30 Ways to Love SanNa

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

June 11th, 2010, 12:46 pm #1

Ini fanfic untuk mengikuti 30 Wishes of Challenge dari Infantrum. Sebenarnya aku udah punya fanfic sejenis di ffn tapi karena beberapa ga sesuai tema yg disyaratkan di sini, maka sebagian kupindah. Karena genre pertama harus romance, aku kasih WARNING bahwa mungkin saja ada beberapa cerita yg chara-nya akan sedikit OOC. Ya, sedikit, karena aku juga ga suka OOC dan aku akan berusaha ga OOC. Biar semakin manis, beberapa crita akan kusertakan gambar.

Pairing dalam fic ini adalah:

Sanji (The Cook) dan Nami (The Navigator).
Genre kedua/Sub-genre akan ganti-ganti tergantung cerita.

Disclaimer: One Piece selamanya milik Eichiiro Oda. Klo aku yang bikin, nanti critanya melenceng dari yg harusnya Adventure malah jadi Romance hahaha...

Berikut daftar temanya (copas dari tret Challenge). Karena aku bikinnya acak, tiap tema di bawah ini langsung aku kasih link single post-nya.
1. know more about you
2. safe trip
3. soundless sleep
4. you are never mine to begin with
5. superstar
6. Fallen Angel
7. release of the evils
8. Tanabata
9. a fragile soul
10. against all odds
11. Paris
12. the thread that differs between dream and reality
13. matches! (:korek api)
14. what was lost and will never come back
15. Guardian Angel
16. cross the boundary
17. before the sun rises again
18. "I won't let you walk out of my life once more..."
19. be a part in your life
20. replace the gold medal
21. persuade the fate
22. roll over the memories
23. little time
24. peaceful rest
25. sing the old song
26. Hanami
27. like an art of piece
28. be your bride
29. single kiss
30. a wish upon a star



"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

June 11th, 2010, 12:54 pm #2

Title: You're Guardian Angel
Words: 1495
Theme: Guardian Angel
Type: Songfic, You're Guardian Angel by Red Jumpsuit Apparatus
Genre II: Angst
Summary: Ini kisah bagaimana perasaan Sanji terhadap Nami, bahwa ia akan terus menjadi sosok malaikat pelindungnya.

PS: Akan lebih baik baca sambil puter lagunya.
[+] spoiler
When I see your smile
Tears run down my face
I can't replace




Aku melihatmu di Baratie. Tidak salah lagi. Ternyata kamu teman si kacung melar itu. Aku melihatmu bersama kedua orang temanmu yg lain. Kalian menertawakannya. Tawa. Ya, aku melihat senyummu. Ini pertama kalinya aku melihat gadis yg begitu ceria, enerjik, sebaya denganku, dan tentu saja cantik. Rasanya aku ingin menangis gembira di dalam hatiku. Aku tak ragu lagi. Aku pun meninggalkan pelanggan wanita yg sedang kulayani padahal aku baru saja menuangkan bir padanya. Aku langsung menghampirimu, mengacuhkan para kru bodoh tak sopan lainnya. Kau tak tergantikan. Anggur kualitas terbaik pun kuberikan gratis padamu dan kau memelukku. Memelukku.

And now that I'm strong
I have figured out


Bajak Laut. Kamu seorang bajak laut. Dan kamu anak buah si tukang makan ini. Aku sudah lama tidak berurusan dengan bajak laut. Ya, hanya Zeff satu-satunya bajak laut yang memberikan takdir baru padaku. Apa si kecil Topi Jerami ini juga bisa memberiku nilai? Namun, aku sudah bertempur dan menunjukkan kekuatanku. Tak salah lagi. Meski berat meninggalkan apa yg selama 10 tahun ini sudah menumpuku, aku menggenggam harapan baru. Aku kuat. Aku akan mengabdi pada kapten baruku. Aku akan meraih impianku bersamanya. Dan aku akan membawa dirimu turut serta berlayar. Mengambilmu kembali agar aku bisa tetap betah di kapal mungil ini.

How this world turns cold
and it breaks through my soul
And I know I'll find
deep inside me
I can be the one


Aku mendengar masa lalumu dari Nojiko, kakakmu. Tidak ada yg peduli. Luffy tetap mempercayaimu dan ia tidak akan mau mendengarkan kata-katamu yang mengusirnya. Si Pendekar Pedang sok kuat padahal sekarat yg hampir saja menebasmu ini jg tidak mau mendengar cerita Nojiko asal kaptennya bilang ia tetap akan tinggal. Dan si hidung panjang ini mencoba memberanikan diri karena berempati pada dirimu yang sudah ia anggap temannya. Aku tersenyum. Aku merasa takdirku tepat untuk bergabung dalam bajak laut aneh ini. Aku dipertemukan denganmu. Aku diberi kesempatan untuk membahagiakanmu. Aku tidak akan tinggal diam. Dan beraninya si Manusia Ikan Pari itu berkata bahwa aku tidak bisa melindungi apa pun. Ia berkata bahwa namamu sudah dicap sebagai pengkhianat Arlong dan akan ia eksekusi. Kurang ajar! Baru Dan 40 Karate saja sudah sombong. Aku akan melindungimu, aku sudah bersumpah sejak Nojiko selesai bercerita. Luffy pasti juga akan melindungimu karena sebagai kapten ia bertanggung jawab penuh atas nasib dan keceriaan seluruh anak buahnya yg sudah ia ajak bergabung dengan seenaknya, tapi aku yang akan menjadi satu-satunya ksatria untukmu.

