Hantu Infantrum

ambudaff
Honored Member
ambudaff
Honored Member
Joined: December 7th, 2007, 3:46 am

November 8th, 2011, 1:53 am #1

HANTU INFANTRUM

Real Ghost Fiction pertama di forum Infantrum

Diketik atas paksaan Sanich Iyonni dan sylviolin, sambil disoraki embah fleddie melculi dan Dani-sama


-o0o-
Jangan ngeklaim untuk ikut suatu challenge kalo merasa tidak bisa menyelesaikannya.
TTD, Hantu Infantrum.

Abad Kesepuluh.

Di Indonesia memang belum banyak yang menulis. Bisa dikatakan, masih belum ada budaya menulis. Etapi, di abad 21 inipun masih belum banyak yang nulis deng. Paling kebanyakan nulis gaje di tuiter.

Kembali ke budaya menulis. Di benuaku, menulis sudah menjadi budaya. Apalagi kami sesama penulis sudah bisa saling berhubungan. Persis seperti kalian di abad keduapuluhsatu melalui benda yang bernama internet itu.

Kami menggunakan Palantir. Okey, itu yang dipakai di dalam Lord of the Ring oleh JRR Tolkien. Jangan bilang plagiat ya, ini cuma pinjem istilah, biar kedengerannya keren.

Kami saling berhubungan, sesama penulis. Kami membicarakan tulisan-tulisan kami, bagaimana agar bisa lebih baik, bagaimana agar kami tidak macet dalam menulis, dan sebagainya. Sebagian penulis mengusulkan agar ada semacam tantangan menulis. Challenge. Biar ada gairah. Menulis dengan semangat.

Jadi, malam itu aku sedang tak bersemangat menulis, tatkala aku teringat bahwa ada beberapa challenge yang belum aku baca, dan belum aku klaim. Malas-malasan aku mencoba membuka palantirku dan mencari-cari thread pembicaraan challenge, ketika aku merasa bahwa palantirku agar tersendat jalannya.

Mungkin mau hujan deras.

Oya, sekedar mengingatkan, palantir kepunyaanku ini bukan versi terbaru. Bisa dibilang old fashion. Maklum, koin emas kepunyaanku tidak banyak. Jadi yang kubeli cuma palantir second. Yang penting bisa berfungsi.

Kalau hujan lebat seperti ini, jalannya agak tersendat. Mungkin pengiriman sinyalnya kurang bagus, terhalang oleh awan tebal dan petir menyambar-nyambar. Berbeda dengan palantir mutakhir yang sudah tahan segala cuaca.

Tapi, aku sudah terlanjur memasukkan kepalaku ke dalam palantir 1). Malas keluar lagi. Lagipula, aku belum menemukan challenge yang aku cari, yang kuperkirakan bisa menaikkan semangat menulisku lagi. Jadi, aku berusaha terus agar palantirku mau menampilkan thread-thread challenge itu—
.
.
.
.

JDERRRR!

Aku belum pernah mendengar petir sekeras itu. Aku belum pernah melihat kilasannya seterang itu. Aku belum pernah merasakan tersambar petir sebesar itu—

—tentu saja tidak pernah. Paling tidak selama hidupmu. Karena kalau kau sudah pernah tersambar petir sebesar itu, namamu tinggal kenangan.

Dan sepertinya namaku juga akan tinggal kenangan.

Karena dalam beberapa jam kemudian—hujan badai dan petir sudah berhenti saat itu—orang-orang mengerumuni meja kerjaku, menunjuk-nunjuk pada meja kerjaku, menunjuk-nunjuk pada diriku, dan kemudian baru kusadari bahwa mereka menarik jasadku—kepalaku harus dikeluarkan dulu dari palantir—

Eh! Menarik jasadku? Lalu, aku ini apa? Bisa melihat semua yang terjadi di meja kerjaku, di kamar kerjaku, tapi tak dipedulikan oleh orang-orang yang semakin banyak berdatangan. Ada tabib, dan kedengarannya dia menyebut-nyebut ‘tak bisa diselamatkan’...

