sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

August 3rd, 2011, 12:57 am #21

Aku sih apa adanya. Tapi klo emang jelek, sebisa mungkin aku tetep akan memberitahu poin2 baiknya meski itu sedikit. Akhir2 ini aku klo review cukup panjang sih, tapi itu cuma klo di fandom tercinta aza soalnya aku paling paham ma canon/IC-nya. Aku lebih sering mengkritisi dari sisi itu. Tapi kadang ampe ke plot juga.


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

uno
Premium Member
uno
Premium Member
Joined: January 2nd, 2010, 4:25 am

August 3rd, 2011, 4:42 am #22

Yak, masalah jujur-jujuran ini emang sulit. Copas dari yang dibilang Faria, sulit untuk jujur tanpa menyakiti perasaan. Ngomong yang jujur dikit, eh malah lebih sering dianggap flame. Sepertinya yang jadi masalah utama itu adalah kesulitan membedakan concrit dengan flame. Kalo diartikan secara bahasa Indonesia sih, hampir semua author udah tahu bedanya. Yang kacaunya itu, kalo suatu review diartikan pake perasaan. Mau itu concrit seperti apa, kalo si authornya udah ngerasa sedikit panas yah sama aja gagal. Ujung-ujungnya dia malah ngaku kena flame. Yang ini pengalaman pribadi waktu saya jadi reviewer.

Lucunya, malah banyak bermunculan akun kolab yang berkedok jujur dalam mereview. Mungkin tujuan mereka baik, tapi terkadang cara penyampaian mereka itu yang berlebihan. Err, buat momod, yang ini termasuk OOT, ga?
Anyway, if there's no chance of winning, let's go out making fun of it! ~ Adult Suit (One Ok Rock)
Quote
Like
Share

fariacchi
Honored Member
fariacchi
Honored Member
Joined: March 22nd, 2009, 12:03 pm

August 3rd, 2011, 6:22 am #23

Cradiviz wrote:Lucunya, malah banyak bermunculan akun kolab yang berkedok jujur dalam mereview. Mungkin tujuan mereka baik, tapi terkadang cara penyampaian mereka itu yang berlebihan.
Nah lho. Baru dengar nih saya. Misalnya seperti apa? O.O
Tapi biasanya kalau pakai akun kolab kan dosanya tanggungjawabnya dipikul sama semua yang ada di kolab itu. Well, wajar kalau jadi lebih 'apa adanya'. Hm... misalnya saja grup concrit-er di salah satu fandom mainstream FFn Indo. Lumayan detail, apalagi sampai mengomentari pairing khusus dan feel seperti begitu.
[+] spoiler
Kalau sudah rambling soal kebenaran dalam review pasti nyerempet ke flamer deh #lol. Saya jadi ingat di Bleach Vivariation Festival 2 kemarin, ada author yang membuat karya untuk didedikasikan kepada flamer Le Mal (yang berdomisili di FBI). Katanya si flamer ini lumayan terkenal sebagai concrit-er di mata para author FBI. Well, ada juga yang menyampaikan kebenaran dengan cara ekstrem supaya didengar. Dan biasanya pakai unsur syok terapi. Tapi baru kali ini saya nemu flamer yang dibilang concrit-er sampai dibuatkan fict dedikasi =='

pinku wrote:Dan untuk yg satu ini, saya cukup salut deh sama penghuni FF Indonesia karena banyak yg care sama guidelines dan mau repot2 ngasih tau ke yang melanggar. Itu rasanya udah awal dari membudayakan kebenaran; walaupun mungkin masih sulit dan sering kali dianggap lebay sama yg ditegur, haha... tapi tetep aja udah menunjukkan klo masyarakat indonesia bisa menunjukkan kebenaran saat dibutuhkan kan xD
Setuju. Bisa dibilang, FFn Indo cukup care soal yang begini-begini. Setahu saya di beberapa fandom mainstream pun antarauthor-nya masih membudayakan saling mengingatkan dengan baik untuk kesalahan teknis seperti EYD dan typo, kok. Bahasanya juga halus dan tidak terkesan menjilat. Semata memberikan apresiasi sekaligus saran dalam waktu bersamaan.

kalau menjilat itu yang cuma nulis 'keren' atau 'update ya!' begini masuk nggak ya?

fariacchi's last project:


Time to say goodbye:
"When you think you are someone, you are no one."
Quote
Like
Share

Feilong
Honored Member
Feilong
Honored Member
Joined: October 10th, 2008, 4:42 am

August 3rd, 2011, 12:18 pm #24

Mengutip Faria wrote:Well. Selebihnya, biasa saja. Maksud saya, kadang kita tidak bermaksud 'menjilat' atau 'menutupi kebenaran' atau apapun. Kadang semata-mata kita hanya lebih ingin menunjukkan 'kesan' daripada 'pesan'. Analoginya, ada perbedaan mendasar dari 'berbohong' dan 'tidak mengatakan kebenaran'. Saya rasa terlalu prematur untuk menilai bahwa tidak mengatakan kebenaran adalah menjilat. Menjilat itu berbohong, menurut saya.
Menyampaikan kesan. Itu dia. Persis. Saya setuju banget dengan bagian itu.

