Giselle Gionne
Honored Member
Giselle Gionne
Honored Member
Joined: March 29th, 2012, 1:36 am

July 27th, 2012, 2:24 pm #681

Prompt: Melancholy / Melankolis
Fandom: Resident Evil
Chara: Chris R. / Piers. N
Edonia. Itu adalah sebuah negara -atau kota? di Eropa Timur. Kota indah yang menjadi landasan para otak kriminil berbasis terorisme untuk menyebarkan C-Virus. Panggilan kepada tim B.S.A.A. tak pernah runtuh. Mereka segera berangkat dengan tim inti Bravo.

"Kau tidak lelah?"

"Kenapa tidak liburan saja?"

"Biarkan tuan Nivens yang bekerja..."

Isi hatinya berkecamuk. Ia lelah, sangat lelah. Tetapi Edonia membutuhkannya. Dengan segala daya dan upaya ia berlari ke sana ke mari, menekan pelatuk machine gun, mengisi ulang magasinnya dengan peluru baru, hanya untuk dihempaskan secara ironis ke lantai yang keras.

Sesaat, pandangannya memudar. Atensinya perlahan-lahan menghilang, digantikan oleh kehitaman yang pekat. Ia dan kegelapan, memang pasangan yang kohesif sejak dulu kala.

Selalu.

Esensi pekat warna yang memabukkan selalu ada untuknya. Estetika gelora yang menjeratnya, kemudian menghilangkan seluruh memorinya dan mendudukkannya di atas kursi bar, mabuk berat dan seluruh tubuhnya beraroma rokok yang kental. Sifatnya yang dulu sangat gancang dan mahir menyeka lantai musuh, kini seakan kaku untuk digerakkan.

Mungkin, Chris hanya bersifat melankolis. Ia tidak lari dari realita. Depresi mendekapnya erat, membiarkan atensinya pada terorisme biologis terkelubak begitu saja.

"Kapten."

Panggilan itu terdengar miris, namun penuh dengan kesetiaan.

"Kembalilah kepada kami. B.S.A.A."

Alpa, Chris memerhatikan lambang divisinya dulu. Ia segera bangkit berdiri dan bertanya.

"Kalau begitu, berikan padaku seragam B.S.A.A. milikku."
Next prompt: Multifaset / Multifacet
In the end...
...nothing's really changed.


Quote
Like
Share

Beatrixmalf
Honored Member
Beatrixmalf
Honored Member
Joined: October 21st, 2011, 10:43 am

July 29th, 2012, 3:02 am #682

prompt: multifaset/multifacet
fandom: The Infernal Devices
chara: Will H./Tessa G.
Wajah itu nampak pias bermandikan cahaya bulan. Mutiara biru laut itu terlihat sendu, mengerling tak berminat kepada pemandangan di pekarangan bawah--sekaligus stela bercahaya yang dimainkannya di jemari.

Will Herondale menghela napas lelah. Hatinya remuk redam, nyaris tak tersisa emulsi oksigen kebahagiaan di dalam hatinya--tapi ia masih bertahan.

Bertahan.... dari segala problema. Problema yang tak berujung. Multifaset dan infiniti. Tanpa batas.

Dan mungkin karena cinta. Tessa. Asa.
.
.
Cahaya bulan hampir tersingkap sepenuhnya, bersih dari sapuan awan kelabu. Dua sejoli yang bercumbu di bawah sana, dua orang yang sangat dicintai Will (dan siapa lagi kalau bukan Tessa dan Jem?) menautkan kedua tubuhnya, dan Will memalingkan wajahnya.

Ia menunduk memandang stela itu.

Yang berubah menjadi bintang multifaset--sejalan dengan apa yang dihadapinya saat ini.
.
.
galau ;w;
next prompt: infinity/tanpa batas
Who's me? ASK Ravenclaw.
Who's Infantrum? JUST click that.


