Cake F. Seiei
Honored Member
Cake F. Seiei
Honored Member
Joined: October 29th, 2009, 12:02 pm

November 24th, 2011, 2:05 am #501

Prompt: Ranch/Peternakan
Fandom: Fate/Stay Night (ato harus dibilang Fate series?)
Chara: Gilgamesh, Lion Saber, Lancer, Archer, Berserker (all 5th generation servant), Rin
Entah setan apa yang merasuki Gilgamesh kala itu. Tiba-tiba saja ia bilang ingin memiliki sebuah peternakan sendiri. Dan karena di sekitar rumahnya mustahil untuk dijadikan peternakan, ia akhirnya mulai mencari-cari tempat yang sekiranya bisa.

Setelah beberapa minggu mencari, akhirnya ia menemukan sebuah tempat lapang yang kemudian langsung ia beri pagar melingkar sebagai tempat hewannya nanti. Tentu saja tidak ada orang yang tahu akan hal ini sampai peternakannya benar-benar selesai dan siap untuk digunakan.

Peternakan yang diinginkan Gilgamesh akhirnya selesai. Satu hewan sudah diletakkan di sana. Ya, hanya satu ekor. Dan Gilgamesh kini memandang hewan itu dengan pandangan lembut, juga senyum yang terulas lebar. Nampaknya ia semakin gemas melihat tingkah hewan itu yang berguling-guling, sesekali membaca buku bergambar, lalu tertawa karenanya.

Eh? Tunggu. Hewan apa?

"Errr ... Kenapa ada Lion Saber di sana? Dan apa yang sedang dilakukan Gilgamesh?" tanya Rin pada Archer yang sama-sama sedang bersembunyi di balik pohon, memandang sosok Gilgamesh dari belakang. Menanggapi pertanyaan masternya, Archer hanya geleng-geleng sambil menepuk dahinya pelan.

Namun, sebelum Rin dan Archer melangkah pergi, sebuah bayangan besar yang terbentuk di bawah mereka, membuat Rin dan Archer mengurungkan niat. Dari sana pula mereka bisa melihat Lancer yang berhasil ditangkap oleh Berserker. Perhatian kemudian teralih lagi setelah Gilgamesh mendadak berteriak.

"Aaah! Pesananku! Terima kasih, Berserker!"

Berserker mengangguk singkat, kemudian melempar Lancer ke dalam 'peternakan' milik Gil.

"Saber~ saatnya makan siang~" ujar Gilgamesh seraya melambai pada singa imut yang ada di sana.

"AAAAAAA! Kenapa harus aku?!" Teriak Lancer yang kemudian lari terbirit-birit dikejar 'hewan ternak' Gilgamesh.

"Haha, pertenakan yang unik," gumam Archer.

"E? Peter...nakan...?"
LOL sejak kapan Gil kesengsem sama Saber Lion?. Pembunuhan karakter yang sungguh epik oleh Lerche
Next prompt: Silver/Perak


Bersahabat dengan peraturan, berarti Anda juga bersahabat dengan para staff ♥
Quote
Like
Share

Silent Afterglow
Honored Member
Silent Afterglow
Honored Member
Joined: December 23rd, 2010, 9:52 am

November 27th, 2011, 10:11 am #502

Prompt: Silver/Perak
Fandom: Final Fantasy Versus XIII (again and again. Harus cari cara biar berhenti pake fandom ini.)
Character: Noctis Lucis Caelum/Diana Wayvern Claudius (again. Harus cari cara biar berhenti pake kedua karakter ini.)
"Eh, Noct."

"?" Noctis berpaling untuk menemukan si gadis bersurai perak itu ada di belakangnya, tersenyum lebar. "Ada apa?" tanya si pemuda seraya menghampiri si gadis. Diana hanya menunjuk ke arah kakinya, lalu berujar,

"Bagaimana sepatu baruku? Warnanya perak, seperti rambutku."

Noctis tidak perlu diberitahu lagi bahwa warna sepatunya perak, sama seperti rambut si gadis. Hanya ada sesuatu yang janggal tentang sepatunya...Ada apa?

"...Diana, kau beli pakai uang siapa?"

Diana menaikkan alis. "Nggak beli. Dikasih."

