lucky day

Deleted User
Deleted User

June 25th, 2012, 2:10 pm #1

Suatu siang yang terik memang sangat menyengat. Tetapi tidak bagi para AFF(x)tion. Mereka begitu setia menunggu keluarnya idola mereka di gedung stasiun TWINKLE TV.

"Kami mau F(x) !!" teriak seseorang
"Kami mau F(x) !!" teriak temannya

"Hei .. hei .. tenang , kalian harus tahu , ini stasiun TV , bukan stadion !! jangan teriak !!" peringatkan Satpam di gedung itu yang berjaga jaga sedari tadi.

"Paman , apa paman tahu ? Kami ini mencari idola kami , jadi paman menyingkirlah sebelum kami bertindak !!" seorang pemimpin dari semua AFF(x)tion itu memperingatkan kembali si Satpam

"Kau mengancamku , anak kecil ? Kalian ini kan murid sekolah, seharusnya kalian fokus belajar saja disekolah dan ikut les, bukannya berdemo didepan stasiun TV !" kata si Satpam

"Paman, mau belajar atau tidak, itu urusan kami. Yang penting hari ini kami bertemu F(x) !!" kata teman si pemimpin

"yaaaaaaaaaaaa !! F(x) !!!! woo hhoo !!" teriak seseorang dibelakang yang memecah pembicaraan

Suasana hening dan semua orang melototi orang yang berteriak tadi.
"Kakaaaaaaaaaaaaak !!" teriak Si pemimpin

“Ambeeeeeeeeerr !!!”

“Victoriaaaaaaa !!!!”

“Krystaaaaaaaaaaaall !!!”

“Lunaaaaaaaa !!”

“Ambeeeeeeeerr !!!”

“Teman teman !!!”

“Yee yeee !!”

“Kita mau apaaaaa ??!!”

“Kami mau F(x) !! F(x) !!”

Gedung pencakar langit itu dipenuhi para AFF(x)tion. Sangat penuh. penuh sesak.

"Amber , aku minta dong lattemu .." kata Krystal dijalan bersama para anggota F(x) sambil minum kopi

"ini .." kata Amber

Krystal sudah akan mengambil latte milik Amber , tapi ditarik lagi

"enak saja .. beli lagi sana , hahaha !! " kata Amber

"dasaaaaaar !! pelit ah !!" kata Krystal

"sudah , ayo mobil menunggu !!" kata Victoria

Lalu mereka bergegas ke mobil.

"F(x) !!!"

"Ambeeeeeeeeeeeeeeeer !!"

"Ya ampun .. kapan mereka semua pergi ?" keluh si Satpam sambil menahan
gerakan dari AFF(x)tion

"hei , hei !! itu !! lihaat !! F(x) !!" teriak seseorang
Si pemimpin dan semua penggemar menoleh ke dalam gedung. Dan benar saja, F(x) sudah datang.

"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!"

"Tidak kupercayaaaaaaa !! Aku bertemu dengannya, Tuhan, terima kasih kau mendengar doaku !!terima kasih !!" seseorang bersyukur sekali

Si pemimpin bahkan merasa senang sekali.
'akhirnya aku bertemu dengan .. mereka .. Kak .. aku disini ,, aku penggemarmu !!' kata si pemimpin dalam hati

"Lihat !! AFF(x)tion !! " kata Luna
"Waah !! penuh sekali ,, ya .. " komentar Sulli

"Tidak kupercaya mereka akan sebanyak ini " tambah Amber
"Sudah ,, hampiri saja mereka .." kata Krystal

Mereka sampai. Diluar gedung.
"haaaai semuaaaa !!" sapa F(x)
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!" para AFF(x)tion benar benar tersanjung ..

