Hana Suzuran
Honored Member
Hana Suzuran
Honored Member
Joined: June 29th, 2011, 10:16 am

May 5th, 2012, 11:53 am #241

Prompt: Dekade/Decade
Fandom: Original
Tokoh: Adit dan Rena
Terdengar derap langkah kaki yang terburu-buru di antara hiruk pikuk keramaian. Pemilik langkah kaki itu terburu-buru sekali hingga hampir saja menabrak seorang pejalan kaki yang tengah bersantai di taman tempatnya berada saat ini.

Tak lama kemudian, ia akhirnya sampai. Kini ia berdiri tepat di depan sebuah bangku panjang yang di ujung kanannya duduk seorang pemuda berjaket merah yang memandangnya dengan tatapan jutek.

"Maaf ya Adit, udah lama ya?" tanya si pemilik langkah kaki dengan wajah menyesal.

Adit masih memasang wajah jutek pada gadis di hadapannya. "Udah dua jam."

Suasana hening. Entah berapa lama. Lima menit, mungkin.

"Adit," panggil gadis itu pelan. Tidak ada sahutan. "Marah ya? Kan cuma nunggu dua jam?"

Pemuda itu langsung menoleh dan menatap dengan ekspresi tak percaya. "Cuma?" Ia kemudian mendengus pelan.

Gadis itu menunduk. "Rena minta maaf kalo bikin Adit capek nunggu. Maaf banget," ucapnya dengan wajah menyesal.

"Ya udah, nggak apa-apa. Dua jam masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan nunggu hati kamu selama satu dekade."

Rena mendongak dan mengerjap tiga kali.

Adit tersenyum jahil. "Sebagai hukuman karena telat, kamu nggak boleh bikin aku nungguin hati kamu lebih lama lagi. Deal?"

Rena hanya bisa cengo di tempat.
Berakhir dengan gajenya.
Saya mau muntah jadinya -_______- *ember, mana ember*

Next prompt: Angel/ Bidadari
Find me on:

avasig isn't mine
Quote
Like
Share

sylviolin
Honored Member
sylviolin
Honored Member
Joined: October 9th, 2010, 7:13 pm

May 5th, 2012, 8:05 pm #242

prompt: angel/malaikat
fandom: apalah terserah
chara: Pilar dan ayahnya dan malaikat

.
.

"Malaikat itu... nyata tidak, Yah?" suara Pilar kecil terdengar penuh rasa ingin tahu.

Sang ayah menatap mata coklat milik gadis kecil yang duduk di pangkuannya itu. Sesungguhnya pria berusia empat puluhan itu percaya akan adanya malaikat, tetapi, ia sendiri belum pernah melihat wujud malaikat. Bagaimana penampilan fisiknya, apakah seperti manusia? Nyatakah penggambaran malaikat yang ada di lukisan atau film, memiliki dua sayap putih bersih dan lingkaran emas di atas kepala?

Pria itu memeluk anak tunggalnya, kemudian berkata perlahan, "Ada. Tapi ayah belum pernah melihatnya. Mungkin Pilar dapat melihatnya, jika Pilar beruntu—"

Kata-kata sang ayah terputus. Sambil tetap mendekap gadis kecil berambut hitam itu, tangan kanan sang ayah berusaha meraih dada kirinya. Gerakan yang ia lakukan seolah mencerminkan bahwa memegang dada kirinya mampu meluruhkan semua rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Pilar kecil yang tidak tahu apa-apa hanya diam, merasakan pelukan ayahnya yang semakin erat. Gadis berusia empat tahun ini sesungguhnya ingin ayahnya melanjutkan kata-katanya, tetapi sang ayah malah memejamkan matanya. Mematung, sama sekali tak ada gerakan.

