Bicarakan tentang Fanfiction secara general di sini.

Larangan Menulis Fanfiction oleh Pemilik Karya Asli

Oryn
Premium Member
Oryn
Premium Member
Joined: November 6th, 2009, 2:01 am

June 18th, 2012, 11:07 am #1

Sepertinya belum ada yang pernah membuat thread dengan tema ini, tapi bila ternyata sudah ada, harap moderator yang terhormat mengambil tindakan.

Oke. Fanfiction ternyata tidak selalu menjadi aktivitas "bawah tanah" fans suatu karya. Ada juga pemilik hak cipta (penulis, produser, dan sebagainya) karya asli yang mengetahui eksistensi fanfiction yang dibuat para fans dan sikap mereka beragam mengenainya, mulai dari yang cuek belaka, membiarkan, melarang, sampai berinisiatif melaporkan fans tak berdosa (cih) ke pihak berwenang dengan tuduhan melanggar hak cipta. Sekedar contoh, satu di antara penulis yang mengecam keberadaan fanfiction adalah George R.R. Martin, penulis saga A Song of Ice and Fire (lebih populer: Game of Thrones). Menurutnya, fanfiction adalah bentuk latihan yang buruk bagi penulis pemula. Nah, pertanyaan saya, seandainya pemilik karya asli yang kalian sukai melarang kalian menulis fanfiction yang didasari karya itu, apa kalian akan mematuhi larangannya ataukah terus maju jalan menulis fanfiction? Mengapa?
Safe, sane and single.
Quote
Like
Share

Michelle Aoki
Honored Member
Michelle Aoki
Honored Member
Joined: September 8th, 2011, 6:27 am

June 18th, 2012, 12:31 pm #2

uhuks, tret ini membuat saya galau

Awalnya, karena saya anak yang baik, tidak sombong dan rajin menabung, saya berpikir buat nurut sama apa kata penulis asli. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, kenapa imajinasi saya harus dibatasi? >> pemikiran egois

Trus kalo penulis utama melarang fansnya untuk membuat fanfiction, kan nggak mungkin beliau melarang satu-satu? Duh, mas, mbak, itulah resikonya jika Anda terkenal, punya banyak fans di seluruh dunia. Apalagi banyak banget situs fanfiksi yang ada di internet, kayak FFn ini. Belum termasuk blog pribadi yang mungkin memuat RPF, songfic, rate MA, dan segala macam fic yang nggak mungkin diizinkan di FFn (/\)

Saya akan tetap menulis, tidak ada siapapun yang bisa melarang saya, meskipun pengarang asli itu sndiri. Meskipun saya juga bisa bikin orific, tapi entah mengapa, ada suatu kesenangan sendiri saat mengetik fanfiksi. Lagipula, bukankah saya sudah menulis disclaimer dan saya menulis itu bukan untuk kepentingan komersil? Buat apa ada yang namanya penuntutan karena melanggar hak cipta?
thanks for all of you who vote me, i love you. truly :")
my social network accounts here and here
my fanfictions here
my cosplay photos here and here
my artworks here
Quote
Like
Share

ichi
Honored Member
ichi
Honored Member
Joined: August 19th, 2010, 11:45 am

June 18th, 2012, 12:51 pm #3

saya tetep nulis fanfiksi meski pemilik karya asli melarang :p /rulebreakersejati

karena saya orangnya kalo dilarang tambah jadi /alasanmacamapaituhei terus alasannya si pemilik karya asli melarang kenapa? takut hak ciptanya direbut? kalo takut karya aslinya direbut, ngga usah takut, toh banyak orang juga yang tau kalo ide aslinya punya dia :p lagian banyak juga tempat buat nulis fanfiksi. di dunia maya situsnya udah banyak banget, penulis fanfiksi yang karyanya buat disimpen doang di lappie juga ada. masa mau ngerazia satu-satu? =A="

lagipula saya menulis fanfiksi lebih untuk kepuasan pribadi, bukan komersil. saya juga mencantumkan disclaimer sebagai pernyataan bahwa saya tidak memiliki hak cipta atas animanga/buku/film/apalah tersebut. jadi kenapa harus dilarang kan? :p
'hush, the world's watching us.'


FFN; AO3; HOME; TUMBLR
Quote
Like
Share

Koryuusei
Honored Member
Koryuusei
Honored Member
Joined: March 22nd, 2012, 11:21 am

June 18th, 2012, 12:56 pm #4

Hmm... ternyata tret ini begitu mendalam, ya.

Menurutku, ada sisi yang benar dari perkataan George R.R. Martin, karena ada juga beberapa Fanfic yang begitu menyampah level keterlaluan, sampai ada yang melanggar peraturan FFnet. Meski begitu, ada juga, koq, Fanfic yang brilian, seperti Imperfect Metamorphosis oleh Takerfoxx *maaf mendadak promosi*. Poinnya, sih, tergantung yang menulisnya.

