himura kyou
Honored Member
himura kyou
Honored Member
Joined: January 18th, 2009, 7:44 am

April 5th, 2011, 6:39 am #11

prompt: secret/rahasia
fandom: ??
chara: Say dan Yang
Wajah gadis itu menunjukkan rona gelisah. Jemarinya saling bertaut tak tentu seperti kebingungan. Sesekali ekor matanya melirik ke samping, sesekali melirik ke bawah. Gerak-geriknya membuat pemuda di sebelahnya jadi sedikit khawatir. Salah makan apa tadi kekasihnya.
.
"Ada apa sih, Say?"
"Begini, Yang... um.. itu.. sebenarnya aku.. punya rahasia..."
.
Hubungan mereka telah terjalin selama bertahun-tahun, dibangun oleh pondasi saling percaya dan saling setia, ditempa oleh suka duka dilewati bersama. Tidak ada rahasia di antara mereka, itulah komitmen yang dijunjung tinggi. Dan sekarang, si gadis tengah ingin membuat pengakuan akan satu rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Namun sang pemuda tidak menunjukkan perubahan ekspresi.
.
"Rahasia apa, Say? Tentang masa lalu kamu sebagai fujoshi yang hobi donlot doujin yaoi NC-17 bergiga-gigabyte? Ato tentang kamu pernah ngompol di kelas waktu SD? Ato tentang rambutmu yang pitak karena mbak tukang salon langgananmu salah potong? Gapapa kok, Say. Aku tetap cinta kamu apa adanya. Walaupun kadang bulu hidungmu suka mengintip keluar, walaupun kamu pernah kepleset kulit kacang, walaupun blablabla--"
Sang gadis membatu mendengar kekasihnya yang belum juga selesai menyerocos dengan lantang di bangku taman publik.
.
"...Itu bukan rahasia, Yang. Semua yang kamu ucapin barusan kan hal-hal yang pernah kita share bareng soal aib masing-masing."
Gadis itu tak mampu berkata lagi dan rahasia yang ingin ia akui hari ini pun telah menguap entah ke mana.
next prompt: legend/legenda
Quote
Like
Share

hansel.
Honored Member
hansel.
Honored Member
Joined: February 13th, 2009, 7:18 am

April 6th, 2011, 4:43 pm #12

prompt: legend/legenda
fandom: ryokubita universe
chara: dobel ritsu (-////-)
“Hei, tahu legenda Jyuuninkai?” Suara cemprengnya yang tinggi dan kekanak-kanakan terdengar tiba-tiba, mengajukan sebuah pertanyaan yang tak diperkirakan. Tangannya menutup buku tebal yang di hadapi sedari tadi.

Sebuah dengusan malas dan sahutan ketus terdengar, “Tentu saja. Ada di buku sejarah yang kau baca itu kan?”

Bibirnya mengulas sebuah senyum sedih. “Bagaimana kalau Tousan adalah salah satu keturunan Yoshinkai?” ucapnya lirih, hampir-hampir tak terdengar. “Mungkin sebenarnya aku ini anak dari salah satu kawan pelaku penyerangan saat Bunkasai lalu.”

“Memangnya kenapa?”

Jantungnya berdegup kencang, menyakitkan, mengetahui bahwa pemuda di sisinya tak membantah seolah menyetujui dugaan dirinya. Padahal ia berharap laki-laki ini akan menenangkan kegundahan hatinya dengan mengucap kata-kata yang menyenangkan. Namun…. Kristalnya menggelap.

“Kenapa kalau kau benar-benar keturunan anggota NOH?” sang pemuda kembali melanjutkan. “Yang penting kan kau sendiri bukan.” Tepukan pelan di puncak kepalanya menyadarkan sang dara bahwa laki-laki ini memang berniat menenangkan dirinya, walau dengan caranya sendiri. Raut wajahnya berangsur kembali cerah. “Lagipula aku yakin ayahmu bukan anggota NOH.”