"Hah, sama siapa?" Noctis tidak ingat punya relasi kerajaan yang berkutat di bidang pembuatan sepatu.

"Sama Karen. Tapi kayaknya dia pakai kartu kreditmu."

Noctis menepuk kepalanya. "Oh Etro."

Diana tertawa keras. "Ya enggaklah! Karen kan punya kartu kredit sendiri." Noctis terdiam, lalu mulai berbicara hati-hati.

"Kartu kredit Karen itu...Punya negara loh."

FAIL.

Next up: Conclusion/Kesimpulan
"I will shoulder the burden."
~Kain Highwind, Dissidia [012] Final Fantasy~


♪|♪|♪|♪|



Peraturan ada bukan untuk jadi pajangan. Mohon ditaati.
Ini, ini, dan ini juga bukan pajangan.
avasig (c) me
Quote
Like
Share

ofpetrichors
Premium Member
ofpetrichors
Premium Member
Joined: October 8th, 2009, 9:44 am

November 27th, 2011, 12:52 pm #503

Prompt : Conclusion/Kesimpulan
Fandom : Baka to Test to Shoukanjuu Ni!
Character : Akihisa Yoshii & Sakamoto Yuuji
"Hei, Yoshii..." Yuuji memanggil Yoshii seraya melempar sebongkah batu berukuran lumayan besar ke kolam kecil di depannya, menimbulkan riak air yang kemudian menggema di halaman belakang rumah Yoshii.

"Apa?" Yoshii menjawab, pandangannya kosong.

"Apakah menurutmu kita bisa terlepas dari kedua wanita itu?" Yuuji bertanya, ia siap melemparkan batu kedua yang sedang dipegangnya ke kolam kecil itu lagi.

Yoshii menoleh ke arah Yuuji. "Siapa? Minami dan Shouko?"

"Tentu saja! Siapa lagi wanita yang menganiyaya kita setiap hari? Jadi, menurutmu bagaimana?" Yuuji menepuk-nepuk kedua tangannya, mencoba membersihkannya dari debu.

Yoshii tidak menjawab. Hening.

Lalu secara tiba-tiba mereka saling berpandangan, dan seolah mereka adalah dua tubuh dengan satu pikiran, mereka berucap secara bersamaan...

"Jadi kesimpulannya, kita tidak akan pernah lepas dari mereka ya..."

Hela nafas pasrah keluar dari hidung mereka. Suram.

Next prompt : Emergency/Darurat

"Our lives are not our own. From womb to tomb, we are bound to others. Past and present. And by each crime and every kindness, we birth our future." - Cloud Atlas

I speak, people read, I write.
Quote
Like
Share

Silent Afterglow
Honored Member
Silent Afterglow
Honored Member
Joined: December 23rd, 2010, 9:52 am

November 29th, 2011, 12:07 pm #504

Prompt: Emergency/Darurat
Fandom: Final Fantasy Versus XIII...Again.
Character: Noctis / Diana...yet again.
"Diana, bangun. Silens sudah dalam bahaya hancur."

Diana dengan enggan mengerjap-ngerjapkan matanya, seakan baru terbangun dari tidur yang sangat panjang. Ia merasa jari-jari tangannya mati rasa, seakan ia baru dikejutkan oleh seratus volt aliran listrik. Kenyataannya, udara di kamarnya itu sangat dingin dan nyaris beku sampai-sampai ia seperti bisa merasakan es di kulitnya yang halus.

Tiba-tiba, sebuah suara yang memekakkan telinga menggema di ruangan itu, membuat semua orang yang ada di ruangan menoleh ke arah jendela.

Di kejauhan, tampak sebuah retakan besar di kubah berwarna keemasan yang melindungi kota di bawahnya. Ignis segera memerintahkan, "Diana, cepat ganti baju! Gladiolus dan aku akan keluar untuk melihat apa yang terjadi. Prompto, tunggu Diana sampai selesai berganti baju, dan segera cari Noctis!" Diana mengangguk dan segera melemparkan selimutnya, lalu berlari ke arah kamar mandi. Seperti kilat, Diana segera keluar lagi dari kamar mandi, kini lengkap dengan baju yang biasa ia pakai. "Prompto, ayo!"
~0~0~0~
Sementara mereka berbelok, Diana yang terengah-engah berteriak,

"Prompto, di mana Noct?"