Quote
Like
Share

Koryuusei
Honored Member
Koryuusei
Honored Member
Joined: March 22nd, 2012, 11:21 am

July 29th, 2012, 4:17 am #683

Prompt : Infinity / tanpa batas
Fandom : FF XIII / FF VII
Chara : Lightning x Cloud

Akhirnya, setelah sekian lama, aku dapat menemuinya juga. Orang yang selama ini selalu mengerti aku, seakan-akan aku adalah dirinya. Ya, memang, yang kumaksud adalah Lightning, cewek berambut pink yang lumayan jutek. Meski begitu, aku mencintainya. Toh, aku juga jutek.

"...," ya, dia sama sekali diam, tidak berkata apa-apa ketika bertemu denganku, ditambah dengan muka dingin itu.

"...," dan aku juga diam, tidak kalah memasang muka yang dingin.

"..."

"..."

"..."

"..."

"..."

"..."

"Oke, aku sudah cape diam, ini seakan-akan tidak ada batasnya," akhirnya dia mulai berbicara.

"Tidak ada batasnya? Well... demikian juga cintaku padamu."

"Hah, no way. Justru itu kata-kataku."

"..."

"..."

"..."

"..."

Kami pun diam lagi, tidak tahu harus berbicara apa. Ya, memang benar, ini tidak ada batasnya.




Oke, otakku memang kosong

Next prompt : Fasting / puasa
For the only male in Gensokyo, 14th March is very dangerous day


Quote
Like
Share

Rinyuuaru
Honored Member
Rinyuuaru
Honored Member
Joined: January 14th, 2011, 9:25 am

August 10th, 2012, 5:21 am #684

Prompt: Fasting/puasa
Fandom: Vocaloid
Chara: Crypton Family + Gumi & Gakupo

"Puaaanasssss!!!" Teriakan Kaito menggema di mansion kediaman Cyrpton Family. Luka, Miku, Len, Rin dan Meiko hanya bisa terdiam melihatnya. Tak ada yang memberi komentar. Luka kembali memotong-motong tuna, Miku menyisir rambutnya dengan santai. Len dan Rin sedang asyik main game. Dan Meiko? Dia berlalu melewati Kaito sembari mendengus sedikit.

"Kalian semua jahat sekali sih!!!"

Lagi-lagi Kaito didiamkan.

"Ohayou, minna!" Terdengar suara ceria dari pintu depan. Tak lama, muncul Gumi beserta Gakupo yang menenteng banyak belanjaan. Gakupo yang melihat Kaito di sudut ruangan dan sedang meringkuk sembari memegangi perut, tak ayal berkomentar,

"Hoi! Puasa makan es krim sehari aja heboh banget sih!"

~Owari~

Next Prompt: :hantu: Ghost/Hantu
Quote
Like
Share

himura kyou
Honored Member
himura kyou
Honored Member
Joined: January 18th, 2009, 7:44 am

August 29th, 2012, 6:34 pm #685

prompt: :hantu:
fandom: Sayonara Zetsubou Sensei
chara: Itoshiki Nozomu dan Fuura Kafuka
Suara lirih memelas. Bayang putih di kala malam. Tidak ada yang berani mendekati gudang tua itu sejak dulu. Tempat lusuh itu masih berdiri rapuh di sudut kompleks yang telah dipoles menjadi gedung modern.
.
"Aku putus asa! Hantu penasaran membuatku putus asa!"
.
Sekali lagi Nozomu mengeluh panjang lebar di hadapan murid-muridnya. Tali tambang sudah dibuat simpul lasso. Dahan pohon terkuat sudah dipilih. Pijakan pun sudah siap. Para murid hanya memasang wajah datar. Mereka sudah bosan melihat aksi gantung diri sang guru.
.
"Sensei, mana mungkin sesuatu yang disebut hantu, hal yang hanya kulihat di televisi dan buku, adalah nyata dan berada di dekat kita?"
Nada ceria menguar dari ucapan Kafuka, salah seorang murid Nozomu. Senyum polos selalu menyertai gadis yang selalu berpikiran positif itu.
.
"Yang menghuni gudang itu bukan hantu penasaran, tapi malaikat pelindung. Sama seperti dulu waktu tetanggaku membeli piano antik, malamnya seisi rumah terbakar, tapi piano tersebut tetap utuh. Gudang tua itu pun masih bisa terus berdiri tanpa renovasi, tentu karena malaikat pelindung yang tinggal di dalamnya!"
.
"Itu bukan malaikat pelindung! Itu malaikat pencabut nyawa!!"
Seketika Zetsubou-sensei lebih takut akan Kafuka daripada hantu.
padahal kalo baca ending manganya ;____________;
next prompt: harem
Quote
Like
Share

