Drabble Berantai

Masukkan karya-karya fiksi orisinal (cerpen, dsb) berbahasa selain Inggris ke sini.

Drabble Berantai

Dani
Honored Member
Dani
Honored Member
Joined: November 3rd, 2008, 3:38 am

March 24th, 2011, 11:17 am #1

Sehubungan banyak yang menulis orific di http://s3.zetaboards.com/Infantrum/topic/7318948/ dan itu tidak diperbolehkan karena thread tersebut ada di sub-forum untuk fanfic, maka saya buat thread ini sesuai kesepakatan beberapa mod dan satu member (?).

1. fandom buatlah sendiri untuk yang merasa menggunakan fandom yang sudah terkenal (...) dipersilakan ke sini :3
2. jangan lupa warning untuk konten-konten seperti yaoi/yuri/pwp/lime/lemon/smut/gore/sara/politis/ideologis/etc.
3. entri hanya boleh dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
4. M-rated ditulis dalam bentuk spoiler.
5. prompt maksimal rating T.
6. prompt ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
7. eyd? baku-nggak baku? grammar? sesuaikan.
[+] spoiler
Tsubaki Niigaki wrote:prompt: mini/kecil
fandom: ryokubita universe, RP-thingy lah intinya
chara: ritsuka miyazaki; ritsu yoshikuni .////.

Ia tahu, dibandingnya laki-laki itu ia termasuk kecil. Padahal mereka seumur. Perbedaan gender ternyata membuat jurang sebesar hampir 20 cm. Ritsu membenci fakta tersebut—terutama karena ia nampak begitu rapuh jika berada di samping yang bersangkutan. Kecil, mungil—tak berdaya.

Huh.

Selama berada di dekatnya, Ritsu tak dapat melupakan kenangan saat ia benar-benar tak dapat membela diri. Ketika hinaan dan pukulan menjadi makanan sehari-hari. Ketika ia diremehkan karena tak memiliki ayah. Karena ia kecil, sehingga tak dapat membalas. Ritsu membenci laki-laki itu—yang selalu bisa mengingatkannya akan masa-masa kelam tersebut.

Namun—

“Yo!” Berseru lantang kemudian mendorong punggung sang pemuda. “OHAYOU!” Menyeringai lebar, menunjukkan ekspresi sinis yang jarang terlihat di balik topeng pura-pura yang selalu dikenakan. “Cih, aku selalu lupa kelas olahraga digabung. Bosan ah melihatmu terus saat pelajaran.”

—Tak dapat dipungkiri bahwa Ritsu hanya dapat menunjukkan sifat aslinya di hadapan pemuda ini.
promptnya ga kena. orz. dan makin galaaaauuuuu gyaaaa. *dibuang*

next prompt: father/ayah
kuroliv wrote:Prompt : father/ayah
Fandom : Ryokushoku o Obita (universe).
Chara : Himeka Kinoshita, Makoto Niriyu

"Sudah, hapus air matamu."
"Tapi-‐"
"Hapus saja, jelek sekali bila menangis."
"Uh."
"Aku tak akan menyukaimu bila kau menangis seperti itu."
"Ne?"

Seharusnya-‐ia menjadi sosok seorang ayah bagi Meka. Bukan seperti ini yang selalu ia harapkan. Mereka memang dekat, namun hanya sebatas sahabat. Tak lebih. Meka sudah menganggapnya sebagai sosok seorang ayah.

Dia seperti sosok seorang pelindung, seorang malaikat, dan seorang penghibur bagi dirinya yang kesepian, terutama ketika ia kehilangan Okaasan-‐dirinya hancur, dirinya seperti tak ingin melakukan suatu apapun. Namun sosok itu terus datang dan membuat sebuah lingkaran hangat dengannya.

"Hei, sudah dibilang kan, tadi."
"Apa? Kau hanya bisa menggerutu, Makoto."
"Bersabarlah, semua ada waktunya."

Tuh kan, dia memang seorang ayah yang hanya bisa menasihati.