"Di perpustakaan! Noctis sedang mengadakan pertemuan darurat!"

...Dan sepertinya, keadaannya lebih buruk daripada yang mereka berdua perkirakan.

ABAL.

Next up: Papercraft/Seni kertas
"I will shoulder the burden."
~Kain Highwind, Dissidia [012] Final Fantasy~


♪|♪|♪|♪|



Peraturan ada bukan untuk jadi pajangan. Mohon ditaati.
Ini, ini, dan ini juga bukan pajangan.
avasig (c) me
Quote
Like
Share

b e l s
Honored Member
b e l s
Honored Member
Joined: November 6th, 2010, 3:42 pm

December 2nd, 2011, 10:00 am #505

last prompt: Papercraft/Seni Kertas.
fandom: Mirai Nikki.
chara: Reisuke/fifth, Rea Amano.
"Buat apa lagi tuh, Reisuke-chan?"

"Pesawat, Tante Rea!"

"Hm... bagus, baguuus! Kelak Reisuke-chan bisa sukses di bidang kesenian, nih!"

Reisuke nyengir lebar. "Heeeheee...."

Rea tersenyum menatapi tingkah laku anak itu. Lantas mengambil tas tangannya dan membuka pintu rumah. "Ya sudah. Tante tinggal dulu, ya!" serunya ketika hendak menutup pintu.

"Daaaaaah!"

Anak itu masih melambai lugu. Satu tangannya menggenggam pesawat kertas yang ujungnya tampak runcing itu.

"Satu tembakan. Ya. Pokoknya peluncuran pesawat ini harus berhasil! Pokoknya pesawat harus mendarat dengan sempurna. Satu, dua, tiga!"

Dan ditembakkannya pesawat mainan tersebut. Jangkauannya terlalu jauh, bahkan berhasil mencapai Yuno yang tengah berada di lantai dua.

next prompt: Cough/Batuk.


should be like this!

*
**
***
****

avasig copyright zerochan
Quote
Like
Share

Ann-chAn
Honored Member
Ann-chAn
Honored Member
Joined: September 5th, 2010, 1:47 pm

December 2nd, 2011, 11:43 am #506

Prompt: Cough/Batuk
Fandom: Bride of the Water God
Chara: Chibi!Habaek/Soah
Suara batuk terdengar jelas di ruang kerja Habaek. Meski Soah sudah berusaha keras untuk menahannya, tapi suara batuk itu tetap bergema di ruangan yang kosong.

Habaek menatapnya sekilas. "Kau sakit?"

"S-sedikit, Habaek-nim. Hanya pilek biasa," jawab Soah, kepalanya tertunduk dalam karena malu.

Bocah laki-laki itu tampak sebal. Tanpa menurunkan kertas yang sedang dibacanya, ia berkata tajam pada Soah, "Kalau begitu, tidak seharusnya kau berada di sini. Pergilah ke kamarmu!"

Wanita muda itu tersentak, tidak menyangka akan mendapatkan nada sekasar itu dari Habaek. Ia menunduk semakin dalam, menggumamkan permohonan maafnya, dan beranjak pergi. Ia kembali ke kamarnya, bergelung dalam selimut untuk menutupi rasa sedih.

Sementara itu, Habaek termenung di ruangannya. Dia hanya ingin Soah beristirahat dan tidak memaksakan diri, tapi tampaknya sifat keras hati miliknya sudah membuat masalah jadi runyam. Dia menghela napas, dan memutuskan untuk 'berbaikan' lagi dengan Soah--

--nanti malam, dalam wujud aslinya.
uhukfailuhuk
Next: Raja/King
Someday, somewhere, anytime, in any place--
--in the night of all the angels
Take me to the nowhere land
nowhere - FictionJunction YUUKA
Horeee, saya sudah sesuai peraturan!
Quote
Like
Share

Silent Afterglow
Honored Member
Silent Afterglow
Honored Member
Joined: December 23rd, 2010, 9:52 am

December 2nd, 2011, 12:30 pm #507

Prompt: Raja/King
Fandom: MÄR
Character: Alviss
King.