I will never let you fall
I'll stand up with you forever


Aku selalu memasakkan makanan bernutrisi untukmu tapi bagaimana kau bisa jatuh sakit? Apa perhatianku kurang? Apa ini karena aku meninggalkanmu saat kau terjebak jurus lilin Mr.3 dan Luffy, Marimo, maupun Ussop tidak bisa menanganinya bertiga? Aku tidak tahu tentang obat tapi aku tetap akan berusaha memberi pertolongan padamu. Menjauhkanmu dari Luffy bodoh yg bisa membuat sakitmu semakin parah. Aku tahu ia juga mengkhawatirkanmu dan berusaha menghiburmu dengan caranya sendiri, tapi itu sangat berisiko andai aku dan Vivi tidak mengusirnya. Andai aku bisa menstransfer seluruh demammu pada tubuhku, aku pasti akan melakukannya. Aku tidak tahan melihatmu menderita. Dan beraninya para penduduk pulau salju itu tidak mau menerima kita! Apa mereka tidak mempunyai hati? Aku marah. Sangat marah. Aku pun menghajar mereka. Mengapa Luffy dan yang lain diam saja? Ternyata jika kami bersabar dan bicara baik-baik pada mereka, mereka pun melapangkan dada. Sial, aku tak bermaksud memperparah keadaan. Rasanya barusan aku hilang akal jika ingat kondisimu yang sekarat.

I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven




Aku akan membawamu menemui sang dokter. Aku akan menjagamu agar kau tak terluka sedikit pun. karena itu lah kau berada di belakang punggung Luffy agar aku lebih bisa bebas bergerak untuk menghalau siapa pun yang mengganggu perjalanan kita. Dan, aku percaya Luffy akan mengantarkanmu sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Ya, dengan selamat. Meski demi itu, aku harus melempar kalian berdua dan membiarkan diriku jatuh terhempas tebing dan tertimbun longsoran salju.

It's okay. It's okay. It's okay


Kupikir aku sudah berada di surga. Kapten tidak ingin aku mati. Aku tidak bisa marah padanya, karena ia tetap bisa membawamu tepat waktu meski harus kembali untukku. Shit, apa yg telah kulakukan? Padahal aku tak bermaksud menghambat Luffy. Aku berterima kasih padanya. Aku berterima kasih atas kesembuhanmu. Aku tak apa-apa, kau tak perlu tahu tulang punggungku yang patah. Luffy sangat sehat, meski kesal aku bahkan harus merangkak saat Raja Pemakan Segala yg lebih rakus dari Luffy itu masuk ke dalam kastil, aku senang kau kembali diselamatkannya. Sial, aku harus lebih bisa berguna untuk ke depannya.

Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I'll be the one


Grand Line tidak bisa ditebak. Pulau hutan hujan tropis yang sangat lembab. Pulau yang selalu dihujani salju setiap harinya. Pulau gersang yang bahkan sudah bertahun-tahun tidak turun hujan. Gelombang laut ganas yang bisa kapan saja menerkam kita. Cuaca dan badai yang selalu berubah. Tapi kami semua punya kau; navigator yang hebat, smart, dan cantik. Kadang birunya langit dan laut bersahabat. Hari-hari kita lalui bersama dan kita semua tumbuh lebih kuat lagi. Tapi tetap saja, kau satu-satunya wanita dalam kelompok kita. Dan, aku tetap tidak bisa mengendurkan penjagaanku begitu saja.

I will never let you fall
I'll stand up with you forever


Pria yang disebut Enel oleh Gan For itu menginjakkan kakinya di Going Merry. Kekuatannya sangat mengerikan. Saat pembagian grup dan aku ditugaskan menjaga Merry bersamamu dengan bersama seorang penakut yang lebih memilih tidak ikut turun menjelajahi Upperyard, aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak boleh jatuh. Aku tidak boleh kehilangan kesadaran. Aku tidak boleh membiarkannya membawamu ke kapal asingnya yang bisa terbang. Aku harus naik sebelum ia terbang lebih tinggi tak tergapai. Aku tidak peduli luka bakarku dan siap mengantar nyawa kembali.

I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven




Aku harus cerdas mengambil taktik. Bagaimana pun selain prioritas menyelamatknmu, aku tetap harus mengambil langkah yang bisa menolong kita semuanya. Aku harus mencegahnya melarikan diri sebelum dihajar Luffy. Akan kutunjukkan bahwa aku pun secerdas kau. Maaf aku harus meninggalkanmu sebentar di tangan Ussop. Tapi aku pasti kembali tepat waktu. Memastikan sekali lagi bahwa kau belum tersentuh sengatan petirnya. Menjauhkanmu sejauh mungkin dari segala marabahaya seperti biasa. Setidaknya, kali ini aku terpaksa mengandalkan Ussop untuk membawamu pergi ke tempat aman. Ya, ke tempat aman. Meski demi itu, aku harus melempar kalian dan merasakan sambaran petir untuk kedua kalinya.

Cuz you're my, you're my,
my true love, my whole heart
Please don't throw that away


Aku mungkin belum bisa mendapatkan hatimu. Aku mungkin masih menutupinya dengan melirik wanita lain. Aku menghargai mereka semua. Ya, aku memang pencari cinta sampai kau bisa menerima diriku seutuhnya. Tapi, Vivi-chan dan Robin-chan bukan alasanku di sini. Mereka berani hidup di dalam kekangan Baroque Works, aku pun tak perlu terlalu menjaga mereka. Mereka tak pernah takut kemisteriusan pulau yang kita singgahi, aku pun tak perlu mencemaskan mereka. Mereka orang kedua dan ketiga yang kujumpai setelah kau. Hatiku pun nomor dua dan tiga untuk mereka. Hanya kamu, aku akan mati-matian berdiri. Hanya kamu aku akan serius mengungkapkan cintaku. Meski kau tidak merasakannya. Asal jangan kau hindari aku.

