AU

AU

aRaRaNcHa
Honored Member
aRaRaNcHa
Honored Member
Joined: May 27th, 2010, 2:24 pm

November 9th, 2011, 9:13 am #1

Beberapa waktu lalu saya diskusi sama kak eleamaya, sesepuhnya fandom One Piece Indonesia. Bahasnya tentang AU. Ternyata kalau dipikir, kayaknya saya itu masih perlu belajar (banyak) tentang membuat AU itu sendiri.
Begini, kalau dari infantrum, postingannya kak Fleddie Melkuli:

AU (Alternate Universe): fanfiction yang dibuat dengan situasi dunia yang berbeda dengan cerita aslinya. Contoh: Naruto yang hidup di afrika dan menjadi kepala suku.

Kalau dari kak eleamaya (yang dia kutip dari kriteria IFA):

AU yang baik adalah semakin banyak benang merah -dapat pula disebut indikasi-indikasi- yang mengingatkan pembaca akan tokoh di CANON, maka karya AU akan semakin believable. Benang merah ini bukan berarti sesuatu yang berhubungan langsung dengan setting CANONnya, melainkan merupakan analogi yang dapat memimpin pikiran pembaca untuk segera menuju kepada suatu karakter.

Nah, menurut Anda semua gimana? Sebenarnya AU 'yang baik' itu bagaimana? Karena dari awaaaaaal banget saya gabung dengan FFn, saya sering menemukan fanfic AU yang bagus (menurut penilaian saya) tapi nggak ada sangkut pautnya dengan ke-canon-an cerita asli fandom fanfic itu sendiri.

Mohon bantuannya m(_ _)m

Avasig is not mine.
Quote
Like
Share

Ann-chAn
Honored Member
Ann-chAn
Honored Member
Joined: September 5th, 2010, 1:47 pm

November 9th, 2011, 10:30 am #2

Saya datang untuk menjawab dengan ngaco :'DD #dor

Ngg, jadi gini... Menurut saya, pengertian keduanya benar, dan pengertian menurut eleamaya-san itu masih bisa 'masuk' ke dalam pengertian yg pertama.
menurut IFA wrote:AU yang baik adalah semakin banyak benang merah -dapat pula disebut indikasi-indikasi- yang mengingatkan pembaca akan tokoh di CANON, maka karya AU akan semakin believable. Benang merah ini bukan berarti sesuatu yang berhubungan langsung dengan setting CANONnya, melainkan merupakan analogi yang dapat memimpin pikiran pembaca untuk segera menuju kepada suatu karakter.
Setting dunia boleh beda, tapi harus tetap IC. Indikasi yang dimaksud ini, mungkin masalah sifatnya, relasi tiap tokohnya (saudara/teman/dll), dan sebagainya yang masih IC.
Kalau AU, terus OOC pula, itu namanya orific yang sekedar pinjem nama =w="

Nah, sekarang saya mau tahu nih. Contoh cerita AU yang bagus menurut Ara kayak gimana?
Someday, somewhere, anytime, in any place--
--in the night of all the angels
Take me to the nowhere land
nowhere - FictionJunction YUUKA
Horeee, saya sudah sesuai peraturan!
Quote
Like
Share

sylviolin
Honored Member
sylviolin
Honored Member
Joined: October 9th, 2010, 7:13 pm

November 9th, 2011, 10:50 am #3

emang itu definisi ifa ya? #ngek
aku malah gak tau =w=
#FAIL

errmm. itu definisi (yang menurut ifa) setengah dari pendapat berikut ini sih *tunjuk kebawah*

uhm,
oke. ini AU menurut halfmoon-smile yang sangat berkompetensi untuk AU dan pernah menjadi mentor infantroom workshop bagian AU (?)
monic, aku kutip ya o.o/ < ceritanya ijin

[
Rentang AU sangatlah luas, kreatifitas memiliki ruang gerak yang jauh lebih leluasa dalam AU dibanding apapun juga. Namun kebebasan ruang gerak ini sering disalahartikan sehingga koridor-koridor yang ada diterobos.

Koridor yang dimaksud sesungguhnya yang terutama dan utama adalah karakterisasi. Sebuah karya AU yang sudah melanggar koridor karakterisasi tidak relevan lagi disebut fanfiksi, melainkan karya ciptaan sendiri yang hanya sekedar meminjam nama.