Ya, dalang di balik semua kekacauan yang terjadi di MÄR Heaven. Dalang di balik kutukan yang melekat pada tubuh si pemuda. Dalang di balik semua kesedihan, kepahitan, kegetiran dan kepedihan. Raungan tangis para ibu yang anaknya tewas di tangan Chess no Koma. Para pria yang duduk dengan putus asa melihat anaknya diambil dengan cara terkejam dan terbrutal yang pernah ada.

Tidak terkecuali Alviss.

Pemuda yang penuh teka-teki, penganut paham diam adalah emas. Selain Phantom, yang telah memberikannya kutukan ini, tentu saja targetnya adalah King. Namun sepertinya, Alviss masih harus menguatkan diri ketika tahu siapa King itu sebenarnya.

"Jika aku terlahir kembali, aku ingin - "

Di tengah isak tangis si peri kecil yang menangisi momen-momen terakhirnya, Al hanya tersenyum lemah. Perlahan tubuhnya mulai memudar - dan lenyap terbawa angin.

Hei, King. Sayangnya kau tidak akan bertahan lama di atas takhtamu dengan arogansi yang sebegitu kuat. Kau tahu kenapa?

Karena anakmu, "putra mahkota" lah yang akan menjadi raja.

ABAL.

Next up: Open/Buka
"I will shoulder the burden."
~Kain Highwind, Dissidia [012] Final Fantasy~


♪|♪|♪|♪|



Peraturan ada bukan untuk jadi pajangan. Mohon ditaati.
Ini, ini, dan ini juga bukan pajangan.
avasig (c) me
Quote
Like
Share

Ann-chAn
Honored Member
Ann-chAn
Honored Member
Joined: September 5th, 2010, 1:47 pm

December 2nd, 2011, 12:53 pm #508

Prompt: Open/Buka
Fandom: Bride of the Water God
Chara: Mura/Bi Ryeom
Bi Ryeom menatap sosok Mura di kejauhan. Wanita itu kini bermata tajam bagai elang, hati keras bak granit, dan cantik layaknya safir. Bi Ryeom masih ingat seperti apa Mura yang dulu, yang sudah mencuri perhatiannya. Dulu, ia lebih seperti gadis polos yang manis.

Tidak, bukan berarti Mura yang sekarang itu tidak membuatnya tertarik. Hanya saja, rasanya beda.

Dulu, Mura menceritakan segala keresahan hati padanya. Dulu, Mura mengelus kepalanya dengan lembut. Dulu, mereka akan berbaring bersisian sambil melihat bintang.

Sekarang, wanita itu tidak tertawa dan tidak menangis. Sekarang, dia bahkan tidak menganggapnya ada. Sekarang, hatinya sudah tertutup dan kuncinya hanya ditujukan untuk Habaek.

Bi Ryeom masih menatap sosok Mura lekat-lekat. Hatinya menjerit-jerit agar Mura mau menoleh padanya sekali lagi. Dia tahu, hati dan cinta Mura telah terkunci rapat--

--dan Bi Ryeom berharap, suatu saat Mura akan membuka pintu hatinya untuk dia.
lagi-lagi fail. Diksi payah orz
Next: Segar/Fresh
Someday, somewhere, anytime, in any place--
--in the night of all the angels
Take me to the nowhere land
nowhere - FictionJunction YUUKA
Horeee, saya sudah sesuai peraturan!
Quote
Like
Share

himura kyou
Honored Member
himura kyou
Honored Member
Joined: January 18th, 2009, 7:44 am