Cuz I'm here for you
Please don't walk away and
Please tell me you'll stay, stay


Perlu bukti apa lagi? Aku akan selamanya tulus melindungimu. Jangan pergi jauh-jauh dariku. Aku mendengar jeritanmu saat Mini Merry menghempas Thriller Bark. Aku mendengar kau diculik oleh sosok tak terlihat. Kumohon, kau tetap baik-baik saja sampai aku datang.

Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I'll be okay
Though my skies are turning gray


Ya, kau boleh meminta apa saja. Kau boleh memperlakukanku apa saja. Kau boleh meninjuku, memarahiku, menendangku, memanfaatkanku, mengacuhkanku tapi sumpahku tak akan kulanggar dan hatiku tak akan tertinggal. Aku percaya kau pasti akan memahaminya.

I will never let you fall
I'll stand up with you forever


Baru kali ini ada musuh yang sampai berani menginginkanmu seutuhnya. Tubuhmu. Jiwamu. Hatimu. Memaksamu menikahinya. Hei, aku bahkan tidak pernah memaksakan perasaanku, aku selalu menunggu hatimu yang luluh menerimaku. Kau lah yang kelak akan menjadi pengantinku. Tak akan kubiarkan orang lain merebutnya dariku.

I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven




Kali ini aku sendiri yang akan turun tangan. Aku tak peduli meski si muka singa itu menghajarku. Aku tak akan membuatmu terluka sedikit pun. Kali ini tidak ada Luffy yang bisa menjagamu sementara aku harus bertarung. Aku harus bertahan. Aku tak peduli meski si mesum brengsek itu menikamku. Aku tak akan membuat gaun indahmu terkotori noda darahku. Kali ini tidak ada Ussop yang bisa membawamu pergi sementara aku menahan perih. Aku harus menyelamatkanmu.

[fade out]


Bangunlah, sayangku. Perjalanan kita menempuh Grand Line masih panjang. Aku tak akan mati sebelum kau menemukan kita berdua lah yang akan disaksikan Tuhan saling mengucapkan ikrar suci

End
A/N: Semua moment di atas ampe sekecil-kecilnya benar terjadi secara Manga Canon (kecuali yg Sanji bilang dia mau melindungi Nami ke Nojiko itu versi anime), tapi masa aku harus menyertakan di sini semua manga panel-nya satu-satu per kalimat? Yg jelas, dalam fic ini, aku hanya mencoba menginterpretasi momen-momen itu dari Sanji POV. Dengan cinta Sanji yg segitunya, rasanya aku ga rela deh klo Nami malah suka cowo lain misal Luffy atau Zoro T^T *no offense for LuNa/ZoNa fans*

Ini sedikit penjelasan buat yg ga terlalu ngikutin One Piece (Sanji kadang suka pake bahasa kasar buat nyebut chara cowok laen):
Kacung Melar/Tukang Makan = Luffy
Pendekar sekarat/Marimo = Zoro
Hidung Panjang/Seorang penakut = Ussop
Manusia Ikan Pari = Kuroobi
Raja Pemakan Segala = Wapol
Muka Singa/Mesum Brengsek= Absalom


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

Evey
Honored Member
Evey
Honored Member
Joined: September 17th, 2009, 1:24 am

June 13th, 2010, 1:08 am #3

*berbinar2*
oke, saya cuma sempet baca sekali dua kali One Piece versi tankoubonnya, yang waktu ada Vivi dan Arabasta dan apalah itu. Saya suka sih sama One Piece, tapi kayaknya udah telat kalau ngikutin sekarang :/ tapi saya tetep ngeh sama karakter-karakternya kok.

First, saya suka banget dengan cara Sanna-san menyampaikan cerita ini. Sanjinya kelihatan maskulin dan jantan banget. Dari luar dia memang boleh keliatan nyeleneh tapi oh mai. Kalau dalemnya kayak gini sih siapa aja juga leleh :P

Second, saya apresiasi effort Anda buat menggali semua scene dari versi Canon dan mengembangkannya, mengaduknya dengan emosi. Semuanya terasa pas dan begitu heartwarming. Yeah. Saya nggak bisa berhenti senyum waktu baca scene Nami mau dinikahin paksa dan Sanji jadi marah banget. gyaah, that's so sweet >.<

Third, di awal-awal tadi saya lihat ada kata yang yang disingkat jadi yg. Sengaja atau enggak nih? Hehe.

Fourth, makasih banget udah nyumbang entri ke 30 Wishes. Saya teramat sangat berterimakasih ^^ Seandainya ini di FFn, udah pasti saya masukin ke alert and possibly favorite. Bahasa Anda begitu lugas, naratif, tapi masih memiliki emosi yang kental.

Fifth, updatenya jangan lupa ya <3 semangat terus! :)

Hush, my sweet.
These tornadoes are for you.

? RICHARD SIKEN ?


Quote
Like
Share

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

June 13th, 2010, 12:00 pm #4

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas review-nya. Oke, lanjut ke reply:

1) Oh, Sanji itu luar dalam bikin leleh. Kemarin saya habis menggombal di tret Spam^^. Biar ga terlalu perfect/Gary Stu, mangaka-nya sendiri emang hobi bikin dia apes (dan kadang terlalu idiot tiap kali berurusan dgn cewek).

2) Haha, hebat itu mangaka-nya ngegambar api cemburu. Dan, saya memang sengaja sedekat mungkin dengan Canon.

3) Oh ya? Ga sengaja berarti.