Koridor kedua adalah benang merah atau relevansi. Semakin banyak benang merah - dapat pula disebut indikasi-indikasi - yang mengingatkan pembaca akan tokoh di CANON maka karya AU akan semakin believable. Benang merah ini tidak berarti sesuatu yang berhubungan langsung dengan setting CANONnya, alih-alih merupakan analogi yang dapat memimpin pikiran pembaca untuk segera menuju kepada suatu karakter.

Selain dua modal mutlak di atas, sangat diharapkan dalam AU ditemukan plot-plot yang menantang, berani, sekaligus beralasan. Menantang dan berani mengacu kepada kemampuan author untuk mengerahkan segenap daya pikirnya untuk menciptakan sesuatu yang baru, di antaranya melalui akulturasi berbagai setting fandom yang pernah ada, atau mungkin sekedar mengembangkan yang sudah ada/dipakai dalam CANONnya. Sementara beralasan mengacu kepada seberapa kuat tingkat signifikan perubahan, bahkan pada satu saja elemen setting.
]

sekian -_______-
*sylvi gak guna cuma bisa ngutip doang -,-*
edit:
sini kutambahin dikit biar sylvinya guna (?)

jadi, contoh koridor pertama (imo ya -__-) kayak misalnya, erm, karakterisasi mello (death note) lebay sampe nangis darah *ups*. terus karakterisasi light (death note) suka loncat loncat di kamar. atau misalnya karakterisasi hinata (naruto) suka nembak cowok. atau karakterisasi tieria (gundam 00) suka senyum ke siapapun.

apalagi kalo misalnya karakterisasi mereka dijadiin kayak gitu tanpa tujuan. misalnya, eng, light yang loncat loncat biar keliatan lucu, padahal sebenernya tanpa adegan loncatloncat itu ficnya pun masih bisa berjalan sedemikian rupa (?). nah itu gak bisa ditoleransi .______.
tapi kalo misalnya, eng, ceritanya light loncatloncat buat ngambil apel di atas pohon buat ryuk. nah itu mendingan deh masih bisa ditoleransi. tapi sebisa mungkin ya jangan D: bikin aja ceritanya light bikin alat-pengambil-apel, light kan pinter -,- lebih ic kan jadinya -_____-

contoh koridor kedua; relevansi.
misalnya digambarkan mello suka coklat. atau graham cinta flag. atau apa kek. aku ga nemu contoh yang bagus -_____-
maksudnya, erm, kalo di canonnya kan mello memang suka coklat, jadi begitu baca itu langsung "oh iya ini beneran mello" ._________.

mungkin loh. gak tau juga (?) #dibuang
cmiiw ~.~
Quote
Like
Share

Megumi Kei
Honored Member
Megumi Kei
Honored Member
Joined: June 1st, 2011, 1:00 pm

November 9th, 2011, 1:19 pm #4

Saya ingin ikut nimbrung, tapi sebenernya saya sendiri bingung dgn apa yg ingin saya omongin ,____,

Selama ini saya buat fanfic (khusus di Bleach) selalu AU sih, pernah terpikirkan untuk tetap Canon tapi sama sekali belum ada ide, karena jujur, saya takut merusak -_-" Padahal yg saya lakuin juga memang merusak sih #ORZ Dan selama saya bikin fanfic AU, memang susah -_____________-"

Karena ga semua kejadian yg bakalan dialamin secara AU (yg kita inginkan terjadi) juga terjadi secara Canon.

Seperti misalnya saya mau membuat fanfic di mana Ichigo (Bleach) lagi kasmaran + ngerasa cinta mati sama seseorang, sedangkan dalam Canon, Ichigo ga pernah sekali pun kelihatan tertarik dengan orang lain (saya malah sampe bikin kesimpulan kalau dia tuh asexual). Mau ga mau saya harus mikir ekstra mengenai berbagai reaksi kalau Ichigo begini, kalau Ichigo begitu dengan tetap mempertimbangkan karakteristik aslinya.

Atau, mau bikin AU dimana Masaki sebenernya ga mati. Mau ga mau Ichigo bakalan OOC sih, karena sifat dia yg grumpy + always scowling itu kan baru muncul semenjak Masaki mati (Ingat sosok Ichigo dulu di mana dia cengeng, manja, plus senyumnya senyum sejuta umat? #lebay #plak).