Next prompt: Disappointed/Kecewa.
Tsubaki Niigaki wrote:prompt: dissapointed/kecewa
fandom: masih ryokubita universe
chara: masih ritsuka miyazaki; ritsu yoshikuni .////.
Pertama kali bertemu, mereka bertengkar hebat. Ritsu kehilangan kontrol dirinya, menunjukkan kemarahan yang tak ditahan sedikit pun. Gerutu kesal dan tuduhan yang diluncurkan pada sang pemuda—yang memang berbuat kesalahan dalam hal ini—membuat Ritsu kecewa pada dirinya sendiri. Ia menunjukkan wajah aslinya yang tak dilapisi topeng untuk pertama kalinya di Ryokubita.

Di hadapan seorang yang tak ia kenal.

Setelah itu Ritsu tak merasa perlu memasang topeng penuh kepura-puraannya. Toh laki-laki itu telah melihat bagaimana Ritsu yang asli, yang sama sekali tidak manis apalagi ceria—sosok yang penuh gerutu dan rasa sinis. Dan Ritsu setelah sekian lama, merasa lega—ia dapat jujur pada seseorang.

Namun kembali kekecewaan melanda. Seorang yang ia berikan izin untuk melihat sisi tersembunyi dirinya—malah mengingatkan kenapa topeng anak baik-baik itu tercipta. Laki-laki itu mengucap kalimat yang tak disadari malah membuat luka hati Ritsu semakin perih, yang menyadarkan bahwa Ritsu takkan sanggup melupakan kenangan kelam miliknya.

Padahal Ritsu berharap ia dapat menikmati sisi dirinya yang jujur saat bersama pemuda ini.

Sekali lagi ia kecewa. Dan segalanya hanya karena seseorang bernama Ritsu Yoshikuni itu.
ritsu/ritsu angsty kyaaa. oke, udah gak galau tapi masih suka interaksi 2ritsu ;3

next prompt: why/kenapa
kuroliv wrote:Prompt : why/kenapa
Fandom : AniHoggy universe.
Chara : Brad Wallace, Krystal Dunn

"A-aku mencintaimu, Miss Dunn."

Mungkin hanya kata-kata itulah yang bisa diungkapkan Brad kala ia dan Kryssy sedang berada di jembatan Hogwarts. Pemuda itu menginjak kelas lima sekarang, sudah cukup besar untuk mengerti tentang cinta dan keindahan hidup, maupun mengerti tentang rasa sakit dan kesedihan. Gadis itu menginjak kelas empat, masih belum berubah dari sifatnya yang dulu sinis dan tidak peduli pada orang lain-‐hanya saja, sekarang ia lebih memutar logika.

Namun yang lantas muncul di benak Kryssy adalah kata 'kenapa'. Ia tak habis pikir. Padahal dulu ia hanya membantu Brad untuk menjadi seorang lelaki dan meninggalkan kebiasaan jelek Brad itu. Apakah dari dulu-‐ah, entahlah.

"Kenapa kau mencintaiku?"
"E-entahlah... dari du-dulu ka-kau yang membuatku kuat se-seperti ini."
"Membuatmu apa? Masih tergagap seperti itu saja kau bilang sudah kuat? Mengacalah lagi, senior."
"Hei, cukup, Miss! Jangan tanyakan lagi kenapa dan terima saja pernyataanku."

Tampaknya pemuda kecil itu telah beranjak dewasa sekarang. Tidak lagi tergagap dan mampu membentak. Ah, andai dari dulu pemuda itu berlaku seperti itu. Lalu, kenapa? Kenapa mereka yang bertolak belakang itu malah saling mencintai?

Yah, dunia benar-benar mengejutkan.

asdfjkl itu Brad/Krystal aaaaaaaaaaaaaaah
maaf, PM lagi galau dan masih kecewa sama Brad ;____;

Next prompt : Breath/Bernafas.
Quote
Like
Share

lunaryu
Honored Member
lunaryu
Honored Member
Joined: February 25th, 2008, 11:40 am

March 25th, 2011, 7:18 pm #2

A/N: Whoa, pertama nih? Kalau gitu, langsung aja deh...