Saya mikirnya gini, ngasih review berupa kritik serius itu bisa dibilang "kerja". Nah, saya baca fanfic lebih ke cenderung ke mencari hiburan. Jadi saya jarang mengupas fanfic-fanfic habis-habisan sampai sekecil-kecilnya. Bisa dibilang nggak punya tenaga buat itu, kalau saya bisa seperti itu, pasti udah membedah tulisan saya sendiri habis-habisan buat bikin tulisan itu jadi lebih bagus. Jadinya saya baru ngasih kritik kalau ada kesalahan yang cukup mencolok atau cukup mengganjal.
Soal Concrit vs Flame wrote:Sejauh pengamatan saya, dalam flame itu ada aura dan rasa holier than thou. Kalau concrit, yah, cuma bilang apa adanya.
Biasanya sih kalau ada hal-hal yang cukup mengganjal sehingga saya kritik sih saya bilang apa risikonya tulisan seperti itu, terus mencoba meyakinkan penulisnya apa yang bisa dia dapat kalau tulisannya diperbaiki.
Obey the rules, dear.
The mods are watching.
Quote
Like
Share

himura kyou
Honored Member
himura kyou
Honored Member
Joined: January 18th, 2009, 7:44 am

August 4th, 2011, 6:21 pm #25

urun curhat demi keliatan eksis o3o/
dear diary...
jaman masih baru aja gabung FFn dan lahirtumbuhkuranggizi di fandom mainstream, saia termasuk yang cupu dan rajin membabat semua fic di halaman pertama fandom dengan ripyu yang kisaran isinya cuma 'wahaha keren. apdet yak. kip raiting!'
lalu setelah beberapa bulan berinteraksi dan sebagainya dan sebagainya dan semakin kuranggizi, isi ripyu saia berkembang jadi 'wahaha keren. apdetobi yak! kip raiting! arigatobi! minta tobi donk.'
orz
kalo soal jujur2an, dulu sih paling cuma ngingetin soal typo, ga lebih dari itu. mau ceritanya ngaco ato OOC ga terlalu peduli, karena yah.. memang sepertinya dulu dalem hati saia masih ngemis ripyu, berharap bakal diripyu dengan rajin meripyu. bahkan waktu bikin fic buat chall.. uh.. lupa. itu saia meripyu fic2 peserta lain sambil promosi fic sendiri OTL sekarang saia malu banget =A='
...
[alert. mulai dari sini isinya curhat banget. saia sadar ini bukan blog pribadi, tapi silahkan skip #dibuang]
dan lalu sampai lama2 saia makin cinta canon.. ...gegara sering ilfil ama fic AU. no offense.
dan kemudian mulai memutuskan untuk tidak ripyu lagi, apalagi baca fic. mpe sekarang. udah ga peduli fic2 orang. ga peduli bakal ada yang ripyu fic saia juga ato ga. sudah jadi hermit (?)
jadi.. sekarang saia cuma meripyu fic2 yang, well, ohokeksklusipuhuk menjadi entry chall2 saia saja. *melirik history ripyu yg cuma nambah setengah lusin dalam setaun*
dan karena sudah berprinsip seperti itu, maka isi ripyu pun sebisa mungkin habis2an demi memberi penghormatan bagi mereka yang udah sudi ikutan chall2 nista saia ;_; #terharu.
kebalikan ama jaman cupu, sekarang saia cuma meripyu ceritanya gimana2, kalo soal typo ato yang teknis2 sekarang malah ga peduli. tapi memang masih agak2 bertebaran permen dan bunga2 sih di ripyu. karena ga tega juga bilang fic itu tidak kurang sesuai ama kriteria yang saia tetapkan, karena melihat tretnya sendiri aja isinya orang2 bingung (pesertanya) dan orang stres (challengernya).
saking pengecutnya, 6 fic saia telantarkan tidak teripyu karena ga tega. beneran. saia ga tau harus ripyu gimana tanpa menyakiti perasaan author yang udah susah2 mau ikutan, padahal ga semuanya begitu dan akhirnya fic yang bagus pun ikut telantar orz itu di chall pertama saia ...jadinya saia masih agak rapuh juga #cih .__.
semua hal yang ga berani saia ungkapin dalam ripyu pun berubah menjadi aturan baru di chall berikutnya orz
.
dan semakin ke sini, saia berusaha makin berani ngungkapin uneg2 seputar isi cerita fic mpe sejelas2nya o.o'
mpe ada beberapa peserta yang bilang ripyu saia panjang2 lol. padahal isinya paragrap ptama dan terakhir adalah template, sisanya cuma nanya2 karena ga mudeng ama esensi ceritanya orz.
.
dan kejadian yang baru2 ini udah lama woy, sanich-san pasti tau ._.
saia menunda ripyu mpe lebih dari 5 bulan karena rasa pengecut saia merajalela.
bener2 ga tau harus ripyu gimana. ini memang saianya sih yang sok repot sok wajib2 ripyu padahal buta fandomnya sama sekali juga orz tapi fic setting canon dan ic harus dilestarikan D: #berbusa.
setelah 5 bulan migrain, akhirnya saia meripyu.. basabasi doank. isi ripyu yang asli saia muntahin semua di PM mpe sepanjang uh... oneshot mungkin. dan itu cuma mencakup isi cerita. soal teknis, typo, format, saia ga peduli. orz
disclaimer: mbah gay wrote:saya tampil (di)manis(-manisin) di review. tp di balik itu, lewat pm langsung ke author, jadi kucing garong deh o.O
(disclaimer: pencipta Kucing Garong)
Quote
Like
Share