December 3rd, 2011, 7:52 pm #509

prompt: fresh/segar
fandom: Tengen Toppa Gurren Lagann
chara: Kamina dan jandanya Kamina Yoko, tapi...
"Tidak usah tertawa! Memangnya perutmu tidak berbunyi kalau lapar?!"
Tapi semu merah di pipi Kamina membuat Yoko tidak dapat menahan rasa gemasnya.
"Ya~ ya~ ayo cari sesuatu yang bisa dimakan. Di situ ada ngarai, mungkin ada hutan di dalamnya."
"Ou! Ah! Simon! Ayo ikut!"
Sudut bibir Yoko sedikit turun ke bawah.
"Duluan saja, Aniki! Aku masih belum selesai mengelap Lagann!"
Sudut bibir Yoko kembali ke atas.
.
Satu kudanil-anggur dan dua rakun terbang, hasil tangkapan siang ini tidak mengecewakan. Tapi rasa lapar Kamina telah beralih ke hal lain. Sebatang pohon menjulang di hadapannya. Bukan pohon seperti yang biasa ia lihat selama ini. Ada benda yang tidak pernah dilihatnya menggantung di dedahanan.
.
"Di bawah tanah tidak ada yang beginian ya... Orang dulu menamainya buah pir, bisa dimakan lho. Untuk memakannya kau harus--"
Kamina langsung memanjat dan memetik buah-buah itu, tanpa mempedulikan penjelasan Yoko.
.
"Uwoo! Segar! Manis! Beda dari daging kudanil-anggur itu! Renyah dan berair!"
Matanya berbinar terang saat menggigit mengunyah dan memakan buah-buah pir di tangannya begitu saja. Kepolosan dan keidiotan mungkin hanya setipis kertas bedanya, begitu yang Yoko coba tanamkan di sanubari.
.
"Err... Kamina, paling tidak kupas dulu kulitnya. Lalu--"
"SIMOOON!! Ada makanan menariik!!"
Kamina langsung melesat kembali ke tempat persinggahan mereka nun jauh di sana, demi menemui adik tersayang dan berbagi pengalaman unik yang baru saja dialami, dan tentu saja tanpa mempedulikan penjelasan Yoko.
...tapi saia tetep lebih berat ke KaminaSimon =3='
next prompt: equivalent/setara dilarang pake fandom fullmetal alchemist ;p
Quote
Like
Share

thepoetry
Honored Member
thepoetry
Honored Member
Joined: August 11th, 2010, 12:54 pm

December 9th, 2011, 2:21 pm #510

Prompt: Setara/Equal
Fandom: Meitantei Conan
Chara(s): Gin, Vermouth, Vodka.
"Cih."
.
.
.
"Bos menyukainya, Kak."

Perkataan Vodka tidak bertele-tele, tepat sasaran, dan seperti biasa hanya ditanggapi dingin oleh si lelaki berambut putih-panjang yang duduk dengan sikap tubuh kaku di dekatnya. Kali itu, bersama-sama, mereka tengah duduk melingkari sebuah meja bundar kecil, dalam sebuah kafe yang terlalu tak berkesan untuk diingat namanya selain sebagai tempat pertemuan rahasia mereka.

"Kau kira itu alasan masuk akal untuk membuatnya terlambat datang seperti ini?" kata Gin yang dengan pandai menyembunyikan kemarahannya dalam nada dingin tak-tergugat, tanpa perasaan. Lelaki berperawakan besar yang menjadi lawan pembicaraannya itu, kemudian seperti biasa menanggapi dengan kecenderungan keciutan nyali untuk tidak menanggapi, dan agaknya boleh bernafas lega ketika sosok yang ditunggu telah datang tak lama kemudian.

"Kutebak, Kakakmu ini marah lagi, Vodka," kata Vermouth santai sambil dengan kesan yang sama menyenderkan sebagian tubuhnya ke badan kokoh si lelaki berambut putih-panjang,"mungkinkah makin lama kemarahannya mengarah pada cemburu?"

"Jangan sok merasa puas diri, Belmot," balas Gin tanpa perasaan, menyundutkan rokok dari bibirnya sembarangan di asbak di tengah meja,"saatnya akan tiba bagiku untuk mengenyahkan rahasia yang melumurimu. Untuk sekarang, bermainlah sepuasmu."

Kekeh tanpa humor terlepas dari bibir si perempuan berambut pirang, yang sekarang mendudukkan diri di kursi kosong sambil ikut menyalakan rokoknya,"Kau tentu tahu, giliran kita dalam semua permainan ini tidak berbeda, Gin..." katanya memandang si lelaki berambut putih-panjang, yang membalas dengan tarikan senyum tanpa perasaan yang senada dengan yang barusan diberikan oleh si perempuan.

"...kita bidak yang setara, Belmot. Ingatlah itu."

assdffghjkl long time no seeee
Next Prompt: Meja Bundar/Round Table


RETENTION
A Journey of Memories
The First Half...Retention: Return
The Second Half...Retention: Recur (In-Progress)
Quote
Like
Share