Beberapa menit berlalu dalam hening. Sampai akhirnya Pilar kecil tak lagi mampu menahan kesabarannya dan menepuk-nepuk lengan sang ayah yang mendekapnya. Beberapa sapaan kecil keluar dari mulut mungilnya, tapi sapaan itu hanya dijawab oleh sunyi yang semakin terasa. Tak lagi mampu menahan rasa ingin tahunya, gadis kecil itu berteriak, "Ibuuu! Ayah jahat—tidak mau menjelaskan tentang malaikat!"

Bukan ibunya yang datang, melainkan sosok yang memakai terusan putih. Ada dua sayap dari bulu yang tampak sangat lembut di punggungnya dan satu lingkaran emas di atas kepalanya. Sosok itu tersenyum, berjalan menghampiri dua orang manusia yang bergeming: yang satu bergeming karena tak lagi bernapas akibat serangan jantung mendadak, yang satu lagi bergeming karena melihat sosok yang keindahannya tak mampu dilukiskan dengan kata.

Setiap langkah mendekatkan jarak antara sosok misterius itu dengan Pilar dan ayahnya. Sampai ketika tak ada lagi jarak yang memisahkan mereka, sosok indah itu menyentuh tangan ayahnya lembut, lalu menatap Pilar dan tersenyum. Mata coklat Pilar menatap sosok itu, seolah bertanya, siapa kamu? Sayangnya, tak ada perkataan yang keluar dari bibir mungil itu. Semua berlalu dalam bisu, sampai sosok bersayap itu berjalan beriringan dengan hologram ayahnya menjauhi Pilar—yang masih berada dalam dekapan fisik ayahnya.

Mereka berjalan menuju tembok—tidak, tidak menabraknya; mereka menembusnya. Sesaat sebelum menghilang, hologram sang ayah melambaikan tangannya dan melempar senyum yang paling damai yang pernah Pilar lihat.

.
.

OKE KENAPA JADI ANGST. /bakardiri
next: daisy. bunga daisy .___.
Quote
Like
Share

Koryuusei
Honored Member
Koryuusei
Honored Member
Joined: March 22nd, 2012, 11:21 am

May 7th, 2012, 7:23 am #243

Prompt : Daisy
Fandom : Al-Ahmad (my first orific at 25 :p)
Chara : Julia dan Ryuki

"Aaahh... indahnya... iya, kan, Ryuki?" kata seorang gadis elf berambut silver dikuncir dua kepada sang pria elf berkulit kayu. Saat ini mereka sedang berada di kebun bunga Daisy.

"Ya... indah" kata Ryuki singkat. "Jadi... Julia, aku ingin memberitahumu sesuatu."

"Apa? SKSD tidak akan datang bulan ini?"

"Bukan, bodoh." Muka sang elf pohon mulai memerah. "Jadi... aku..."

"Ada apa, Ryuki?" Kau sakit?"

"Tidak!! Begini... aku... suka..."

"Suka kucing?"

"Bukan! Aku... suka... padamu..."

"Apa? Padaku?"

"Ya. Biar seluruh bunga di kebun ini indah, bagiku, kaulah yang paling terindah."

Julia masih terdiam sambil blushing. Mukanya yang putih itu sekarang seperti kepiting rebus. Mereka saling berdiam ria hingga satu jam berlalu.

Julia dengan memberanikan diri mendekati sang elf pohon. Mata hitam dengan bola mata putih dari Ryuki melototi sang gadis Elf.

"Ya... tadinya kupikir aku hanya bertepuk sebelah tangan. Aku terima cintamu" kata Julia sambil mencium pipi sang Elf pohon. Meski ekspresi senang tidak terlihat dari Ryuki karena mukanya ditutup masker, tapi terlihat jelas dari matanya ia senang sekali. Saking senangnya, ia mengelilingi kebun Daisy tersebut dengan senangnya.