Kalau semisalnya pemilik karya yang kusukai melarang untuk menulis Fanfiction, aku mungkin bakal beralih ke Doujin Manga ataupun Fangame (meskipun itu lebih sulit dari menulis Fanfic), yang penting aspirasiku sebagai fan terpenuhi. Lebih baik menurut, kan, daripada harus kena masalah? =_=
For the only male in Gensokyo, 14th March is very dangerous day


Quote
Like
Share

Giselle Gionne
Honored Member
Giselle Gionne
Honored Member
Joined: March 29th, 2012, 1:36 am

June 18th, 2012, 2:47 pm #5

Saya akan berhenti. Saya akan menghormati yang bersangkutan, karena saya yakin FFn tidak akan mau bercapek2 ria dengan menanyai satu per satu 'pemilik' fandom dan meminta kewenangan dari mereka.

Lagipula, seandainya saja suatu hari nanti saya menjadi salah satu dari 'pemilik' fandom tersebut dan saya tidak suka, tentunya saya juga akan meminta hak dan tuntutan.

Mungkin akan hengkang, jika seandainya yang bersangkutan minta hak kepemilikannya di klaim agar fandomnya hilang. Toh, saya bisa menulis di bidang yang lain, bukan?

Menurut saya sih, kalo ternyata FFn memang tidak meminta hak ijin kepada masing2 'pemilik' fandom yang sudah beredar luas, tentunya itu kesalahan FFn juga. Jadi saya sih adem ayem aja, meskipun mungkin awalnya agak kecewa. Tokoh yang sudah susah2 mereka bikin malah kita 'acak2', mungkin sebal juga mereka. XD
In the end...
...nothing's really changed.


Quote
Like
Share

Haruki_Irish!
Honored Member
Haruki_Irish!
Honored Member
Joined: June 4th, 2009, 5:10 am

June 18th, 2012, 11:28 pm #6

Saya baru aja mau nulis George RR Martin ngelarang nulis fanfic...yang membuat saya jadi gak tega untuk nulis fanfic ASOIAF. Oh well, darling...
(Yah, meski seinget saya Anne Rice-nya Interview With Vampire juga gak setuju sih :-? Terus ada lagi, tapi saya lupa siapa ajaaaaa orz )

.

.

Saya pribadi sih, kayaknya bakalan gak nulis di fandom itu. Yah, anggap aja ngehormatin yang punya fandom. Meski ya itu--ndaaak nahaaaan :|| #blah.
Toh masih ada cara lain sih untuk fan-work kan. Fanmixlah, meta essay, apaanlah :-? Yaah, ketimbang kena masalah. Soalnya memang tetep aja yang buat aslinya punya hak untuk menuntut, kan? Just my two cents, anyway.

tapi saya pernah pake fandomnya dong pas drabble berantai, pas belum tahu gak boleh. /buangmuka/ /heh/
"I just need to be able to connect to people like you can...
then I can make everyone happy."*


(icons | mine)
Quote
Like
Share

Oryn
Premium Member
Oryn
Premium Member
Joined: November 6th, 2009, 2:01 am

June 19th, 2012, 5:50 am #7

Wah, jadi seru juga ini tanggapannya.

Ada beberapa isu yang mencuat mengenai persoalan ini, yang pertama adalah seberapa jauh seorang pemilik karya benar-benar mempunyai kuasa atas karyanya yang telah dimunculkan di ruang publik? Baiklah, jika karya seseorang dipakai oleh orang lain untuk tujuan komersial tanpa izin, tentu si pemilik berhak protes sampai menuntut. Namun, bila karya itu dipakai semata untuk tujuan kesenangan tanpa cari untung, apa itu mau dilarang pula? Toh, tidak ada yang benar-benar asli murni di bawah matahari, dalam artian setiap karya buatan manusia niscaya mengandung elemen karya bikinan orang lain, baik diakui atau tidak, disengaja atau tidak. Dengan kata lain, seberapa "porsi" kepemilikan si pencipta karya dibanding masyarakat yang menikmati karyanya? Yang terakhir disebut itu kan bisa saja menulis fanfiction karena merasa dirinya adalah bagian dari suatu karya, bagian dari orang-orang yang mencintai karya itu dan karenanya yakin bahwa ia boleh "mengembangkan" karya tersebut.
Safe, sane and single.
Quote
Like
Share

jendaiyu
Premium Member
jendaiyu
Premium Member
Joined: December 9th, 2011, 4:16 am

June 19th, 2012, 7:50 am #8

Hm. thread yang menarik.


Kalo saya sih bakal menghormati keputusan author originalnya dengan tidak mempublikasikan fanfiksi buatan saya. Tapi cuma sampe disitu aja. Karena ada kalanya saya pingin menuangkan imajinasi saya yang muncul karena emosi (karena suka) pasti saya tulis, tapi nggak di publis secara umum/terbuka. Paling saya kasih unjuk temen saya doang satu. yah minta pendapatlah.

