Logika Cerita Untuk Penulisan yang Lebih Baik

Chira
Premium Member
Chira
Premium Member
Joined: October 17th, 2012, 5:25 am

July 9th, 2013, 3:07 pm #1

Minna,

saya menemukan sebuah artikel bagus, dan mungkin para fanficcers2 disini akan tertarik untuk membacanya.
Artikel aslinya dalam bahasa Inggris, dan saya hanya menerjemahkan.

Berikut ini adalah artikelnya:
wrote:
7 Ways to Use Brain Science to Hook Readers and Reel Them In


Ini adalah 7 rules untuk membuat sebuah cerita yg bisa bikin pembaca gak sabar untuk segera membalik ke halaman berikutnya. Nah, selamat membaca.

#1 Surprise Us
Kejutan menarik perhatian kita dengan cara memutarbalikkan perkiraan yg kita buat. Bayangkan saja kalau konflik di cerita itu seperti kail pancing yang menarik perhatian pembaca. Tanpa adanya "kail pancing" itu, sebuah cerita tak lebih dari hanya sebuah kumpulan event random yg gak jelas. Bukankah itu membosankan?


#2 Make Us Feel It
Sains telah membuktikan kalau otak kita lebih mengutamakan emosi dibandingkan alasan, dalam membuat suatu keputusan. Jadi, tidaklah mengagetkan kalau ketika kita membaca suatu cerita--jika kita tidak merasakan emosi di dalam cerita itu, sama saja dengan kita tidak membaca apapun sama sekali.
Cobalah untuk membuat pembaca merasakan apapun yang dirasakan si tokoh dalam cerita--menginginkan apa yg si tokoh inginkan, atau takut pada apa yg ditakuti sang tokoh.
Ini berarti bahwa sang tokoh pasti bereaksi terhadap kejadian apapun yg menimpanya, sehingga kita tidak dapat melihat n mengerti cara berpikir sang tokoh.


#3 Let Us In On The Protagonist’s Goal

Semua org memiliki agendanya masing2. Tanpa tujuan, itu sama saja dengan membuang-buang waktu. Itulah mengapa penting bagi kita utk mengetahui tujuan sang tokoh. Yang lebih penting lagi, mengapa sang tokoh bisa menginginkan hal itu? Dan, apa saja yang menghalanginya utk mencapai tujuan tsb?


#4 Only Tell Us What We Need to Know

Otak kita hanya menyimpan memori dari apa yang menarik perhatian kita. Selebihnya, hal itu akan dilupakan. Hal yg sama berlaku jg dalam hal cerita. Pembaca mengira kalau hal2 yg kita dekskripsikan dlm cerita tsb merupakan hal yg benar2 penting. Itu berarti, jika kita menuliskan hal2 yg remeh, tentu saja itu akan menimbulkan pembaca salah mengira kalau itu adalah hal yg penting.


#5 Give Us Specifics

Kita tidak berpikir secara abstrak--kita memikirkan sesuatu dengan memvisualisasikannya di dalam otak kita.Jika kita tidak bisa membayangkannya, hal itu tak memiliki arti untuk kita.
Jadi,dekskripsikanlah hal2 yg terjadi dalam cerita kita scr spesifik. Untuk trik mudahnya, cobalah tutup mata kita. Dengan mata tertutup, bisakah kau melihat n membayangkannya? Jika tidak, maka hal yg sama berlaku jg untuk pembaca.


#6 Give Us Conflict

Kita tdk menyukai konflik--di dunia nyata. Jadi, tentu saja kita akan menghindari itu krn itu membuat kita tak nyaman. Sebagai hasilnya, kebanyakan penulis bersifat "terlalu baik" pd tokoh yg ada dalam cerita.
Tapi sayangnya, justru sebuah konflik-lah yg dicari pembaca dlm sebuah cerita.
Jadi, bersifat kejamlah pada tokoh yg kita buat. Bukan hanya untuk kebaikan tokoh itu saja, tapi untuk pembaca juga.


#7 It Must Make Sense to Us
Otak kita menganalisa setiap hal dengan logika sebab-akibat -- jadi bisa diasumsikan kalau hukum kausalitas adalah hal penting yg berlaku di dunia ini. Jadi jika sebuah cerita tidak mengikuti hukum sebab-akibat ini, maka cerita itu akan sulit dimengerti oleh kita. Bisa saja pembaca jadi tidak tahan untuk menutup buku itu segera.
Aksi--reaksi--keputusan, itu adalah hal yang membuat sebuah cerita terus berjalan kedepan.
--

Diterjemahkan dari: http://writetodone.com/2012/08/06/usebr ... l-them-in/

Semoga bermanfaat.