*headdesk*

Next Prompt : Berhubung lagi maniak software, Visual Basic aja, deh.
For the only male in Gensokyo, 14th March is very dangerous day


Quote
Like
Share

Beatrixmalf
Honored Member
Beatrixmalf
Honored Member
Joined: October 21st, 2011, 10:43 am

June 28th, 2012, 9:26 am #244

Prompt: Visual Basic
Fandom: Ori Cuy /ngek
Chara: Nabeela dan Pak Wiwin
Beela melirik agendanya dengan tak bersemangat.

"Tugas mencari keterangan tentang visual basic, mencatatnya sepanjang satu lembar folio, berikan pendapat dan printscreen pemraktikan visual basic."

Gadis itu menghembuskan napas kesal. Lagi-lagi tugas komputer yang njelimetnya tidak keruan. Beela benci komputer! Benci! Benci! Lebih baik ia disuruh mengerjakan seratus soal Matematika atau Bahasa Indonesia, atau yang lebih baik lagi... Seni Budaya...

Beela melirik laptopnya tanpa semangat. Seraya menyalakan latopnya, ia mengarahkan page ke Wikipedia, dan tersenyum ketika mendapatkan penjelasan tentang visual basic yang bunyinya mirip-mirip ularnya Harry Potter.

Eh? Ular Harry Potter bukan ya?

Oh, bukan. Ularnya Salazar.

Beela cepat-cepat tersadar, lalu langsung mencatat penuh konsentrasi.

Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.

Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.[1]

Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan, dst.


Nah, sekarang Beela bisa surfing di dunia maya sepuasnya.
.
.
Beela tak pernah tahu, esoknya ia akan mendekam di pinggir lapangan; di bawah terik matahari, karena dimarahi habis-habisan oleh Pak Wiwin karena selalu menggampangkan tugas.

Ah, ya. Beela lupa.

Pak Wiwin paling benci istilah copas-mengcopas.

-end-

kangen guru TIK saya:(
next prompt: halimun di balik kabut
Who's me? ASK Ravenclaw.
Who's Infantrum? JUST click that.


Quote
Like
Share

himura kyou
Honored Member
himura kyou
Honored Member
Joined: January 18th, 2009, 7:44 am

August 29th, 2012, 6:48 pm #245

*buka kbbi onlen* ...halimun ama kabut bedanya apa o.O'
prompt: halimun di balik kabut
fandom: ??
chara: Say dan Yang
"Yang! Kamu kok ga mau ngertiin aku sih?"
.
Gadis itu cemberut, memanyunkan bibirnya sekalian untuk menyedot es teh yang sudah dipesan. Kencan hari ini benar-benar berantakan. Sang gadis kecewa. Suasana romantis di kafe pun serasa sedang di warung tegal.
.
"Gimana caranya, Say. Walau aku pengen ngertiin kamu, aku ga bisa. Kamu ga jelas sih orangnya. Kamu kayak halimun, susah dipegang, apalagi diraba. Trus ketutupan kabut pula, jadi makin ga keliatan."
.
Ocehan pemuda itu membuat sang gadis terdiam. Sedotan yang sedari tadi ia kunyah jatuh kembali ke gelas es teh yang sudah kosong. Dahinya berkerut.
.
"Yang, justru aku yang ga mudeng kamu ngomong apa. Perumpamaan dari mana itu?"
next prompt: training/latihan
Quote
Like
Share

Joined: July 25th, 2012, 8:55 pm

September 1st, 2012, 4:08 pm #246

Prompt : Training/Latihan
Fandom : -
Chara : Cheeky, Hyuu-su, Ms. Aeyu
Tiga hari lagi, tim basket putri Kiri Academy akan melakukan pertandingan persahabatan menerima tantangan dari saingan bebuyutan mereka : Touma Academy. Ms. Aeyu, selaku guru olahraga yang paling tersohor di sekolah itu (dimana anak-anak didiknya selalu berhasil memenangkan emas dalam olimpiade olahraga) dengan cepat berubah menjadi sangar setelah mendengar berita itu.

Latihan demi latihan diadakan; lima puluh kali keliling lapangan setiap pagi, tujuh puluh kali sit up sebelum berlatih basket, dan enam puluh kali push up setelah latihan basket.