Ah, back to topic. Pengandaian mengenai kesulitan AUnya lewat aja deh ==" #plak

AU yang bagus menurut saya tuh tentunya yang tetap IC (In-Character) dalam kondisi apa pun. Walaupun suatu karakter dalam anime/manga-nya ga pernah menghadapi peristiwa sedih yg bikin ingin nangis meraung-raung dan dalam AU karakter tersebut diharuskan menghadapi yang begitu, jangan seenaknya dibuat nangis cirambay juga lah =,=" Harus dilihat betul2 karakteristiknya juga gimana. Karena ga semua orang/karakter fiksi bakalan nangis kalau menghadapi peristiwa menyedihkan. Ada yang menitikkan air mata (beda dengan nangis), ada yg jadi marah2 untuk nunjukin kesedihannya, pokoknya tergantung inti sifatnya aja.

Kalau bisa mendalami sifat suatu karakter, biasanya sih mau kondisi seperti apa pun (walau ga ada dalam Canon), bakalan tetep bisa IC.

Selain mengenai sifat, mungkin hubungan antar karakter juga kali ya? ' 'a

Tapi, bukan berarti juga kalau di Canon, A dan B musuhan, di AU, A dan B juga harus musuhan. Ga harus begitu. Sebab kalau begitu2 aja, bakalan ngebosenin -_-" Dibuat jadi nyobat kan oke, dengan syarat tetap ada benang merahnya seperti pada Canon. Misalnya dibuat tetap suka berantem atau saling bentak atau saling mengkasari satu sama lain, tapi dalam konteks pertemanan.

Mungkin deket dengan pepatah, "Semakin banyak bertengkar, semakin dekat"? Gitu bukan sih? Ga yakin =.=" Pokoknya kira2 begitu deh pepatahnya =,='b #plak

Kira2 itulah pendapat saya =.=
Ga jelas ya? Saya juga bingung. Akakakak #dilempar
[+] spoiler
New Story
New! I Like 'em Feisty | BLEACH | NnoiIchi | Canon Setting

When Cinderella Meet The Prince
Chapter 2 | BLEACH | GrimmIchi/NnoiIchi/KenNnoi
&#9812; FanFic &#9812; Pixiv &#9812; MeguMegu &#9812;


Impassive is the coolest thing. EVER.



userbar thanks to beloved TheSilverFrenzy
Quote
Like
Share

aRaRaNcHa
Honored Member
aRaRaNcHa
Honored Member
Joined: May 27th, 2010, 2:24 pm

November 10th, 2011, 3:13 am #5

Makasih, Ann-chAn, Sylvi, dan Megumi...

Overall, mungkin pendapat kalian semua sama, ya. Dimana AU yang baik itu haruslah tetap mempertahankan karakter agar tetap IC dan ada benang merah yaitu hubungan keluarga ataupun kebiasaan si tokoh yang tidak diubah.

Nah, masalahnya begini: seringkali kita temukan fic AU yang karakternya IC, tapi transgender ataupun manipulasi umur.
Yah.. contoh paling gampangnya itu NaruFem!Sasu atau SasuFem!Naru. Kalo manipulasi umur itu misalnya... Kakashi diceritakan seumuran dengan Sakura (misalnya satu kelas di SMA, atau paling ngga kayak senpai-kohai), padahal kita tahu kalau dia jauh lebih tua daripada Sakura.
Apa kalau merubah seperti itu... bisa masuk juga 'mirip seperti orific'? OwO
*saya ngerepotin #dibuang*

Personal:
@Ann-chAn: Menurutku kalo dari Bleach itu karyanya kak Zang, yang banyak AU, tapi entah kenapa menarik. Ini: http://www.fanfiction.net/s/5914489/1/Youre_Not_Alone

@sylvi: Iya, kayaknya kak elea kutip dari pendapat itu. Overall, makasih atas contoh yang diberikan ya. Ahaha...

@ Megumi: AU di Bleach? Saya udah bikin berapa ya? Bleach enakan bikin canonnya sih, daripada AUnya. Apalagi kalo ada duda-terhot-seantero-Soul-Society. #dibuang #OOT ;p

Avasig is not mine.
Quote
Like
Share

Megumi Kei
Honored Member
Megumi Kei
Honored Member
Joined: June 1st, 2011, 1:00 pm

November 10th, 2011, 5:34 am #6

Err...
Saya belum pernah bikin transgender sih, tapi sering manipulasi umur, jadi mau membela diri OvO #PLAK

Saya rasa, selama si heart strings a.k.a benang merahnya masih ada, rasanya ga masalah mau transgender atau manipulasi umur juga. Selama kita masih bisa melihat si A yg seharusnya berusia 18 tahun berada di dalam si A yang jadi berusia 23 tahun. Tapi... Kalau jarak umur AU-nya terlampau jauh dari yg Canon atau berada di satuan umur yg beda, suka agak2 aneh sih -_-"

Sebisa mungkin yg teen jangan dijadiin mature adult deh, terlalu ekstrim kata saya sih #ORZ

Sebatas young adult masih okelah..