"apa kabar semua ??" sapa Victoria
"Baik kak !!" jawab mereka semua dngan serempak

"Perkenalkan ! namaku Shin Ri Rin ! ketua grup AFF(x)tion di Jeonju!" kata si pemimpin yang bernama Shin Ri Rin

"aah .. salam kenal ,, senang jadi AFF(x)tion ?" tanya Krystal
"Ten .. tentu saja ! bagaimana tidak ? kalian berbakat , cantik , dan lagu lagu kalian juga bagus bagus .. tentu kami senang jadi AFF(x)tion !"
"Terima kasih .. oh ya , kami harus pergi lagi , apa kalian ada sesuatu yang perlu dibicarakan ? lebih baik cepat .." tawar Amber

"aah .. sebagai kenang kenangan , kami ingin kalian menandatangani topi topi ini. topi ini , kami sendiri yang merancangnya. kami harap , kalian suka." kata Ri Rin sambil mengeluarkan 5 topi dan 5 spidol

F(x) melihat topi rancangan para AFF(x)tion tersebut.
"waah bagus !!" kata Luna

"lucu sekali !!" kata Krystal

"kereeen !!" kata Amber

"tolong tanda tangani ini .. oh ya ! kami juga punya 5 lagi untuk kalian pakai .. ini !!" kata Ri Rin lagi sambil menyuguhkan 5 topi yang bertandatangani oleh AFF(x)tion.

"Terima kasih !! ini bagus sekali !" puji Victoria
"oh ,, ya .. kalau boleh aku minta nomor ponsel kakak .." pinta Ri Rin pada Amber

"dengan senang hati ! sekalian yang lainnya ya ? biar lengkap " jawab Amber

'ya ampuuuuuuuuuuuuuuuuuun !! tidak kupercaya ini !! beberapa menit lagi aku akan berbincang bincang dengannya !! F(x) !! huaaaaaaa !! ' kata Ri Rin dalam hati

Saat akan mengeluarkan ponselnya dari kantung jaket, ada seorang fans Krystal yang ingin berfoto.

"Kakak , aku mau berfoto denganmu , ya !" katanya sambil mencoba keluar dari kerumunan fans dan menghampiri Krystal, tapi tidak disengaja menyenggol Amber yang sedang merogoh kantung jaketnya itu.

"aduuh !!" kata Amber saat terjatuh bersamaan dengan isi kantung jaket yang terlempar.

"aaah ?!? ma.. maaf kak , aku tidak sengaja .." kata si penggemar tadi lalu
membantu membangunkan Amber sedangkan Ri Rin memungut barang barang yang jatuh dari kantung jaket Amber.

"tidak apa apa, ini kan sempit , aku tahu rasanya kalau jadi kau " kata Amber
"te.. terima kasih .." jawabnya
"sudah sana kalau mau berfoto , kami harus pergi lagi." tawar Amber
"ba.. baik !! sekali lagi aku minta maaf !!" ia lalu memberi hormat dan segera berfoto dengan Krystal

"kakak tidak apa apa kan ?? ini .." kata Ri Rin memberikan barang barang Amber yang jatuh

"tadi jatuh .. ini ponsel kakak juga tadi jatuh ,," lanjutnya lagi
"terima kasih ya .." balas Amber sambil menerima barangnya dan meletakkkannya di tas
"mungkin akan lebih aman kalau diletakkan di tas .." lanjut Amber lagi.

"naah .. ini nomornya .." kata Amber menunjukkan ponselnya pada Ri Rin
Amber memberikan nomor ponselnya dan nomor ponsel anggota yang lain.

"te .. terima kasih .. " kata Ri Rin dengan gugup separuh girang

Amber tersenyum manis. Manis sekali.
"ini , topinya !" kata Krystal
"ini !" susul yang lain

Ri Rin menerima topi itu.
"te..terima kasih .. kami mencintaimu .." kata Ri Rin
"kami mencintaimuuuuuuuuuuu !!" teriak AFF(x)tion yang lain

F(x) tersenyum gembira ..
"senangnya punya penggemar yang berapi api .." kata Krystal
"kami pergi dulu , sampai jumpa !!" kata F(x)
"selamat jalaaaaaaan !! " balas AFF(x)tion

F(x) beranjak dari tempat mereka berdiri sementara AFF(x)tion memberi hormat. tidak terkecuali Ri Rin

F(x) sudah pergi. begitu juga AFF(x)tion. mereka mulai pergi kerumah masing masing.
"tidak sia sia aku kesini, bertemu langsung !! F(x) !! " kata seseorang

Sementara yang lain pulang , Ri Rin masih berdiri melihat mobil yang dinaiki F(x)

"mobilnya bagus sekali,, mahal pula .." kata Ririn

"lebih baik aku pulang cepat , lalu mencuci baju , dan masak. aku lapar." kata Ri Rin.

