Michelle Aoki
Honored Member
Michelle Aoki
Honored Member
Joined: September 8th, 2011, 6:27 am

March 28th, 2013, 5:11 am #11

@Zang: waduh, mati dong kalo maut :P iya saya suka ngangkat topik" yang lagi panas, yah meskipun rada telat hehe. tapi bisa dibuat pembelajaran, kalo author yang ideal itu selain harus rendah hati, juga mau temenan sama siapa aja, ga mandang tua-muda usia, atau aktif enggaknya di ffn, atau seberapa banyak fanfic yang mereka hasilkan. selain itu, author yang ideal juga ga boleh kebawa emosi setiap kali dapt kritik, serta selalu menghadapi masalah dengan kepala dingin ^^
thanks for all of you who vote me, i love you. truly :")
my social network accounts here and here
my fanfictions here
my cosplay photos here and here
my artworks here
Quote
Like
Share

Zang
Intermediate Member
Zang
Intermediate Member
Joined: October 13th, 2010, 8:48 am

March 28th, 2013, 5:29 am #12

Untungnya saya menjumpai author mau pun reader yang seperti itu. Waktu pemula dulu, sebelum publish, saya tanya-tanya sama seorang author senior. Karyanya banyak dan bagus. Reviewnya pun jg banyak. Dia baik hati sekali mau menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Pernah juga saya temenan sama beberapa author yang rendah hati (sayang sekarang mereka tidak aktif dan saya putus kontak dengan mereka).
Zang - - - Aquair - - - livejournal - - - @Zang13
Quote
Like
Share

Moonlight M3lody
Honored Member
Moonlight M3lody
Honored Member
Joined: October 29th, 2009, 12:45 pm

April 7th, 2013, 1:48 pm #13

@MizuRaiNa: Waktu saya awal nulis dulu (sampai sekarang pun kayaknya) saya berharap sekali senior yang mereview mau berbaik hati menunjukkan kesalahan saya.
Yang paling sulit adalah menunjukkan kesalahan tanpa terasa terlalu tajam hingga dikira 'flame'. Bisa jadi si reviewer yang salah, bermaksud baik tapi terlalu terfokus di kritik. Bisa jadi juga si pengarang yang salah karena terlalu 'lembek' sampai tidak bisa menerima kritikan.

Bagi saya author yang ideal adalah yang ramah, sanggup menerima kesalahan, tidak 'sok senior', dan tidak mengancam pembacanya untuk mereview. Soal keinginan mendapat review itu saya rasa biasa, dan kadang orang mudah putus asa kalau hasil kerjanya banyak dibaca tetapi tidak ada yang bersedia memberi kesan (di sinilah reader ideal berperan), tetapi kalau reaksinya sudah terlalu lebay ya tidak masuk kategori ideal lagi.
Yang lebih penting, dia bisa menjaga hubungan dengan reviewer tetapi tetap menjaga kualitas ficnya sendiri. Banyak fanfic bagus yang jadi jelek dan gak jelas karena authornya berusaha memenuhi semua permintaan reviewer.

Kemudian reader ideal adalah seperti yang dikatakan artneechan di awal, rajin mereview dan mampu menunjukkan kesalahan dengan bahasa yang membangun. Intinya, reader seperti inilah yang dapat membangun semangat author.

Terus terang jangankan author ideal, reader ideal pun saya belum sanggup mencapai karena saya hanya mereview fic yang benar-benar saya suka. Kalau ketemu fic yang penokohan kacau-balau atau tata bahasa asal-asalan biasanya langsung saya tinggal (perkecualian bila jalan ceritanya bagus), padahal mungkin justru fic seperti ini yang butuh kritik supaya authornya bisa berkembang.
Quote
Like
Share

ksatriabawangmerah
Intermediate Member
ksatriabawangmerah
Intermediate Member
Joined: January 18th, 2013, 1:16 pm