aicchan
Honored Member
aicchan
Honored Member
Joined: January 30th, 2009, 4:05 am

August 4th, 2011, 9:10 pm #26

Kalo saya pribadi sih, sebisa mungkin selalu jujur dalam ngereview. Kalau terkesan kadang cuma memuji aja, well... memang itulah yang saya rasakan pada fic yang saya review. Karena memang fic itu sudah memenuhi atau bahkan melebihi standart layak baca bagi saya. Tapi kalau saya menemukan satu fic yang sekiranya butuh perbaikan, saya juga ga sungkan ngasih tahu teman author tersebut. Meski kadang kejujuran yang coba saya sampaikan di dalam review 'con-crit' saya sering ditanggapi dengan cara yang berbeda dan bahkan dikatai flame #Orz

Tapi itu sih ga buat saya terus jadi males review dengan jujur. Bukankah niat baik itu memang banyak rintangannya? *halah*

dulu sih jamannya masih termasuk dalam orang yang ga pandai meripiu, paling isinya cuma sekedar komentar tentang cerita doank. plot, alur, karakterisasi, cara penulisan dll itu luput dari perhatian saya. Dan sejak bertemu dengan author-author yang rajin meripiu fic saya dengan cara yang keren banget dimata saya, jadilah saya bertekad menjadi reviewer yang keren seperti mereka. meski udah kenal deket tapi ga sungkan kasih kritik yang membangun. Ada juga yg ga kenal sama saya tapi bisa kasih masukan yang luar biasa banget. Saya menghormati reviewer seperti ini dan saya sedang dalam tahap mencoba belajar untuk menulis review yang baik dan benar.

memang kejujuran itu kadang menyakitkan, tapi bukankah lebih sakit kalau terus menipu orang dengan senyum manis tapi dibelakangnya menyimpan pahit. Mending utarakan aja semua apa adanya.

Jadi biar apapun kata orang, saya akan terus meripiu dengan jujur.

pengakuan : kadang saking jujurnya, saya kalo udah gemes banget liat author yang susah dibilangin, akhirnya kata-katanya jadi kelewat pedes juga =_= habis saya ini bukan tipe orang sabar sih #terpuruk Maaf ya kalo ada yg pernah kecipratan kebawelan saya via review *lirik kanan kiri*

Unbreakable Bond
FFn | FACEBOOK | deviantART |TWITTER

Peraturan ada bukan untuk mengekang, tapi untuk kebaikan bersama.
Silahkan Dibaca
Quote
Like
Share

Deleted User
Deleted User

August 6th, 2011, 2:39 am #27

Since I'm a nubie, review saya lunak-lunak saja. Kalau memang bagus, saya puji sewajarnya. Kesalahan kecil seperti typo mungkin tidak terlalu saya permasalahkan. Kalau ceritanya geje, tidak saya review. Hehe.
Quote
Share

Seiffer
Premium Member
Seiffer
Premium Member
Joined: July 31st, 2011, 12:35 pm

August 6th, 2011, 5:18 am #28

Permisi senpaitachi, saya newbie ikutan nimbrung yah ... hehehe.