4) Lho? Ini ya cuma saya comot dari sana. Klo mau klik fave dan alert boleh bgt hehehe. Bukan mau nyombong, fic ini emang fic andalan saya di ffn. Saat saya post ini, fic ini sementara memegang rekor chapter dan review terbanyak di fandom One Piece Indonesia. Yg jelas, saya akan post dulu tema-tema yg udah sesuai dari sana. Sisanya belakangan.

5) Hmm, Evey-san bacanya tiap minggu? Klo gitu, saya update tiap sabtu az gimana?

Saya senang dengan review Evey-san. DI Ffn, sejauh ini (untuk fic ini) blom ada reader yg komentar soal gaya bahasa saya atau kesesuaian emosi. Rasanya, seperti hal baru. Pokoknya, saya jadi semangat!!!


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

June 14th, 2010, 8:07 am #5

Title: Whises Him to Be
Words: 813
Theme: Superstar
Type: Off-Screen/Canon Moment
*Setting: sailing to Baratie Restaurant
Genre II: Friendship
Summary: Lihat betapa pentingnya kru ke-5 sebelum masuk Grand Line! Kriteria apa saja yang dibutuhkan? Apa yang Nami cari dari kru ke-5?


[+] spoiler
Going Merry bertolak ke Restoran Apung Baratie setelah mendengar cerita Johny dan Yosaku. Akhirnya, Luffy bisa berpikir jernih bahwa saat ini seorang koki lebih dibutuhkan sebagai kru baru daripada seorang musisi.

"Sebentar Luffy," kata Nami. Saat itu mereka berempat sedang berkumpul di ruang makan. "Aku khawatir kau suka merekrut orang sembarangan. Bagaimana jika kita bicarakan dulu seperti apa kira-kira kru baru kita nanti?"

"Ah, kau benar, Nami," jawab Luffy. "Yang jelas, dia harus bisa masak enak dalam porsi besar!"

Nami menjitak kepala Luffy. "Dasar rakus, tentu saja yang namanya Koki itu harus bisa memasak enak. Tapi sekedar enak saja tidak cukup."

"Maksudmu?" tanya Ussop.

"Kalian ga lihat keadaan Johny dan Yosaku kemarin? Koki profesional juga harus tahu gizi dalam mengolah makanannya. Masa harus aku yang pegang pengetahuan itu semuanya?"

Ussop pun mengangguk-angguk setuju. Ia juga tak tahan dengan pola makan Luffy dan Zoro yang sanggup melahap monster laut. Luffy sepertinya tidak paham gizi itu apa, yang penting lezat. Zoro hanya menguap tak peduli soal enak tidak enak dan soal bergizi tidak bergizi, yang penting kebutuhan makannya tercukupi dan tidak dimonopoli Nami.

"Kalau kau, Ussop?" tanya Luffy.
"Dia harus kuat, bisa bertarung, dan bisa melindungi," lanjut Ussop.
"Dasar lelaki penakut!" komentar Zoro.

"Ussop benar," kata Nami. "Selain kuat, ia harus bisa melindungi dan ga sembarangan meninggalkan orang lemah dan manis seperti diriku begitu saja."

"Oi oi," protes Ussop. Sementara itu, Zoro merasa disindir. Siapa kemarin yang justru meninggalkan ia terjebak ter?

Luffy lalu menoleh ke Zoro, "Kalau kau?"

"Aku?" Zoro mencoba berpikir. "Bagiku yang penting ia bisa berkawan, ga banyak merepotkan, dan cocok dengan kita."

"Oke!" kata Luffy. "Kalau begitu kuputuskan kru baru kita nanti koki yang masakannya paling enak, kuat dan bisa bertarung, serta bisa berteman."

"Hanya itu?" tanya Nami.

"Memangnya masih kurang apa lagi?" tanya Ussop.

Nami melihat ke arah Luffy, sang kapten yang otaknya pun ikut terbuat dari karet. Cowok polos dan teramat jujur yang mudah ditipu dan diiming-imingi makanan. Memang sih Luffy kuat, sangat kuat. Tapi kadang itu tak membantu di situasi genting dan malah membuatnya semakin repot.

"Dia harus cerdas dan ga cuma bisa bertarung pake otot."

Zoro membatin setuju karena ia juga tidak sanggup menghadapi kebodohan sang kapten. Ia merasa tahu diri bahwa dirinya tidak secerdas itu meski tidak ingin ada cowok lain yang lebih kuat darinya dan Luffy ditambahkan di kapal ini.

Nami lalu memperhatikan Ussop. Menatapnya lekat mulai dari hidung super mancungnya, bibir tebalnya, rambut keritingnya, kulit coklatnya, dan pakaiannya. Ia bahkan tak tahu kelebihan lain apa yang dimiliki cowok pembual selain setidaknya ia masih sedikit lebih cerdas dari Luffy maupun Zoro, kalau saja tidak ada sifat super penakutnya yang bisa membuatnya lebih diandalkan.

"Dia juga harus tampan, selera bajunya bagus, rapi, dan wangi."

Zoro sedikit tersedak. Memang ia dan Luffy jarang mandi dan hampir ga pernah ganti baju, tapi Zoro merasa ini tidak penting untuk disebutkan.

Terakhir, Nami melirik ke arah cowok berambut hijau tersebut. Cowok yang bicaranya kasar, kerjaannya cuma tidur dan latihan angkat beban, ga sopan dan ga lembut pada wanita, tukang nyasar. Setidaknya Zoro masih bisa berpikir secara logika menurut Nami, tidak asal berpikiran positif seperti Luffy meskipun mereka berdua sama-sama tipe frontal.