September 18th, 2013, 5:47 pm #14

reader dan author ideal? ya sama lah sama yang disebutin di atas... mungkin tambah lagi author yang tidak memaksa... baik memaksa dirinya atau memaksa reader (ada aja kan yang ngancem kalo ga dapet ripiu bakal ga ngelanjutin fanfic ato begitu sensitif sama sedikit saja kata flame)

author yang memaksa dirinya? nah itu lebih parah... maksa nulis walo ga ada ide, mencaci maki diri sendiri karena ga dapet respon positif... ada aja yang ky gt... kasian ya?

yang jelas author yg ideal itu yang bisa nerima kekurangan n kelebihan dirinya sendiri n tau potensinya...
!!! turunkan harga bawang !!!
Quote
Like
Share

Sky
Honored Member
Sky
Honored Member
Joined: October 17th, 2012, 4:49 am

September 27th, 2013, 4:50 am #15

ksatriabawangmerah wrote:author yang memaksa dirinya? nah itu lebih parah... maksa nulis walo ga ada ide, mencaci maki diri sendiri karena ga dapet respon positif... ada aja yang ky gt... kasian ya?

yang jelas author yg ideal itu yang bisa nerima kekurangan n kelebihan dirinya sendiri n tau potensinya...
Ah.. ini saya setuju sekali.
orang yang besar ada orang yang bisa menghargai orang lain dan juga diri sendiri, begitu pula dengan author yang baik. Mereka nggak akan menjadi seorang author yang berkarakteristik baik bila mereka sendiri tidak bisa menghargai diri mereka. Saya paling tidak suka kalau melihat sebuah fic dengan adanya tulisan menjelek-jelekkan diri sendiri sebagai author.
Quote
Like
Share

Giselle Gionne
Honored Member
Giselle Gionne
Honored Member
Joined: March 29th, 2012, 1:36 am

October 13th, 2013, 1:44 pm #16

Author yg ideal menurut saya, minimal dalam penulisan fiksinya harus jelas dan rapi. Kalau tidak rapi, wah... Bisa-bisa saya close tab. Hehe. Setuju juga dengan komentar di atas kalau author ideal itu author yg humble. Asalkan mereka tetap rendah hati.

Kalau utk pembaca yg ideal, minimal dia bisa membantu seorang author melihat kesalahan penulisannya dan memberikan saran perbaikan yang mendukung author itu sendiri supaya bisa jadi lebih baik lagi. :)
In the end...
...nothing's really changed.


Quote
Like
Share

uno
Premium Member
uno
Premium Member
Joined: January 2nd, 2010, 4:25 am

October 24th, 2013, 6:27 am #17

Buat saya, keidealan author itu jelas bergantung pada hasil fanfiksi yang ditulisnya. Saya rasa, tata cara menulis yang baik sudah menjadi elemen utama untuk itu. Bukannya harus menulis dengan gaya bahasa yang anggun atau sempurna banget, tapi selama penulisannya memenuhi kaidah bahasa Indonesia standar, itu sudah cukup buat saya. Yah, intinya, jangan asal nulis aja, apalagi sampai make bahasa aL4y. :P

Ehn, syarat ideal lainnya, sepertinya lebih kepada bagaimana author tersebut mengorganisir fanfiksinya--terutama yang multichapter. Dalam artian, jangan sampe seorang author maksa ngelanjutin chapternya cuma gegara didesak reader, yang akhirnya berujung pada alur fanfik yang tidak sebagaimana ide pada awalnya. Atau pada intinya, menulislah dari hati, yang memang betul-betul alur yang diinginkan.