...

Tak bisa diselamatkan bagaimana? Aku tak bisa diselamatkan? Aku mati?

Tapi aku masih mau menulis! Semangat menulisku yang tadinya rendah itu, sedang memuncak! Aku mau menulis! Tentang cinta, tentang prahara, tentang fantasi, tentang~

Tunggu dulu!

Tadi aku kan sedang mencari-cari, mau menulis tentang apa?

Ah ya!

Dan aku sudah berusaha untuk masuk kembali ke dalam palantir, saat aku menyadari, bahwa palantir yang akan kumasuki ini sudah rusak karena sambaran petir tadi. Gosong.

Aku terduduk lemas.

Saat masih hidup aku tak bisa menulis dengan bebas. Sekarang sudah mati juga, tetap saja aku tidak bisa menulis dengan bebas.

Galau, aku galau!

Melayang berputar-putar di sekitar area perumahanku. Tak puas, aku melayang keluar, melayang berputar-putar di area taman di sekitar.

Dan hasilnya, serombongan pengusir setan melakukan serangkaian ritual yang menyakitkanku, dan membuatku terpaksa pergi jauh-jauh.

Bagaimana kalau... melihat palantir punya orang saja ya?

Memang palantir hanya bisa dimasuki orang yang tahu kata kuncinya, tapi kami para penulis sudah berteman akrab, sehingga aku tahu kata kunci dari beberapa palantir teman.

Jadi, aku mencobanya.

Tapi, tenyata para penulis ini juga sudah bersiap meng-exorcist-ku, mengusirku.

Aku kan bukan setan, bukan iblis! Sepengetahuanku, exorcist itu untuk mengusir iblis yang kerjaannya mengganggu manusia. Sedang aku kan bukan setan, bukan iblis, dan aku tidak ingin mengganggu siapa-siapa! Aku hanya ingin melihat dan mencari tantangan menulis apa yang sedang dilaksanakan bulan ini, lalu aku akan menulis. Itu saja!

Tapi rupanya tidak bisa. Manusia menganggap bangsa-bangsa dari alam gaib itu sama saja, akan mengganggu mereka. Maka mereka akan mengusir, akan membuat lingkungan sekitarnya bebas makhluk gaib.

Kalau tiap orang melakukan hal seperti ini, lalu kami makhuk gaib harus tinggal di mana dong?

Aku berkelana ke sana ke mari. Mencari-cari tempat yang bisa didiami. Jangankan untuk menulis, untuk hidup tenang saja susah. Hiks—

Entah sudah berapa abad, ketika aku merasa ingin mencari lagi kesempatan untuk menulis. Jadi, aku mulai mencari.

Dan aku mendapati, manusia sudah memiliki hal yang dinamakan internet. Mereka bisa saling terhubung, kapan saja, di mana saja. Yaiy! Dan tidak banyak titik di internet yang dijaga exorcist! Jadi aku bisa bebas keluar masuk, gentayangan di sini!

Etapi, banyak hal-hal yang... ewww! Manusia-manusia ini kok nggak pada pakai baju ya? Jauh-jauh ah, dari situ! Aku kan mau mencari tempat untuk menulis, untuk mencari ide untuk menulis.

Dan hari ini aku memperolehnya. Alamatnya di zetaboards.com/Infantrum/index. Di situ ada banyak sekali tantangan untuk menulis! Penulis-penulisnya juga banyak, dan sepertinya keren-keren!

Sepertinya beberapa hari—atau minggu atau bulan atau bahkan mungkin tahun—aku akan dengan sukarela terperangkap di sini! Aku akan menulis! Yaiy, setelah berabad-abad, aku akan menulis! Alangkah senangnya!

Kau tahu betapa senangnya aku bisa menulis lagi setelah sekian abad?