Prompt: First/Pertama
Fandom: Original (I Want to be wth You Universe)
Pairing: Hordan/Ran, Zurra/Rachel
Warning: male x male

Zurra menatap Ran, bocah lelaki berusia 15 tahun itu dengan tatapan penuh selidik. "Jadi... hubunganmu dengan Hordan sudah sampai di mana?" tanyanya.

Dilihat dari sudut mana pun, dia masih anak-anak. Memangnya boleh menyentuh anak-anak?

"Hmm? Ah, sudah sampai mana maksudnya?" Ran memiringkan kepalanya dengan polosnya.

"Itu lho..., kau tahu, kan? Ci-ci---! UGH!" pria berambut panjang warna merah anggur itu tak bisa menanyakan pertanyaannya secara gamblang karena terlalu vulgar. Ini anak kecil begitu lho.

"Ciuman dan berpelukan? Sudah lewat jauh dong," kata Ran dengan wajah heran.

A... artis bejat sialan! Bikin iri sajaaaa! Aku juga ingin begitu dengan Racheeeel!

Zurra melempar pandangan sengit ke arah si artis dingin berambut pirang yang sedang menikmati teh buatan Rachel.

"Kau masih belum ada kemajuan dengan kecoa merah itu?" tanya Hordan dengan pandangan mengejek.

Rachel, pria berambut cokelat di depan Hordan, tertawa salah tingkah. "Kalau soal itu Zurra hanya berpengalaman sama perempuan," bisik Rachel pelan.

"Payah, kau, Zurra," Hordan berkomentar.

"Apa boleh buat, tahu! Habis... ini baru pertama kali aku berhubungan dengan lelaki! Daripada itu, Hordan! Apa-apaan kau!? Dasar artis sial, Ran masih anak-anak, tahu! Masa sudah kau--!?" Zurra menunjuk dan memelototi Hordan dengan tatapan menuduh. Wajahnya memerah karena malu dan jengkel sekaligus.

"Bicara apa, kau? Sudah lupa ya?" tanya Hordan dengan wajah aneh. "Ran itu mantan budak. Dia bahkan lebih berpengalaman di ranjang dibanding aku," lanjutnya kalem.

"Eh?" Zurra memasang wajah bloon. Rachel memandang Ran dengan takjub.

"Hmm?" Ran masih saja tersenyum dengan polosnya.

A... anak yang menakutkan, Shion Ran itu!!

Wajah Zurra pucat memikirkan kehidupan malam macam apa yang dilalui pasangan Hordan dan Ran.
------------------------------------------------------------------------------

A/N: Ah... rada gaje. Biarin deh.
Next prompt: second/kedua

Luna has COME to give you LOVE!!
Siggy made by lunaryu~
Credit art goes to the artist! <3
My LJ, My FF Account, My FS Profile, My Aarin-Profile
Quote
Like
Share

himura kyou
Honored Member
himura kyou
Honored Member
Joined: January 18th, 2009, 7:44 am