hansel.
Honored Member
hansel.
Honored Member
Joined: February 13th, 2009, 7:18 am

September 12th, 2012, 6:46 am #686

Prompt: harem.
Fandom: Kuroko no Basuke.
Chara: Kise, Momoi.

.

“Momoi-cchi, sepertinya aku nggak pernah melihatmu bersama dengan anak perepuan lain. Atau aku yang kurang perhatian, ya?”

“Hng? Kenapa tiba-tiba berkata seperti itu, Ki-chan?” Gadis berambut merah muda itu tertawa. “Aku memang tak punya teman perempuan, kok.”

“EEEEH? Bagaimana bisa?”

“Bukannya jelas?” teleng kepala, “Karena mereka marah. Selama ini aku dikelilingi laki-laki tampan seperti Ki-chan dan Tetsu-kun—KYAAA TETSU-KUN,” Momoi berfangirlingria selama beberapa saat sembari memegangi pipinya yang memerah sewaktu teringat akan cintanya, sementara Kise cemberut mendengar nama Kuroko diucapkan dengan begitu akrab oleh gadis itu.

“Ahem!” Momoi kembali tersadar, “Sampai mana tadi? Ah! Lalu Midorin dan Mu-kun. Dan meski menurutku Dai-chan tak begitu tampan, tapi banyak yang juga menyukainya. Karena kalian selalu berada di dekatku, tak ada perempuan lain yang mau mengajakku berteman.”

“Kenapa?”

“Anak-anak perempuan yang lain cemburu, Ki-chan, iri melihatku memiliki harem pribadi.”

“Momoi-cchi.. kami bukan harem milikmu.”

“Tapi anak perempuan lain memang berpikiran seperti itu! Aku sih tak mau punya harem, kok! Bagiku cukup dengan Tetsu-kun seorang sajaa~”

“Tidak bisa, Kuroko-cchi itu milikku, Momoi-cchi

.

nextprompt: wife/istri.

IN ONE bang BLOOD RUSHED TO THE head
she'd rather fly through the sky than walk with the dead

Quote
Like
Share

Dani
Honored Member
Dani
Honored Member
Joined: November 3rd, 2008, 3:38 am

September 12th, 2012, 7:38 am #687

Prompt: Wife/Istri
Fandom: Kuroko no Basuke jugaaaa~ hei hooo
Karakter: Kiseki/Kuroko
Warning: BL

"Nikahi aku, Kurokocchi!! Be my wife!"

"Kuroko, Oha-Asa bilang bahwa aku harus memperistri Aquarius."

"Jadilah istriku, Tetsu."

"Kuro-chin, nikah yuk~"

"Tetsuya, bagaimana kalau kita ke Belanda dan menikah?"

Kuroko memandang kelima pemuda di hadapannya yang melamarnya. Semuanya bersimpuh. Kise membawakan buket bunga, Midorima membawakan lucky item Aquarius hari ini yang merupakan sebuah bantal berbentuk hati, Aomine hanya membawa harga diri, Murasakibara dengan vanilla cake, dan Akashi membawa sebuah berlian.

Akashi tersenyum. "Pilihlah yang sesuai kata hatimu, Tetsuya," ucapnya, matanya terlihat mengerikan, sambil memberikan paku untuk mencoblos. Kuroko menerimanya.

