(Antara) Aku dan Dosa

Myouki Kuroki
Newbie
Joined: December 25th, 2010, 2:54 pm

August 16th, 2013, 3:34 am #1


Seperti elektron dalam susunan atom
Ia terikat padaku dan aku candu padanya

Masalahnya ; aku ingin jadi manusia
Manusia yang seutuhnya manusia
(Sialnya, manusia itu berlumuran dosa -oh, apakah aku memanusiakan dosa
atau mendosakan manusia? Mari kita tertawakan)

Jadi, kusapu kulit-kulit kering binatang jalang nan nyalang dari;
pelataran rumahku
(Tanpa aku tahu -oh, sesungguhnya kau tahu, hanya berpura tidak tahu.
Mari kita anggap aku tak tahu- )
Ada kulit-kulit binatang yang terjatuh dan melapisi tubuhku

Aku mengumpat.

(22.12.2012)
(c) Myouki Kuroki

-----------------------------------------------------------------------------------

Mohon kritik dan sarannya.. :sorry:
Quote
Like
Share

revabhipraya
Honored Member
revabhipraya
Honored Member
Joined: August 16th, 2015, 11:22 pm

February 9th, 2016, 11:49 am #2

Diksinya sugooooi :love:

Rey bukan penikmat puisi, cuma suka baca aja (dan seringnya gak menghayati), jadi Rey harus akui kalo Rey gak ngerti maksud puisinya. Eh, tapi Rey bingung ini sudut pandangnya dari makhluk apa. "Ingin menjadi manusia" berarti bukan manusia, "seperti elektron dan susunan atom" berarti bukan keduanya juga, "kusapu kulit-kulit kering binatang" berarti tukang sapu. /gak

Rey masih gak konek, maafkan... :touched:
revabhipraya
FFn | AO3 | dA | wp | WP
Quote
Like
Share

Khi-Khi Kiara
Premium Member
Khi-Khi Kiara
Premium Member
Joined: December 15th, 2016, 5:59 pm

January 2nd, 2017, 12:09 am #3

Ini... sebenernya diksinya nggak terlalu dalam atau langka atau gimana ya... Tapi maknanya bisa lebih dalem dari keliatannya lho-- :shock:

Kalau menurut saya.. ada dua penafsiran sih;

Pertama, (ini nggak pake metafor yang macem2 dulu ya) si tokoh ini seorang biarawan/biarawati atau semacam pelakon agama yang berpegang teguh pada prinsip agama dan 'kesucian' dirinya, lalu dia jatuh cinta pada orang biasa. Dia ingin jadi manusia biasa--tapi dia juga sadar, manusia pada umumnya penuh dosa.

Kedua, ini lebih ke pernyataan retoris, atau hipokrit. Seseorang pengen jadi manusia yang utuh dan bebas dari dosa--bahkan melihat manusia yang lain sebagai pendosa, padahal tanpa sadar dirinya sendiri penuh dosa, terutama karena hasrat-hasrat yg jadi candu buat dia.

Ya kira-kira begitulah, maaf kalo nggak nyambung, hoho.

Terus berkarya dgn puisinya ya~ (aku suka style menulismu yang gak pake diksi2 ribet, tapi tetep bermakna dalam dan bikin penasaran) :happywaves:
Art and Music are my daily drugs
Visit my art gallery : deviantART
Visit my fanfiction library : AO3

[...now, let us go, Friend. Decapitation was the ruling.]
Quote
Like
Share