Kalau masalah transgender, saya ga punya komentar OvO"


OOT utk Arara:
Duda hot itu... Byakuya kah? Kalau untuk Byakuya, kayaknya emang lebih enak Canon ya. Saya selama ini baca yg ada Byakuya-nya emang lebih ngerasa nyaman yg Canon daripada AU sih =))"
[+] spoiler
New Story
New! I Like 'em Feisty | BLEACH | NnoiIchi | Canon Setting

When Cinderella Meet The Prince
Chapter 2 | BLEACH | GrimmIchi/NnoiIchi/KenNnoi
&#9812; FanFic &#9812; Pixiv &#9812; MeguMegu &#9812;


Impassive is the coolest thing. EVER.



userbar thanks to beloved TheSilverFrenzy
Quote
Like
Share

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

November 10th, 2011, 7:02 am #7

siapa itu sesepuh Fandom One Piece Indonesia?

Klo dari definisi yg aku kopi dari IFA kopi dari Halfmoon Smile, sebenarnya agar ga menabrak semua koridor itu tetep aza poin utamanya adalah kita paham dulu Canon/IC-nya seperti apa baru kita bisa bikin AU. Sekarang Cha ngerti kan kenapa lebih enak bikin canon di Bleach daripada AU-nya?

Sementara yg banyak terjadi adalah, kita ga mau tau Canon/IC-nya kayak apa, pokoknya klo aku suka sama fandom ini tokoh ini pairing ini aku pengen bikin ceritanya (yg nantinya cenderung ke AU cuma pinjam nama). Tapi klo kyk Cha sih seenggaknya ada usaha pengen tau chara tsb sifatnya dan hubungannya dgn chara lain kyk gimana (dengan ubek wikia) sebelum nulis AU-nya^^.

Klo masalah trasgender sih aku kurang tau untuk fandom laen. Klo One Piece masalahnya kan bisa dibuat canon-nya tinggal pakai Ivankov, bahkan mangaka-nya aza ngasih tau klo tokoh ini jadi gender ini ntar sifatnya gimana. Begitu juga untuk umur, tinggal pake Bonney semua beres XD. Bahkan sebenarnya bisa bikin horor pake Thriler bark Arc, bikin vampfic pake si Mihawk, bikin cerita umat Muslim pake Arabasta, bikin cerita kartel narkoba pake Mock Town, bikin cerita rasisme pake Fishman Island, bikin cerita mafia pake tokoh Crocodile, bikin cerita agen rahasia pake Chiper Pol, bikin cerita spritual pake tokoh Enel, dll. Dari situ bisa digeser/dianalogikan ke ide AU dunia nyata. One Piece terlalu lengkap.

Tapi klo pun di AU, kita harus tau batas relevannya di mana. Umur ya misalnya. Di Naruto pun, kita tahu klo Neji dan Shikamaru itu lebih tua, tapi kita masih bisa membuat mereka satu kelas di High School AU misalnya. Di One Piece jg gitu, kita tahu Luffy dan Usopp kelas 1 SMA, Nami kelas 2 SMA, Zoro dan Sanji kelas 3 SMA; tapi kita masih bisa membuat mereka satu tingkatan yg sama; bahkan seluruh SHP termasuk Robin, Franky, dan Brook bisa. Kenapa? Karena hubungan mereka di canon-nya sederajat, analoginya ganti saja kapal Thousand Sunny jadi sebuah kelas 1A misalnya dengan murid yg 'ajaib' semua. Tapi kita ga bisa dong ngubah Kakashi yg feel canon-nya itu sebagai guru Naruto dkk trus tau2 jadi seumuran, klo masih ada kesan senior (misal Sakura kelas 2 SMP, Kakashi kelas 2 SMA) masih bisa.

Btw, tapi semua aturan itu bisa ditabrak klo genre-nya Humor/Parodi kok. Klo Cha pernah baca OP Omake #9: School Time, Odacchi aza pernah bikin Papa Whitebeard jadi anak sekolah yg di-bully sama Franky dan Chopper XD, padahal Ace malah jadi guru yg negur Zoro si murid berandalan loh. Ga nyambung bgt kan sama canon-nya?