March 26th, 2011, 2:20 am #3

prompt: second/kedua
fandom: ??
chara: Say dan Yang
Gadis itu mendengus sambil meletakkan garpunya kembali ke atas piring, mengurungkan niatnya untuk melahap potongan daging steak yang ingin dimakannya lima detik yang lalu. Kekasihnya pun terheran, tidak terpikirkan ada menu di restoran mewah dan mahal ini yang tidak menggugah selera.
.
"Kenapa ga jadi dimakan, Say?"
"Ini yang kedua kali..."
"Hah? Ini kan pertama kali kita makan di sini, Say."
Jeda lima detik dan laki-laki itu terkejut.
"Ja-jadi kamu pernah ke sini tanpa aku, Say? Sama siapa? Keluarga?"
.
Melihat kekasihnya gelisah sang gadis hanya tertawa kecil. Ia menggeser piring di hadapannya agar dua siku tangannya cukup untuk diletakkan di atas meja. Sambil bertopang dagu ia memandang sang kekasih dengan lekat.
.
"Ini kedua kalinya kamu ngupil di depanku saat kita dinner, Yang."
.
Senyum dan ucapan si gadis membekukan kekasihnya. Cepat-cepat pemuda itu melepaskan jari telunjuk dari lubang hidung yang sedari tadi dipancingnya.
.
"Uh.. err.. ini reflek sih, Say. Beneran aku ga nyadar lagi ngupil! Sori! Sori!"
"Gapapa kok, Yang. Kamu paling imut waktu ngupil."
.
Dan si gadis pun menikmati pemandangan ngupil sang kekasih yang paling dicintainya sampai puas sebelum melanjutkan acara makan malam romantis mereka.
.
blargh lol.
next prompt: thrice/tiga kali
Quote
Like
Share

Matsura Akimoto
Honored Member
Matsura Akimoto
Honored Member
Joined: November 28th, 2010, 9:00 am

March 26th, 2011, 10:22 am #4

Prompt: Thrice/Tiga Kali
Fandom: Original (Heaven and Hell, Universe)
Chara: Setan dan Malaikat
Setan itu tolol. Ya, benar. Tolol. Bodoh.

"Panggil namaku tiga kali jika kau merindukanku."

Mana mau malaikat sepertinya (yang suci dan bersih dan bersinar) ingin memanggil setan (yang najis dan kotor dan suram).

Tapi--

"Setan. Setan. Setan. Kema--"

--tiga kali nama setan itu berkumandang dari mulutnya--

"--rilah."

--dan membuat setan tersebut datang.

"Kau memanggilku, hm?"
Next Prompt: Sea/Laut
"If you really love that person, learn to wait. Maybe you are not meant to be together for today but meant to be in the future." (? pain-of-unrequitedlove @tumblr)

facebook ; twitter ; fanfiction ; tumblr ; livejournal
credit avatar:zerochan
Quote
Like
Share

Ejey Series
Honored Member
Ejey Series
Honored Member
Joined: October 28th, 2010, 5:38 am

March 27th, 2011, 4:08 am #5

Prompt: Sea/Laut
Fandom: --entahlah--
Chara: Alice dan Naoki

"Hei, Naoki. Kalau aku mati, aku ingin mati di laut. Pasti indah, ya."

"Leluconmu tidak lucu, Alice."

Gadis berambut ikal itu tak mengindahkan kata-kata Naoki. Ia hanya tersenyum dan terus melanjutkan perkatannya, "Aku suka laut. Ada yang bilang, laut adalah ibu umat manusia. Manusia terlahir dari laut. Dan ketika ia mati, ia akan kembali ke laut. Aku juga ingin seperti itu. Aku ingin beristirahat di tempat di mana aku berasal. Dan itu adalah laut."

Alice meraih tangan Naoki dan menatapnya dengan ganjil. Dengan kepala yang dimiringkan, Alice berkata, "Berjanjilah padaku, Naoki. Kalau aku mati, bawa diriku ke laut. Ya, Naoki?"

----Fin (?)----

next prompt: rainbow/pelangi
pursue your happiness

Obey the rules, please!
Quote
Like
Share

himura kyou
Honored Member
himura kyou
Honored Member
Joined: January 18th, 2009, 7:44 am

