Hayato Arisato
Intermediate Member
Hayato Arisato
Intermediate Member
Joined: September 26th, 2009, 5:15 am

February 4th, 2011, 12:33 pm #41

Saya gak pernah mikir berapa reviewer-nya. Saya cuma mikir bagaimana agar pembaca tidak menunggu kelanjutan multi-chaptered atau oneshot yang bakal saya publish.

Saya punya fic yang pointless banget, gak ada maknanya. Tapi, entah kenapa saya gak mau--er, lebih tepatnya gak rela menghapus fic itu walau cuma nyampah.

Karena saya masih pemula, masih belajar. Jadi saya tunjukkan saja, gak usah malu. Karena sampai akhir hidup saya, saya akan trus belajar.
Do you mind to read my fic? You can find the profile of an untalented author, here
Quote
Like
Share

knocturne
Intermediate Member
knocturne
Intermediate Member
Joined: December 27th, 2010, 6:43 am

February 5th, 2011, 2:00 am #42

dlu sih senang banget dapat review banyak
tapi lama-lama jadi makin males lihat, soalnya kebanyakan cuma bilang "Bagus, update ya." tanpa konkrit
padahal saya nyarinya sekarang kualitas - untuk koreksi diri dan improvisasi orz
Quote
Like
Share

Deleted User
Deleted User

February 5th, 2011, 3:45 am #43

Mungkin pandanganku terasa berbeda diantara teman-teman lain.

Secara jujur, gw paling nga suka org bila "kalau gw ng dapat 'sekian' review gw nga update". Maaf bgt loh, tapi terus terang gue bilang author it CHILDISH/Kekanak-kanakan. Umur mereka mungking lebih muda daripada yang kita tahu. Why? Karena mau nga mau kita tau bahkan di dunia yang sebenarnya, itulah realita yang ada. Kadang kita nga bisa dapat apa yang kita inginkan, atau orang lain kurang sreg menerima ide kita. Tapi secara nga langusng, memang bagi mereka itu cara yang nekat untuk mendapatkan apa yang mereka pikir layak terima.

We all want reviews, so what? Inget loh, yang menulis di FFn itu ng hanya teen/orang dewasa(ya aku kenal dengan mereka yang umur 30an di sana). Ada yang baru mulai (mereka ada yang 10-12 tahun), wajar sekali kalau mereka mau cepat-cepat dapat review banyak karena mereka kurang tau soal feedback dengan kulitas. Lebih wajar lagi kalau mereka teens dan mereka baru kenalan dengan fanfiction. Baru tau soal fanfics tapi nga tau medan perang (iyalah! rebetun review kan? )

Oleh karena itu, wajar kalau lahir2 para2 Flamer yang udah kesal.

Memang yang bagus sering kali kelewatan dengan mereka yang aktif mempromosikan dirinya (ya, itu KENYATAAN) walaupun kita tidak suka caranya. Misalnya, apakah kalian pernah berfikir kalau buku itu dinilai berdasarkan 'Best SELLER'? Yang paling baik kan penjualannya, bukan KULALITAS buku atau ceritanya.

Contoh yang paling jelas Twighlight Saga. Best Seller di mana2, padahal tokoh ceritanya Mary Sue. Kenapa? Simple koq, pasarannya luas (teenager girls-moms), cerita ala romance and fiction, dan tepat mengenai target. Yang seharusnya kita ngasih selamat BUKAN sama Meyer, tapi bagian sisi pemasaran bukunya yang luar biasanya kreatif dan mampu menjual bukunya. *Maaf, keluar bagian sisi pemasaran saya* #plak

OK... Back to pendapat saya soal Kualitas vs Kuantitas:

Ada yang di thread ini mengakatan, "kadang males di fic main stream, soalnya gampang kegeser" dan "lebih berarti dapat di fandom pinggiran".

Betul sekali, dan tentunya pasti hal ini mempengaruhi angka review yang didapatkan. Tapi apakah kalian pernah berfikir di balik itu ada sebuah tantangan? Kuantitas juga merupakan tanda yang menandakan seberapa besar anda mampu menarik perhatian orang lain membaca dan kommentar fic anda buat (walaupun hanya sekedar minta update).

