saja kah?

Makasih udah jawab, hihara-san!
Granny Chiyo..this is the path I've taken. The path of art.
Quote
Like
Share

aidouyuukihara
Intermediate Member
aidouyuukihara
Intermediate Member
Joined: September 9th, 2011, 7:15 pm

July 8th, 2013, 2:51 pm #6

wehehehe, sama-sama. semoga membantu

Itu dari La Corda semua, aku emang mangkalnya di sana


Fanfiction || Archieve || [FFC] Kids Zaman Now (pendaftaran sampai 13 Juni 2018)
Quote
Like
Share

bromery
Newbie
bromery
Newbie
Joined: June 6th, 2013, 3:26 pm

July 9th, 2013, 6:02 am #7

sama-sama!

ternyata yang nomer dua itu sangat terbukti, tadi baru aja nyapa seseorang pake satu kata doang di SMS, dibales pake 32 kata --"

"As long as we live we continue to learn"

bromery
Quote
Like
Share

pala
Honored Member
pala
Honored Member
Joined: July 26th, 2010, 2:11 pm

July 9th, 2013, 9:23 am #8

1. Laki-laki umumnya ga aware dengan lingkungan. Bukan karena wataknya tapi karena inderanya memang terbatas jika dibandingkan dengan perempuan. Misalnya saja lebar sudut pandang. Perempuan hampir 180 derajat (160 kalo ga salah atau berapa saya lupa #DOR) sedangkan laki-laki beberapa puluh lebih sedikit (140an kalo ga lebih kecil). Selain itu laki-laki lebih mungkin kena buta warna daripada perempuan. Karena itulah, mereka sulit membedakan warna. Ga cuma itu saja kemampuan mereka mengenali orang secara visual juga tak sebaik perempuan. Mengingat wajah misalnya. Dan kemampuan bicara juga kalah dariperempuan yang itaknya lebih canggih untuk bidang ini. (Sumber: artikel2 kesehatan yg saya ga menyimpan link-nya #DOR)

Inderawi mereka lemah daripada perempuan. Karena itu kadang saya mendeskripsikan cerita ala kadarnya jika memakai tokoh laki-laki #dilarung Emosi ada tapi tidak sedetail atau sesemarak deskripsi karakter perempuan ketika mengalami sesuatu.

Tapi ingat tentang individual differences. Secara umum kaum adam seperti itu tapi tentu ada yang berbeda. Misalnya saja pada laki-laki yang pernah mengalami trauma. Trigger sekecil apapun jika berhasil membangkitkan kenangan buruk, reaksinya bakal lebih wah daripada saat dia menghadapi hal lain.

2. Laki-laki cenderung lebih logis menghadapi sesuatu karena sirkuit emosi-nya tidak seperti perempuan. Pengaruh hormon dll. Lalu kemampuan berempatinya memang tidak seperti perempuan. Karena sirkuit di otak juga. Dan karena bagian di otak pula laki-laki lebih sering merespon secara fisik daripada perempuan yang verbal. Misalnya saja saat ada orang jatuh: laki-laki akan mendekati semewntara perempuan bakal diam sebelum tanya.
Idem @hiharadena mereka mikir. Tapi kadang laki-laki juga impulsif. Tergantung pribadinya. Kalo penpik, tergantung sifat In Chara-nya gimana.

3. Ini personal. Kadang saya lupa gender setelah nulis karakter laki-laki. Ciyus. Tantangannya: kembali menjadi perempuan

4. Sering. Apalagi saat harus RP sebagai tokoh remaja pria atau pria usia 20an. Ini contohnya di ffn (5 Bleach, 2 Hetalia): bapak usia 20an akhir, abang sakit jiwa, abang patah hati #1, abang patah hati #2, abang patah hati #3, abang galau, abang heroik. shameless promotion

Semoga bermanfaat
Quote
Like
Share

Chira
Premium Member
Chira
Premium Member
Joined: October 17th, 2012, 5:25 am

July 22nd, 2013, 4:29 am #9

wrote:1. Laki-laki umumnya ga aware dengan lingkungan. Bukan karena wataknya tapi karena inderanya memang terbatas jika dibandingkan dengan perempuan. Misalnya saja lebar sudut pandang. Perempuan hampir 180 derajat (160 kalo ga salah atau berapa saya lupa #DOR) sedangkan laki-laki beberapa puluh lebih sedikit (140an kalo ga lebih kecil). Selain itu laki-laki lebih mungkin kena buta warna daripada perempuan. Karena itulah, mereka sulit membedakan warna. Ga cuma itu saja kemampuan mereka mengenali orang secara visual juga tak sebaik perempuan. Mengingat wajah misalnya. Dan kemampuan bicara juga kalah dariperempuan yang itaknya lebih canggih untuk bidang ini. (Sumber: artikel2 kesehatan yg saya ga menyimpan link-nya #DOR)

Inderawi mereka lemah daripada perempuan. Karena itu kadang saya mendeskripsikan cerita ala kadarnya jika memakai tokoh laki-laki #dilarung Emosi ada tapi tidak sedetail atau sesemarak deskripsi karakter perempuan ketika mengalami sesuatu.

Tapi ingat tentang individual differences. Secara umum kaum adam seperti itu tapi tentu ada yang berbeda. Misalnya saja pada laki-laki yang pernah mengalami trauma. Trigger sekecil apapun jika berhasil membangkitkan kenangan buruk, reaksinya bakal lebih wah daripada saat dia menghadapi hal lain.
Ooh..ini sedikit berbau psikologi. Oke. terimakasih tipsnya
wrote:2. Laki-laki cenderung lebih logis menghadapi sesuatu karena sirkuit emosi-nya tidak seperti perempuan. Pengaruh hormon dll. Lalu kemampuan berempatinya memang tidak seperti perempuan. Karena sirkuit di otak juga. Dan karena bagian di otak pula laki-laki lebih sering merespon secara fisik daripada perempuan yang verbal. Misalnya saja saat ada orang jatuh: laki-laki akan mendekati semewntara perempuan bakal diam sebelum tanya.
Idem @hiharadena mereka mikir. Tapi kadang laki-laki juga impulsif. Tergantung pribadinya. Kalo penpik, tergantung sifat In Chara-nya gimana.
Hmm..*catet* ini logis. Makasih :3
wrote:3. Ini personal. Kadang saya lupa gender setelah nulis karakter laki-laki. Ciyus. Tantangannya: kembali menjadi perempuan
Wkwk, sepertinya anda lumayan macho (?) ya XD
wrote: 4. Sering. Apalagi saat harus RP sebagai tokoh remaja pria atau pria usia 20an. Ini contohnya di ffn (5 Bleach, 2 Hetalia): bapak usia 20an akhir, abang sakit jiwa, abang patah hati #1, abang patah hati #2, abang patah hati #3, abang galau, abang heroik. shameless promotion
Ouh, oke. thanks share-nya :3
wrote:Semoga bermanfaat
Cukup bermanfaat. Sankyuu, pala-san.
Granny Chiyo..this is the path I've taken. The path of art.
Quote
Like
Share