"Dia harus gentleman, penuh perhatian, serta mau melayaniku setiap hari."

Kali ini Zoro memuncratkan minumannya. Cewek Iblis, begitu pikirnya. Zoro tidak bisa membayangkan bahwa ada lelaki yang mau sebegitunya menurunkan kejantanannya untuk menjadi lebih rendah dari wanita apalagi bersedia diperbudak. Bagi Zoro, setidaknya pria dan wanita itu setara. Pendekar pedang atau musuh meski ia wanita sekalipun akan ia lawan dengan sungguh-sungguh. Zoro yakin ia bakal muak jika bertemu dengan cowok seperti itu.

"Apa ada cowok sesempurna itu?" timpal Ussop.

"Jika tidak, kita akan tamat di Grand Line! Aku tidak bisa bertahan dengan orang-orang idiot seperti kalian, mengurusi kebutuhan kalian satu per satu, dan memikirkan strategi perjalanan sendirian atau untuk menghadapi musuh-musuh yang jauh lebih cerdas dan licik dari pelayan Kaya kemarin," jawab Nami.

"Cerdas, tampan, dan gentleman?" tanya Luffy memiringkan kepalanya.
"Ya!" kata Nami tegas.
"Ini ngomongin kru baru atau kriteria cowok idealmu sih?" tanya Zoro angkat bicara semakin kesal. "Oi, Luffy..."
"Shishishi," kata Luffy nyengir lebar. "Ga masalah."
Zoro dan Ussop tak bisa banyak protes karena Sang Kapten sudah kalah dengan kemauan Sang Navigator.

"Kakak-kakak semua!" panggil Johny dan Yosaku. "Baratie sudah kelihatan."

Begitulah akhirnya semua bisa sesuai harapan. Luffy mendapatkan makanan enak setiap hari meski bahan yang ia makan sudah mendekati busuk sekalipun, baginya itu tetap enak. Zoro mendapat teman akrab (?) dan sehari-hari kerjaan mereka hanya bertengkar ga jelas. Ussop mendapat perlindungan; seperti saat di Alubarna ia bertukar posisi musuh; lalu meski saat dipaksa menaiki kapal Maxim ia nyaris diumpankan, toh ia tetap diselamatkan; begitu pula saat di Enes Lobby ia sekaligus diberi semangat juang.

Dan, Nami tentu saja mendapat semua yang ia inginkan dan ia butuhkan. Dukungan, bantuan, perlindungan, perhatian, pengorbanan. Serta satu hal yang tak keduanya sadari di masa datang dan perlahan tumbuh: Cinta.


END

A/N: Gomen, klo kali ini kurang fluff. Yeah, sesuai kata Nami di atas, Sanji emang sepenting itu dalam Arabasta/Baroque Work Saga. Bayangkan az, sejak dari Whiskey Peak, ia udah ga kefoto (beruntung); lalu di Little Garden malah "ngobrol" ma Crocodile; ga ketemu Mr.2; dan terakhir nyelamatin kawan2nya di Kasino Rain Dinner. Plus, entah gimana klo masuk Grand Line tanpa kebutuhan pokok no.1: pangan. Sanji berasa superstar kan? Oda-sensei udah mikirin semua itu. Selebihnya, ya Sanji memenuhi kriteria cowok Nami sendiri: kecerdasan yg ga dimiliki Luffy, ketampanan yg ga dimiliki Ussop, dan kepenuhpedulian yg ga dimiliki Zoro. *jahat yach*


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

Evey
Honored Member
Evey
Honored Member
Joined: September 17th, 2009, 1:24 am

June 14th, 2010, 8:14 am #6

Wow.

Seriusan, saya mau mulai baca One Piece. Gyah, Sanji, betapa manisnya dirimu. Hmm, theme-nya lumayan tersampaikan meskipun di awal-awal saya rada bingung. Tapi syukurlah di akhir, theme "superstar"-nya udah mulai kelihatan.

Keep up the good work, Sanna-san! :)

Hush, my sweet.
These tornadoes are for you.

? RICHARD SIKEN ?


Quote
Like
Share

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

June 16th, 2010, 12:04 am #7

Title: Edo Summer Night
Words: 1539
Theme: Tanabata
Type: Off-Screen/Filler Moment/Trivia
*Setting: Grand Jipangu AU (OVA 4, eps 292, dan 406)
*Hint: They live together in one house
Genre II: Drama
Summary: Ini kisah Sanji dan Onami yang mengelola restoran bernama "Pinwheel." Selama hidup bersama, apa saja yang sudah terjadi ya?

[+] spoiler
Senja itu, Onami menatap secarik kertas berwarna orange pada Sasa yang dulu ia tambatkan. Sebentar lagi Obon Matsuri akan dimulai. Ia mendesah, apakah harapannya akan terkabul kali ini?

Aku mencintai si bodoh itu, Kami-sama. Sudah berapa lama kami menjalani hidup seperti ini, batinnya. Tidak ada yang berubah. Memorinya pun menjelajahi masa lalu.

Onami bertemu Sanji di pasar. Pemuda tampan jago memasak yang selalu mengisap pipa itu langsung merayunya begitu saja dan itu sudah kesekian kali. Masyarakat sekitar yang kenal Onami tahu bahwa sudah banyak lelaki yang ingin mengencaninya tapi kecintaan Onami pada uang melebihi segalanya, mereka juga tahu ada sosok iblis kejam yang tersembunyi di wajah cantiknya (?). Dan, Onami tahu cara memanfaatkan lelaki. Sanji akan menjadi sumber uangnya. Kehebatan tangannya dalam meracik bumbu dan masakan sudah terkenal di seluruh kota. Onami melihat yatai kecil Sanji yang cukup ramai bersandingan dengan yatai ramen milik Dalton. Onami menginvestasikan uangnya pada Sanji dan membuka kedai yang lebih besar. Mereka tidak hanya beroperasi di tempat. Dengan kejelian Onami dalam berbisnis, mereka akan memasak bento yang banyak untuk dijual jika ada festival atau perayaan tahunan lainnya. Bahkan, mereka juga pernah menyediakan ratusan mochi pesanan Shogun dan sempat dihadang bandit bermuka badut yang hendak merampas gerobak mereka.