Yang mungkin suka fandom pinggiran biasanya adalah mereka yang menulis one-shot (ini Ok-lah, gw ngerti soal cepat 'kegeser') tapi nga ada alasan bagi mereka yang multi-chapter dong.

Saya dengan jujur mengakatakan kalau saya hobi fandom gede. Itu tolak ukur bagaimana kita bersaing dengan orang lain (bersaing juga sehat koq). Saya udah berusaha semaksimal saya, kenapa saya harus berkecil hati melihat orang lain dapat lebih banyak review tapi ngemis2?

Hanya, kuantitas bukan tanpa perhitungan. Misalnya fic yang review 12 chapter dengan 62 reviewer dan 6 chapter tapi dengan review yang sama. Apa artinya untuk cerita yang kedua?

- Kita ceritanya tepat sasaran dan mungkin kesannya lebih orginal.
- Kita mampu melihat 'pasar' yang ada dan menarik orang ke cerita kita.
- Kalau kita dapat feedback berkualitas di antara berbagai feedback itu, bukankah itu lebih keren lagi?

Nga semua orang punya waktu juga loh buat review yang feedback kualitas. Gw jg akan ngereview dengan feedback lebih juga jika Authornya yang minta. Time is Money. dan bahkan waktu nga kembali.

So, My conclusion? Kuantitas dan Kualitas sama pentingnya.

Saran bagi teman-teman yang mau review berkualitas, di dalam fic kalian cantumin di Author Notes minta CC atau Constructive Criticism. Apalagi yang mereka nulis one-shot dan mau feedback. Jangan malu minta feedback. Ini menandakan kalian serius dalam membuat diri anda sebagai penulis lebih baik.

Ingat orang membaca fanfic untuk fun juga, tidak semua ingin berkomentar atau review yang panjang2. Or they just want to be readers not writers.


Quote
Share

Anoctnymous
Intermediate Member
Anoctnymous
Intermediate Member
Joined: February 3rd, 2011, 7:50 am

June 18th, 2011, 5:52 pm #44

Saya bukan tipe author dengan review yang berlimpah. Jadi saya emang udah biasa dapet review sedikit. Dan saya paling males banget kalo harus 'ngemis' review seperti yang dibilang Silver-san -__-. Jadinya si reviewer itu kayaknya terpaksa buat ngasih review. Saya inginnya setiap review yang masuk diberikan secara ikhlas. Rasanya lebih senang (dan lebih bangga). Kalo mau review, saya sangat berterima kasih. Kalo gak mau, yaudah gapapa.

Saya sangat bahagia kalo reviewnya berupa komentar mengenai isi fic saya (termasuk kritik dan saran). Ramblingan atau fangirlingan pun saya suka kalau ada yang bilang "Terima kasih telah membuat fic ini." atau "Saya menunggu fic anda selanjutnya." Huwaaa! rasanya karya saya dihargai :'DD.

Apalagi kalau ada yang mengomentari saya telah mengalami perkembangan. asdfghjkl senaaang luar biasa Pengen peluk-peluk orangnya deh XD #plak. Itu artinya dia memperhatikan fic saya. Dan saya senang diperhatikan XDD

Meskipun begitu, saya tetap menghargai review-review pendek maupun oneliner. Setidaknya dia udah berinisiatif untuk me-review dimana gak semua orang niat melakukannya OwO.

"I have twenty-three tiny wishes, but you probably won't remember them all, so I put them all together into one...
I'd like to spend more time with you."



Quote
Like
Share

Silent Afterglow
Honored Member
Silent Afterglow
Honored Member
Joined: December 23rd, 2010, 9:52 am

June 18th, 2011, 11:16 pm #45

Frenzi wrote: Yang mungkin suka fandom pinggiran biasanya adalah mereka yang menulis one-shot (ini Ok-lah, gw ngerti soal cepat 'kegeser') tapi nga ada alasan bagi mereka yang multi-chapter dong.
...Saya ngaku. Saya nulis mulitchap di fandom pinggiran.