"aah haus , aku minum dulu ah .." kata Ri Rin minum sambil jalan pulang

Saat akan meletakkan kembali botol minum itu di tas , botol minumnya jatuh. lalu Ri Rin mengambilnya , botol itu menggelinding cukup jauh. tepatnya berhenti didekat semak semak tempat ia tadi berdiri disamping Amber. ia melihat kotak kecil tidak jauh dari botolnya berhenti. setelah menaruh botol minumnya ditempat yang aman , ia memungutnya

"apa ini ?? obat alergi ?"

Dia membalik kotak itu dan mencari suatu petunjuk agar ia bisa mengembalikan obat itu kepada pemiliknya.

Lalu , dia melihat di kotak itu ada tulisan kecil:
SM ENTERTAINMENT PRODUCT

"jangan jangan .. ya ampuuuuuuuuuuuun !! "

Ririn berlari sekencang yang ia bisa. Walaupun sebenarnya agak tidak masuk akal manusia mengejar mobil.

"haduuhh .." keluhnya setiap 100 meter dia berlari.

Ririn sampai di perempatan jalan raya. Ia mengamati sekeliling.

"terlalu banyak mobil !! Tidak bisa ini !!" keluhnya lagi.

Sebuah titik terang muncul dari gelapnya gua. Ia menemukan mobil yang ia baru 15 menit lalu ia lihat.

"baguus !!" katanya sambil mengepal ngepal kotak obat alergi itu dengan girang.

Sementara di dalam mobil, anggota F(x) sedang bermain main.

"yang benar ?? Aku tidak percaya, ah.." kata Victoria mengomentari cerita Luna tentang hantu.

"iih.. benar. Aku bahkan melihatnya sendiri kok .. hii.. pokoknya menyeramkan deeh .." kata Luna.

"coba pakai warna biru.. Mungkin itu solusinya.." usul Krystal pada Amber yang bingung untuk merubah gaya rambutnya.

"atau warna pink ?? Itu kan keren.. Seperti rambutku .." usul Sulli.

"Pink ??!! tidak .." jawab Amber.

Sayangnya, Ririn sedang berusaha menyebrang. Ia berdiri diseberang tempat mobil yang dinaiki F(x) itu. Yang sedang menunggu lampu merah menjadi hijau.

TIN!! TIN!! TIN!!

"heeei !! bosan hidup yaa ??!!" teriak seprang pria dengan kendaraan truk merah besarnya.

"maaf.. maaf.. maaf.." kata Ririn sambil memberi hormat.

Begitu juga dengan pengendara pengendara yang lain. Ia memarahi Ririn karena ia sembarangan menyebrang. Tanpa melihat lampu lalu lintas. Tapi tetap saja Ririn terus berjalan menyebrang sambil mendegarkan ocehan pengendara marah dan klakson sambil memberi hormat.

"maaf..maaf.." katanya.

Karena ia jalan sambil memberi hormat, dan karena hormatnya adalah dengan cara menunduk, maka langkahnya terhenti ketika kepalanya terbentur sesuatu yang keras.

"aduh !!" katanya.

Mobil.

"dasaaaar !!" katanya kesal sambil memukul bagian belakang mobil tersebut.

Pukulan pertama, masih pelan, kedua sampai kelima sedang, dan sisanya, ia memukul dengan kecepatan penuh.

"heeei !!" teriak seseorang.

Ririn menghentikan perbuatan isengnya. dan pintu mobil yang ia pukuli terbuka.

"mati.." kata Ririn setelah meneguk ludah.

"apa yang kau lakukan ??" tanya seorang pria tinggi besar dan memakai baju mahal ala bodyguard. Atau supir.

"aah.. eh.." katanya gugup. Lalu memberi hormat.

"maaf !! Aku tidak tahu .. Maaf !! Aku minta maaf !!" kata Ririn lagi.

"Kau.. jangan kemana mana !!" kata si bodyguard.

"apa ??" tanyanya.

Lalu si bodyguard masuk kedalam mobilnya. Dan menjalankan mobilnya.

TIN!! TIN!! TIN!! Ririn pun menyingkir agar mobil mobil yang lain bisa lewat karena lampu sudah jadi hijau.