Ritsu mengangguk kecil, melemparkan senyum lembut pada laki-laki berkacamata yang tak pernah mengangkat kepalanya dari buku pelajaran yang sedang dibaca itu semenjak tadi. Pipinya bersemu hangat. Dengan hati yang lebih ringan, ia mengucap, “Arigatou ne, Yoshikuni-chan.” –Yang disahuti dengan gumaman “hm” singkat.

Ritsu kembali menyibukkan diri dengan buku sejarah miliknya, melanjutkan membaca mengenai legenda Jyuuninkai. Masih ditemani pemuda Bara dengan nama yang sama dengan dirinya di samping. Tanpa disadari Ritsu, laki-laki ini mengerling singkat, mengamati senyuman lebar pada wajah mungilnya, kemudian turut tersenyum lembut.
asdfghjkl ga sanggup ngomong apa-apa.

next prompt: crazy/gila(?)

IN ONE bang BLOOD RUSHED TO THE head
she'd rather fly through the sky than walk with the dead

Quote
Like
Share

Chyka
Honored Member
Chyka
Honored Member
Joined: March 6th, 2009, 12:28 pm

April 8th, 2011, 2:56 pm #13

Prompt: Crazy/Gila
Fandom: orijinel dong ah
Chara: pendragons sibling aka Camellia and Edwin Pendragon :"|
Camellia Pendragon biasa dijuluki aneh. Tidak keberatan dengan sinting, apalagi gila. Semua hanya karena tingkah hiperaktif yang kata para guru dianggap menganggu. Karena perilaku impulsifnya yang sering membuat gadis ini diomeli oleh para ibu dari teman sebaya yang sering ia hajar karena kesal. Hanya karena ia bukan seorang yang suka memperhatikan sesuatu, cuma cenderung suka melanggar aturan. Dan hal-hal itu membuat mayoritas orang menjadi paranoid berlebihan.

Bukan salahnya kan, dia terlahir seperti itu? Lagipula, definisi bodoh dari gila macam apa yang tertempel di otak dungu manusia sialan itu? Label itu ia biarkan menempel, tak berminat untuk mengelupas lalu menginjaknya di tanah.

Dengan presepsi masyarakat yang begitu, ia tak akan memiliki beban atau perasaan bersalah jika ia melakukan kesalahan. Semuanya akan berjalan layaknya hari-hari tenang biasa nan damai, karena kegilaannya yang abnormal tak akan lebih dari usikan hampa desau angin. Parasnya hanya akan menunjukkan datar--atau mungkin dengan bonus seringai kejam, kalau sedang mood. Senyumnya sudah lama hilang. Dan kalaupun kau melihat kurva tertempel manis di wajah sang gadis, camkan kalau itu tak lebih dari kepalsuan dalam formalitas.

Namun, hanya satu yang dapat membuat paras gadis itu berubah 360 derajat.

"Camille, kau tidak gila oke. Kau waras. Abaikan saja mereka. Bocah-bocah bodoh dan orangtua sok tahu itu hanya tidak mengerti dirimu. Tak seperti aku, atau Mum dan Dad."

Bass terdengar tinggi, lalu merasakan rengkuhan hangat di tubuh. Peluk. Kakak memeluk Cam lagi. Hangat. Nyaman. Memberi perspektif baru dalam sudut pandang bocah perempuan itu. Dia tidak gila, orang-orang itu saja yang bodoh. Tangan mungil merangkul pundak sang kakak dan membenamkan wajah di dada lelaki kecil itu. Senyum manis nan polos terpatri indah di paras femininnya.

"Makasih Kak Ed."
Next prompt: Heart/Jantung ;D

He doesn't need a throne to have her..
Because their song is the true song of ice and fire?the last two standing against the world.
[ ? redhel@lj; quiet_graphix@lj; capricious_mouse@lj ]
Quote
Like
Share

Sky End
Premium Member
Sky End
Premium Member
Joined: August 6th, 2010, 5:30 am

April 8th, 2011, 3:13 pm #14

Prompt: Heart/Jantung
Fandom: Original--forum Engraved Vow
Chara: Friday Schwartz, Natalie Eisenberg.
“Ada pembunuhan. Pistol. Pelurunya terkena jantung.”

