Dengarkan Aku

Post fanfiction buatanmu di sini. Hanya untuk fanfiction berbahasa selain Inggris.

Dengarkan Aku

Ryuna Ohime
Intermediate Member
Ryuna Ohime
Intermediate Member
Joined: July 18th, 2011, 11:47 pm

August 6th, 2011, 4:45 pm #1

Disclaimer : Hetalia Axis Powers milik Hidekaz Himaruya
Fandom/Rating/Genre : Hetalia Axis Powers/Rating: K+/Genre: Poetry/Angst
Summary : Wahai engkau yang ku tak tahu berada dimana. Dengarkan aku.
Writer's note : Poetry Orange : Italia's version. Blue : HRE's version.

Dengarkan Aku

.

Wahai engkau yang ku tak tahu berada di mana

Hatiku perih

Tertusuk panah angin yang terlepas
Tergores tajamnya bilah besi terpanas
Terhantam oleh palu baja terkeras

Tercerai-berai

Tercabik cakar buas mengoyak
Terbelah pedang tipis mengiris
Tergenggam kepahitan mencengkram

Aku menangis

Menjerit dalam keputusasaan

Tak bisa melakukan apa-apa

Dimana kau?

Aku tidak tahu kau dimana
Aku tidak tahu harus bagaimana
Aku tidak tahu (lagi) kau siapa

Hei,
Aku menantimu...

Percaya pada kata manismu
Yakin pada janjimu
Tegar menunggu dirimu

Kau tahu?

Aku lemah
Tak bisa apa-apa
Tidak berguna

Tapi, kau tahu?

Aku masih menunggumu.

Dengarkan aku,

Wahai engkau yang ku tak tahu berada di mana

Aku bertanya
"Dustakah dirimu padaku?"
"Ingkarkah engkau pada janjimu?"
"Tidakkah kau memikirkanku?"
dalam hatiku

Kau tahu?

Aku berlutut di depan Sang Penguasa
memohon untuk bersamamu

Aku berdialog dengan Sang Angin
berharap mendengar suaramu

Aku bersujud di atas Sang Bumi
mengemis agar bertemu denganmu

Tapi, dimana kau?

Tak ada sepatah kata atau kabar apapun darimu
Kau tidak memikirkanku?

Tak ada tanda-tanda kehadiranmu
Kau tidak merindukanku?

Tolong

Kembalilah

...

Dengarkan aku,

Wahai engkau yang ku tak tahu berada di mana

...

Aku

...

merindukanmu

Shinsei Roma

.

Italy Veneciano

Dengarkan Aku

.

Wahai engkau yang menangisiku di sana

Hatiku hampa

Terisi kesunyian bergema
Terbungkam kegelapan merebak
Terngiang kesenyapan bersandar

Tenggelam kesepian

Didekap keraguan merajai
Diikat tali keputusasaan erat
Disiram kerinduan mendalam

Aku terdiam

Berbicara pada kebisuan

Tak bisa melakukan apa-apa

Memikirkanmu

Aku tahu kau bersedih karenaku
Aku tahu kau akan selalu memikirkanku
Aku tahu kau sekarang menungguku

Hei,
Aku mendengarmu

Wahai engkau yang menangisiku di sana

Kau ingat kata-kataku kepadamu?
Kau ingat janjiku denganmu?
Kau ingat diriku bersamamu?

Kau tahu?

Aku tidak berdusta dalam ucapanku
Aku tidak berbohong dengan sikapku
Aku tidak pernah melakukan ini dalam hidupku

Hapus airmatamu

Wahai engkau yang menangisiku di sana

Aku bertanya

"Masihkah bersedih dirimu?"
"Adakah seulah senyum di wajahmu?"
"Akankah bisa aku menemuimu?"
dalam hatiku

Kini

Aku ingin memeluk dirimu
Sentuh lembut rambutmu
Merasakan hangatmu

Aku merindukanmu...