Hanya ada satu kata untuk mendeskripsikan hal ini : mengerikan.

"Apa yang terjadi?" Ms. Aeyu, dengan pandangan menyipit menatap ke arah gadis berambut cepak yang tengah meringis kesakitan sambil membelit erat perutnya dengan kedua tangannya. Sedang saudara kembarnya yang berambut panjang sebahu yang tak tahan melihat kesakitan saudaranya menjawab, "Sepertinya Chee-chan sakit perut, sensei. Dari tadi ia mengeluh kesakitan di bagian perut dan wajahnya juga nampak pucat."

"Bagaimana aku tahu kalau dia sakit perut dan tidak sedang berbohong agar ia bisa bebas dari latihan hari ini, hm?"

"Sensei meragukan penyakit saya atau saya? Saya sedang datang bulan dan ini hari pertama, wajar jika saya mengalami sakit di bagian perut. Atau saya perlu buka celana sekarang dan memperlihatkan bukti nyata di hadapan sensei?"

"Sekalipun kau melakukan itu, kau pikir kau bisa mendapatkan kepercayaanku dengan mudah, bocah tengik? Kau itu biang onar di sekolah ini! Berbeda sekali dengan saudarimu yang begitu lugu. Aku tidak percaya kalian berdua benar-benar bersaudara."

"Sensei, tidakkah sebaiknya Chee-chan dibawa segera ke ruang kesehatan daripada berdebat seperti ini? Saya takut sakitnya akan bertambah parah..."

Ms. Aeyu terdiam sesaat sebelum menghela napas pelan, "Sudahlah. Siapa juga yang sudi melihat bocah ingusan sepertimu bertelanjang ria di depan umum. Aku masih cukup normal untuk tidak melakukan kegilaan itu. Kau, Hyuu-su... antar dia ke ruang kesehatan dan cepat kembali kemari. Beritahu aku jika saudaramu itu hanya berpura-pura sakit."

Hyuu-su mengangguk pelan sebelum memapah saudara kembarnya menuju ke ruang keseharan. Cheeky yang melihat bagaimana mudahnya saudara kembarnya mendapat kepercayaan sang sensei hanya mendecak pelan, "Ck. Kau benar-benar mudah mendapat kepercayaannya. Tidak sepertiku yang selalu dicurigai seperti seorang tersangka pembunuhan."

"Kau berlebihan, Chee-chan. Dia juga sebenarnya percaya padamu, kok."

"Ya, ya, ya... Dengan tampang mengerikan seperti tadi, ia pasti benar-benar mempercayaiku. Tapi, ya sudahlah. Yang penting aku bisa bebas dari latihan mengerikan itu hari ini. Kau benar-benar membantu," Cheeky memberikan senyuman tipis pada saudara kembarnya sebagai ucapan terima kasih sebelum melanjutkan kata-katanya, "Kau boleh kembali dan melanjutkan latihanmu bersama mereka."

"Aku takut aku tidak bisa kembali latihan, Chee-chan, karena saat ini aku juga sedang latihan."

"Ha? Memangnya kau sedang latihan apa saat ini?"

"Aku sedang latihan berbohong."

"..."

"Memangnya aku tidak tahu kalau kau hanya berpura-pura sakit?! Kalau aku sedang tidak latihan berbohong, mana mungkin aku mau mengantarmu ke ruang kesehatan. Aku pasti akan melaporkannya langsung ke Ms. Aeyu. Chee-chan, Chee-chan... Memangnya kau pikir kau saja yang ingin istirahat dari latihan mengerikan itu? Kau benar-benar polos, saudariku!"
Next prompt : Bacteria/Bakteri
Who am I?
Me? I am Conundrum
Who are you?
You? You are Conundrum
Wanna visit Me?
Quote
Like
Share

Beatrixmalf
Honored Member
Beatrixmalf
Honored Member
Joined: October 21st, 2011, 10:43 am

September 3rd, 2012, 2:29 pm #247

@kyou-san: uhm, sebenernya itu pengen bikin ambigu(?) saja kok uwoh.w. jadi kabut berlapis-lapis gitu, intinya /slap
Prompt: Bacteria/Bakteri
Fandom: -
Chara: Saya dan Dirinya
"Dasar kau manusia cacingan. Suka main tanpa alas kaki. Kaki dekil dan penuh kurap," kata Dirinya kurang ajar, tiba-tiba berbisik penuh cela di samping Saya.