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

aRaRaNcHa
Honored Member
aRaRaNcHa
Honored Member
Joined: May 27th, 2010, 2:24 pm

November 12th, 2011, 1:22 am #8

@ Megumi : Aku sering manipulasi umur apalagi di FOPI
Jadi ga apa kan ya? Soalnya... gini, pair kesukaanku itu chara femalenya jauh lebih tua dari cowoknya age doesn't matter
Transgender sering terjadi di beberapa fic AU (bahkan Canon) di fandom sapphire-ramen ^^a

#OOT Yo! Kalo duda itu ada dalam fic AU biasanya jadi incest sama Rukia atau tetap sama Hisana dan Rukia jadi anaknya. (Saking seringnya plot itu dipakai, sampe bosen)

@ kak elea: Kakak lah, siapa lagi? #jitaked
Aye! Aye! Sekarang aku udah mengerti kenapa pembaca lebih menikmati canon dan alasan kenapa ficku itu kesannya maksa dan nyinetron. Oke, aku bakal anggap itu kegagalanku yang paling fatal dan nggak akan ngulangin lagi. *janji sama diri sendiri*

Aku sih nggak berani nulis fic tanpa permulaan kak, seenggaknya minimal aku tahu tokoh utama, sifat beberapa karakter, dan keseluruhan jalan cerita (walau cuma baca sepotong), baru berani nulis fic di satu fandom.

One Piece... apa aja ada ya? #tercengang (Jujur aku baca statement kakak yang itu langsung bengong dan mikir: Oh iya ya, semua ada. Lengkap. OwO)
wrote:Btw, tapi semua aturan itu bisa ditabrak klo genre-nya Humor/Parodi kok. Klo Cha pernah baca OP Omake #9: School Time, Odacchi aza pernah bikin Papa Whitebeard jadi anak sekolah yg di-bully sama Franky dan Chopper XD, padahal Ace malah jadi guru yg negur Zoro si murid berandalan loh. Ga nyambung bgt kan sama canon-nya?
-- aku percaya, kalo humor itu susah buat IC. .____.v dan omake itu... ga mungkin banget terjadi di canon. Konyol. Hahahaha...

Avasig is not mine.
Quote
Like
Share

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

November 13th, 2011, 7:13 am #9

Lengkap ya, Cha? Soalnya OP kan itu miniatur dunia nyata bumi kita yg bulat dan bergerak, jadi banyak jg budayanya pulau sini pulau sana. World Government aza analoginya PBB kan? Trus katanya rumah Duval cs itu dari Nias-nya indonesia. Telinga Enel itu kyk suku Dayak, dan celananya itu batik. tapi dianya sendiri rapper Eminem huahahaha. Para shandian itu jg dari suku Maya/Inca. jadi, bikin AU di OP sebenarnya asyik loh klo ga terpaku pada chara yg itu2 aza, apalagi klo kru SHP-nya dijadikan warga negara sesuai yg Oda bilang^^. Udah ada loh yg bikin fic LuHan yg Lufy orang Brazil, aku kan bikin SanNa yg Sanji orang Perancis, nah yg ZoRobin blom ada tuh klo kmu tertantang, Rusia dan Jepang itu deket kok.

Klo fandom lain sih entahlah. Dan klo AU-nya itu tipe yg fantasy (bukan dunia nyata) gitu aku jg kurang ngerti.

OP humor/parodi-nya bisa dibuat IC, IC banget bahkan. Tapi klo mau OOC jg gapapa kan Odacchi sendiri yg ngajarin.

Sebenarnya aku jg udah punya bekal kyk Cha untuk menjelajahi fandom lain, tapi ga tau knapa masih blom berani nulis fic di sana. bukan blom berani kali ya, udah terjerat FOPI hehehe... #mulai OOT


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

aRaRaNcHa
Honored Member
aRaRaNcHa
Honored Member
Joined: May 27th, 2010, 2:24 pm

December 5th, 2011, 3:50 am #10

S-SUGOOOOOIIII~!!!!
Odacchi keren! *w*

Russia sama Jepang itu mau gimana ya bikin plotnya? Sepertinya sulit menghubungkan benang merah diantara mereka.
Well yeah, tapi nggak tahu sih kalo nanti ada ide bersliweran di otakku dan akhirnya bisa menyatukan mereka. #oioi

Hahaha... jadi kalo di OP sesekali OOC pas lagi dalam konteks humor bener-bener ga papa ya? Kan sensei kita yang ngajarin. #apaini? XP

Avasig is not mine.
Quote
Like
Share