TIN!! TIN!! TIN!!

"heeei !!" panggil si bodyguard yang tadi.

Ririn menoleh.

"kemari !!" perintah si bodyguard.

Ririn meneguk ludah.

"apa yang akan dia lakukan ?? Kelihatannya gak bagus nih.. " katanya.

Karena panik dan khawatir akan keselamatan hidupnya, ia berlari kabur.

"heii !! hei !!" kata si Bodyguard lalu menginjak oedal gas mobilnya dan melaju kencang.

"aduuh !!" kata Amber yang badannya terdorong ke depan karena pedal gas.

"sebenarnya ada apa Tuan Kim ??" tanya Krystal.

"aah... Maaf, nona kalau terganggu, tapi tadi ada pengacau.." jawab Tuan Kim, atau si Bodyguard, sekaligus supir.

"sudah, lupakan saja. Kita hampir telat, kau tahu ??" kata Victoria.

"b.. Baik.." kata Tuan Kim lalu berjalan lurus dan tidak mengejar Ririn.

***

"haduuuh.. haduuhh.. udah gak kuat lagii !! Maaf maaf !!" kata Ririn sambil terengah engah.

Tidak ada jawaban.

"eh ??" kata Ririn bingung. Dan ia berbalik badan.

Lemas. Sang Bodyguard telah lenyap dari kejaran.

"huufftt.. Yang penting dia sudah hilang.." kata Ririn lega.

"eh tapi.." ia mengangkat tangannya yang mengepal kotak obat.

"ini bagaimana ya ??"

***

"masa ?? Kau sudah cari di tas ??" tanya Sulli.

"Sudah.. Tapi tidak ada juga.." jawab Amber yang dari tadi gelagapan.

"coba cari di jaket.." usul Krystal sambil minum kopi.

"sebentar..sebentar.." kata Amber sambil menggeledah jaketnya.

"lagipula kenapa bisa hilang begitu saja ??" tanya Krystal.

"kalau aku tahu ini akan terjadi, aku pasti sudah memegangnya erat erat bahkan membawanya ke atas panggung untuk antisipasi.. " jawab Amber.

"ingat ingat kejadian sebelumnya.." kata Victoria.

Amber mengingat ingat.

"terjatuh atau tidak ??" tanya Victoria lagi.

Amber menemukan titik terang. Ia ingat akan sesuatu.

"aaah !!" katanya sambil menjentikkan jarinya.

"apa ?? Kau membuatku kaget saja.." kata Luna.

"waktu itu kan fans mu membuatku terjatuh, Krystal. Dan mungkin obatku juga jatuh.."terka Amber.

"benarkah ?? hanya itu yang membuatmu jatuh ?? Kalau kau tidak ingat jatuh apa tidak ,, sama saja." kata Krystal.

Amber mengingat ingat lagi.

"aah !! Iya !! Benar. Barang barangku juga jatuh waktu itu!! Shin Ririn bahkan membantuku.." Amber berhenti sejenak.

Semua saling bertatapan.

"telpoonn !!!" kata Krystal, Luna, Sulli, dan Victoria.

"tidak bisa.." kata Amber.

"kenapa ??" tanya Sulli.

"aku tidak punya nomornya." jawab Amber.

"bukannya kalian bertukar nomor ponsel ??" tanya Victoria.

"memang, tapi aku memberikanya nomor pemadam kebakaran.. aku juga sudah mengahpus nomornya.." jelas Amber.

"haah ??"

***

"Loh, kok pemadam kebakaran sih ??" tanya Ririn lalu menutup telponnya.

"kenapa Ririn ?? dari tadi kau memencet nomor telpon terus.." tanya Ibu Ririn.

"aah.. enggak, aku hanya ingin tanya teman, tapi sepertinya salah nomor.." jawab Ririn lalu masuk ke kamar.

Ibunya hanya bisa geleng geleng kepala.

"saat seperti ini, malah tidak bisa dihubungi.." keluh Ririn.

***

"yasudah, beli saja lagi. repot sekali" usul Sulli.

"naah !! Itu ide yang bagus !!" puji Luna.

"tapi jam segini mana ada apotik yang buka ?? Terlebih itu kan barang contoh. Dan belum bisa dijual bebas. Iklannya saja belum beredar.." jelas Amber.