Aku berlutut di depan Sang Penguasa
memohon untuk bersamamu

Aku berdialog dengan Sang Angin
berharap mendengar suaramu

Aku bersujud di atas Sang Bumi
mengemis agar bertemu denganmu

...

Dengarkan aku,

Wahai engkau yang menangisiku di sana

...

Percayalah padaku

Telingaku selalu memperdengarkan suara indahmu
Bibirku selalu menyebut namamu
Mataku selalu memperlihatkan wajahmu

Kau tahu?

Aku ingin menemuimu

Sekarang
Detik ini juga
Sungguh

Aku mencintaimu

Dulu
Sekarang
Nanti

Sampai kapanpun

Aku

Hanya

Untukmu

Italia

.

Shinsei Roma

Writer's note : Aku belum pernah bikin puisi jadi maaf sangat kalau tidak bagus =.= Mohon kritik dan sarannya m(_ _)m. Sebelumnya sudah pernah ku-post di ffn sekitar Februari kemarin.
Quote
Like
Share

Sunny-chan
Honored Member
Sunny-chan
Honored Member
Joined: June 8th, 2011, 12:46 am

August 6th, 2011, 11:57 pm #2

Puisinya simple tapi menyentuh ;D
Mungkin coba di kembangkan jadi fanfic, pasti keren xD

Ini temanya Kekeluargaankah? *?* atau Percintaan? *?* mungkin rating T aja kali lebih baik *plak*

Dari typo, kayagnya gak ada tuh xD

Pertama kali review fic Ryuna xD

Itu aja komentarku xD


Facebook | Twitter (TBA)
Quote
Like
Share

conchiita
Premium Member
conchiita
Premium Member
Joined: October 16th, 2010, 1:30 pm

August 19th, 2011, 6:07 am #3

Halo, saya komentator ke berapa nih? *geje* Salam kenal, Connie-desu~

Bagus kok puisinya. T-ttapi kalau daku inget si Veneciano cowok rasanya miris huwaah~ kasian HRE. #apaansihaku

Bagus puisinya! (Mengingat poetry itu salah satu genre kesukaan saya juga). Paling suka waktu baca bagian Veneciano yang berima itu.
wrote:Tertusuk panah angin yang terlepas
Tergores tajamnya bilah besi terpanas
Terhantam palu baja terkeras
Www~ bagus!

Cuma waktu bagian puisi HRE yang 'Telingaku memperdengarkan suaramu' atau 'mataku memperlihatkan wajahmu' itu agak bikin saya mikir.
Memperdengarkan itu kan artinya mengeluarkan bunyi atau suara (sengaja) agar didengar (misal: Japan tak mau memperdengarkan suaranya sedikitpun, sampai-sampai kukira ia sedang sakit gigi).
Kalau memperlihatkan itu menyuruh untuk melihat (misal: mentang-mentang nilainya sempurna, ia memperlihatkan nilainya pada orang serumah).

Kalau 'memperlihatkan' di puisi itu kan artinya kurang lebih'aku selalu mendengarkan suarmu walau dari kejauhan', begitu juga untuk kata 'memperlihatkan'.

IMO, ambigu soalnya bisa berarti yang kutulis di atas tadi, bisa juga punya maksud 'telinga HRE berkali-kali seolah-olah selalu mendengarkan suara Italia pada HRE (dari telinga HRE pada HRE)' gitu~

Kok ribet ya? Maksudnya aku yang ribet gitu lho.

Intinya dua-duanya bisa dipake kok, yang di puisi buatan Ryuna juga sudah tepat (kan tergantung penulisnya juga punya maksud gimana~). Cuma diriku yang mikirnya terlalu ribet kali. *ngek*

Btw, ayo tulis fanfiksi-puisi lebih banyak lagi! Daku doyan baca puisi begituan soalnya! Hahaha. XD

Salam,
Coneeeh~
Are You Enjoying The Time of EVE?

Quote
Like
Share