Onami tahu sikap agresif Sanji dan dia akhirnya terbiasa menghadapinya. Sanji akan menuruti segala kemauannya. Dengan tegas Onami melarang Sanji berbuat macam-macam di malam hari dan ia memberikan kamar sempit untuknya. Tapi, setiap kali ia hendak tidur, Onami sudah menemukan futon-nya tertata rapi dan setiap pagi jika ia pergi mandi futon itu sudah kembali ke tempat semula, ini bukan hal yang termasuk perjanjiannya di awal. Dan, Onami tak mau terpancing. Dia tahu kelakuan penggila wanita itu di kedai. Sanji selalu bilang itu bagian dari customer service dan Onami senang jika pelanggan-pelanggan wanita itu akan memberikan uang untuknya dan tip yang lebih. Tapi ia lama-lama mengeluh, bahwa inilah yang membuat hubungan mereka tidak pernah berkembang.

Contohnya saat suatu hari, saat Oyabun dengan gembiranya menunjukkan uang dalam jumlah banyak untuk melunasi hutang-hutangnya dan karena sangat kelebihan, Onami pun menyuruh Sanji memasakkan menu spesial dalam porsi besar. Namun, saat Sanji menanyakan darimana asal uang itu ternyata Oyabun mengambilnya dari kelompok bandit yang ia tangkap karena laporan uang palsu. Onami terpuruk. Menu dan porsi sebesar itu dengan gratis, yang benar saja! Ia tak puas hanya dengan mencekik-cekik Oyabun. Dan, Sanji ada di sampingnya, menghiburnya. Entah kenapa saat itu Onami tidak menganggapnya sebagai kegombalan, ia serius hendak mengecupnya saat itu...

...Jika tidak ada dua pelanggan wanita yang baru saja masuk menyita perhatian Sanji.

Onami melihat customer service ala Sanji yg biasanya. Tapi kali itu, hatinya sangat tertusuk. Di mana kata-katanya yg tadi barusan akan ada selamanya di sampingku dan membuatku bahagia? Onami pun melangkah masuk ke belakang dengan kesal. Ia berkata pada Oyabun bahwa Sanji yang akan membayar semua hutangnya. Sanji hanya bisa melongo sambil diledek Oyabun, itu berarti ia akan kerja rodi di Pinwheel ini.



Yang paling parah sebenarnya terjadi saat mereka bersedia menampung Vivi yang saat itu hanya diketahui sebagai gadis yang kabur dari rumah. Putri Shogun yang terbiasa dilayani itu tentu tidak bisa jika harus berbalik melayani pelanggan. Onami berbesar hati memaafkan semua kecerobohan Vivi yang selalu menjatuhkan baki dan menumpahkan makanan ke kepala Oyabun. Saat akhirnya Vivi mulai bisa membawa baki dengan benar, pelanggan pria pun ikut bertambah. Onami sendiri sedikit centil, tapi Vivi merasa risih. Dan, Sanji memperparah keadaan dengan menghajar, mengusir, dan merusakkan perabotan setiap ada lelaki yang menggoda Vivi. Onami seolah melihat uang kembali terbang pergi menjauhinya.

Onami merasa kesialan demi kesialan mengikutinya. Ia pergi ke kuil dan berdoa dengan nada seperti mengancam Kami-sama. Ia berdoa meminta dilimpahi kekayaan agar kedainya tidak bangkrut. Apalagi, kadang ia memberi bonus pada Oyabun sebagai imbalan atas menjaga keamanan kota. Mungkin karena doanya tidak tulus, ia diculik oleh kelompok bandit pimpinan Buggy untuk mengancam Oyabun yang sudah membuat kelompoknya berantakan. Tapi, siapa yang justru menyelamatkannya?



"Sanji-kun!"
"Pantas saja Onami tidak pulang, aku khawatir."
"Siapa kamu? Berani muncul dari belakang!" seru Buggy. "Aku punya banyak anak buah."
"Anak buah? Maksudmu mereka?" Sanji menunjuk arah di belakangnya.
Buggy terbelalak melihat seluruh anak buahnya telah terkapar. Onami pun segera berlari ke belakang Sanji.
"Kau terluka, Onami-san?" tanya Sanji.
Onami hanya menggeleng sambil tersenyum percaya, ia sudah merasa aman.
"Oyabun!" seru Sanji. "Si badut ini kuserahkan padamu."
"GOMU-GOMU NO BAZOKA!"
Dan Buggy pun terbang menghilang dari pandangan.

Itu mungkin kejadian kecil yang membuat perasaannya terombang-ambing kembali. Mereka pernah menghadapi Buggy kembali di waktu yg lain dan Sanji lagi-lagi melindunginya.

"Aku juga menambatkan satu di sini, Onami-san," kata Sanji tiba-tiba berada di dekat Onami, membuyarkan lamunannya, dan mengembalikan kesadarannya di mana ia sedang berada sekarang.

Onami melihat Sanji menunjuk kertas miliknya yang berwarna biru tersempil di antara dedaunan karena ia menambatkannya cukup tinggi. Pantas saja tidak kelihatan. Apa semakin tinggi berarti harapannya semakin besar?