Kalau untuk reader, yang ideal itu pastinya; selalu mengusahakan untuk meninggalkan jejak di setiap fanfik yang dijamahinya. Kalaupun mereview, setidaknya berikan review yang membangun. Bukan cuma bilang, "Bagus.", atau, "Saya suka.". Setidaknya kalau tidak bisa memberikan konkrit, kita bisa menyampaikan kesan, atau mungkin, membahas singkat tentang yang disukai maupun yang tidak disukai dari fanfik itu. Yang seperti ini tentunya bisa bikin author yang bersangkutan untuk memikirkan apakah fanfiksi seperti itu dapat diteruskan atau tidak. Bukannya malah kabur cuma gegara gatau mau nulis apa, seperti yang biasa saya lakukan

Ah, kalo ngebaca hasil ketikan saya di atas, sepertinya saya jauh banget dari yang namanya author ataupun reader yang ideal. (/.\)
Anyway, if there's no chance of winning, let's go out making fun of it! ~ Adult Suit (One Ok Rock)
Quote
Like
Share

Sky
Honored Member
Sky
Honored Member
Joined: October 17th, 2012, 4:49 am

November 20th, 2013, 9:18 am #18

uno wrote: Kalau untuk reader, yang ideal itu pastinya; selalu mengusahakan untuk meninggalkan jejak di setiap fanfik yang dijamahinya. Kalaupun mereview, setidaknya berikan review yang membangun. Bukan cuma bilang, "Bagus.", atau, "Saya suka.". Setidaknya kalau tidak bisa memberikan konkrit, kita bisa menyampaikan kesan, atau mungkin, membahas singkat tentang yang disukai maupun yang tidak disukai dari fanfik itu. Yang seperti ini tentunya bisa bikin author yang bersangkutan untuk memikirkan apakah fanfiksi seperti itu dapat diteruskan atau tidak. Bukannya malah kabur cuma gegara gatau mau nulis apa, seperti yang biasa saya lakukan
Hahahaha aku juga sering kok nulis yang seperti itu di kotak review. Soalnya memberikan review yang tepat untuk fic yang saat itu aku baca kadang sulit banget, tapi tidak mungkin juga kalau tidak meninggalkan "jejak" seperti yang disebutkan di atas. Karena hal itulah terkadang banyak orang (termasuk aku juga tentunya) sering menuliskan "Fic-nya bagus, lanjut ya!!" atau mungkin "Ayo dong, cepat diupdate".
Memberikan sebuah komentar yang membangun dalam kotak review menurutku cukup sulit juga, Aku akui hal itu. Ternyata aku ini sangat jauh dari karakter reader maupun author yang ideal :P
Quote
Like
Share

Arsa
Intermediate Member
Arsa
Intermediate Member
Joined: March 2nd, 2013, 1:14 pm

November 20th, 2013, 1:02 pm #19

Zang wrote: Betullll. Jadi yang ideal seperti di atas butuh kesabaran, waktu dan tempaan. Kalau memang tidak sesempurna itu, menurut saya tak apa sih. Apalagi tiap reader dan author punya karakter sendiri.
Setuju sama Kak Zang ^^
Karena tidak semua orang punya pikiran sama dalam menafsirkan suatu hal. Kalau menurut saya pribadi, author yang ideal itu adalah author yang menulis karena niat dan memiliki tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan (dengan kata lain: menulis sesuai kaidah yang benar). Sementara kalau reader yang ideal menurut saya adalah reader yang mau menghargai karya orang lain. Lebih baik lagi kalau reader tsb memberi masukan membangun buat si author meski saya sendiri seringkali cuma klik tombol fave gara-gara males review via mobile.

Itu saja sih dari saya :writes:


"yuyoyuppe's waifu."
Quote
Like
Share

Rin-tan
Honored Member
Rin-tan
Honored Member
Joined: October 30th, 2008, 8:34 am

December 11th, 2013, 12:37 am #20

Menurut saya itu objektif sih, mungkin author yang ideal buat saya itu author yang tidak memanjakan pembacanya. Saya kagum dengan author-author yang mampu memuaskan pembacanya namun tetap memberikan kejutan-kejutan tidak terduga dalam karya-karyanya.
Pinterest ! Twitter ! Instagram ! Tumblr
.
When did I become us?
.
Quote
Like
Share