Dan Kuroko pun membungkuk hormat. "Maaf, saya adalah seorang pria, jadi saya tidak mungkin bisa menjadi istri yang tepat untuk kalian. Tapi, jika kalian memang menginginkannya..."

"Jadi kau menolak kami, Tetsu?" Aomine menggaruk kepalanya yang kebetulan sedang ketombean.

"Kurokocchi jahat su!!!" Kise mulai menangis.

"Tidak, saya menerima kalian semua," kata Kuroko sambil mengangkat tangannya yang membawa paku untuk mencoblos mereka semua.

"!!??"

The end.

Next prompt: Presentiment/Firasat
Quote
Like
Share

Magma Maiden
Honored Member
Magma Maiden
Honored Member
Joined: August 10th, 2011, 6:58 am

September 12th, 2012, 12:02 pm #688

prompt: presentiment/firasat
fandom: Katekyo Hitman Reborn!
chara: Fon, Mammon(Viper)
warning: Fon/fem!Mammon, TYL, pre-Future Arc
"Kalau kau berniat menceramahiku lagi, Fon, menyingkirlah sebelum ada darah yang tumpah."

"Hmm..." Sang Arcobaleno Badai menghentikan langkahnya, hanya beberapa meter dari Arcobaleno Kabut yang memunggunginya, sibuk menghitung uang. "Bagaimana kau tahu ini aku?"

"Mengendap sesunyi apapun aku akan selalu tahu," Mammon menjilati jempolnya sebelum kembali menghitung lembaran hijau itu. "Aku Esper, ingat? Firasatku taj--ngapain kau!?"

Fon melompat ringan, menghilangkan jarak di antara mereka berdua kemudian melingkarkan lengannya pada sang ilusionis mungil. Uang-uang yang sedang digenggam Mammon berjatuhan karena ia kaget. Sang kempoka meletakkan kepalanya di bahu Mammon. Bau uang dan bambu bercampur jadi satu.

"Bukan cuma kau yang punya firasat tajam," bisik Fon dengan suara rendah.

Mammon sudah berniat menyerangnya, namun sesuatu di hatinya mencegah niatnya terlaksana. Ia meraih lengan Fon, menggenggam lengan bajunya dalam diam. "Aku keluar dari Varia," katanya tiba-tiba.

"Di saat begini, Mammon?"

"Mu, jangan cemas. Murid Rokudo, si kodok Fran, akan menggantikanku." Mammon menggeser posisi duduknya sehingga ia bisa menyandarkan kepalanya di dada Fon.

"Ah, sudah tahu rupanya..." pria Cina itu tersenyum dan memejamkan mata.

"Sudah lama," gumam gadis itu sambil memainkan kepangan rambut Fon. "Begitulah tak enaknya jadi esper. Kurasa... Yuni juga sudah tahu."

Nama Yuni membuat suasana di sekitar mereka menegang. Sang Arcobaleno Langit tampaknya tak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah semua ini.

Fon mengendurkan pelukannya. "Aku harus pergi. Bersama-sama hanya akan memudahkan pekerjaan Byakuran."

"Aku mengerti," Mammon menegakkan diri, suaranya agak bergetar. "Kurasa kau tak akan mau rantai ini...?"

Fon menggeleng sedih. "Cepat atau lambat mereka akan menemukan kita. Kalau itu terjadi... aku akan membawa sebanyak mungkin musuh musnah bersamaku."

Gadis itu memalingkan wajahnya, "jangan bilang begitu." Ia kembali menghadap tumpukan uangnya.

"Selamat tinggal," kata Fon sebelum melesat pergi.

Mammon tidak membalasnya, hanya meneruskan menghitung uang dengan tangan yang basah.
.
.
Tak sampai seminggu kemudian, Pacifier merah dan indigo bergabung dengan koleksi Trinisette Byakuran.
kyaa~ pair favoritku~~
next up: Saturn's ring/cincin Saturnus
Quote
Like
Share

Dani
Honored Member
Dani
Honored Member
Joined: November 3rd, 2008, 3:38 am

September 21st, 2012, 9:35 am #689

Prompt: Saturn's ring/cincin Saturnus
Fandom: Kuroko no Basuke
Chara: KagaMine
Kagami risih. Dia menyadari bahwa dari tadi dia dilihati oleh Aomine.