Oh ya, satu lagi..
KBBI Offline Apps.
Sangat direkomendasikan untuk teman2 author sekalian. Untuk EYD yang lebih baik.

Sekian, semoga bermanfaat bagi teman2.
Granny Chiyo..this is the path I've taken. The path of art.
Quote
Like
Share

Clarione
Premium Member
Clarione
Premium Member
Joined: December 9th, 2012, 7:38 am

July 20th, 2013, 7:37 pm #2

tips yang bagus


"The land covered by ice, the burning water, i don't care what, The One who saw that things must be the freest person in the world ...."
Quote
Like
Share

Chira
Premium Member
Chira
Premium Member
Joined: October 17th, 2012, 5:25 am

July 20th, 2013, 11:43 pm #3

Thanks~
Granny Chiyo..this is the path I've taken. The path of art.
Quote
Like
Share

Clarione
Premium Member
Clarione
Premium Member
Joined: December 9th, 2012, 7:38 am

July 20th, 2013, 11:49 pm #4

Aku kebantu banget sama KBBI-nya xD


"The land covered by ice, the burning water, i don't care what, The One who saw that things must be the freest person in the world ...."
Quote
Like
Share

Chira
Premium Member
Chira
Premium Member
Joined: October 17th, 2012, 5:25 am

July 20th, 2013, 11:56 pm #5

udah kamu download?
iya, lumayan utk milihin judul cerita~ XD
Granny Chiyo..this is the path I've taken. The path of art.
Quote
Like
Share

Clarione
Premium Member
Clarione
Premium Member
Joined: December 9th, 2012, 7:38 am

July 21st, 2013, 12:07 am #6

nambah diksi juga xD <<< payah di diksi xD
iya udah kudownload :3


"The land covered by ice, the burning water, i don't care what, The One who saw that things must be the freest person in the world ...."
Quote
Like
Share

Chira
Premium Member
Chira
Premium Member
Joined: October 17th, 2012, 5:25 am

July 21st, 2013, 12:11 am #7

hee? ._.
diksi kamu lumayan bagus kok~ XD kamu pinter bikin di dekskripsinya
Granny Chiyo..this is the path I've taken. The path of art.
Quote
Like
Share

Ann-chAn
Honored Member
Ann-chAn
Honored Member
Joined: September 5th, 2010, 1:47 pm

July 21st, 2013, 3:50 am #8

Untuk Chira dan Clarione, tolong jangan oneliner ya. Dan sebisa mungkin ngobrolnya masih nyambung dengan topic.

Btw, membahas artikel itu sendiri... Yang nomor 3-4 tuh yang paling nggak bisa saya lakukan. Susyah. Apalagi kalau menulisnya dengan 3rd POV, yang dalam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah disebut "sudut pandang orang ketiga serba tahu". Karena kita serba tahu, dan jalan cerita ada di tangan kita, susaaaah rasanya buat ngerem jari ini biar nggak membeberkan terlalu banyak hal =____="

Terus, poin nomor 7. Ini nih yang bikin saya sering macet kalo nulis cerita. Udah punya rencana si A mau diapain dan si B mau bereaksi gimana, tapi setelah dipikir-pikir lagi, it doesn't make sense. Akhirnya berhenti dulu, berusaha mencari cara agar itu bisa jadi masuk akal. yang seringnya gagal dan fic itu pun terbengkalai hehe

Adakah yg punya masalah sama kayak saya? Ada yg punya masukan?
Someday, somewhere, anytime, in any place--
--in the night of all the angels
Take me to the nowhere land
nowhere - FictionJunction YUUKA
Horeee, saya sudah sesuai peraturan!
Quote
Like
Share

Chira
Premium Member
Chira
Premium Member
Joined: October 17th, 2012, 5:25 am

July 21st, 2013, 5:03 am #9

Oke, makasih pemberitahuannya Ann-san

hmm, kalau saran sih..hmm, mungkin bayangkan anda sebagai pembaca cerita tsb, bukan penulisnya. atau, coba posisikan sudut pandang anda dalam pikiran sang tokoh. Anggep aja kyk roleplay gitu, hehe.

Semoga membantu
Granny Chiyo..this is the path I've taken. The path of art.
Quote
Like
Share

Hikari Kamishiro
Premium Member
Hikari Kamishiro
Premium Member
Joined: January 14th, 2011, 3:13 pm

August 14th, 2013, 12:25 am #10

Mungkin cara penulisanku yang hanya mengalir apa adanya kurang cocok untuk "dijejel" oleh metode2 seperti di atas. Tapi bisa jadi pelajaran dan patut dicoba tuh
As Authors, it is our duty
To create lovable, enticing Characters
And do horrible, evil things to Them
Quote
Like
Share