"begitu yaa ??" kata Sulli kecewa.

"yasudah.." kata Victoria lalu berlari ke kamar.

"mau apa dia ??" tanya Luna.

Semua mengangkat bahu tidak mengerti.

"naah ini dia !!" kata Victoria setelah keluar dari kamarnya.

"apa itu ?? Yang kau bawa ??" tanya Luna.

"ini ?? Bedak .." jawab Victoria santai.

"hah ??"

"ini dibuat dari menthol. Jadi kulit akan sejuk. Mungkin ini bisa meredakan gatal mu.." kata Victoria sambil mengusapkan bedak menthol itu ke lengan Amber.

"Tapi, aku kan belum alergi." kata Amber.

Victoria jadi salah tingkah.

"eeh.. itu .. AAAH !! ini kan hanya contoh, sudah bagus aku kasih usul.." kata Victoria.

"baik,, baik,, terima kasih.. Kakak.."kata Amber.

***
PLUUUNG !! Ririn membuang kotak obat yang sudah semalaman ia pendam ke dalam tong sampah.

"tidak ada gunanya.." kata Ririn lalu berlari menuju sekolahnya.

***

"Tidak bisaaa ??" tanya Amber.

"produk ini belum bisa dijual." jawab Presdir management.

"kalau begitu, contohnya saja. Boleh aku minta ?? Aku benar benar sekarat.." bujuk Amber.

"aduuh.. Saya tidak tahu harus bagaimana .. aku tidak punya wewenang akan itu.."

"toloong, Presdir. Aku benar benar sekarat.." keluh Amber sambil sesekali menggaruk geruk tangan untuk mendramatisir keadaan.

Presdir hanya bisa geleng geleng kepala.

***

"bagaimana ??" tanya Sulli dan teman temannya di luar kantor Presdir menunggu Amber.

Amber menggelengkan kepalanya.

"dia tidak mau memberikannya.." kata Amber.

"sudah... Tenang saja.." kata Krystal sambil menepuk bahu Amber.

"yaa.. selama kau tidak makan seafood, kau kan tidak akan alergi.. Benar kan ??" terka Sulli.

"yaa.. benar juga.." kata Amber.

"ya kan ?? Sudah, santai saja.." kata Luna.

Amber mengangguk pelan.

"sudaaah,, ayoo.." kata Victoria.

"ayoo.. kemana ??" tanya Amber.

"eehmm.. Tidak tahu juga siih.. Jalan jalan saja .. Bagaimana ??" ajak Victoria.

Semua mengangguk.

***

"waaah.. Bagusnya.. " kagum seseorang.

"keren yaa.." tambah seseorang lagi.

Kelas dipenuhi suara kaguman para wanita SMA, entah karena apa itu.

"pagiiii !!" sapa Ririn yang baru muncul di kelas.

Sepi. Hening. Tidak ada jawaban.

"ada apa sih ??" tanya Ririn heran. Lalu mengahmpiri teman temannya yang berkevibung dan terus menerus berkata "wooww,, keren.." atau "aku suka sekali.." atau bahkan "darimana kau dapatkan ini ?? Bisa berikan padaku ??"

"permisiii.. Aku juga mau lihat .." kata Ririn.

Ia menerobos masuk tubuhnya yang kecil kedalam sekumpulan murid SMA yang sudah penuh sesak itu.

"permisiiii .." katanya lagi.

"hei !! Hati hati kalau jalan.." kata seseorang yang tubuhnya tertabrak Ririn.

"maaf .. maaf.." kata Ririn.

Akhirnya samapai juga Ririn di tempat tujuannya.

"ada apa ini ?? Aku mau.." Ia berhenti sebentar.

"woooww.." katanya dengan mata berbinar.

Ia melihat album bertuliskan ELECTRIC SHOCK F(x).

"waaah !! Kau sudah dapat ??!!" kata Ririn ingin memegang album itu.

Tapi gerakannya didahului oleh si pemilik album. Shin Hyeo Rin. Ia menarik album miliknya.

"kalau kau suka, kau bisa beli .." kata Hyeo Rin santai.

"benarkah ?? Berapa ??" kata semua orang.

"1000 won.." jawab Jyeo Rin.

"haaah ??"

"mahal sekali .." kata Ririn.