March 27th, 2011, 9:22 am #6

prompt: rainbow/pelangi
fandom: ??
chara: Say dan Yang =.=
"Wah, Say, lihat deh di sana, ada pelangi bagus banget."
Seorang pemuda menunjuk pada busur tujuh warna yang menjulang di ujung horizon selepas hujan. Tampaknya adalah suatu keputusan tepat untuk tinggal dan berteduh daripada nekat turun pulang setelah sepasang kekasih itu piknik di bukit, karena kini mereka bisa melihat keindahan alam yang jarang ditemui.
.
"Iya bagus. Pelangi kan lambang gay, Yang."
Pemuda itu tertegun mendengar ucapan kekasih hatinya.
"...Say, kamu tau begituan darimana?"
"Baca-baca di internet lah, Yang."
"Ngapain kamu baca-baca soal gay di internet, Say?"
.
Si gadis terdiam. Sambil memalingkan muka ia menunjuk satu awan.
"Wah, Yang, cuaca hari ini cerah ya. Lihat itu awannya bagus banget. Ih kayak kapas lucu deh... "
"...Say, katanya kamu udah tobat dari dunia fujoshi.."
"Wah, ada burung camar terbang melintas, Yang."
"Woy."
.
=.='
next prompt: swamp/rawa-rawa
Quote
Like
Share

phoebeyuu
Premium Member
phoebeyuu
Premium Member
Joined: May 28th, 2010, 8:07 am

March 29th, 2011, 3:01 pm #7

Prompt: Swamp/Rawa-rawa
Fandom: Original (Alter Universe)
Chara: Fharan dan Rasy
Warning: err... shota, maybe? just if you look it that way, though. Saya sih bikin mereka no hard feelings.... dulu...-->tipe yang bikin cerita duluan dan baru sadar kalau chara-nya bisa di-'tidak senonoh'-kan belakangan.

"Demi Tuhan, Fharan, kenapa kau harus menggambar tokoh yang harus kita tangkap masuk ke rawa-rawa?" Rasy menepuk dahinya lumayan keras, siapa tahu bisa membangunkannya dari mimpi gila apapun yang memaksanya masuk--sayangnya, yang gila ternyata bukan mimpinya, tapi temannya yang bernama Fharan.

"Karena aku ingin main ke rawa!" jawab Fharan sambil terus menggoreskan pensilnya sembari sesekali melihat perwujudan gambarnya yang perlahan menunjukkan eksistensi di dunia nyata--dan Rasy hanya bisa mengernyit melihat rawa yang mulai terbentuk di tanah yang tadinya kosong. "Selama ini aku belum pernah pergi ke rawa."

Rasy mendengus. "Kalau dipikir-pikir, mana ada tempat yang sudah pernah kau datangi selain rumah sakit dan rumahmu."

"Kan?" Fharan sedikit melonjak di atas punggung temannya, membuat keseimbangan Rasy di udara hampir saja goyah. Kalau saja bocah yang sedang ikut melayang bersamanya--di atas punggungnya, sebenarnya--ini bukanlah temannya, ia sudah akan menjatuhkannya dari ketinggian 10 kaki dan tak akan menjemputnya, terutama ketika dia sudah mulai kegirangan seperti sekarang--dengan tangan menunjuk ke arah rawa yang baru saja ia gambar. "Ayo Rasy, kita jemput tokoh buatanku di sana!"

Tapi oh Tuhan, kenapa ia dilahirkan dengan Fharan sebagai kelemahan utamanya? Cukup dengan suara gembiranya dan ia akan menyerah. Begitu saja. Tuhan, kau sialan!

"Baiklah, kita kesana."

----------

Next prompt: Black Cat/Kucing Hitam
Life is no fairy tales...



But there's always happiness hides in the small moments

Fanfiction.Net

LiveJournal
Quote
Like
Share

cath_puz
Intermediate Member
cath_puz
Intermediate Member
Joined: October 13th, 2010, 2:12 am