Nggak bakal ada yang pingin tau sih atau mungkin ini udah out of topic, tapi kalo saya pribadi, misalkan jadi author terkenal gitu dan punya fandom, saya bakal seneng banget dan baca fanfiksi-fanfiksi, fanart dsb. Saya pingin liat sejauh mana sih pembaca suka, mengerti, mendalami karya saya.
Quote
Like
Share

Sanich Iyonni
Honored Member
Sanich Iyonni
Honored Member
Joined: June 1st, 2009, 8:09 am

June 19th, 2012, 9:43 am #9

Kalo Games of Throne mah tanpa di-fanfic-in karya aslinya udah keren sangat! Saya pribadi gak akan tega bikin fanfic untuk cerita-cerita yang feel-nya udah sekuat itu, soalnya saya memuja canon-nya abis-abisan. Standar untuk fanfic yang gak akan merusak cerita sekeren itu bakal tinggi banget!
.
Anyway saya biasanya cuma nulis fanfic kalo fandomnya ada di FFN dan ada fanficnya. Fandom ada berarti ceritanya boleh di-fanfic-in kan? Karena FFN gak bakal memuat fandom yang gak diizinkan ada fanficnya oleh penulis aslinya.
Dan setahu saya, kebanyakan kreator yang melarang fanfic adalah penulis buku (novel). Saya jarang pengin nulis fanfic berdasarkan novel karena saya biasanya memuja canon-nya. Makanya butuh keberanian besar waktu saya mau nulis fic Harpot, Darren Shan, dan Demonata.
Mohon patuhi peraturan Infantrum demi kenyamanan kita bersama.
Quote
Like
Share

Moonlight M3lody
Honored Member
Moonlight M3lody
Honored Member
Joined: October 29th, 2009, 12:45 pm

June 19th, 2012, 10:57 am #10

wrote:Hm. thread yang menarik.


Kalo saya sih bakal menghormati keputusan author originalnya dengan tidak mempublikasikan fanfiksi buatan saya. Tapi cuma sampe disitu aja. Karena ada kalanya saya pingin menuangkan imajinasi saya yang muncul karena emosi (karena suka) pasti saya tulis, tapi nggak di publis secara umum/terbuka. Paling saya kasih unjuk temen saya doang satu. yah minta pendapatlah.

Nggak bakal ada yang pingin tau sih atau mungkin ini udah out of topic, tapi kalo saya pribadi, misalkan jadi author terkenal gitu dan punya fandom, saya bakal seneng banget dan baca fanfiksi-fanfiksi, fanart dsb. Saya pingin liat sejauh mana sih pembaca suka, mengerti, mendalami karya saya.
Seconded. Paling-paling enggak di buku tulis yang bertebaran di lemari saya atau ngelamunin di pikiran orz.
Ada atau tidak fandomnya di FFn tidak menghalangi kita menulis buat konsumsi pribadi,kan?
Dulunya saya mungkin tipe 'pemberontak', tapi setelah baca banyak artikel tulisan para penulis karya asli itu... mulai mikir juga, mungkin kalau suatu saat kita punya fandom, apa kita rela karakter dan dunia yang udah kita buat sepenuh hati jadi korban junkfic?--> Kualitas fanfic makin menurun seiring besarnya fandom, kayaknya.

Di sisi lain, seperti quote dari jen dai diatas: saya pengen tau juga apa yang mereka tulis tentang karya kita, walaupun bakal langsung menghindari junkfic, dan (no offense) slash/femslash,lemon, etc demi menjaga image karya itu di pikiran saya.
Mungkin kalau ada yang jadi author dengan fandom luas suatu hari nanti, bisa memilih fanfic-fanfic yang anda rasa keren, sesuai dengan karya anda, etc(baca:berkualitas) untuk dibukukan? Semacam official approval dan mendorong tumbuhnya fic yang lebih baik di fandom anda.
Oke, itu OOT.

Saya lupa siapa, ada yang pernah menyebutkan, setelah seorang pencipta merilis karyanya ke publik, secara nggak langsung dunia dan karakter ciptaannya telah menjadi ranah publik. Karena itu seberapapun kita suka pada satu tokoh yang kita buat, misalnya, pasti ada orang yang tidak suka, dan sebaliknya. Begitupun dengan alur dan penokohan yang kita tetapkan, pasti ada saja yang menginterpretasikan secara lain. Mereka mencintai dunia kita walau dari sudut pandang berbeda. Dari sinilah akar fanfic/fanart/fangame/fanproduct lainnya.

Sebenarnya bagi saya pribadi itu semua tidak masalah, asalkan satu: kualitas. Menulis fanfic di sebuah fandom berarti kita suka fandom itu kan? Berarti harus tanggung jawab membuat karya yang bagus. Junkfic dan OOCness adalah salah satu alasan penulis asli gak suka fanfic,kan?

BTW, saya juga menghindari menulis di beberapa fandom yang saya anggap 'sakral', biasanya karena nostalgia tertentu
Quote
Like
Share