”Kertas merah ini pasti punya Oyabun. Yang hijau ini punya biksu aneh itu –oh, ternyata ia pasang juga–. Yang kuning ini milik Ussop. Yang pink ini milik Aohana-sensei. Yang ungu ini punya siapa ya? Jangan-jangan punya wanita misterius cantik itu?” lanjut Sanji mengamati satu per satu, kemudian sampai pada kertas orange Onami. Ia pun menoleh memandangnya. "Memohon agar dilimpahkan kekayaan lagi?"

"Kau juga pasti memohon agar terus diberkahi gadis-gadis cantik kan?" sindir Onami.
"Tanabata adalah doa agar Orihime dan Kengyuu bisa bersama, Onami-san. Aku tak pernah mengharapkan yang lain."
"Huh, kau pasti akan menggombal lagi," kata Onami menyipitkan matanya, menebak arah pembicaraan Sanji.
"Tepat sekali. Kau adalah Orihime-ku."
"Aku bukan Orihime yang sampai bisa melalaikan pekerjaan hanya demi menghabiskan hidupku bersama seorang lelaki dan aku juga tak mau kau menempatkan dirimu sebagai Kengyuu yang juga lalai," sambung Onami ketus.

"Hehehe, kau memang Onami-san ku," jawab Sanji cengegesan. Sanji tahu bahwa uang adalah segalanya bagi Onami. Uang yang dicintainya mana mungkin ia tinggalkan begitu saja. Ya, uang yang dicintainya. Uang yang hanya bisa datang jika kita mau bekerja keras mendapatkannya. Kupikir jika aku bisa memberinya uang sebanyak yang ia inginkan, ia akan...

"Tapi,” lanjut Onami pelan memotong pikiran Sanji. ”Aku sesekali berharap kau bisa seperti Kengyuu yg begitu setia."

Lalu, Onami melangkah cepat melewati Sanji, bermaksud meninggalkannya untuk pulang terlebih dahulu. Mendengar kata-kata Sanji barusan dan merasakan nada suara koki tersebut begitu lega tanpa ada keinginan lebih, Onami malahan merasakan emosi yang menusuk dalam dari sebelumnya. Tidak berubah. Sanji tidak berubah, pikirnya. Begitulah Sanji-kun, selalu apa adanya. Apa yang sebenarnya ia pikirkan tentangku?

"Ona____," Sanji menghentikan gerakan Onami. Langkah kakinya yang lebih panjang dari langkah kecil Onami yang terkekang yukata membuatnya meraih punggung Onami dengan cepat.

Dan memeluknya dari belakang.

"Mau apa kau, mesum?" kata Onami.
"Aku merasa kau menjawab panggilan hatiku."
"Jangan geer!"

Sanji malah mendekapnya semakin erat.

"Lepaskan, hei!" seru Onami. "Geli, hentikan!"
"Izinkan aku memenuhi harapanmu, Onami-san"
"Oh ya?" Aku ingin percaya itu sejak lama, Sanji-kun.
"Karena aku tak pernah tahu...," lanjut Sanji. "...sampai kau tadi mengatakannya."

Onami sedikit tersentak mendengarnya. Ia baru sadar bahwa ia pun ternyata melakukan kesalahan. Ya. Kapan aku pernah menunjukkan isi hatiku? Kapan aku mulai menganggapnya lain selain hanya ia adalah sumber uangku? Kapan aku pernah mengabulkan permintaannya selain aku yang terus menuntutnya untuk selalu memenuhi keinginanku? Apa arti kami hidup bersama selama ini? Apa ini saat yang tepat untuk memulainya? Onami berpikir, jika ia yang tidak jujur pada hatinya, dia sendiri lah yang akan menghambat semua ini. Ternyata, didekap lelaki itu sehangat dan senyaman ini.

"Sanji-kun...," kata Onami lembut.
"Hm?"
"Kau boleh menemaniku tidur malam ini."
"Eh?"
"Ada syaratnya."
"Apapun itu, katakan saja."

"Aku ingin mempekerjakan pelayan baru. Saat kedai penuh pelanggan, kau sibuk memasak sedangkan aku kerepotan melayani. Tapi, kau tidak boleh mengulangi perbuatanmu seperti saat Vivi masih bekerja di sini."

”Baiklah.”
"Ingat. Jangan menggodanya atau menggoda siapa pun lagi, Sanji-kun. Mulai malam ini, hanya aku yang boleh ada di mata hatimu. Kau bisa berjanji?”
”Sumpahku untukmu, Onami-san.”
”Ini bukan gombal seperti saat kau meninggalkanku dulu kan?”

Sanji lalu membisikkan sesuatu pada Onami, ”Saat kau akhirnya bersedia memberikan hati dan tubuhmu padaku, untuk apa aku masih mengharapkan wanita lain? Aku mencintaimu, Onami-san.”

”Bodoh!” jawab Onami menjitak kepala Sanji. Aku juga selama ini bodoh, batinnya. ”Iya iya, aku mengerti.”
”Aww, Mellorine!”
”Tuh kan, ternyata kamu yg belum siap,” kata Onami sweatdrop melihat mata hati Sanji. Jangan-jangan nanti malah pingsan semalaman sambil mimisan.



Festival Tanabata baru akan usai besok. Sasa belum dilarungkan di sungai, tapi malam itu mereka tak perlu menunggu lagi jawaban Kami-sama atas apa yang mereka tulis bulan lalu. Sejujurnya, memang baru kali itulah mereka menuliskan harapan yang sama setelah melewati setahun kebersamaan.