“Lalu?”

Jantung.

“Bagaimana rasanya tidak punya jantung--“

Jantung.

“--Tuan Friday Schwartz?”

Lelaki itu membuang puntung rokoknya ke tanah dan menginjak-nginjaknya seakan puntung rokok itu adalah parasit yang paling dibencinya di dunia ini. Sementara gadis di sebelahnya menatapnya aneh, sambil mengisap rokoknya lagi. Bau rokok melayang di udara, membuat seorang kakek yang lewat mengernyit penuh emosi ke arah mereka.

Friday Schwartz, nama lelaki itu, dengan rambut hitam legam yang agak gondrong, berantakan seakan baru bangun tidur, dengan nona Natalie Eisenberg disampingnya. Mereka bukan teman, mereka tidak mempunyai hubungan intim apapun, mereka bukan kekasih, mereka bukan keluarga, mereka tidak mengenal satu sama lain.

Mereka seorang asing.

(“Lalu kenapa mereka keliatan akrab?” Jangan tanya begitu. Mungkin wujud gadis empat belas tahun itu nyata--ringkih, ia seorang manusia mortal yang akan mati suatu hari nanti.

Tetapi tahukah kamu selalu ada Friday Schwartz yang sama sejak abad ke empat belas?)

Si lelaki melangkah ke depan, meninggalkan si gadis itu sendirian di dekat tanda ‘Bus Stop’ yang dingin karena udara musim gugur London. Sampai empat langkah di tengah jalan raya, si lelaki berhenti dan berbalik, memandang si gadis dengan seringai sarat arti di bibirnya, matanya berkilat diterangi sinar bulan yang samar-samar.

“Aku bukan Friday Schwartz, Natalie,” nada suara lelaki itu berubah; seakan suaranya yang tadinya begitu muda, tiba-tiba berubah menjadi suara milik makhluk yang hidup ribuan tahun. “Namaku Leraje. The Great Marquis of Hell

Natalie tersenyum ke arahnya. Dan bersamaan dengan lewatnya sebuah bus, lelaki itu sudah raib dari posisinya tadi.
... untuk lebih lengkapnya, silakan gugling saja ya? ' '
Next: Hujan/Rain
"Oh Lord, grant that I shall never seek so much to be consoled as to console...
...to be understood as to understand, or to be loved as to love with all my heart."

- Eugene 'Doc' Roe, Band of Brothers -


(Y U NO MARRY?!)
avatar?chainedtothesky / links [/size]
Quote
Like
Share

himura kyou
Honored Member
himura kyou
Honored Member
Joined: January 18th, 2009, 7:44 am

April 8th, 2011, 3:47 pm #15

prompt: rain/hujan
fandom: ??
chara: Say dan Yang
Lagi-lagi dua sejoli muda itu terkurung dalam derasnya hujan saat berkencan. Acara memetik strawberry yang mereka nanti-nantikan terpaksa berhenti di tengah jalan. Sambil berteduh di saung kecil yang ada di tengah ladang strawberry, si pemuda tiba-tiba mendapat ilham.
.
"Eh Say. Main hujan-hujanan sambil nyanyi Kuch Kuch Hotta Hai yuk."
"Ogah, Yang."
Gelengan kecil yang cukup mengagetkan sang pemuda.
.
"Lho? Bukannya kamu paling suka ama Kuch Kuch ya, Say? Tiap kali aku main ke rumahmu, selalu film itu yang kamu puter sampai aku mau ga mau jadi hapal luar kepala semua dialog dan lirik lagunya."
Pemuda itu tidak ingin menggunakan kata 'cuci otak' untuk diucapkan pada kekasihnya.
"Iya itu emang film wajib dan udah jadi ritual di rumah, Yang."
"Trus kenapa ga mau, Say? Aku jadi Rahulnya, kamu jadi Anjali gitu.. kejar-kejaran di tengah hujan.. kan romantis, Say."
Tetap hanya gelengan kepala yang menjawab.
.
"Lihat dong, Yang. Ini ladang strawberry. Ga ada pohon kelapa. Mana mantap nari-nari kejar-kejaran sambil nyanyi-nyanyi lagu India di tengah hujan tanpa main sembunyi-sembunyian di balik pohon kelapa?"
Idealis. Atau perfeksionis. Atau maniak. Sang pemuda tidak ingin membuat definisi apapun untuk kekasihnya. Biarlah rintik hujan menelan dan menghanyutkan segala kegalauannya saat ini, mengalir turun ke kota, lalu mengumpul dan membuat banjir tahunan yang meresahkan masyarakat. Oke, ga nyambung.
next prompt: definition/definisi
Quote
Like
Share