March 31st, 2011, 4:49 am #8

Prompt: Black Cat/Kucing Hitam
Fandom: Dekat jendela
Chara: Putih dan majikannya

"Putih, ngapain disitu?"
Yang merasa punya nama menoleh. dia mengibaskan ekornya yang seperti sikat botol itu ke lantai.
"Dari tadi kamu terus melihat keluar ada apa sih memang?" wanita paruh baya itu berjalan ke arah jendela dan duduk persisi di sebelah Putih. "Oh... itu ya yang kamu lihat?"
Putih mendongak dan mengeyongkan ekornya sekali.
"Tidak cantik! tidak boleh. Dia hitam dan kamu putih!" larang sang majikan.
Puting mengeong menjadi-jadi, protes!
Apa yang salah dengan kucing hitam. Dari dulu kucing hitam itu selalu ada di sana setiap kali si putih sedang heat. Merayunya dengan suara merdu. Kucing hitam yang setia. Lalu kenapa cinta mereka tidak boleh bersatu.
"Pokoknya tidak ya tidak! Putih, warna kamu itu putih! dan kucing hitam itu, warnanya hitam. Bayangkan anak-anak kalian nanti! belang sapi! masih bagus kalau belang sapi, gimana kalau jadi dalmatian? pokoknya mama nggak mau kamu kawin sama dia, putih! Titik!"
"MEAWWWW!" protes si putih.
Kucing hitam itu masih di sana, duduk manis di atas pagar tembok rumah. Dia akan terus menunggu dan merayu si putih, sampai hati wanita gemuk itu melunak dan memberinya sepotong ikan pindang.


next: History/Sejarah

Quote
Like
Share

Matsura Akimoto
Honored Member
Matsura Akimoto
Honored Member
Joined: November 28th, 2010, 9:00 am

April 2nd, 2011, 12:00 pm #9

Prompt: History/Sejarah
Fandom: Original (Hatred, Universe)
Character: Wanda dan Himawan
Mereka tak tahu di mana awal mereka berjumpa. Tak ada sejarah atau apa. Hanya ada hal berlawanan yang bersahabat baik.

Wanda seorang lelaki pendiam yang temperamental. Himawan seorang lelaki amburadul yang baik.

Tidak peduli apa saja sejarah diri masing-masing, Himawan pernah berkata padanya, "Kita teman, dan aku tak peduli bagaimana sejarahmu."

(Tidak. Pada awalnya memang seperti ini.)

Dan ada seorang perempuan di hidup Wanda. Tidak cantik, namun... dia sanggup membuatnya jatuh hati. Itu menjadikan mereka kekasih.

Bersamaan dengan itu, dia muncul di hidup Himawan jua.

Tidak. Ini sejarah yang salah.

"Wanda--"

Himawan menghela nafasnya. Ia siap dibenci.

"--aku jatuh cinta pada kekasihmu."
Next Prompt: Loyal/Setia
"If you really love that person, learn to wait. Maybe you are not meant to be together for today but meant to be in the future." (? pain-of-unrequitedlove @tumblr)

facebook ; twitter ; fanfiction ; tumblr ; livejournal
credit avatar:zerochan
Quote
Like
Share

Ejey Series
Honored Member
Ejey Series
Honored Member
Joined: October 28th, 2010, 5:38 am

April 3rd, 2011, 4:55 am #10

Prompt: Loyal/Setia
Fandom: --entah--
Character: Tha dan Dion
.
.
.
"Sudahlah. Hentikan saja semua ini. Mulai detik ini, kita tak ada hubungan apa-apa lagi. Aku sudah lelah." Ucapan Tha di siang itu bagaikan petir di siang bolong bagi Dion.

"Kenapa? Apa memang sudah nggak bisa diperbaiki lagi? Apa aku tidak cukup setia bagimu?" balas Dion lirih.

Tha menggeleng. "Aku tahu kau sangat setia padaku. Aku tahu. Tapi... setiap berada di dekatmu, aku merasa sesak," Gadis itu terdiam sejenak, mengusap air matanya yang mulai turun. "kumohon, kita akhiri saja sampai di sini."

"Tapi aku..."

Tha menggeleng lagi. "Tidak, Dion. Kita tak bisa memperbaiki hubungan kita. Kumohon, berhentilah setia padaku. Kesetiaanmu itu akan sia-sia bila hanya kau tujukan padaku."

Mereka berdua sama-sama terdiam.

"Maaf, Dion. Aku tak bisa membalas kesetiaanmu..." bisik Tha lirih.
.
.
.
Next Prompt: Secret/Rahasia
pursue your happiness

Obey the rules, please!
Quote
Like
Share