"aku juga mahal membeli ini. Lalu sekarang aku jual pada kalian, apa itu tidak merugikanku ?? Enak saja.." kata Hyeo Rin yang memang terkenal sombpng dan pelit.

Ia lalu memasukan kembali album miliknya kedalam tas.

"aku ingin memilikinyaa.." kata seseorang.

"yaa. Beli. Beli. Aku sudah menawarkan .. Tapi sepertinya kalian tidak mengerti ya ??" kata Hyeo Rin.

"tidak bisa kurang ??" tanya Ririn.

"albumnya kan baru. Kalau sudah barang bekas, baru murah." katanya lalu pergi sambil mengibaskan rambuutnya yang panjang dan halus berwarna hitam pula.

Semua memperhatikannya.

"sombong sekali sih dia." kata seseorang pada temannya.

"padahal aku ingin sekali. Kenapa dia kasih harga begitu mahal ??" kata Ririn dalam hatinya.

***

"huuuuhh..." keluhnya setiap ia berjalan sejauh 50 meter.

Dia sangat kesal dengan Hyeo Rin. Dia memang sangat sombong. Dan pelit. Padahal Ririn sangat ingin memiliki album F(x). Karena memang satu pun ia tidak punya.

"Kapan aku bisa memilikinya?? Dengan harga murah pastinya.." keluhnya lagi.

Sebuah keberuntungan ia mengikat tali sepatunya di depan toko kaset paling lengkap. Dan paling mahal. Dan ia menemukan..

"Electric Shock.." katanya sambil memegang kaca dihadapannya yang melindungi banyak CD album dari pencuri.

"heei !! Kalau tidak beli, jangan letakkan tanganmu disitu !! Kau mengotorinya lagi !!" teriak seorang Cleaning Service.

Ririn pun melepaskan dekapan tangannya.

"Jangan pelit begitu,, aku kan cuma ingin lihat saja, masa tidak boleh ??" komentar Ririn kesal.

"Lihat sih lihat, tapi lihat juga tuh !! sidik jarimu membekas disana.. Aku sudah lebih dari 10 kali membersihkannya dari bekas bekas tangan bocah.." katanya lagi.

"Tapi kan hanya kotor sedikit, lagipula ini kan tempat umum.." bantah Ririn.

"iisssh !! Kau ini !!" kesal si Cleaning Service yang hendak melempari Ririn saputangan di bahunya.

Ririn, tanpa banyak bicara lagi berlari. Pulang.
***

"aku pulaaaang !!" sapa Ririn saat sampai dirumah.

Ririn menyelonong masuk ke kamarnya.

"heei,, heii,, Ririn !!" cegah ibunya.

Ririn menghentikan langkahnya. Dan menolehkan mukanya ke arah ibunya.

"ada apa ??" tanya Ririn yang sudah setengah jalan menuju tangga.

Ibu menghampiri Ririn.

"ini.." kata Ibu mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong bajunya.

Ririn kaget.

"i..ini.. ini kan.." kata Ririn heran.

"tadi ibu tidak sengaja bertemu kau dijalan, saat ibu belanja. Tadinya mau ibu panggil saat kau berdiri di depan tong sampah, eh tapi kau malah berlari duluan, karena penasaran, ibu ambil ini dari tong sampah tersebut.." jelas Ibu.

"lalu ??"

"Ibu mengocok ngocok kotak ini. Ini masih penuh isinya. Bahkan masih disegel, lihat.." kata Ibu menunjukkan segel di kotak obat itu.

"ibu.. tapi ini.."

"kau ini bagaimana ?? Ibu ini bekerja keras untuk kalian, bahkan ibu baru tahu kau alergi, alergi apa ?? Kau beli obat pun tidak pernah bilang ?? Kenapa ??"

"itu.. itu bukan.."

"Apa kau sudah punya pekerjaan ?? Hingga membeli obat yang mahal ini pun tidak bilang pada ibu ??"

"Tapi bu.."

"Oke, Ibu bisa mengerti kau membelinya, mungkin kau menabung untuk itu.."

Huuuuufftt.. Ririn melepaskan semua penatnya.

"Tapi.."

'Aduuhh...' kata Ririn dalam hati.