Saya menoleh dengan marah. "Diam, Dirinya! Asal kau tahu, dan kau tidak buta, kita sedang berada di Lab Biologi! Akibat bisikan mautmu, aku tidak tahu bakteri-ku telah berfragmentasi ke berapa kali sekarang!" Saya mengamuk, dengan suara yang nyaris rendah.

Dirinya tertawa. "Nah, memang itu tujuanku dari awal. Sekarang mari kita lihat..."

Dirinya dengan gaya seperti pendeta yang berkhotbah; mengambil tabung reaksi dari laci yang ada di atas kepala Saya. Saya mengacuhkannya, dan tiba-tiba...

Dirinya tak sengaja menyenggol saya.

Larutan penuh bakteri itu menetes ke bibir Saya yang memang selalu terbuka, dan mereka berdua membeku.

Lalu.

"DIRINYAAAA! KAU BEGO, TOLOL--SEKARANG ADA 3554 BAKTERI YANG AKAN MENYERANG IMUNITASKU!"

the end with the gajeness.

warning: bukan pengalaman nyata =))
next prompt: keluarga berencana
Who's me? ASK Ravenclaw.
Who's Infantrum? JUST click that.


Quote
Like
Share

Chyka
Honored Member
Chyka
Honored Member
Joined: March 6th, 2009, 12:28 pm

September 8th, 2012, 6:19 pm #248

prompt: keluarga berencana
fandom: :music: #apa
karakter: miranda, maya.

"May..."

Sore itu cerah dengan awan yang menggantung rendah di horison berwarna jingga kemerahan, si terpanggil namanya menoleh pada sosok wanita muda yang tengah menduduki kursi dihadapan dengan raut wajah melankolis dan depresi. Maya hanya bisa menatap Miranda dengan tatapan bingung setelah meminum beberapa teguk dari caramel macchiato dalam genggaman.

"Kenapa Mir? Lagi ada masalah sama Masmu?"

Satu anggukan dari Miranda membuat Maya mendecak tak percaya.

"Apa lagi sekarang? Kukira setelah si jagoan kecil lahir hubungan kalian udah oke... ndak gitu toh?"

Yang ditanyai hanya menggelengkan kepala dan menarik napas sementara kini Maya mengelus pundak Miranda, mencoba menunjukkan simpati.

"Mas Bram... nggak mau ikutan KB, May. Padahal baru empat bulan yang lalu kita punya Nathan," Putra kecil Miranda dan Bram yang menggemaskan, Maya ingat dari kunjungannya bersama Roy ke rumah sakit dan hajatan si bayi. "Tapi dia udah nggak sabar aja buat ngasih adik buat Nathan. Aku kan nggak siap May, nggak kebayang aku ngurusin anak sambil hamil lagi, belum kerjaan juga pasti makin numpuk..."

Miranda menghela napas sembari menyorotkan pandangan penuh rasa terimakasih lewat iris kecoklatan yang nampak sendu itu.

"...apa Mas Bram nggak nyadar kalau aku butuh waktu? Untuk menyesuaikan diri dengan peran sebagai ibu ini, maksudku... yah, kamu ngerti kan?"

Sebenarnya Maya tidak mengerti, namun dia membiarkan Miranda terus berkeluh kesah akan betapa Mas Bram tidak tolerir dan bagaimana seharusnya Mas Bram memikirkan mengapa pemerintah mencanangkan program keluarga berencana dan mengikutinya tanpa banyak protes dan deviasi, blablabla, tralala, trilili.