END
Tambahan:

Beberapa hari kemudian saat Oyabun, Ussop, dan Aohana-sensei mampir ke Pinwheel, mereka melihat seorang gadis berambut coklat yang belum pernah dilhatnya sedang membawakan bento pesanannya.

"Siapa dia, Onami?" tanya Oyabun.
"Dia pekerja baru kami," jawab Onami.
"Kenalkan, nama saya Omao," katanya menunduk.

Kami? tanya Ussop membatin. Semua orang di sini menyebut Pinwheel sebagai kedai milik Onami, Sanji hanya sekedar koki di mata mereka. Mereka seringkali mengabaikan kenyataan bahwa kedua orang itu hidup bersama. Ussop yakin tak ada hubungan khusus di antara mereka sejauh ini jika dilihat dari sifat Onami, apalagi Sanji yang selalu kepincut cewek mana pun. Namun ia tahu bahwa bukan berarti tak terjadi apa-apa selama setahun berlalu.

"Omao-chan," panggil Sanji. "Bento tambahan untuk Oyabun."

"Hai!" kata Omao mendekati Sanji.

Nami mengabaikannya. Ussop memperhatikan bahwa Sanji tidak berlaku aneh seperti perlakukannya ke Vivi dulu. Ussop tak terkejut, ia hanya tak pernah tahu dan tak ingin tahu kapan saat terbaik bagi kedua sahabatnya itu tiba.[/i]

A/N: Gimana? Kali ini fluff kan? Pokoknya ganti-ganti lah emosinya. Kali ini juga kusertakan banyak gambar^^.

Sebenarnya masih ada tiga episode Grand Jipangu AU yg tidak kusertakan dalam cerita, yaitu eps 291, 303 dan 407. Setting fic ini sendiri sebelum eps 406 (Omao muncul di eps 406) dan pas banget ceritanya musim panas (eps 291 musim dingin, eps 292 tahun baru, eps 303 musim semi ntar mau kupake buat tema Hanami). Setidaknya di eps 406-407, Sanji emang ga ada adegan maen mata ke cewek lain bahkan pada Omao (tapi ada lah mata hati untuk Nami). Tapi, bukan berarti semuanya aku comot dari Filler. Kisah pertemuan mereka di pasar, awal berdirinya Pinwheel, dan Tanabata-nya cuma imajinasi Author. Jujur, aku kaget bahwa animatornya sungguhan menempatkan Sanji dan Nami dalam satu rumah/kedai (entah kumpul kebo atau sudah suami istri, tidak jelas).

Orihime-nya bukan dari Bleach lho. Aku googling dan nemu bahwa legenda pasangan Orihime-Kengyuu adalah asal mula ritual Tanabata dan memang udah jadi tradisi sejak zaman Edo. Ceritanya mereka dihukum Dewa karena melalaikan pekerjaan masing-masing akibat kebanyakan ”pacaran.” Akhirnya, Dewa kasihan juga dan membolehkan pasangan ini bertemu pada musim panas mulai tgl 7 Juli.

Oyabun arti harafiahnya ”bos” (panggilan di dunia yakuza) tapi kalau dilihat dari pekerjaan Luffy sehari-hari, bisa diartikan ”sherrif.” Aohana-sensei itu panggilan untuk Chopper dalam AU ini. Biksu itu Zoro.
[+] spoiler


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

Haruki_Irish!
Honored Member
Haruki_Irish!
Honored Member
Joined: June 4th, 2009, 5:10 am

June 16th, 2010, 9:06 am #8

Hei, Sannna :D , saya gak tahu One Piece sih, err, tahu dikit, jadi maaf banget kalau komentarnya gak relevan.
Saya baru baca yang Guardian Angel sambil mainin lagunya, hehehe :D.
Saya setuju sama Evey, kerasa banget perasaannya. Meski, err, ada kata-kata yang, ah, sudahlah. Rasanya kata-kata 'mentransferkan demammu' (atau apa, saya males scroll lagi), agaknya kurang cocok.
Tapi saya seneng. Gambarnya juga cocok!

Sudah, sekian aja kata-kata basi saya.
"I just need to be able to connect to people like you can...
then I can make everyone happy."*


(icons | mine)
Quote
Like
Share

sanna-chwan
Honored Member
sanna-chwan
Honored Member
Joined: June 10th, 2010, 7:18 am

June 16th, 2010, 3:15 pm #9

Wah, terima kasih banyak telah bersedia membaca. Emang sih, klo bukan fandom yg kita kenal, agak males juga kan bacanya?

Wah, diksinya ternyata buruk yach? Hahaha, harusnya "memindahkan demam" kan? Ngomong az klo ada kalimat aneh laennya.

Sayang di ffn ga bisa muat gambar, kan jadi bagus klo ditambah gambar. Aku sengaja kok. Untuk yg fic Guardian Angel itu, bahkan isinya full Canon, jadi aku bingung mau naruh gambar yg mana. Akhirnya kuputusin gambar yg sama dgn gambaran reff-nya.


"Two years we have been meeting under the azure sky, you promised you'd come back, Zack...."
"Two years we have been seperating under the starry sky, you promised you'd save me, Cloud..."

eleamaya's fanworks:
fanfict II fanvid II fanart II fansite
Quote
Like
Share

Haruki_Irish!
Honored Member
Haruki_Irish!
Honored Member
Joined: June 4th, 2009, 5:10 am

June 16th, 2010, 11:59 pm #10

Gak kok, diksinya sih bagus, cuma yang itu doang yang janggal.
Well, tapi emang kerasa banget flow perasaannya, jadi gak apa lah :D
"I just need to be able to connect to people like you can...
then I can make everyone happy."*


(icons | mine)
Quote
Like
Share