Doki. Doki.

Dan entah kenapa itu membuat jantungnya berdebar.

Blush.

Dan entah kenapa wajahnya terasa hangat juga.

Tatapan Aomine begitu tajam dan intensif, membuat Kagami jadi salah tingkah. Dia menggaruk tengkuknya.

"Um..."

"Kagami."

Doki!

Jantung Kagami berasa copot saat mendengar Aomine memanggil namanya.

"Y-ya?"

Suaranya bergetar.

"Matamu..."

"..."

Kagami yakin wajahnya semerah warna rambutnya.

"Kagami... matamu..."

"...i-indah?"

Kagami menebak. Sebelum dia menepuk mulutnya sendiri. Apa yang barusan dia ucapkan?

"Indah?"

Aomine mengangkat satu alisnya, heran.

"Baka, matamu itu, lingkaran hitam di sekeliling matamu seperti cincin Saturnus."

BUAGH!
Prompt: Krisan/Chrysanthemum
Quote
Like
Share

hansel.
Honored Member
hansel.
Honored Member
Joined: February 13th, 2009, 7:18 am

October 5th, 2012, 8:04 am #690

Prompt: Krisan/Chrysanthemum
Fandom: Kuroko no Basuke
Chara: Kise/Kuroko/Momoi

.

“Kalau diibaratkan dengan bunga, kira-kira aku ini apa?”

...

“Sudah jelas, kan? Ki-chan itu bunga matahari. Bunga matahari. Warnanya kuning keemasan, tinggi besar, bercahaya, dan selalu,” maniknya bergulir, mengerling kerumunan di belakang mereka—empat murid laki-laki lain yang bercakap mengenai topik berbeda—terutama satu yang berkulit paling gelap, kemudian mengarah kembali ke si penanya. Senyumnya merekah lebar, “selaluuu saja mengidolakan matahari.”

Anak laki-laki berambut pirang itu tertawa. “Aominecchi memang seperti matahari, ya.”

“Ne, ne,” dara mengangguk antusias, Di antara mereka—Kiseki no Sedai—tak ada yang menyanggah bahwa Aomine Daiki adalah yang paling kuat, yang paling bersinar layaknya bintang paling besar. Seperti matahari sendiri. “Lalu, tahu nggak, Ki-chan, arti dari bunga matahari itu sendiri adalah kekaguman.” Ia mengedipkan matanya di akhir pernyataan barusan.

“Ano,” sebuah suara datar terdengar. Orang lain mungkin kaget karena mendapati si pemilik suara muncul entah darimana—padahal dia sedari awal sudah berada di antara dua orang yang sebelumnya telah berbincang—tapi tidak bagi kedua murid Seirin itu. “Menurutku, Kise-kun lebih cocok dengan bunga krisan daripada bunga matahari.”

“Eh? Bagaimana bisa, Tetsu-kun

“Krisan itu, maknanya.. ceria, optimis, penuh kejujuran, dan kebahagiaan,” dia melanjutkan. “Benar-benar seperti Kise-kun. Lagipula,” di sini, senyumnya mengembang tipis, “Kise-kun bukan cuma bunga matahari yang cuma bisa memandang matahari saja. Kise-kun memiliki cahayanya sendiri yang tak kalah terang dari Aomine-kun

Si pirang berkaca-kaca mendengar penuturan tersebut.

“KUROKOCCHI~!”

“Aa—AAAA, KI-CHAN! JANGAN PELUK TETSU-KUN SEMBARANGAN!”

.

Next prompt: sejarah/history

IN ONE bang BLOOD RUSHED TO THE head
she'd rather fly through the sky than walk with the dead

Quote
Like
Share