Sebagai seorang author, saya ngaku saya ga pernah peduli sama review. Dan karena saya berkecimpung di fandom pinggiran (Final Fantasy Versus XIII), maka secara mau ga mau, review yang didapat pasti sedikit jika anon ga di-enable. Emang saya anon di enable, dan buktinya, masih ada cerita punya author lain yang dapet review sampe 800+ di multichapnya. Padahal kami sama-sama berkecimpung di fandom yang sama.

Kalau ditanya kuantitas atau kualitas, jelas saya lebih milih kualitas. Buat apa sih review yang banyak tapi ga ada isinya? Buat apa kalau kita ngarepin review yang bikin kita berkembang tapi malah isinya 'keep writing'? Dan apa yang Sanich tulis di post pertama terjadi juga di fandom saya ~.~ Memang kalau dilihat dari tanggal join, si author masih muda banget, sebulanpun belom. Tapi, honestly jangan ngemis review gitulah. Ilfil. Emang cuma dia aja yang ngarep review? Huh.

Bagi saya, fic yang reviewnya banyak cuma reviewnya hanya 'update soon' 'keep writing' 'nice' gitu berarti emang ga niat ngasih review, atau terpaksa ngasih review karena si author yang punya ficnya adalah sahabat reviewer. Jadi saran saya bagi para author yang mau ngasih review, tulislah sebuah review yang emang ada isinya. Kalau pantas diberi pujian, berilah pujian dan jangan kasih pujian kosong. Kalau emang ada yang harus diperbaiki, ya tulislah bagian mana yang harus diperbaiki. Intinya jujur sajalah.

WHAT IS THIS I DON'T EVEN KOK OOT?!
"I will shoulder the burden."
~Kain Highwind, Dissidia [012] Final Fantasy~


♪|♪|♪|♪|



Peraturan ada bukan untuk jadi pajangan. Mohon ditaati.
Ini, ini, dan ini juga bukan pajangan.
avasig (c) me
Quote
Like
Share

ShiueFha-chan
Honored Member
ShiueFha-chan
Honored Member
Joined: May 22nd, 2011, 6:04 am

June 19th, 2011, 4:35 am #46

Ah, saya bukan orang yang suka mengharapkan jumlah review banyak (ada yang review syukur, nggak ada review juga nggak apa-apa). Secara, saya cuma ngisi fandom pinggiran, ya maklum lah, kalau nggak banyak orang yang tahu.

Yang saya harapkan sih, kalaupun ada review, harus yang berkualitas dan bersifat membangun. Review seperti itu penting banget buat saya, supaya fic saya yang selanjutnya bisa jadi lebih baik lagi. Sekali lagi, kuantitas review nggak penting menurut saya, yang penting itu kualitasnya.
"... when you gave me a love letter, I was really happy. Since we were still in the elementary school, I... I love you..."
"Doremi... BE MY GIRLFRIEND!!" (Kotake Tetsuya, Ojamajo Doremi 18 Spring has...... chapter 2)
OMG! They're REALLY becoming CANON!
Quote
Like
Share

Sunny-chan
Honored Member
Sunny-chan
Honored Member
Joined: June 8th, 2011, 12:46 am

June 19th, 2011, 5:05 am #47

Memang sih, aku suka di puji. Namun, aku lebih senang mendapat kritik yang membangun. Bukan flame
lalu, saya melanjutkan fic saya walaupun tidak mendapatkan review. Kecuali udah gak dapet ide XD


Facebook | Twitter (TBA)
Quote
Like
Share

yucchi
Honored Member
yucchi
Honored Member
Joined: March 4th, 2011, 8:40 am

June 19th, 2011, 9:10 am #48

Saya? Siapa , sih... yang tidak mau dapat review? Saya termasuk suka bila ada reviews, termasuk anda sekalian, bukan? #soktau

Waktu pertama di fandom Es21, saya ga tau, mau di-review atau kagak fict saya. Saya biarkan saja, hingga waktu berjalan *halah* dan ternyata fict pertama saya dapet 11 review. Dari situ, patokan saya kalau ada multichapter (syukur-syukur kalo oneshoot bisa dapet sgitu juga reviewnya #kabur) selalu tiap chapter minimal 11 review.