hansel.
Honored Member
hansel.
Honored Member
Joined: February 13th, 2009, 7:18 am

April 8th, 2011, 5:38 pm #16

prompt: definition/definisi
fandom: trio nista mino/stella/ez
chara: stella, ez.

“Apa definisi suka

"Aku. Ke kamu."

"Apa definisi cemburu?"

"Aku. Melihatmu dengannya."

"Apa definisi bahagia?"

"Aku. Di sisimu."

Terdengar suara gebrakan meja, keras. Beberapa barang yang berada di atasnya kini berguling menuju tepi, berjatuhan seperti hujan gerimis yang turun perlahan. Sang dara menatap kesal dengan kening berkerut dan bibir terkatup rapat. Tak ada hawa-hawa riang dari dirinya kali ini, tak seperti biasanya. Maniknya menyipit penuh ancaman. "Ez! Yang benar saja," seruannya memarahi sosok laki-laki yang berbaring santai tak jauh darinya. "Jangan bercanda terus!"

Lawan bicaranya mendongak, memandang dua kelereng hitam yang selalu membuainya. "Aku serius." Senyumnya mengembang, menggoda sang gadis.

pas seratus kata \m/

next prompt: girl/gadis

IN ONE bang BLOOD RUSHED TO THE head
she'd rather fly through the sky than walk with the dead

Quote
Like
Share

Sekar.Nasri
Honored Member
Sekar.Nasri
Honored Member
Joined: November 29th, 2009, 11:35 am

April 18th, 2011, 3:38 am #17

Prompt: Girl/Gadis
Fandom: Best Friend (bisa dicari di toko buku terdekat selama persediaan masih ada *promosi terselubung* *ditendang*)
Chara: Jules Cardon, Caitlin McNiven
Panggil saja pemuda itu Jules. Ia adalah salah satu dari sekian pemuda yang lahir dalam keadaan yang beruntung. Bagaimana tidak? Ia lahir dari keluarga yang berada, prestasi akademiknya pun tak begitu menegcewakan. Apalagi dengan prestasi non akademiknya; ia merupakan kartu as dari tim basket sekolahnya, sekaligus kapten yang membawa tim tersebut menjuarai banyak kejuaraan. Perawakannya pun tak kalah mengagumkan; tubuhnya tinggi tegap, wajahnya begitu rupawa.

Tapi sebagai remaja yang hidup di tengah kultur barat yang kental, ada satu yang tidak ia miliki.

Well, sebenarnya ia bisa saja memilikinya, berhubung apa yang diinginkannya sudah banyak tersedia (banyak yang "mengajukan diri" untuk "dimiliki" seorang Julian Nathaniel Cardon). Tapi ia tidak ingin.

...tidak, tidak—sebenarnya ia ingin. Tapi...—duh, bagaimana menjelaskannya?

Jujur, ia malu. Ia malu, tapi tak ada satupun orang yang tahu; rasa itu sudah bertahun-tahun dipendamnya di balik wajah dan sikapnya. Namun hei, sepandai-pandainya seseorang membungkus apik kebohongannya, ada kala dimana kebohongan tersebut akan menyeruak keluar, kan?

Kala itu misalnya sekarang, ketika ia sedang melangkah di jalanan Beverly dengan pelbagai tas di tangannya. Wajahnya tampak menggerutu, tapi ia berusaha untuk tetap tenang. Walau tetap saja pada akhirnya kesabarannya sudah mencapai titik didihnya.