Karena itu, jangan menyia-nyiakan kesempatan menulis. Wahai kalian manusia penulis, kalau kalian sudah mengklaim satu Challenge dan tidak menyelesaikannya, aku akan menghantui kalian terus, sampai kalian menulisnya hingga selesai!

Dan aku juga akan menulis! Tunggu aku ya, Challenger, aku akan memasukkan klaim! Ciao!
FIN
Sementara
1) Bayangkan untuk berhubungan dengan orang lain lewat palantir, kita harus masukin kepala di dalam palantir, dan palantir akan bekerja di dalam otak kita, hihi!
Alex Rowe - Kang Mae - Severus Snape
Quote
Like
Share

fariacchi
Honored Member
fariacchi
Honored Member
Joined: March 22nd, 2009, 12:03 pm

November 8th, 2011, 2:04 am #2

wrote:Wahai kalian manusia penulis, kalau kalian sudah mengklaim satu Challenge dan tidak menyelesaikannya, aku akan menghantui kalian terus, sampai kalian menulisnya hingga selesai!





*brb kabur sejauh mungkin*

fariacchi's last project:


Time to say goodbye:
"When you think you are someone, you are no one."
Quote
Like
Share

Dani
Honored Member
Dani
Honored Member
Joined: November 3rd, 2008, 3:38 am

November 8th, 2011, 2:46 am #3

di bawah wrote:13 users reading this topic (11 Guests and 1 Anonymous)
Members: Dani
Hantunya ikutan!

Wah, gimana nih, mbu... aku sering ngeklaim-ngeklaim doang. *merinding*
Quote
Like
Share

sylviolin
Honored Member
sylviolin
Honored Member
Joined: October 9th, 2010, 7:13 pm

November 8th, 2011, 5:22 am #4

aku datang ~(' '~)
1. wrote:Diketik atas paksaan Sanich Iyonni dan sylviolin, sambil disoraki embah fleddie melculi dan Dani-sama
apanih #plak
aku tak memaksa, hanya meminta dengan paksaan :9 *apa bedanya woy*
2. wrote:Etapi, di abad 21 inipun masih belum banyak yang nulis deng. Paling kebanyakan nulis gaje di tuiter.
#JLEBtothemax
;_____;
3. wrote:Wahai kalian manusia penulis, kalau kalian sudah mengklaim satu Challenge dan tidak menyelesaikannya, aku akan menghantui kalian terus, sampai kalian menulisnya hingga selesai!
#makinJLEBtothemax -,-
gi-gimana kalo diselesaiin tapi gak dipublish? #eh

owleen, ini misteri yang keren sekali \(^,^)/
fic misteri pertama yang mau kubaca dan berulang ulang kali ~(' '~)
kasian juga ya si hantu itu -_-"

pengen ada sekuelnya deh........... #ngaco
Quote
Like
Share

ambudaff
Honored Member
ambudaff
Honored Member
Joined: December 7th, 2007, 3:46 am

November 8th, 2011, 5:49 am #5

@fariacchi: dikejar hantunya XD

Dani: yah, ajak ngomong aja hantunya, kali aja ada keringanan XPP

sylv: lha, kan kata Sanich, mau dibikin RGF berantai, ayo pada bikin sekuelnya! #nyengir
Alex Rowe - Kang Mae - Severus Snape
Quote
Like
Share

Fleddie Melkuli
Honored Member
Fleddie Melkuli
Honored Member
Joined: September 11th, 2008, 7:18 am

November 8th, 2011, 8:05 am #6

*nerusin sorak-sorak*

untung deh saya gak suka sembarangan klaim challenge. klaim babuseksi sih sering beraaat!
eh tapitapi... kalo gak ada yg nerusin RGF ini, entar hantunya gentayangan terus dong?



hantu yang baik,
kamu gak pengen bikin challenge juga?