Tapi setelah lama saya "ngabur" dari FESI, review saya menyusut *?* saat saya kembali melanjutkan MC saya. Saya... jadi tidak terlalu memerhatikan review sejak itu. Sekarang, saya (yang udah lumayan ngerti, gitulah) sadar, review sedikit itu ternyata justru kebanyakan berkualitas. Dulu sewaktu saya dapat 11 review, pas saya cek lagi sekarang... banyak review yang isinya cuma "Apdet." ASTAGA! KENAPA SAYA BISA BANGGA DULU? #ditabok

Sekarang, sih... saya sudah jarang ke FESI; paling hanya mengapdet. Saya malah berkecimpung di dunia lain (yang dulu bahkan saya sangat benci) bernama FKI #halah. Di situ, saya sih pasrah aja; review mau berapa, apdet tetap tancaap! Eh, eh, eh... REVIEWNYA MALAH BANYAK! #tepar. Pertama kalinya, di bawah 10 chapter dapat 100 review lebih. Yah, tapi saya gak bangga-bangga juga, wong banyak yang cuma satu kata: APDET. #nunduk


Yah, dibalik semua curcol atau kegajean di atas, intinya hanya satu: Saya lebih suka review sedikit, tapi panjangnya sekereta api #eh?

Apalagi, setelah saya sering menulis di fandom TV yang berbeda-beda. Satu review saja, saya sudah sujud syukur; apalagi biasanya satu review itu membangun dan panjang :D. Yah, begitulah kira-kira... #apasih

.

Intinya: KUALITAS NOMOR SATU! Kuantitas itu perlu, tapi belakangan #apadeh



semoga tidak nyampah forum




|| archive of our own ||

[siggy by pindanglicious; userbar by silverfrenzy]
Quote
Like
Share

Ejey Series
Honored Member
Ejey Series
Honored Member
Joined: October 28th, 2010, 5:38 am

June 19th, 2011, 12:33 pm #49

Saya juga pernah baca A/N fanfic yang isinya 'saya baru mau update kalo yg review jumlahnya xxx'. Ugh, bete banget baca yg kayak gitu. Langsung aja deh, saya close.

Saya sendiri pengen kok, dapet banyak review. Tapi kalo isi review-nya cuma 'apdet asap'. 'fave'. euh, garing banget rasanya. Tujuan saya nulis fanfic kan supaya bisa mengembangkan kemampuan saya, tapi kalo review-nya cuma satu-dua kata, gimana kemampuan saya bisa berkembang? Iyuh.

Biarpun sedikit, kalo review-nya berisi, saya seneng banget. Saya jadi tahu salah saya di mana, mana yang nggak boleh saya ulangi di fanfic berikutnya. Saya nulis di fandom yg separo mainstream separo pinggiran (?) jadi udah terbiasa dapet review sedikit.
pursue your happiness

Obey the rules, please!
Quote
Like
Share

Sanich Iyonni
Honored Member
Sanich Iyonni
Honored Member
Joined: June 1st, 2009, 8:09 am

June 19th, 2011, 1:31 pm #50

Thread lama saya ini kok mendadak rame, ya. Haha.

Ini adalah page review terbaik yang pernah saya dapatkan:

http://www.fanfiction.net/r/6571026/


Satu. Itu di fandom pinggiran, tapi reviewnya nyampe tiga belas.

Dua. Isi reviewnya bener-bener heartwarming SEMUA. Saya nggak pernah bosan baca review untuk fic saya itu, soalnya bikin terharu dan senyum terus. Bahagia banget dapat review-review seperti itu. :')
Mohon patuhi peraturan Infantrum demi kenyamanan kita bersama.
Quote
Like
Share