Aheri

Giselle Gionne
Honored Member
Giselle Gionne
Honored Member
Joined: March 29th, 2012, 1:36 am

May 31st, 2012, 5:57 am #1

Aheri

===OO===

Aheri project

Story by Giselle Gionne

Resident Evil by Capcom

Rate: T

===OO===
Wanita itu kerap menutupi buncahan perasaan yang begitu asing baginya. Menaruh alat tulis para pelajar di bawah meja rumahnya, kini ia telah beranjak dewasa. Guratan kesempurnaan terpatri jelas di tubuhnya. Wajah cantik, tubuh yang melekuk, aksen khas serta kecerdasannya, telah mengantarkan dirinya kepada kesuksesan. Menduduki jabatan sebagai CEO Tricell adalah indah baginya.

Saat itu, adalah waktu yang begitu membahagiakannya sebagai seorang wanita. Menjalin kerjasama dengan seorang pria misterius, ia tidak melewatkan kesempatannya. Menjadi seorang asisten muda yang dapat diandalkan, dengan cepat dirinya menjadi kepercayaan seseorang.

Menerima petuah untuk meracik virus, dengan senang hati wanita tersebut menerima pekerjaan barunya. Menyatukan Tricell bersama asosiasi pemilik pemegang kekuasaan atas dirinya, Uroboros atau lebih tepatnya, pecahan dari Umbrella dan B.O.W.

Menyatukan impian dan mimpi di kancah negara yang tertinggal, wanita itu menapakkan jejak di atas tanah berpasir, menjadikan negara yang kaya akan hewaninya tersebut sebagai percobaan virus yang ia kembangkan.

Sedikit demi sedikit, semburat cinta wanita itu hadirkan untuk atasannya. Kerap menjunjung tinggi dan bersikap layaknya seorang wanita kelas atas, ia tak pernah lelah untuk menggenggam walau sedikit saja perasaan yang sesungguhnya ingin ia rengkuh seutuhnya.

Luncuran kalimat dan sentuhan sensual yang ia berikan, tidak mampu menjatuhkan lelaki kebanggaannya.

Mungkin, dirinya terlalu sempurna.

Lelaki tersebut menolak cintanya, mencampakkannya, dan mengkhianatinya.

Wanita itu tetap jatuh untuknya, meskipun ketika DNA dirinya tengah bergejolak dengan virus yang ia ciptakan sendiri, Uroboros. Ia tetap memiliki sebersit rasa cinta yang ia tanam dalam diam.

Ah, ini kali pertama sang wanita berkesempatan untuk merasakan cinta.

Raungan keras yang menderu, penuh dengan rasa sakit yang menjalar tidak menjadikannya berputus asa.

Ia tetap menaruh hati untuk atasannya.

Disela-sela tangisnya, buncahan rasa itu kembali menguar, membuat dirinya kehilangan akal.

Ketika sang virus telah sampai kepada puncaknya, satu ringisan terakhir penuh perasaan ia lontarkan sembari menyebut nama pencuri hatinya.

"Albert!"

Detik selanjutnya, bergulir dan bergerumuh. Menuruti kemauan tubuh sang wanita untuk menuntunnya kepada liang kematian.

Kuncup Uroboros terbuka, membiarkan sebuntal kejinggaan menjadi mahkotanya.

Ya, Uroboros Aheri telah terbangun dari tidur panjangnya.

Wajah wanita tersebut menghilang ditelan virus yang ia kembangkan sendiri, dan tergantikan dengan lintah kehitaman yang menjalar.

Sungguh, wanita itu tidak menyesal atas kematian yang ia dapatkan.

Karena, Aheri memiliki arti "Aku mencintaimu."

Ya, sesederhana itulah perasaannya.

Perasaan seorang Gionne muda, Excella.
In the end...
...nothing's really changed.


Quote
Like
Share