Saya speechless lho baca thread ini dari awal sampe akhir, jadi makin amazed sama dunia yang baru sekitar tiga bulan ini saya masuki, nggak nyangka bisa seperti ini. Jujur aja, sebagai author newbie, waktu bikin fic yang ada dipikiran saya simple; pokoknya bersih dari typo dan bisa diterima fans dari pairing yang saya pake. Masalah review? Saya terima apapun bentuk dan manifestasinya. Tapi tentunya saya amat-sangat menghargai yang namanya kejujuran, seneng banget malah kalo dapet review yang blak-blakan, nggak terkesan sugarcoated.

Dan saya pikir memang begitu seharusnya dalam memberikan review, saya pun berusaha untuk apa adanya dan sebisa mungkin ngasi concrit. Tapi sayangnya, pengetahuan saya mengenai penulisan dll masih shallow. Cetek abis.

Karena itu saya nggak keberatan sama review one-two liner yang isinya cuma: "Keren!" atau "Update!" Soalnya saya ngerasain juga dan pernah memberikan review seperti itu, terutama waktu masih awam (baru bikin account), belum coba bikin fic sendiri. Nah, baru deh setelah mulai bikin fic saya ngerti dikit-dikit soal EYD, tata cara penulisan (walaupun sekarang masih berantakan juga sih :P) dan dari situ saya udah bisa ngasi concrit di penulisan untuk author lain. Terutama sesama newbie.

Sedangkan untuk masalah plot atau aspek sejenis yang lebih advance lagi seperti yang disebutkan diatas (plot hole? uh-oh ... belum pernah mikir sampe kesitu) saya merasa belum pantas buat ngasi concrit, soalnya masih belajar juga memperbaiki penulisan ... hehehe.

Oh, sering juga deng abis baca speechless (biasanya karena very impressed sama ficnya) ... jadi bingung mau review apa. Akhirnya yang keluar pujian doang. Maaf ya buat senpai-senpai yang pernah dapet review seperti itu dari saya Yah ... saya pikir mungkin nanti setelah saya belajar lebih banyak saya bakal bisa ngasi review yang lebih konstruktif, karena sikap kritis juga didapat dari pembelajaran kan?

Cheers,
Sei
Seiffer on Fanfiction.Net
Quote
Like
Share

Hana Suzuran
Honored Member
Hana Suzuran
Honored Member
Joined: June 29th, 2011, 10:16 am

August 6th, 2011, 1:47 pm #29

Jujur saya masih cetek banget dalam hal beginian karena saya baru 3 bulan jadi author FFN. Tapi saya selalu berusaha jujur dalam memberi review saya. Kalau emang bagus ya saya puji. Kalau ada yang kurang, saya coba kasih concrit. Paling sering sih cuma nyorotin typo doang. Padahal sendirinya punya penyakit "typo merajalela" di ficnya. Kalau soal OOC, plot hole, dsb hanya kadang-kadang saja. Saya juga masih belajar soalnya.

Dulu waktu awal-awal juga saya reviewnya cuma one-two liner kayak: "Ih, keren banget ceritanya! Apdet kilat, ya!"
Sekarang pun masih kayak gitu#plak. Tapi cuma kalau saya speechless sama ceritanya. Biarpun begitu, saya coba kasih concrit yang tentu saja dengan bahasa sesopan mungkin supaya tidak menyinggung author yang bersangkutan.

Tapi kalau ficnya agak-agak gaje, langsung saya tinggalin gitu aja#bukaaib.
Find me on:

avasig isn't mine
Quote
Like
Share

ShiueFha-chan
Honored Member
ShiueFha-chan
Honored Member
Joined: May 22nd, 2011, 6:04 am

August 6th, 2011, 3:24 pm #30

Hmm... sekarang sih, saya berusaha untuk ngasih concrit sejujur-jujurnya (walaupun itu hanya terbatas sama typo atau OOC. Saya nggak gitu perhatiin plot hole =_="). Tapi memang, terkadang saya juga mengutamakan kesan saya setelah membaca fic tersebut, bukan menyorot ke gaya penulisannya (secara, yang saya cari dari membaca fic adalah unsur hiburannya, jadi nggak terlalu perhatiin gaya penulisannya sampai yang gimana banget ).

Untuk fic yang gaje dan kelewat 'rusak', biasanya nggak saya review... Bacanya aja males...
"... when you gave me a love letter, I was really happy. Since we were still in the elementary school, I... I love you..."
"Doremi... BE MY GIRLFRIEND!!" (Kotake Tetsuya, Ojamajo Doremi 18 Spring has...... chapter 2)
OMG! They're REALLY becoming CANON!
Quote
Like
Share