"Masih lama tidak?" tanya Jules kepada orang yang berdiri di hadapannya; yang berlenggang dengan anggun dan bersinar layaknya mentari yang menaungi California, yang matanya menjelalat ke setiap jendela yang dilewatinya, yang memiliki semua tas belanja yang dibawakan Jules sekarang ini.

Orang itu kemudian berhenti, sebelum akhirnya berbalik dan mendekati Jules. Ditatapnya lekat-lekat pemuda tersebut, seakan tahu kalau Jules benar-benar lemah dengan tatapan tersebut.

"Sebentar lagi ya—pretty please?"

Dan Jules hanya bisa mendesah, berusaha untuk sabar dalam menghadapi orang itu. Namun di balik desahan itu, kalau kau perhatikan lebih cermat lagi, kau akan menemukan sebuah rona merah yang menghiasi pipinya. Sebuah rona yang selalu muncul jika ia bersama dengan orang itu.

Orang itu adalah yang tidak ia miliki.

Yang dia tidak miliki adalah gadis.

Gadis itu bernama Caitlin McNiven.

A-aduh, udah panjang, abal lagi. Tapi saya selalu pengen buat Jules/Caitlin yang lebih dewasaaa. Aaaah, mereka unyu :*

Next Prompt: Chances/Kesempatan
you'll find us chasing the sun ☀
WHEN THE DAYLIGHT'S FADING, WE'RE GONNA PLAY IN THE DARK TILL IT'S GOLDEN AGAIN
AND NOW IT FEEL SO AMAZING, CAN'T SEE IT COMING AND WE'LL NEVER GROW OLD AGAIN


fanfiction - blog - twitter


Quote
Like
Share

Haruki_Irish!
Honored Member
Haruki_Irish!
Honored Member
Joined: June 4th, 2009, 5:10 am

April 18th, 2011, 3:55 am #18

Prompt: Chances/Kesempatan
Fandom: Keluarga gila Kartheiser uhuuy~.
Chara: Adrian Kartheiser ; Charlotte Kartheiser
"...mau coba?"

Senyum timpang Charlotte terukir di wajah cantiknya. Mata birunya menatap lurus warna biru iris Adrian. Tatapan lembut yang tumben-tumbennya dikeluarkan Nona Charlotte yang biasanya tak acuh akan keluarganya. Ah. Tentu saja, ada maunya. Nona ini lagipula untuk apa sok baik-baik pada laki-laki itu kalau tidak untuk sesuatu yang penting?

"Jadi pa-nge-ran?"

Suara tenang yang dikeluarkan Adrian membuat gadis ini gemas. Ini untuk drama kelas, tahuu. Sial sekali, anak laki-laki di kelasnya ogah sekali disuruh bermain peran; katanya lebih baik sekalian bolos saat hari ulang tahun sekolah yang kebetulan memang jatuh pada hari Minggu. Uh. Ia yang menjadi pembuat skenario drama ini sampai harus membujuk anak laki-laki itu, tapi tidak berhasil.

"Iya. Lawan mainmu Cath kok. Cantik, kan?" Lalu tersenyum jahil. "Ini kesempatanmu; kau suka kakaknya Cath, kan?"

Asal saja mengambil konklusi. Dasar Charlotte. Sementara tidak ada perubahan emosi di kakaknya yang nampak tetap diam tak berkesudahan. AAAAH. Ingin rasanya ia bunuh kakaknya ini. Sebal tahu bicara dengan makhluk yang tak ubahnya patung bersuara. Yang tidak punya emosiii, uh. Dan ini kesempatan terakhirnya untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi penulis skenario di depan orangtua kolot mereka daripada melanjutkan voodoo-vodoo bodoh itu.

"Baiklah."

...kalau senang, kenapa kening Charlotte mengernyit heran?
prompt: Below/Bawah
"I just need to be able to connect to people like you can...
then I can make everyone happy."*


(icons | mine)
Quote
Like
Share

hansel.
Honored Member
hansel.
Honored Member
Joined: February 13th, 2009, 7:18 am

April 18th, 2011, 6:15 am #19

Prompt: Below/Bawah
Fandom: youknowmesowwelllah~
Chara: seiji kizaki; ritsuka miyazaki
“Ikut aku. Yuk!”