"kenapa barang mahal seperti ini kau uang begitu saja ?? Dari bungkusnya saja sudah terlihat, mahal. Ya kan ?? tapi barang masih disegel begini kau buang begitu saja ?? Kau tahu kan apa yang namanya hemat ?? Ibu kan sudah bilang .."

"Baiiik !!" potong Ririn.

"Ibu, dengarkan dulu penjelasanku.." pinta Ririn.

***
"Naah.. Mau pesan apa ??" tanya Victoria di suatu restoran.

"Aku.. Pesan es krim saja deh. Aku sedang kenyang." jawab Sulli.

"Aku pesan Bimbimbap. Aku ingin sekali.. Sudah lama tidak makan Bimbimbap.." kata Luna.

"Ramen, ada kan ??" tanya Krystal.

"sebentar.." kata Victoria melihat menu.

"ada.. ada.." jawabnya lagi.

"kau ??" tanya Luna.

"ehmm.. Sebentar.. Aku pesan .. Apa ya ?? Coba aku lihat menunya.." pinta Amber pada Victoria.

"ini.." kata Victoria menyerahkan menunya.

Amber melihat lihat menu.

"Aku mau pesan .. Ramen juga, tapi yang X.." kata Amber.

"hah ?? Apa itu ??" tanya Sulli.

Semua bergantian melihat menu.

"Apa itu?? X ??" tanya Luna.

"Tidak tahu. Coba saja." kata Amber.

"Yakin ??" tanya Krystal.

Amber mengangguk.

***
"aduuhh.. Kenyangnyaa .." kata Amber. Lalu sendawa.

Hal itu membuat semua tertawa.

"Nona, ini bon nya.." kata si pelayan.

"oh, ya.." jawab Victoria.

"Kau yang bayar ??" tanya Sulli.

"tentu saja .." jawab Victoria.

"Asiiiiiikk !!" seru semua.

Semua tertawa. Tapi Amber berhenti sejenak. Ia mulai merasa aneh pada tubuhnya.

"hahha.." Krystal yang duduk disampingnya pun ikut berhenti tertawa melihat tingkah Amber.

"Kau kenapa ??" tanyanya.

"aah.. Tidak, hanya .. Kurasa badanku gatal.." jawab Amber.

"gatal ?? AH !! Jangan jangan.."

Krystal dan Amber sama sama melotot. Krystal langsung mencegah si Pelayan pergi.

"Tuan !! Tuan !!" seru Krystal.

Semua menoleh. Termasuk si Pelayan.

"ya ??" kata si Pelayan.

"Tadi teman saya pesan Mie Ramen X.. Itu isinya apa ??"

"oh, mie ramen biasa, hanya diberi ekstra pedas, porsi lebih besar.. dan.."

"apa ??"

"kuah Seafood.."

"hah ?!!!"

"Bukannya kau alergi seafood ??" tanya Sulli.

"memaang.. -,-" .." kata Amber sambil menggaruk tangannya.

"Apa ada yang salah ??" tanya si Pelayan.

"Kenapa tuan tidak bilang kalau Ramen X itu pakai kuah Seafood ??" tanya Krystal.

"Kenapa kalian tidak bertanya padaku ?? Dan kuah seafood ini banyak yang suka, jadi kami samarkan jadi X .." jawab si Pelayan.

"alasan macam apa itu ??" tanya Luna.

"Memang benar kan ?? Kalau pun teman kalian punya alergi, kenapa tidak bertanya dulu tentang menu yang ia pilih ??" balas si Pelayan.

Semua terdiam.

"Yasudah, terima kasih. Kau bisa kembali bekerja.." kata Krystal.

Si Pelayan memberi hormat lalu kembali bekerja. Tinggal F(x) yang sedang merenung.

"Lalu bagaimana ??" tanya Luna.

"Apanya yang bagaimana ?? Ya tentu saja harus beli obat alergi. Secepatnya." jawab Victoria.

"Beli dimana ??" tanya Sulli.

"Tentu saja beli di apotek.. Kau ini.." kata Luna.

"Yasudah, ayo cepat beli. Badanku sudah gatal nih .." kata Amber.

"Sabar doong, makanya, kalau tidak tahu, jangan dicoba dulu. Tanya dulu.." keluh Krystal.

"Maaf.." kata Amber yang menunduk menyesal itu.