Maya pun mendadak bersyukur karena dia belum menikah; karena dia belum perlu memikirkan hal-hal merepotkan macam ini.

next prompt: to you/untukmu

He doesn't need a throne to have her..
Because their song is the true song of ice and fire?the last two standing against the world.
[ ? redhel@lj; quiet_graphix@lj; capricious_mouse@lj ]
Quote
Like
Share

hansel.
Honored Member
hansel.
Honored Member
Joined: February 13th, 2009, 7:18 am

September 12th, 2012, 7:43 am #249

Prompt: to you/untukmu.
Fandom: ...itu.
Chara: si anak laki-laki dan si gadis.

.

“Ini untukmu.”

“Dalam rangka—?”

“Hadiah perpisahan.”

Gadis itu tertawa mendengarnya. “Aku nggak ada niat pindah dalam jangka waktu dekat, tahu. Perpisahan apa yang kau maksud? Jangan-jangan—kau nggak sedang berpikir untuk minggat dari rumah dan pergi entah kemana, kan?”

Anak laki-laki tersenyum samar dan menggeleng untuk menjawab pertanyaan terakhir. Ia kembali berkata dengan nada suara yang sama santai seperti sebelumnya, polos dan tanpa dosa, “Terima saja. Kau bakal tahu nanti begitu buka kotak ini.”

“Well, terima kasih, kalau begitu.”

“Ah, jangan dibuka dulu. Tunggu aku pulang, oke?”

“Kenapa?”

“Aku malu.”

Sekali lagi gadis tertawa renyah. “Okay then.”

.

.

Saat itu hanya beberapa menit selepas senja ketika sebuah bom meledak di sebuah rumah. Mengakibatkan hancurnya setengah dari pondasi bangunan dan menelan korban gadis remaja yang tewas seketika. Rumah yang tinggal separo dan dibatasi oleh garis kuning kepolisian kini dikerumuni oleh penghuni kompleks yang ingin tahu.

Di antara kerumunan itu, seorang anak laki-laki tersenyum manis.

“Bye, bye,” bisiknya.

.

next prompt: potatoes/kentang-kentang.

IN ONE bang BLOOD RUSHED TO THE head
she'd rather fly through the sky than walk with the dead

Quote
Like
Share

biaaulia
Newbie
Joined: October 3rd, 2009, 7:16 am

September 25th, 2012, 2:59 pm #250

Prompt : Potatoes / kentang-kentang
Chara : Athaya Agnar Sarid, asli punya saya :3
Menarik napas dalam, Athaya merapikan buku-bukunya setelah pelajaran terakhir hari ini selesai, meraih dompetnya lalu beranjak meninggalkan kursi, membiarkan si tas dan barang-barangnya tergeletak rapi di mejanya. Pelajaran terakhir selesai belum tentu harinya di sekolah usai. Sebagai siswi kelas 9 yang sebentar lagi akan menghadapi UN dan persaingan masuk SMA negeri yang ketat, sekolahnya mewajibkan siswa-siswi kelas 9 untuk mengikuti sesi pelajaran tambahan setiap hari sepulang sekolah.

Ia mau jajan dulu. Jajanan favorit setiap hari. Makanan panjang-panjang warna cokelat yang biasanya ditaburi entah-bumbu-apa yang kehigienisannya sudah lama terlupakan oleh seantero sekolah. Makanan yang dijual oleh bapak-bapak penjual yang sudah lama hapal dengan dirinya. Makanya kadang ia tak perlu bicara lagi. Tinggal nongol, nyengir, lalu bayar.

Siapakah dia?

Dialah si bapak kentang!

Random parah, saya tahu =))
Next prompt : Minder

A moment, a love, a dream aloud
- Sweet Disposition, The Temper Trap -
Quote
Like
Share