Sebuah sapaan ceria yang langsung diikuti oleh acara penggenggaman tangan dan seretan dari sang dara yang penuh semangat membungkam protes yang sempat akan dikeluarkan oleh dirinya. Tatapannya yang tajam membius beberapa gadis yang berpapasan dengan mereka sepanjang perjalanan, padahal sang empunya sendiri hanya memfokuskan pandangan pada punggung mungil dari entitas yang menarik-narik dirinya.

“Kita mau kemana?” Bassnya mengalun, lembut.

Yang ditanya mengerling sekilas. Ada kilatan nakal di dua manik cokelat itu dan cengiran lebar terukir di bibir. “Kita akan turun ke ruang bawah tanah,” jawabnya, terkekeh singkat kemudian melanjutkan, “Sudah lama aku mau menjelajah tempat itu. Dan kau harus menemani!”

Segera saja Seiji menghentikan langkahnya, membuat sang gadis turut terdiam bingung.

“Kenapa?”

Dengan wajah bersemu, Seiji menjawab acuh, “Aku tidak kuat dingin.” Ia mengalihkan pandangan ke samping, tak ingin menatap wajah polos dari sang gadis—takut menemukan tawa ataupun rasa kasihan darinya. Ia tidak mau ditertawakan apalagi dikasihani satu orang ini.

“Oh, kalau begitu kembali ke asrama dulu, ambil jaket yang tebal, baru turun ke bawah tanah. Oke

Kristal segelap langit malam kini kembali terarah pada sosok mungil yang selama ini mencuri perhatiannya—meski jelas perasaannya terhadap gadis itu bukan suka. Senyumnya perlahan terkembang lebar. “Oke,” jawabnya singkat. Jemarinya meremas singkat genggaman tangan Ritsuka.
inceeeeeeeeeeeest <3 #dor

next prompt: family/keluarga

IN ONE bang BLOOD RUSHED TO THE head
she'd rather fly through the sky than walk with the dead

Quote
Like
Share

Silent Afterglow
Honored Member
Silent Afterglow
Honored Member
Joined: December 23rd, 2010, 9:52 am

April 18th, 2011, 10:48 am #20

pertamakali post di sini

Prompt: Family/Keluarga
Fandom: ada aja deh
Characters: Zephyrs Tsubanara, Zephyrs Xenzus, Zephyrs Cecillia, Zephyrs Rolandia, Zephyrs Yurika
Sejak awal, mereka memang sebuah keluarga.

Si anak tertua dengan surai hitam dan manik hitam yang sama pekatnya yang kelewat pendiam di hadapan adik-adiknya, si anak kedua dengan surai cokelat keemasan dan pembawaannya yang kelewat angin-anginan namun sebenarnya sangat peduli, si kembar yang saling bertolak belakang, dan si anak terakhir yang sangat mengalun seperti angin.

Tapi, di balik keaneka ragaman kepribadian mereka, mereka adalah sebuah keluarga.

Roland dan Yurika yang sering bertengkar entah itu secara langsung atau tidak langsung, Cecillia yang selalu bingung cara mengatasi adik kembarnya dan adik perempuannya, Xenzus yang tak pernah ambil pusing dengan apapun, dan Nara yang ingin kecepatan dan ketepatan.

Tapi mau bagaimanapun, mereka terikat sebagai sebuah keluarga.

Meluncur dari bibir sang gadis, manik biru airnya berkilau ditimpa cahaya gemintang dari atas sana.

"Aku menyayangimu, Kak. Kami menyayangimu."

Mungkin memang keluarga seharusnya seperti ini.

Next prompt: Lie/Kebohongan
"I will shoulder the burden."
~Kain Highwind, Dissidia [012] Final Fantasy~


&#9834;|&#9834;|&#9834;|&#9834;|



Peraturan ada bukan untuk jadi pajangan. Mohon ditaati.
Ini, ini, dan ini juga bukan pajangan.
avasig (c) me
Quote
Like
Share