Fleddie Melkuli is
sujeneng | konohafled | chainsling22
.
ayo bersahabat dengan peraturan biar makin disayang
Quote
Like
Share

hansel.
Honored Member
hansel.
Honored Member
Joined: February 13th, 2009, 7:18 am

November 8th, 2011, 11:49 am #7

wrote:Galau, aku galau!

wrote:Etapi, banyak hal-hal yang... ewww! Manusia-manusia ini kok nggak pada pakai baju ya?
HUAHAHAHAH
wrote:Wahai kalian manusia penulis, kalau kalian sudah mengklaim satu Challenge dan tidak menyelesaikannya, aku akan menghantui kalian terus, sampai kalian menulisnya hingga selesai!
a-astagah *pasang kekkai supaya ga dihantui*
wrote:Tunggu aku ya, Challenger, aku akan memasukkan klaim! Ciao!
^a-apaa? *tepoktepok para challenger*

ambu, ini.. idenya bagus banget ="))
FIN sementara berarti akan dilanjutkan lagi nantinya? yay! :3


...trus.. itu usernamenya sylvi kenapa namanya

IN ONE bang BLOOD RUSHED TO THE head
she'd rather fly through the sky than walk with the dead

Quote
Like
Share

Sanich Iyonni
Honored Member
Sanich Iyonni
Honored Member
Joined: June 1st, 2009, 8:09 am

November 8th, 2011, 2:28 pm #8

Ardhan-san wrote:
wrote:Galau, aku galau!
Tadinya saya mau bereaxi seperti ini tapi udah keduluan

***

Ambu-san, saya bukan penggemar LoTR. Nonton pun cuma sekali, yang ketiganya doang dan naksir abis sama Legolas si ganteng. Jadi saya gak punya bayangan palantir itu seperti apa. Kayak apa sih? Kayak modem gitu bukan? Tapi kok kepalanya bisa dimasukin ke dalamnya? Beneran saya gak kebayang palantir itu kayak apa..... image please?

Btw saya bertanya-tanya, selama sebelas abad itu si hantu ngapain aja yah? Sebelum dia memutuskan gentayangan di internet?

Tapi saya suka banget pesan moral cerita singkat ini! Bahkan orang gaje itu jadi hantu selama sebelas abad cuma karena dia blm kesampean nulis. Hasrat menulisnya sangat mengagumkan! Saya nggak mau kalah sama Hantuuuuu!!!
wrote: Jangan ngeklaim untuk ikut suatu challenge kalo merasa tidak bisa menyelesaikannya.
TTD, Hantu Infantrum.
SAYA MAU NUMPANG NAMBAHIN YA, Ambu-san dan Hantu-sama:
wrote:Jangan pernah bikin challenge kalo merasa tidak bisa mengurusnya.
TTD, Moderator Challenge.
-----

Makasih udah menulisnya
Mohon patuhi peraturan Infantrum demi kenyamanan kita bersama.
Quote
Like
Share

Zen.X.F
Honored Member
Zen.X.F
Honored Member
Joined: October 2nd, 2009, 1:53 am

November 8th, 2011, 2:36 pm #9

wrote:Jangan pernah bikin challenge kalo merasa tidak bisa mengurusnya.
TTD, Moderator Challenge.
*BUANG DIRI KE JURANG* TT____________TT

*mampir cuma buat menggalau* #PLAK
Quote
Like
Share

ambudaff
Honored Member
ambudaff
Honored Member
Joined: December 7th, 2007, 3:46 am

November 8th, 2011, 9:12 pm #10

Ayo, ayo, pada nerusin RGF-nya! Jadiin berantai biar jangan berhantu #eh #hihi

Okey, jadi edisi berikutnya, pesan si hantu itu
wrote:Jangan pernah bikin challenge kalo merasa tidak bisa mengurusnya.
TTD, Moderator Challenge
ya? #nyengir
Alex Rowe - Kang Mae - Severus Snape
Quote
Like
Share