***

"Jadi ini bukan milikmu ??" tanya ibu.

Ririn menggeleng.

"Bukan, Bu.." jawabnya.

Ibu memberikan kotak obat itu kepada Ririn.

"Ini, cepat kau kembalikan ke pemiliknya." pesan Ibu.

"Tapi, bagaimana caranya ??" tanya Ririn.

"Ibu tidak peduli, pokoknya kau harus cepat kembalikan.. Apapun caranya." kata Ibu lalu pergi.

"Ibu.. Ibu.. Tunggu, Bu !!" kata Ririn yang menyusul Ibunya.

CKLEK !! Ibunya sudah mengunci pintu kamarnya.

"aaahh.. Dasar Ibu.." keluh Ririn.

Ririn pun akhirnya kekamar. Merenung mencari jalan keluar.

"Satu satunya cara untuk bertemu dengan mereka lagi adalah.. Tahu dimana mereka berada, dimana mereka tinggal, dimana mereka tidur, dan kemana mereka.. AHH !!"

Ririn punya ide.

Ia membuka laptop pemberian pamannya. Menghubungkannya ke internet. Dan membuka google.

"Profil.. F(x).." katanya komat kamit sambil mngetik.

Tunggu sebentar.

"Naah.." katanya. Lalu mengklik salah satu artikel.

"Tinggal di asrama, ya ??"

"Baik,, kita cari asramanya dimana .."

30 menit.

1 jam.

1 jam 30 menit.

"aaaaaaaaaaaaaaarggghhh !!!!"

Semua artikel telah dibuka, tapi tak ada satu pun yang menjelaskan dimana keberadaan asrama Amber.


"aduuuuuhh .. Bagaimana bisa mengembalikannya ??" tanya Ririn bingung.

"Kakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakk !!" panggil Ryu, adik Ririn.

Ririn menutup telinganya yang hampir retak setiap mendengar namanya keluar dari teriakan adiknya yang bersuara EMAS itu.
Quote
Share

Giselle Gionne
Honored Member
Giselle Gionne
Honored Member
Joined: March 29th, 2012, 1:36 am

June 26th, 2012, 4:33 am #2

Halo, pramitaputri-san!

Pertama2, ini fic apa ya? O.o apakah Anda sudah pernah membaca rules mengenai post fanfiksi di Infantrum? rules

Lalu, kalo udah post fanfiksi mu di sini, harap lapor ya di http://s3.zetaboards.com/Infantrum/topic/7305210/5/#new. Berikan judul fiksimu, Rate, Fandom, Genre, Karakter (selengkapnya bisa dilihat di link tersebut, kamu klik saja)

Oke deh, kita ke bagian cerita.

Fiksinya aku sedikit bisa mengerti, bertemu idola ya? Sayang, kamu tidak memberi deskripsi yang cukup, sehingga bisa kurang dipahami secara lebih lanjut.

Kedua, kapitalisasi. Untuk awal kalimat, nama, nama kota, negara, dan beberapa lainnya, maka kamu wajib beri Kapitalisasi atau huruf besar.

Ketiga, itu dikasih line break ya setiap memulai paragraf baru, jadi kesannya gak numpuk. XD

keempat, "kami mau F(x) !!" teriak seseorang > "Kami mau F(x)!!!" teriak seseorang.

Nah, di awal dialog juga mesti di kasih kapitalisasi, lalu tanda baca yang tanda seru itu, yang lazim tiga atau satu saja, kalo satu nanggung. Lalu, beri tanda titik untuk mengakhiri paragraf.

Kelima, kalimat dan tanda baca seperti koma, titik dll tak usah dikasih spasi, oce?

Saya rasa, segitu saja dulu? Ditingkatkan terus ya, pramirtaputri-san.

mungkin yg lain mau menambahkan?
In the end...
...nothing's really changed.


Quote
Like
Share

Deleted User
Deleted User

June 27th, 2012, 4:34 am #3

Terima kasih atas pengetahuannya lebih lanjut. Lain kali saya akan lebih teliti mengolah kalimat. Untuk informasinya, terima kasih banyak. Juga balasannya, karena itu membuka cakrawala saya, agar saya lebih teliti lagi. Sekali lagi terima kasih banyak !!
Quote
Share